Akhir Sebuah Penantian

Akhir Sebuah Penantian
Kecemasan Angga


__ADS_3

Diandra dan Angga sudah kembali ke apartemen nya, meski sebenar nya bu Rahma menginginkan agar anak angkat sekaligus cucu dari suami nya itu mau tinggal bersama di kediaman Winata. Namun untuk saat ini, Angga menolak nya,, sepasang sejoli yang sedang menikmati kebersamaan indah nya itu, ingin selalu berdua saja tanpa ada yang mengganggu.


Dan bu Rahma, opa Win serta papa Chandra bisa mengerti keinginan menantu nya itu, dan hanya bisa mendukung yang terbaik untuk Angga dan Diandra. Dengan satu syarat, jika sudah melahirkan nanti.. mereka harus bersedia tinggal di kediaman Winata, agar bu Rahma dapat ikut membantu mengurus calon cucu nya nanti.


Pagi ini, Diandra memulai aktifitas nya kembali sebagai istri sekaligus sebagai seorang mahasiswi. Bakda shubuh setelah mengaji sebentar, Diandra kemudian melakukan gerakan-gerakan ringan di balkon apartemen nya,,, sambil menikmati udara sejuk di pagi hari, sebelum mengerjakan pekerjaan rumah nya.


Ya, setiap pagi, istri cantik Angga itu akan menyiapkan sarapan sederhana untuk sang suami dan untuk diri nya sendiri. Sedangkan pekerjaan bersih-bersih rumah, diambil alih oleh Angga semenjak pria dewasa suami dari Diandra itu tahu bahwa sang istri tengah mengandung.


Angga sangat perhatian pada istri nya, dia tidak mau kalau sampai istri nya itu kelelahan. Bahkan untuk makanan pun, Angga sangat cerewet dan benar-benar memperhatikan asupan makanan sang istri. Angga ingin yang terbaik untuk istri dan juga untuk calon buah hati mereka.


Usai senam ringan, Diandra langsung menuju dapur untuk menyiapkan sarapan. Kali ini, Diandra membuat nasi uduk lengkap dengan lauk nya.


Setelah hampir satu jam berkutat di dapur, Diandra pun telah menyelesaikan masakan nya.


"Hmm,, harum sekali yang, kamu masak apa?" Tanya Angga yang tiba-tiba menghampiri sang istri, yang sedang merapikan kembali meja dapur minimalis itu. Angga melingkarkan tangan nya di perut Diandra yang mulai membuncit, sambil menciumi tengkuk sang istri yang aroma nya bagai candu bagi pria dewasa itu.


"Kak, ihh,, geli tahu. Lagian bau asem kak, Didi kan belum mandi lagi. Habis senam, badan Didi berkeringat,," Diandra mencoba mengelak.


"Mau mandi lagi kan? Kita mandi bareng yang,," pinta Angga, sambil menghentikan aktifitas sang istri yang masih membersihkan peralatan masak nya. Dan kemudian menyeret pelan tangan sang istri dan membawa nya masuk kedalam kamar.


"Kak, tadi kan belum beres semua," protes Diandra.


"Nanti setelah sarapan, aku bantuin untuk membersihkan nya." Balas Angga, sambil merebahkan tubuh sang istri di ranjang king size milik nya.


Angga pun mulai melakukan tugas nya sebagai suami siaga, yang senantiasa siap sedia membantu sang istri membukakan jalan lahir untuk calon buah hati mereka. Begitu lah, kilah Angga... jika sang istri protes dengan perlakukan romantis nya, yang tak kenal lelah dan tak ingat waktu itu.

__ADS_1


Akhir nya Diandra hanya bisa pasrah, dan menikmati setiap sentuhan suami nya itu. Meski awal nya terpaksa dan sedikit cemberut, namun selalu berakhir dengan senyuman yang merekah dan membuat mood bumil itu semakin baik.


Setengah jam lebih Angga mencumbui istri nya, dan setelah kedua nya sama-sama mencapai puncak kenikmatan,, suami dari Diandra itu akan dengan telaten membantu sang istri mandi, membantu memilih kan pakaian Diandra sesuai dengan selera nya dan kemudian mengeringkan rambut istri nya yang panjang.


Diandra hanya bisa nurut dengan semua perlakukan sang suami terhadap nya, apapun yang dilakukan Angga selalu bisa membuat istri belia Angga itu tersenyum.


Kedua nya kemudian keluar dari kamar untuk sarapan, sebelum berangkat menuju aktifitas masing-masing.


°°°°°


Hari ini adalah hari pertama Diandra masuk kuliah, setelah liburan semester ganjil. Begitu sampai di kampus dengan diantar suami tercinta, istri Angga itu sudah di tunggu oleh sahabat-sahabat terbaik nya.


"Kak Angga mau langsung?" Tanya Diandra pada sang suami, sebelum diri nya turun menemui sahabat-sahabat nya yang telah menunggu Diandra di bangku panjang di area parkir halaman fakultas nya.


"Nanti saja, aku masih ingin bersama istri cantik ku," balas Angga seraya tersenyum.


"Kamu temui dulu sahabat-sahabat mu," titah Angga pada sang istri, "nanti aku menyusul," lanjut Angga dengan tatapan khawatir.


Entah lah, ini tak seperti biasa nya. Angga biasa nya akan langsung meninggalkan sang istri, jika Diandra sudah bertemu dengan sahabat-sahabat nya itu. Tapi kali ini, suami dari Diandra itu merasakan kecemasan yang diri nya pun tak tahu apa penyebab nya?


Angga terus menatap kepergian sang istri, yang baru saja turun dari mobil sport milik nya untuk menemui sahabat-sahabat Diandra.


Ada Thomas, calon saudara tiri Diandra yang tatapan nya selalu hangat. Ada Airin yang super duper care dengan Diandra, juga Rieke yang suka bikin rame suasana. Ada satu yang belum kelihatan, dan Diandra mencoba mengedarkan pandangan mencari sosok sahabat nya itu.


"Andrew, tumben belum datang?" Diandra mengernyit.

__ADS_1


"Lagi demam dia," balas Rieke dengan tatapan sendu.


"Sejak kapan? Kemarin sepulang nya dari Bali, masih baik-baik saja kan?" Cecar Diandra menatap Rieke.


"Ya sih, kata nya sih baru semalam. Tadi pas telpon, suara nya kayak serak gitu deh,," balas Rieke menjelaskan sejauh yang dia tahu.


"Kebanyakan main di laut dia itu Rie,, lu sih, seneng banget main di pantai sampai gak ingat waktu. Andrew itu, gak tahan sama angin laut... kalau kelamaan dan sampai kesorean ya gitu, langsung tepar dia." Ucap Thomas memberitahukan, karena dia sudah bersahabat lama dengan Andrew dan tahu betul kelemahan sahabat nya yang satu itu.


"Kok lu enggak negur gue?!" Protes Rieke, menatap tajam Thomas.


"Gue udah ngingetin pacar lu itu Rie,, tapi dia nya ngotot, kata nya sih asal lu bahagia aja," balas Thomas tak mau di salah kan.


"Ya ampun And,, segitu nya lu sama gue, sampai lu korbanin kesehatan diri lu sendiri," gumam Rieke, merasa sangat bersalah, dia merasa menjadi pacar yang tak bisa mengerti keadaan Andrew.


"Udah,, jangan sedih gitu, nanti selesai jam kuliah kita besuk Andrew," ucap Diandra mencoba menenangkan Rieke.


Mereka masih asyik bercengkrama, sedangkan Angga di dalam mobil terus mengawasi sekeliling istri nya. Hati nya merasa was-was, tapi suami Diandra itu tak menemukan sesuatu yang mencurigakan.


Sementara di sebuah mobil yang terparkir sejak tadi sebelum Angga dan Diandra datang, dua orang terus mengawasi Diandra.


"Mbak, kamu yakin wanita itu istri mantan mbak." Tanya seorang pemuda kepada wanita yang usia nya lebih tua itu.


"Tentu saja, aku bertemu dengan wanita itu saat di rumah sakit," balas wanita itu.


"Oke, kalau untuk melakukan itu.. aku setuju, tapi kalau sampai membuat dia celaka aku tidak mau mbak. Aku menyukai wanita itu mbak, sejak pertama kali dia masuk kampus ini," ucap pemuda itu.

__ADS_1


"Santai saja dik, kamu pasti akan mendapat kan nya. Begitu suami nya melihat rekaman video yang akan kita buat, dia pasti akan di lempar ke jalanan.. dan saat itu tiba, kamu bisa datang sebagai pahlawan yang menyelamatkan nya." Balas wanita itu seraya tersenyum licik.


__ADS_2