Akhir Sebuah Penantian

Akhir Sebuah Penantian
Bonchap : Satu


__ADS_3

Liburan akhir semester telah di mulai, semua mahasiswa berbahagia.. termasuk Diandra yang kini disibukkan dengan hadir nya baby boy, pelengkap kebahagiaan keluarga kecil nya.


Setelah beberapa hari yang lalu dibawa pulang ke kediaman Winata, baby El tak pernah sepi dari kunjungan keluarga Angga dan juga sahabat-sahabat Diandra.


Setiap hari, ada saja yang mengunjungi bayi mungil itu.. dan berebut untuk menggendong nya, sehingga Diandra merasa terbantu dan sangat terhibur dengan kehadiran mereka.


Meskipun ada bu Rahma yang siap dua puluh empat jam membantu mengasuh baby El, dan juga ada seorang baby sitter yang sengaja Angga pekerjakan untuk membantu meringankan pekerjaan sang istri. Namun kehadiran orang-orang terdekat nya, membuat Diandra merasa semakin bahagia.


Seperti siang ini, Airin dan Aditya sengaja berkunjung untuk membawa kan makanan request dari ibu muda itu. Makanan spesial dari resto & cafe milik nya, yang dimasak sendiri oleh Aditya.


"Assalamu'alaikum,," ucap salam kedua nya, sambil melangkah masuk ke dalam rumah keluarga Winata.


"Wa'alaikumsalam," jawab bibi, salah satu asisten di kediaman keluarga Winata yang sedang membersihkan ruang tamu. "Oh, mas Aditya dan mbak Airin.. monggo silahkan masuk mas, mbak. Sudah di tunggu sama mbak Didi dan nyonya Dewi di dalam," ucap bibi tersebut, sambil mempersilahkan tamu majikan nya untuk masuk ke ruang keluarga.


"Mama Dewi," gumam Aditya mengernyit, sambil berjalan masuk ke ruang keluarga seraya menggandeng mesra tangan tunangan nya.


"Ma," sapa Aditya, putra angkat mama Dewi itu kemudian mencium punggung tangan sang mama dan mencium pipi mama Dewi. "Mama sama siapa kesini?" Tanya Aditya pada mama angkat nya.


"Tadi pagi diantar sama Raka, abang kalian tadi sempat menidurkan baby El pas lagi rewel. Tapi setelah itu, dia langsung pamit pergi,, katanya sih, mau ketemuan sama teman-teman lama nya" balas mama Dewi.


Airin pun kemudian melakukan hal yang sama seperti tunangan nya, menyalami mama Dewi dan mencium pipi mama mertua sahabat nya itu. "Mama sehat?" Tanya Airin penuh perhatian, dan kemudian duduk di samping tunangan nya.


"Alhamdulillah nak,, mama sehat, dan do'akan ya.. agar mama selalu diberikan kesehatan agar bisa ikut menyaksikan tumbuh kembang anak-anak kalian kelak," ucap mama Dewi penuh harap, menatap Aditya, Airin dan menantu kesayangan nya yang tengah memangku baby El, bergantian.


"Aamiin ma,, Insyaallah kami akan selalu do'akan yang terbaik untuk mama dan untuk ibu juga," balas mereka kompak, sambil melihat kearah bu Rahma yang baru saja keluar dari kamar.


"Nak Ditya, nak Airin,, sudah lama?" Tanya bu Rahma pada kedua nya.


"Baru saja duduk bu," balas Airin, dan kemudian mencium pipi bu Rahma.


Angga pun bangkit dari duduk nya dan menyalami bu Rahma.


"Oh ya Di, nih kami bawain makanan kesukaan lu." Ucap Airin pada sahabat nya, "dimakan gih, mumpung masih hangat.. biar baby El sama gue," pinta Airin.

__ADS_1


"Oke tante, makasih ya makanan nya," ucap Diandra, menirukan suara anak kecil.


"Buat ibu dan mama juga.. nanti ambilkan piring nya sekalian Di, kami bawa banyak kok," lanjut Airin.


Diandra kemudian memberikan baby El yang masih tidur kepada Airin, dan ibu muda yang sedang menyusui itu melangkah perlahan menuju ruang makan untuk mengambil piring dan sendok.


"Nak Airin enggak perlu repot-repot, kalau mau bawa sesuatu untuk Didi ya secukupnya saja. Kami ini sudah tua, kalau makan sudah enggak bisa banyak-banyak,, ya kan jeng Dewi?" Ucap bu Rahma, meminta persetujuan mama Dewi.


Mama Dewi mengangguk, "benar mbak Rahma, makan sedikit yang penting ada sayur nya dan sehat," balas mama Dewi, membenarkan perkataan besan nya itu.


Tak berapa lama, Diandra muncul kembali dengan membawa beberapa piring dan sendok di tangan nya.


"Di,, ibu tidak ikut makan ya, masih kenyang," tolak bu Rahma dengan halus.


"Mama juga tidak nak,, kamu panggil saja suami kamu, barangkali dia sudah bangun," titah mama Dewi pada menantu nya.


"Baik ma," balas Diandra, seraya berlalu menuju kamar nya.


"Angga tidur ma, Ditya pikir dia pergi? Tumben dia tidur siang, dan bisa tidur tanpa istri nya?" Aditya mengernyit.


"Bang Angga benar-benar suami siaga ya?" Gumam Airin lirih.


"Abang juga pasti akan menjadi suami siaga, jika kita sudah menikah nanti," bisik Aditya, yang masih bisa mendengar gumaman Airin. "Dan juga ayah siaga, untuk anak-anak kita kelak," lanjut nya, sambil mencuri ciuman di pipi gembul baby El.. yang berada dalam pangkuan Airin.


Tepat di saat yang bersamaan, Angga dan Diandra muncul ke ruang keluarga yang luas itu. "Jangan cium-cium anak gue,, nanti tertular virus yang lu bawa Dit," tegur Angga pada sahabat sekaligus saudara angkat nya itu.


"Yaelah,, pelit! Dasar ayah posesif!" Seru Aditya, sambil menciumi baby El.. hingga akhir nya bayi mungil itu terbangun dan menangis.


"Bawa sini Rin," pinta Diandra.


"Enggak,, enggak,, lu makan aja, biar gue yang nenangin." Tolak Airin.


"abang Ditya sih,,, iseng banget! Kasihan baby El tahu, tidur nya jadi terganggu," protes Airin cemberut pada sang tunangan, Airin kemudian berdiri dengan menggoyang-goyangkan pelan tubuh nya sambil menina bobokkan kembali baby El. Dan tak butuh waktu lama, baby El pun terlelap kembali.

__ADS_1


"Wah, calon istri abang pinter.. dah siap jadi ibu kayak nya nih," celetuk Aditya, sambil mencium kembali baby El.


"Udah,, anak gue jangan diciumi terus. Buat sendiri sana!" Ketus Angga melotot kearah sahabat nya, sambil mengunyah makanan.


"Santai bro,, minggu depan gue sudah bisa membuat nya.. kalau perlu kembar," balas Aditya seraya tersenyum lebar.


"Maksud lu?" Tanya Angga lagi.


"Ma, tolong jelasin sama si bungsu.. kalau abang nya bentar lagi mau nikah," pinta Angga pada mama Dewi, dengan menyebut diri nya sebagai abang dari Angga.


Aditya dan Angga memang saudara angkat, dan usia mereka sama. Tapi Aditya lebih dewasa dari Angga, dan dia selalu ingin melindungi Angga... itu sebab nya, dia menganggap Angga sebagai adik nya.


"Iya Ga,, semalam kami ke rumah Airin untuk membicarakan pernikahan mereka," ucap mama Dewi, memberitahukan kabar gembira itu pada putra bungsu nya.


"Benarkah? Alhamdulillah... niat baik memang harus di segera kan nak Ditya, nak Airin," ucap bu Rahma.


Aditya dan Airin mengangguk.


Sedang kan Angga dan istri nya nampak terkejut, "Kok mendadak?!" Tanya Angga dan Diandra bersamaan, sambil meletakkan sendok mereka dengan kasar. Hingga bunyi denting nya yang cukup keras, membangunkan kembali baby El.


"Kalian ini,, bisa pelan gak sih! Anak gue jadi bangun kan?!" Seru Aditya sambil menepuk-nepuk pantat baby El yang masih berada dalam dekapan Airin.


"Anak lu...?! Enak aja ngaku-ngaku! Gue yang bekerja keras tahu..." protes Angga, dengan melanjutkan makan nya kembali.


"Itu, kenapa mendadak Rin?" Tanya Diandra kembali, sambil mendekati Airin untuk mengambil baby El.


"Ditya udah kebelet pengin nimang baby kayak kalian Di,, maka nya dia kekeuh bujuk Airin agar mau dinikahi secepat nya," balas mama Dewi seraya melirik anak angkat nya.


"Kebelet pengin apa nih? Pengin punya baby? Atau kebelet pengin yang lain..." celetuk Angga, yang baru saja menyelesaikan makan nya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Mengingatkan kembali,,,

__ADS_1


Untuk give away, yang di ambil berdasar rangking UMUM ya.... yang sebelah kanan, seperti di bawah 👇



__ADS_2