Akhir Sebuah Penantian

Akhir Sebuah Penantian
Masih Ori


__ADS_3

Jam perkuliahan di kelas Diandra baru saja usai, bersama sahabat-sahabat nya Diandra bermaksud menuju ke perpustakaan untuk mengerjakan tugas kelompok. Mereka berjalan beriringan sambil bercanda ria.


"Di, tadi kata nya ada yang lihat lu dianterin pakai mobil sport mewah... siapa Di? Lu udah punya pacar ya?" Tanya Thomas tiba-tiba, dengan raut wajah yang tidak bersemangat.


Diandra terkejut, dan sejenak menghentikan langkah nya. Yang lain pun ikut berhenti,, "emm,, ada yang belum aku ceritakan sama kalian," ucap Diandra sesaat setelah berpikir, dia menatap Airin meminta pertimbangan.


Airin mengangguk,, "Kita ke taman dulu aja Di, kalau ada yang mau di obrolkan," ucap Airin memberi ide.


"Iya, ayo.. dari pada nanti di perpustakaan bikin berisik, gak enak kan sama yang lain," Diandra mengiyakan dan kemudian bersama sahabat-sahabat nya dia melangkah menuju taman di samping tempat parkir.


Ke lima sahabat itu duduk melingkar di atas rumput jepang, dibawah sebuah pohon yang cukup rindang dan terlindung dari sinar matahari.


"Lu nyimpen rahasia apa Di?" Tanya Rieke to the point.


Mendapat pertanyaan tak terduga tersebut, Diandra gelagapan, "eh, iya,, itu Rie, sebenar nya aku.. aku udah menikah," jawab Diandra akhirnya dengan jujur.


"Apa?!" Seru Rieke, Thomas dan Andrew bersamaan. Sedangkan Airin terlihat santai karena dia sudah lebih dulu tahu status Diandra.


"Lu serius Di??" Tanya Thomas nampak kecewa.


"Iya,," balas Diandra seraya tersenyum manis, "maaf ya, bukan hendak menyembunyikan status ku, tapi aku nunggu waktu yang tepat untuk mengatakan pada kalian," ucap Diandra merasa tak enak hati.


"Wah,, berita heboh ini, dan hari ini pasti bakalan diperingati sebagai hari patah hati sekampus.." seru Rieke, yang anak nya memang suka rame dan gak jelas itu.


"Thomas tertunduk lesu,, sedangkan Andrew nampak biasa saja.


"Sudah, jangan bete gitu ah.. ntar cakep nya ilang loh," canda Rieke pada Thomas, mencoba membuat cowok tampan itu untuk tertawa.


"Iya nih,, lagian kan masih ada Airin?" Andrew menimpali.


"Kok gue?!" Protes Airin bingung.


"Jangan pura-pura deh Rin,, lu kan tahu sejak orientasi Thomas demen ama lu?" Ucap Rieke mengingatkan masa-masa orientasi sebulan yang lalu.


"Mana berani gue, naksir sama putri nya bu dosen? Lagian saingan gue berat.. tuh senior yang terkenal seantero kampus," Thomas mengelak kalau diri nya menyukai Airin.


"Lah,, mas Seno kan juga ngejar Didi?! Dan lu berani kan ikutan ngejar Didi juga,,?!" Balas Andrew yang tahu persis bahwa sahabat nya itu menyukai sahabat nya yang lain, "meski sekarang lu harus menerima kenyataan pahit, bahwa doi ternyata sudah enggak perawan lagi,,," lanjut Andrew seraya terkekeh.


Yang lain ikut tertawa, dan Thomas juga ikut menertawakan kekalahan diri nya sendiri.


Sedangkan Diandra tersenyum kecut, "aku masih ori kali.." gumam nya dalam hati.

__ADS_1


Dari jauh nampak Seno berjalan hendak menghampiri Diandra dan sahabat-sahabat nya.


Tiba-tiba terdengar bunyi klakson mobil dari parkiran yang berada di samping taman, dan semua mata tertuju ke arah sumber suara.


Seno pun menghentikan langkah nya, dan ikut melihat ke arah mobil sport mewah yang nampak asing di mata nya. "Siapa ya? Gue belum pernah lihat anak kampus sini ada yang bawa mobil mewah macam itu?" Gumam nya dalam hati.


"Kak Angga," lirih Diandra yang mengenali mobil suami nya.


Meski di ucap kan dengan lirih, namun sahabat-sahabat nya dapat mendengar nya dengan jelas. "Angga? Apa itu suami lu Di?" Tanya Thomas yang merasa masih belum rela mendengar kenyataan bahwa sang pujaan hati telah menikah.


Nampak seorang pria dewasa turun dari mobil sport mahal nya, dan dengan gagah berjalan menghampiri Diandra dan sahabat-sahabat nya.


Tempat duduk mereka memang terlihat dengan jelas dari parkiran, itu sebab nya saat memasuki area kampus dan bermaksud memarkir mobil nya.. Angga melihat sang istri tengah ngobrol bersama sahabat-sahabat nya.


"Ya, itu suami ku," balas Diandra sambil menunjuk ke arah suami nya.


Diandra segera berdiri menyambut kehadiran suami nya, kemudian mencium punggung tangan sang suami. Dan Angga membalas nya dengan mencium kening sang istri, serta mengacak lembut puncak kepala istri nya.


"Alamak,, meleleh gue ngelihat nya.." seru Rieke, yang tak bisa bicara pelan.


Diandra tersenyum malu, sedangkan sang suami nampak tersenyum bangga.


Thomas membuang pandangan nya, dia cemburu.. namun juga bersyukur karena gadis incaran nya diperistri oleh orang yang tepat, begitu lah pikir nya. Dia ikut bahagia, melihat orang yang dia sayang juga bahagia.. meski bukan bersama nya.


Angga langsung menyalami sahabat-sahabat istri nya satu persatu.


"Di, masih ada gak stok yang kayak gini?" Tanya Rieke tanpa malu-malu.


Didi mengernyit, "ada sih, tapi aku enggak janji ya,, dia nya mau enggak sama manusia terompet kayak kamu Rie," balas Diandra seraya terkekeh.


Yang lain pun ikut tertawa dan membenarkan ucapan Diandra.


"Enak aja lu, ngatain gue manusia terompet," protes Rieke seraya mengerucutkan bibir nya yang bervolume.


"Maaf temen-temen, saya ijin mau ngajak istri,,," pamit Angga pada sahabat-sahabat istri nya.


"Oh iya mas ganteng, silahkan,,," balas Rieke genit.


"Suami orang woi,,, main tebar pesona sembarangan!" Tukas Andrew mengusap kasar wajah Rieke.


"Apaan sih lu Ndrew,, syirik aja liat orang senang," Rieke pura-pura merajuk.

__ADS_1


"Kalian berdua tuh ya,, udah kayak tom and gery aja," timpal Airin geleng-geleng kepala.


Angga dan Diandra tersenyum, sedangkan Thomas nampak tidak bersemangat,,


"Lu benar Rin, gue sama Rieke kan sering musuhan.. kayak tom and gery. Nah kalau kalem tapi lirik-lirikan, itu kayak kalian berdua.. Thomas and Airin," balas Andrew yang mencoba mencairkan suasana hati Thomas.


"Apa sih,, gak jelas banget," ucap Airin sambil tersenyum.


Mau tak mau Thomas pun ikut tersenyum demi menyenangkan sahabat nya, dia tahu betul bahwa Andrew saat ini mengerti perasaan nya seperti apa? Sebab mereka berdua sudah bersahabat semenjak duduk di bangku SMA.


"Sahabat kamu, kocak-kocak ternyata ya,," lirih Angga di telinga sang istri, sambil tersenyum lebar. Dalam hati Angga sangat senang, setidak nya dia tidak perlu khawatir jika istri nya bersama sahabat-sahabat nya itu.


"Ya, begitu lah kak.. selalu rame, dan mereka semua juga care satu sama lain," balas Diandra ikut tersenyum.


"Eh, kak.. kak Angga enggak pengin traktir sahabat-sahabat Didi makan siang nih, bentar lagi kan jam makan siang kak?" Pinta Diandra pada sang suami dengan berbisik.


"Apapun untuk istri ku yang cantik, pasti akan aku kabulkan," balas Angga seraya memeluk pinggang sang istri.


"Ehm,, ada jomblo di sini... jangan peluk peluk ngapa?!" Protes Rieke dengan suara seperti terompet.


Sontak Angga melepaskan pelukan nya, sedangkan Diandra terkekeh pelan.


Thomas nampak menundukkan pandangan mata nya.


"Eh guys, kita makan siang yuk.." ajak Diandra pada sahabat-sahabat nya.


"Ke kantin Di?" Tanya Airin sambil melirik suami Diandra, "emang suami lu mau?" Lanjut nya memastikan.


"Enggak, kita makan di cafe & resto yang deket dengan tempat kerja suami ku. Makanan nya enak dan tempat nya juga oke loh," balas Diandra mempromosikan cafe & resto Aditya dengan antusias.


"Boleh,, boleh,, sekalian jalan-jalan dan cuci mata kita," sahut Rieke dan Andrew bersamaan.


"Tom and gery udah oke nih,, gimana Thomas and Airin?" Tanya Andrew melirik sahabat lama nya.


"Siap," sahut Airin cepat.


Thomas hanya mengangguk dan tersenyum.


"Siip,, yuk berangkat." Ajak Diandra sambil berjalan bergandengan tangan bersama sang suami menuju mobil.


Keempat sahabat Diandra mengekor di belakang nya.

__ADS_1


Dari kejauhan Seno melihat pemandangan tersebut dengan menyimpan tanya di benak nya.


__ADS_2