
Di showroom milik Angga, tepat nya di dalam ruang kerja khusus bos showroom,,, pasangan suami istri yang tengah dilanda asmara itu, nampak sibuk dengan kegiatan masing-masing.
Angga sibuk dengan laptop dan berkas di tangan nya, sedangkan Diandra terlihat sedang menyelesaikan rajutan tas nya.
Beginilah hari-hari Diandra sekarang, semenjak Angga sudah bisa menerima kehadiran diri nya,,, setiap hari selepas dari kampus dia akan ikut suami nya ke showroom dan melanjutkan kegiatan nya di dalam ruangan bersama sang suami, tidak lagi di apartemen seorang diri seperti saat hubungan mereka masih seperti orang asing.
Mereka bekerja dalam keheningan, tak ada yang mengeluarkan suara. Hingga beberapa lama keadaaan masih tetap sama, kesibukan dan keheningan.
"Di,,, seperti nya Seno sangat mencintai kamu, apa selama ini dia sering memberimu perhatian khusus?" Tanya Angga dengan tiba-tiba sambil berjalan menuju sofa, dan kemudian duduk di samping istri nya yang masih asyik merajut.
Diandra menghentikan aktifitas nya, dan menoleh kearah sang suami. Dia tersenyum manis, "kak Angga cemburu ya sama mas Seno?" Tanya Diandra dengan tatapan menggoda pada sang suami.
Angga mendesah kasar, "iya,," jawab nya singkat.
"Kenapa kakak cemburu? Apa karena mas Seno lebih muda? Dan..." Diandra sengaja menggantung kalimat nya.
"Dan apa?" Angga mengernyit.
"Dan lebih tampan..." ucap Diandra sambil mengedipkan mata dan tanpa rasa bersalah, dia kemudian meletakkan rajutan nya di atas meja.
"Oh, jadi kamu juga suka sama Seno?!" Ketus Angga, dia terlihat kecewa mendengar ucapan istri nya.
"Tapi sayang nya Didi tidak tertarik dengan mas Seno, karena suami Didi lebih tampan dari laki-laki manapun," bisik nya di telinga sang suami, dan menggigit kecil telinga suami nya.
Mendengar ucapan istri nya dan perlakuan Diandra pada nya barusan, membuat Angga sangat senang.. "kamu menggoda ku sayang,, kamu harus bertanggung jawab," ucap Angga dengan suara parau dan menatap istri nya penuh damba.
"Didi selalu siap mempertanggung jawab kan perbuatan Didi kak,, dengan senang hati bahkan,," tantang Diandra dengan membuka satu kancing baju nya yang bagian atas.
Angga menelan saliva nya, dan dalam hitungan detik pria dewasa itu telah ******* bibir lembut istri belia nya dan tangan nya mulai bermain-main di bukit kembar milik sang istri yang padat dan kenyal.
__ADS_1
Dengan senang hati, Diandra menyambut nya. Tangan nya pun tak kalah nakal dengan tangan sang suami. Diandra membuka resluiting celana suami nya dan tangan lembut Diandra menari-nari lincah di dalam sana.
Namun kegiatan yang menggairahkan dengan dibumbui rasa cinta dan sayang itu hanya berlangsung sebentar, Angga kemudian segera menjauh kan wajah nya. "Kita harus percepat liburan kita sayang,,," ucap Angga seraya mengatur nafas nya, "sekarang, pesankan aku kopi," lanjut nya sambil membetulkan kembali kancing baju istri nya.
Diandra terkekeh pelan, dan masih mencoba menggoda suami nya dengan meremas milik sang suami yang mulai menegang.
Angga melenguh,, "hentikan sayang,," lirih nya sambil memejamkan mata dan menahan tangan Diandra agar tetap berada di dalam sana, Angga berusaha menolak tapi menikmati kenakalan sang istri.
Tok,, tok,, tok,, Terdengar suara pintu di ketuk dari luar.
Diandra langsung membetulkan duduk nya, begitu pun dengan Angga yang langsung membetulkan celana nya.
Tak lama setelah pintu di ketuk, muncullah Aditya dari balik pintu. "Situasi aman dan terkendali kan? Sedang tidak ada perang dunia ketiga?" Tanya Aditya sambil melangkah menuju sofa.
Angga mengernyit,, "maksud lu?" Sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal, dan mencoba menetralisir debaran jantung nya.
"Itu,, biasa nya kalau pasangan suami istri lagi main kan suara nya gaduh dan semua nya jadi berantakan? Seperti sedang perang..." Jawab Aditya seraya terkekeh.
Sedangkan Diandra hanya tersenyum, "perang nya baru latihan bang Ditya, jadi enggak sampai gaduh dan mengaduh," gumam nya dalam hati.
Hening sejenak menyapa ruang kerja Angga.
"Bang Ditya, padahal Didi mau telpon abang loh... mau pesankan kopi buat kak Angga, sama camilan," ucap Didi yang sudah kembali melanjutkan kegiatan nya merajut.
"Udah gue buatin kopi nya, nunggu pisang coklat nya mateng.. bentar lagi pasti dianterin kesini," balas Aditya yang memang tujuan nya datang ke ruangan Angga adalah untuk ngopi sore bersama sahabat dan istri nya itu.
Dan benar saja, tak lama kemudian seorang waiter masuk dengan membawa baki berisi minuman dan camilan.
Mereka bertiga pun menghabiskan waktu sore dengan ngobrol santai, sambil ngopi di ruang kerja milik Angga seperti biasa nya.
__ADS_1
°°°°°
Di kamar hotel tempat Jeffry menagih imbalan dari Renny atas pekerjaan yang telah dia selesaikan dengan sempurna, pria blasteran tersebut kembali menguasai tubuh Renny.
Entah sudah berapa kali sejak dia balik ke hotel siang tadi, selepas memuaskan tante-tante kesepian yang memboking nya,, Jeffry masih belum puas mencumbui gadis pujaan hati nya sejak masih duduk di bangku SMA itu.
Saat itu, Jeffry memang harus menyerah dan kalah karena Renny menolak cinta nya dan memilih kencan dengan teman nya yang lebih kaya. Namun saat ini, Jeffry sudah mendapatkan wanita di masa remaja nya dan dia tak kan melepaskan Renny dengan mudah.
"Tubuh mu bagai candu untuk ku sayang, dan milik mu.. meski kamu sudah tidak perawan tapi masih legit dan menggigit, tidak seperti milik tante-tante yang aku tiduri selama ini," lirih Jeffry di sela-sela aktifitas nya mencumbui Renny.
Renny hanya tersenyum kecut, tubuh nya masih lemah dan area sensitif nya juga masih terasa ngilu,, namun Jeffry masih terus menginginkan diri nya, meski beberapa kali Renny telah menolak ajakan pria blasteran tersebut.
Akhir nya Renny hanya bisa pasrah, sesekali dia melenguh dan mendesah... ikut menikmati permainan Jeffry, dan dia akui keperkasaan Jeffry memang luar biasa dan sangat berbeda jauh dengan pacar-pacar Renny yang telah menggaulinya selama ini.
"Jeff,, ini sudah sore, sehari semalam kamu telah mengurungku di sini. Ijinkan aku pulang sekarang Jeff,," pinta Renny dengan melembutkan suara nya.
"Hmm,,, bentar lagi yang," balas Jeffry yang masih memeluk tubuh polos Renny setelah di pergumulan terakhir dia mengalami pelepasan yang hebat, Jeffry benar-benar merasa terpuaskan berhubungan badan dengan Renny.
"Ayolah Jeff, ini sudah jam empat lebih," lagi-lagi Renny memohon.
"Baiklah sayang,, tapi kita mandi bareng," ucap Jeffry memberi syarat.
"Aku lelah Jeff,, dan punyaku perih," tolak Renny dengan cemberut.
"Aku tidak suka di tolak sayang,, jika kau menolak ku, aku bisa lebih ganas dari semalam. Bagaimana, hmm,,, apa kamu mau kita melakukan permainan seperti semalam?"
Renny menggeleng lemah, "gara-gara permainan ganas nya semalam, milik ku berdarah dan sangat sakit," gumam Renny dalam hati, dia bergidik ngeri membayangkan kan permainan Jeffry semalam.
"Kalau begitu, mari layani aku di bathtub..." pinta Jeffry sambil membopong tubuh polos Renny menuju kamar mandi.
__ADS_1
Kedua insan yang sama-sama salah jalan tersebut, kembali bergumul dalam gelimang dosa dengan menjalin hubungan yang menyesatkan... hubungan yang tak semestinya dilakukan!