
Sementara itu, Raka dan Vera telah tiba di rumah sakit Medika tempat dimana Angga di rawat selama hampir dua bulan lama nya.
Tepat saat kedua nya turun dari mobil, Aditya pun nampak baru saja tiba dan tengah berjalan dengan sedikit tergesa masuk kedalam rumah sakit.
Raka yang melihat Aditya, tak menyia-nyiakan kesempatan. "Dit tunggu," seru Raka pada Aditya.
Aditya menoleh, dan mendapati Raka bersama seorang wanita yang takkan pernah dia lupakan seumur hidup nya. Wanita yang telah membuat sahabat nya terluka, dan terpuruk hingga bertahun-tahun lama nya. Mereka berdua tengah berjalan menuju kearah Aditya, dan Aditya pun tak menghentikan langkah nya.
"Dit, mau ke ruang rawat Angga kan? Kita bareng ya?" Pinta Raka yang telah berhasil menyusul langkah Aditya, sambil mengikuti langkah Aditya yang terus berjalan.
Aditya hanya mengangguk, dan terus melangkah. Sedangkan Vera, yang mengekor di belakang kedua nya wajah nya terlihat masam dan di tekuk.
Setelah menyusuri koridor rumah sakit, dan melewati beberapa ruang perawatan, sampailah mereka di ruang perawatan khusus tempat Angga di rawat.
Aditya langsung masuk kedalam, yang diikuti oleh Raka dan Vera.
Dan di saat yang bersamaan, Diandra keluar dari ruangan steril tempat suami nya terbaring hampir dua bulan ini.
"Ma,,," sapa Raka pada mama Dewi yang sedang duduk di sofa bersama bu Rahma, opa Win dan papa Chandra.
Diandra terpaku di tempat nya, mendengar seorang pria dewasa yang memanggil mama Dewi dengan mama.
Mama Dewi yang merasa tak asing mendengar suara tersebut langsung menoleh ke sumber suara, dan betapa terkejut nya mama Dewi saat melihat ternyata Raka yang datang.
__ADS_1
Raka mendekati sang mama dan langsung bersimpuh di kaki mama Dewi, "ma,, maafin Raka ya ma, maaf. Raka sudah melakukan kesalahan yang sangat besar sama mama, dengan pergi dari rumah dan menikah tanpa restu dari mama," ucap Raka seraya menggenggam kedua tangan mama nya.
Opa Win, papa Chandra dan bu Rahma, mengernyit, dan menyimpan tanya dalam hati.
Mama Dewi terdiam, hanya bulir bening yang mengalir membasahi pipi nya yang mewakili perasaan nya saat ini. Mama Dewi menangis dalam diam, dada nya terasa sesak... seakan ada beban berat yang menghimpit nya.
Bagaimanapun Raka adalah putra nya, dan sebagai seorang ibu mama Dewi akan tetap memaafkan putra nya meski sebesar apapun kesalahan sang putra. Bahkan sebelum putra nya tersebut meminta maaf kepada diri nya.
Dan di setiap do'a nya, mama Dewi juga selalu meminta,, agar sang putra menyadari kesalahan nya dan segera pulang, agar bisa berkumpul kembali dengan saudara-saudara nya yang lain.
Tapi, mama Dewi juga merasa serba salah.. karena ada hati putra nya yang lain yang harus mama Dewi jaga, yaitu Angga. Mama Dewi tidak mau, kehadiran Raka akan memperburuk kondisi putra bungsu nya itu yang kini masih belum sadar dari tidur panjang nya.
Hingga cukup lama mama Dewi masih terdiam, dan dengan suara bergetar menahan tangis mama Dewi mulai bicara, "mama sudah memaafkan mu nak, tapi maaf.. mama belum bisa menerima mu kembali pulang pada keluarga mama, jika Angga masih belum bisa memaafkan mu," lirih mama Dewi sambil mengelus kepala putra kedua nya yang diam-diam sangat dirindukan nya itu.
"Raka akan minta maaf sama Angga ma," lanjut nya sungguh-sungguh, "dimana Angga sekarang ma? Raka ingin bertemu?" Tanya Raka dengan tidak sabar, dia bertekad dalam hati,, untuk bisa mendapatkan maaf dari adik nya, dan bisa berkumpul kembali bersama sang mama dan juga kakak serta adik nya.
Diandra memandang Aditya yang berdiri di samping nya, sejak pertama kali datang tadi. "Dia Raka, kakak kandung suami lu. Dan itu istri nya, mantan tunangan Angga yang direbut oleh Raka," bisik Aditya di telinga Diandra yang tertutup hijab.
Diandra mengangguk-angguk, seraya melirik sekilas pada Vera yang berdiri mematung di dekat pintu. "Cantik juga yang nama nya Vera itu, tapi aku yakin kak Angga tidak akan pernah menyesal menikahi ku karena aku lebih cantik dari wanita itu!" Bisik Diandra dalam hati, seraya tersenyum simpul dengan kenarsisannya sendiri.
Setelah beberapa saat menunggu, tapi sang mama tidak kunjung menjawab pertanyaan nya,, Raka kembali bertanya, "Angga di rawat dimana ma? Raka boleh bertemu kan ma? Raka mau minta maaf sama Angga ma?" Pinta Raka memohon.
"Adik mu itu masih koma bang,, dan dia ada di dalam sana," balas mama Dewi seraya menunjuk pintu yang ada di belakang Diandra.
__ADS_1
Raka menoleh kearah yang di tunjuk sang mama, dan sekilas netra nya bertaut dengan netra coklat Diandra sebelum istri dari Angga itu dengan cepat membuang pandangan nya kearah lain.
"Kak Angga sudah sadar ma, dan Didi keluar untuk mengabarkan pada kalian," lirih Diandra seraya mengedarkan pandangan menatap semuanya bergantian, dan berhenti ketika bertaut dengan netra sang papa. Senyuman bahagia nampak jelas terukir di sudut bibir nya.
"Yang benar Di??" Tanya Aditya tak percaya, namun tersenyum lebar mendengar berita baik tersebut.
Begitupun dengan yang lain, semuanya nampak tersenyum bahagia dan tak henti mengucap rasa syukur. "Alhamdulillah,,," ucap mereka semua serempak.
"Iya bang,," balas Diandra pelan, dan kemudian berlalu hendak masuk kembali ke ruang rawat suami nya.
Mendengar Angga telah sadar dari koma nya, Vera langsung menerobos hendak masuk ke ruangan dimana mantan tunangan nya itu berada. Namun dengan sigap, Diandra mendahului nya dan diikuti Aditya yang mengekor di belakang istri sahabat nya itu.
"Bro,,, akhir nya lu bangun juga," Seru Aditya yang berhambur memeluk sahabat nya itu.
Angga hanya tersenyum, "Iya Dit, Alhamdulillah gue masih diberi kesempatan untuk bangun kembali dan bisa mendampingi istri dan anak gue," jawab Angga seraya melirik seorang wanita yang tadi ikut masuk mengekor di belakang istri dan sahabat nya itu, dan Angga sengaja menekankan kata istri dan anak untuk membalas perbuatan wanita tersebut kepada nya.
Mama Dewi bersama Raka dan yang lain nya pun ikut masuk, Angga sempat mengernyit tatkala melihat opa Win dan seorang laki-laki berumur sekitar empat puluh lima tahunan berada diantara keluarga nya.
Vera mendekat dan memaksa menggeser tubuh Aditya agar menjauh dari Angga, agar diri nya dapat berdekatan dengan Angga.
Namun sebelum Vera berhasil mendekat kearah nya, Angga sudah memberi nya kejutan besar. "Dit, siapa dia? Cewek lu ya?" Tanya Angga pada Aditya, seraya menunjuk kearah Vera.
Sontak Vera terdiam di tempat nya, "sayang,, ini aku Vera, tunangan kamu," lirih Vera tak percaya, bahwa Angga telah melupakan nya.
__ADS_1
"Vera? Tunangan? Sejak kapan aku punya tunangan seperti mu? Jangan mengada-ada ya mbak, saya sudah menikah dan istri saya sangat cantik. Sebentar lagi, kami juga akan menjadi orang tua." Ucap Angga dengan jelas dan tegas seraya menggenggam tangan sang istri, yang berada di samping nya sedari tadi.