Akhir Sebuah Penantian

Akhir Sebuah Penantian
Raka dan Vera


__ADS_3

Sementara itu, nun jauh di negeri matahari terbit yang terkenal dengan bunga sakura nya yang cantik,, tepat nya di sebuah apartemen mewah, sepasang suami istri tengah beradu mulut membahas hal yang sama setiap hari nya.


"Aku subur mas, kamu kan tahu sendiri dan kamu juga ikut bersamaku saat aku menjalani pemeriksaan bukan? Dan aku juga tidak sedang mengkonsumsi pil kontrasepsi, seperti yang sering kamu tuduhkan!" Teriak sang wanita, menatap tajam pada pria nya yang nampak baru saja pulang dari tempat nya bekerja.


"Lantas,,, apa menurut kamu, aku yang mandul Ver? Yang benar saja!" Ketus sang pria pada istri nya.


Ya, pasangan tersebut ternyata adalah Raka dan Vera, abang kandung dari Angga yang telah berselingkuh dengan tunangan nya Angga, Vera. Mereka menikah sekitar lima tahun yang lalu, dan langsung pindah ke Jepang, karena Raka dapat promosi kenaikan jabatan dari perusahaan tempat nya bekerja sebagai general manager di negara yang memiliki empat musim tersebut.


Dan semenjak saat itu, Raka benar-benar telah menghilang dari kehidupan keluarga nya dan seolah menganggap keluarga nya telah musnah. Mereka berdua hidup dengan bahagia di atas penderitaan sang adik, dan rasa sakit yang di derita sang mama.


Raka sama sekali tak pernah memberi kabar, hidup nya dia habis kan hanya untuk menuruti dan memanjakan Vera, istri nya.


Hinga di tahun kelima pernikahan nya, masalah mulai timbul.. Vera yang tak kunjung memberi kan buah hati untuk mengikat lebih erat hubungan mereka berdua, selalu menjadi sasaran kesalahan dan kemarahan Raka.


Sebutir pasir saja kesalahan yang Vera lakukan, maka akan mampu menjadi gunung kemarahan bagi Raka yang sewaktu-waktu siap meletus dan menyemburkan lahar panas nya yang akan membakar habis tubuh Vera.


Seperti malam ini, tatkala Raka baru saja pulang kerja.. dan mendapati istri manja nya itu tengah bermalas-malasan, sedangkan di meja makan sama sekali tak ada makanan yang bisa di santap oleh Raka. Darah Raka, langsung mendidih dan naik ke ubun-ubun,,, dengan kasar Raka menyeret tubuh istri nya dari sofa dan menghempas nya ke lantai.


Vera tak tinggal diam, wanita itu pun segera bangkit dan melawan dengan membalas suami nya,, Vera memukuli Raka dengan benda apa saja yang ada di dekat nya.

__ADS_1


"Kamu berubah mas, kamu kasar sekarang! Kamu enggak seperti adik mu yang selalu memperlakukan aku dengan lembut,,, mana janji manis mu dulu mas, mana?!" Seru Vera membandingkan Raka dan Angga, seraya mengacungkan jari telunjuk nya kearah Raka.


"Cih,, kamu masih saja mengingat anak manja itu! Berapa kali aku katakan, aku tak sudi mendengar nama nya di sebut!" Balas Raka tak kalah ngotot, "dan apa tadi kamu bilang,, janji manis? Aku tak pernah menjanjikan apa-apa pada mu Vera,, kamu sendiri yang melemparkan tubuh mu pada ku, karena kamu tahu aku memiliki karir cemerlang di perusahaan. Dan pasti nya, hidup mu akan lebih terjamin jika bersamaku dari pada bersama anak manja itu!" Lanjut Raka mengolok Vera.


Vera terdiam,, ada sedikit rasa menyesal di lubuk hati nya yang terdalam, karena telah meninggalkan sang tunangan demi materi yang ternyata tak mampu membeli kebahagiaan. Namun dia cukup sadar diri, penyesalan nya tak kan bisa merubah takdir hidup yang sudah dia jalani. Tak mungkin juga baginya untuk kembali kepada Angga, laki-laki baik yang telah dia campakkan dengan cara yang sangat menyakitkan.


"Mas, apa mau mu sekarang mas?" Tanya Vera dengan memelankan suara nya, dia merasa sudah lelah beradu urat syaraf setiap saat dengan suami nya itu.


Raka mendesah kasar,,, "aku hanya ingin anak," balas Raka dengan jelas.


"Kita sudah mengusahakan nya bersama mas, barangkali kita harus lebih bersabar dan berusaha lagi," ucap Vera mencoba menekan ego nya, dengan tidak berkata kasar dan marah-marah seperti biasa nya.


Kembali Vera terdiam,, dia sendiri juga tak tahu sampai kapan, dia sudah lelah menjalani serangkaian program kehamilan yang tak kunjung membuahkan hasil. Dan biaya yang mereka berdua keluar kan pun tak sedikit jumlah nya, bahkan program bayi tabung yang terkenal sangat mahal pun telah mereka lakukan,, namun hasil nya tetap saja nihil.


Pada hal keduanya dinyatakan sehat secara medis, mungkin kah ini hukuman dari Tuhan atas kesalahan yang telah mereka berdua lakukan?


Vera menarik nafas dalam, dan menghembus nya perlahan.. andai waktu dapat diputar kembali, dia tak ingin melakukan kesalahan dan menyakiti Angga.


Cukup lama keduanya terdiam, masing-masing sibuk dengan pikiran nya sendiri.

__ADS_1


"Bulan depan, aku di pindah kan lagi ke Jakarta." Ucap Raka memecah keheningan.


Vera terkejut,, "mas Raka bersedia?" Tanya Vera.


"Aku ini pekerja Ver, jika pihak atasan sudah memutuskan.. aku bisa apa?" Balas Raka mulai meninggikan suara nya kembali.


"Mas Raka kan bisa mengajukan pindah ke negara lain, atau.. kalau pun balik ke Indonesia, mas bisa minta agar di tempat kan di cabang di luar kota? Aku malu mas jika kita kembali ke Jakarta lagi, apalagi kehidupan kita masih seperti ini.. mereka pasti akan mencibir kita mas?!" Keluh Vera.


"Menurut mu, apa aku juga tidak malu jika bertemu dengan keluargaku?! Aku juga malu Ver,, terutama pada mama," balas Raka dengan suara pelan.


Raka pun mulai dilanda kekhawatiran,,,


°°°°°


Di ruang rawat khusus tempat Angga terbaring tak berdaya, kembali Diandra berjalan gontai menghampiri brankar dimana sang suami tengah tertidur panjang... membiarkan Diandra merasa kesepian di setiap malam-malam nya, dan merindukan sentuhan suami nya itu.


Netra kecoklatan yang cantik itu mulai berembun, menatap sang suami yang masih saja betah terpejam. "Kak, kapan kakak bangun.. ini sudah seminggu lebih kak? Kakak enggak capek tidur terus? Bangun dong kak,, Didi kangen pengin di peluk kakak,,," ucap Didi pelan, sambil mengusap lembut wajah sang suami.


Diandra mendesah pelan,, tangan nya masih setia menyentuh bagian-bagian tubuh suami nya, dan berharap sang suami dapat merasa kan sentuhan nya itu. "Didi sayang sama kakak, Didi cinta sama kak Angga. Cepat bangun ya kak... kakak kan janji sama Didi, mau ngajak Didi pergi bulan madu??" Bisik nya dengan mendekatkan wajah nya, pada wajah sang suami. Dengan lembut Diandra mencium pipi sang suami, dan kemudian beralih ke bibir seksi milik sang suami. Diandra mencium nya sekilas, dengan lembut dan penuh perasaan.

__ADS_1


Dia rebahkan kepala nya di sisi ranjang di samping suami nya, dan kemudian mencoba memejamkan mata nya. Begitu lah Diandra menghabiskan malam-malam nya yang dingin, di sisi Angga yang tertidur panjang.


__ADS_2