Akhir Sebuah Penantian

Akhir Sebuah Penantian
Wow,, it's amazing


__ADS_3

Angga dan Diandra langsung menuju kamar hotel, dengan diantar langsung oleh pak Roni, sopir pribadi Adrian dan sekaligus yang akan mengantarkan kemanapun Angga dan sang istri ingin jalan-jalan selama berada di kota Ambon.


Kamar dengan fasilitas terbaik yang disediakan oleh Adrian selama dua malam untuk mereka berdua, sebagai hadiah pernikahan Angga.. karena saat menikah Angga tak memberi kabar pada teman baik nya itu, padahal saat Adrian menikah tiga tahun yang lalu Angga bersama Aditya datang memenuhi undangan nya.


Ya, Angga merencanakan hanya dua malam di Ambon, sebab dia memiliki tujuan lain setelah nya.. tujuan utama nya mengajak sang istri untuk baby moon, sekaligus untuk menebus semua kesalahan nya karena telah menyia-nyiakan Diandra di awal-awal pernikahan mereka.


Sesampai nya di depan kamar hotel, "makasih pak Roni, sudah membawakan barang-barang kami," ucap Angga sopan pada sopir pribadi teman nya itu, yang juga sudah pernah di temui Angga tatkala pak Roni menjemput diri nya dan Aditya di bandara Pattimura tiga tahun lalu.


"Sama-sama mas Angga, jangan sungkan." Balas pak Roni ramah, "mas Angga, besok mau saya jemput jam berapa?" Tanya pak Roni.


"Pagi saja ya pak, saya berencana ke Siwang Paradise dulu besok.. kalau pagi kan udara nya masih segar," balas Angga menjelaskan.


"Baik mas Angga, kalau begitu saya permisi.. saya usahakan untuk datang lebih awal besok," pamit pak Roni dan kemudian segera berlalu meninggal kan Angga dan istri nya.


Angga segera membuka pintu hotel dengan kunci khusus yang di serahkan pak Roni kepada nya, kedua nya kemudian masuk kedalam kamar hotel dengan Angga menyeret koper milik mereka berdua.


Diandra langsung duduk selonjoran, di sofa yang terletak di sudut kamar hotel yang luas itu.


"Mandi air hangat ya yang,, biar aku siapin," ucap Angga setelah meletakkan koper nya di depan almari, dengan tanpa menunggu jawaban sang istri.


Tak berapa lama, Angga sudah keluar dari kamar mandi dan langsung membopong tubuh Diandra tanpa bersuara.


"Aw,," Diandra terpekik tatkala merasakan tubuh nya tiba-tiba melayang di udara. "Kak, Didi kan bisa jalan sendiri... enggak perlu di gendong seperti ini," protes Diandra setelah sadar bahwa suami ganteng nya telah membopong nya, sambil melingkarkan tangan di leher sang suami.


Angga hanya tersenyum, dan terus melangkah masuk kedalam kamar mandi.


Angga mendudukkan istri nya di atas kloset, dan kemudian membantu Diandra melepaskan pakaian nya satu-persatu.


Diperlakukan sedemikian rupa, membuat hati Diandra membuncah bahagia. Bibir nya terus mengulas senyuman, "kak Angga manis sekali sih,," gumam nya dalam hati.


Angga yang masih melepaskan pakaian istri nya mengernyit, "kenapa senyum-senyum gitu Di,, aku manis ya?" Tanya Angga dengan senyuman menggoda.

__ADS_1


"Ih,, kak Angga kok bisa tahu sih, apa yang Didi pikirkan?" Diandra balas bertanya dengan polos nya.


Angga tersenyum lebar, "kita ini soulmate Di.. kamu adalah belahan jiwa ku, jadi aku tahu semua yang ada di hati dan otak mu," jawab Angga sambil membuka pakaian nya sendiri dan langsung membawa tubuh istri nya yang sudah polos itu masuk kedalam bathtub.


Suami Diandra itu pun ikut masuk kedalam bathtub yang sama, "bahkan aku juga tahu bahwa kamu ingin di pijat plus-plus," bisik nya setelah kedua nya berendam di dalam bathtub yang telah diisi air hangat oleh Angga dan diberi aroma terapi yang menenangkan.


Usai mengatakan hal tersebut, Angga langsung memijat pelan telapak kaki sang istri. Angga mulai belajar untuk menjadi suami siaga, bagi istri yang saat ini tengah mengandung buah hati nya itu.


"Enak enggak yang,,?" Tanya Angga, yang tangan nya kini mulai naik dan memijat betis Diandra.


"Enak kak, tangan kakak lembut dan pijatan nya juga pas, enggak terlalu kuat," balas Diandra dengan mata terpejam.


"Akan lebih enak lagi kalau yang di pijat bagian ini Di,," ucap Angga dengan suara parau dan pandangan berkabut, sambil meremas bukit kembar nan kenyal milik sang istri yang kini semakin terlihat montok karena efek kehamilan nya.


Diandra mendesah pelan.. dan benar saja, pijat plus-plus itu pun benar-benar terjadi dan membawa kedua insan yang di mabuk asmara itu terbang ke puncak kenikmatan bersama-sama.


°°°°°


Mereka hanya saling memeluk dan saling memberikan kenyamanan bagi pasangan nya, hingga kedua nya langsung terlelap di alam mimpi yang indah.


Angga dan Diandra segera membersihkan diri, dan setelah sarapan roti dan susu yang disediakan pihak hotel.. mereka berdua langsung menuju ke lobi, karena pak Roni sudah menunggu kedua nya untuk explore kota Ambon.


Setelah masuk kedalam mobil, "Kita jadi ke Siwang Paradise dulu mas?" Tanya pak Roni.


"Ya pak, kita ke sana dulu," balas Angga.


Pak Roni pun segera melajukan mobil nya, meninggal kan area parkir hotel untuk menuju ke tempat yang di ingin kan tamu majikan nya itu.


Setelah menempuh perjalanan cukup lama, sampailah mereka di tempat yang di tuju. Kendaraan mereka hanya bisa sampai di tempat yang telah di sediakan, dan perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki. Jalanan nya menanjak dan dapat ditempuh kurang lebih lima menit, barulah mereka tiba di paradise yang sesungguhnya.


Berada di ketinggian 500 mdpl, membuat Siwang Paradise menjadi pilihan warga Kota Ambon untuk melakukan pendakian sembari menikmati asrinya hutan di Dusun Siwang.

__ADS_1


Rasa lelah karena melewati track pendakian yang menanjak, langsung terobati tatkala menyaksikan lukisan alam yang membentang indah di depan mata. Siwang Paradise, adalah surga di puncak Kota Ambon dengan pemandangan teluk Ambon yang Spektakuler.


"Wow,, it's amazing,," teriak Diandra dari puncak ketinggian.


"And you are so beautiful honey,," lirih Angga yang berada di samping Diandra, seraya memeluk pinggang istri nya itu dengan posesif.


Puas berfoto-foto dan menikmati keindahan alam maha karya sang Pencipta, Angga kemudian mengajak sang istri untuk turun.


Tujuan mereka berikut nya adalah, Benteng Victoria. Benteng ini merupakan benteng tertua di Ambon, yang dibangun oleh Portugis pada tahun 1775. Di benteng ini terdapat sisa-sisa meriam berukuran raksasa dan beberapa kamar yang berisi peninggalan sejarah.


Peninggalan sejarah tersebut berupa peta perkembangan kota Ambon dari abad ke-17, sampai sejumlah koleksi lukisan para administrator Belanda di Maluku.


Benteng Victoria juga menyuguhkan pemandangan teluk Ambon yang sangat mempesona.


Setelah di rasa cukup, Angga mengajak sang istri untuk melanjutkan perjalanan mereka. Dan tujuan terakhir di kota Ambon adalah Pantai Natsepa.


Sengaja Angga hanya mengambil beberapa tempat saja, karena pria dewasa suami dari Diandra ini tak ingin istri nya kecapekan.


Matahari sudah mulai condong ke barat, tatkala mobil yang dikendarai pak Roni meninggal kan kawasan Benteng Victoria untuk menuju Pantai Natsepa.


Pantai Natsepa menjadi tujuan wisata favorit, karena lokasinya yang tidak terlalu jauh dari kota Ambon. Hanya di tempuh dengan perjalanan sekitar 30 menit dari kota Ambon, dengan menggunakan transportasi darat.


Pantai Natsepa adalah salah satu obyek wisata di Ambon yang cukup melegenda. Selama bertahun-tahun pantai ini sudah menjadi tempat untuk berwisata baik bagi penduduk lokal maupun para wisatawan dalam negeri maupun mancanegara.


Bahkan, nama Natsepa sudah terkenal hingga penjuru Eropa terutama di telinga masyarakat Maluku yang menjadi warga Negara Belanda. Bagi mereka, Pantai Natsepa seperti sebuah simbol atas kerinduan mereka pada tanah leluhur mereka di Bumi Pertiwi.


Pantai Natsepa yang legendaris ini, memang menyimpan pesona yang luar biasa. Walaupun banyak bermunculan tempat wisata pantai yang baru di sepanjang pesisir Pulau Ambon, namun Pantai Natsepa selalu mendapat tempat khusus terutama bagi masyarakat Pulau Ambon.


Kehidupan di Ambon, seperti tidak dapat dipisahkan dari keberadaan pantai ini. Bahkan, banyak yang mengatakan bahwa, seseorang belum bisa dikatakan datang ke Ambon bila belum menginjakkan kaki di Pantai Natsepa.


Dan pada hari-hari khusus, seperti liburan keagamaan atau liburan nasional,,, pengelola pantai menyediakan permainan tradisional budaya Maluku seperti 'Bambu Gila' atau pertunjukan menarik lainnya.

__ADS_1


Pantai Natsepa menjanjikan suasana yang cukup sempurna untuk bersantai di sore hari dan menikmati indahnya pesisir yang paling terkenal di Ambon itu. Dan di pantai inilah, Angga dan sang istri menghabiskan senja sambil menikmati keindahan pantai dengan pasir putih nya yang lembut.


__ADS_2