
Setelah menempuh perjalanan empat puluh lima menit, sampailah rombongan Aditya ke kawasan perumahan elite dimana Airin dan keluarga nya tinggal.
Rombongan Aditya di sambut oleh Thomas Dan Andrew, yang sudah berada di rumah sahabat nya itu sejak pagi tadi... dan Andrew mengarahkan kepada Angga dan yang lain nya untuk memarkirkan kendaraan nya di halaman samping yang memanjang sampai ke belakang, sehingga muat untuk parkir hingga beberapa mobil.
Setelah mobil berhenti dengan sempurna, mereka semua pun turun dan segera masuk kedalam kediaman megah milik orang tua Airin.. mengikuti langkah Thomas yang menuntun mereka.
"Silahkan masuk bang," ucap Thomas mempersilahkan pada Aditya dan Angga serta Raka dan Rama.
"Mama,, ibu,, apa kabar?" Tanya Thomas seraya mencium punggung tangan mama Dewi dan bu Rahma bergantian, "mari, silahkan masuk," lanjut nya.
"Papa dan opa juga,, mari silahkan," Thomas juga mempersilahkan pada calon papa dan opa nya, untuk masuk kedalam ruang tamu.
Di ruang tamu, mereka di sambut hangat oleh keluarga besar Airin. Papa dan mama nya, serta kakak kandung Airin yang sudah menikah. Kakek dan nenek Airin dari pihak ibu yang juga datang dari Bandung, beserta om dan tante nya.
Sesaat setelah mereka semua duduk, nampak dari dalam ruang keluarga,, Rieke datang bersama Airin, calon tunangan Aditya itu terlihat sangat cantik. Airin mengenakan kebaya modern, dengan hijab warna senada dengan hiasan bross permata yang sangat indah.
Tak lama setelah Airin keluar, dokter Hanna pun muncul dari dalam dengan senyum nya yang mengembang. Ya, dokter Hanna lah yang mendandani Airin atas permintaan gadis itu sendiri, kepada mama dari sahabat nya itu.
Selain seorang dokter ahli syaraf, dokter Hanna memang pandai merias serta pintar memadu padankan busana,,, khusus nya busana muslimah. Karena itu lah dokter Hanna selalu tampil cantik dan fashionable di setiap kesempatan.
Dan Diandra serta sahabat-sahabat nya, banyak belajar dari dokter Hanna tentang hal tersebut, demi untuk menyenangkan pasangan nanti nya.
__ADS_1
Dokter Hanna mengambil posisi duduk di samping putra sulung nya, yang saat ini tampil keren dengan balutan kemeja batik lengan pendek.
Sedangkan papa Chandra, tak henti menatap kagum pada rekan kerja sekaligus calon istri nya itu. "Pa, jangan di liatin terus.. buruan di halalin, nanti keburu diambil orang loh,," ledek Diandra pada papa nya yang duduk di samping kanan nya, seraya berbisik.
Papa Chandra tersenyum malu, dan kemudian mengacak lembut puncak kepala putri nya yang tertutup hijab. "Kamu semakin pintar ngeledek papa Di.." bisik nya sangat lirih, tak ingin di dengar oleh yang lain.
Suara om dari Airin yang berdeham untuk memulai acara pagi ini, mengalihkan perhatian semua yang berada di sana.. tak terkecuali Diandra dan sang papa.
Om Heru, adik kandung mama Rani, mama nya Airin mulai membuka acara dengan mengucap salam. Dan kemudian di lanjut kan dengan sambutan, sambutan pertama yaitu ucapan selamat datang dari keluarga Airin selaku tuan rumah.. dalam hal ini papa nya Airin langsung yang menyambut nya.
Dan di lanjut kan sambutan berikut nya yaitu dari keluarga Aditya, yang di wakili oleh papa Chandra. Ya, papa Chandra juga sudah menganggap Aditya sebagai bagian dari keluarga nya,, karena Aditya adalah saudara angkat Angga, menantu nya.
Setelah mengucap salam dan berbasa-basi mengawali sambutan nya, papa Chandra kemudian menyampaikan apa yang menjadi tujuan mereka silaturrahim ke kediaman pak Herman, ayah Airin, "Kedatangan kami dan keluarga besar kemari adalah untuk meminang nak Airin Dwi Lestari untuk anak kami Aditya Pratama," ucap papa Chandra dengan jelas, "silahkan kepada ananda Aditya untuk menyampaikan langsung maksud dan tujuan nya datang kemari," titah nya, seraya menatap Aditya.
"Airin Dwi Lestari,, aku mencintai dan menyayangi mu dengan sepenuh hatiku, bersedia kah kamu mendampingi ku dalam suka maupun duka? Menghabiskan sisa usia kita, dengan hidup bersama dalam mahligai rumah tangga? Pinta Aditya dengan tatapan penuh arti.
Airin terdiam, netra bening nya mulai berembun.. dia merasa terharu dengan ungkapan perasaan dari Aditya kepada diri nya, di hadapan keluarga besar mereka berdua. Dengan mantap Airin mengangguk, "iya, aku mau bang," jawab Airin dengan suara bergetar.
"Alhamdulillah,,," ucap syukur Aditya, mendengar jawaban kekasih pujaan hati nya.
Semua yang hadir pun ikut terharu dan larut dalam kebahagiaan Aditya dan Airin.
__ADS_1
Angga melirik mesra sang istri, dan berbisik,, "yang, apa kamu mau aku lamar dengan cara seperti itu?" Tanya Angga.
"Kakak apaan sih.. kita udah nikah kak, dan sekarang ini sudah ada anak kakak di rahim Didi." Balas Diandra, "Didi enggak butuh seremonial seperti itu ataupun semacam nya kak,, dicintai oleh kak Angga seperti ini aja, Didi sudah sangat bahagia. Dan yang saat ini Didi butuh adalah perhatian kakak, karena baby ingin dekat terus dengan ayah nya," ucap Diandra panjang lebar, seraya tersenyum menggoda.
"Benar kah? Apa baby ingin selalu di jenguk ayah nya? Atau itu hanya modus kamu aja Di...?" Tanya Angga dengan mengerling, balik menggoda sang istri.
"Ish,,, kakak enggak percaya sama Didi, ya udah.. baby enggak usah di jenguk sekalian!" Rajuk Diandra sambil membuang muka, entahlah.. beberapa hari ini, dia merasa sangat sensitif dan mudah marah.
"Iya,, iya,, kakak percaya. Jangan ngambek dong yang,," bujuk Angga berbisik, seraya merapatkan tubuh nya pada sang istri. "Bisa bahaya dan gagal total baby moon gue, kalau Didi ngambek,,," gumam Angga dalam hati.
Diandra masih diam seribu bahasa.
"Yang, kalau masih enggak mau maafin kakak.. kakak akan cium kamu disini, dan saat ini juga," lirih Angga dengan penuh penekanan.
Diandra terpaksa menoleh kearah suami nya, "iya, iya,, di maafin," balas Diandra, seraya mengerucutkan bibir nya. "Bisa bisa nya kak Angga ngancem mau nyium Didi disini,, memalukan kalau sampai itu terjadi," gumam Diandra dalam hati.
"Jangan sambil cemberut dong, kalau cemberut gitu bibir kamu tambah seksi yang.. kakak jadi semakin ingin melahap nya sekarang," lirih Angga di telinga sang istri.
Hingga membuat Diandra sontak memekik tertahan, "kak Angga!" Meski suara nya sudah di tahan, tapi tetap saja dapat di dengar oleh semua yang hadir.
Dan semua mata kini tertuju pada Diandra dan Angga, "nih, pasangan bucin,,, sedari tadi kasak kusuk enggak jelas, lagi ngobrolin apa sih?!" Protes Aditya sewot.
__ADS_1
"Baby moon dong,," balas Angga santai, "kenapa, mau ikut baby moon juga?" Tanya Angga tanpa rasa bersalah... hingga mengundang gelak tawa semua yang hadir, dari kedua keluarga besar Aditya dan Airin.
Dan acara yang tadi nya serius tersebut, kini beralih menjadi santai dan diwarnai canda dan tawa.