Akhir Sebuah Penantian

Akhir Sebuah Penantian
Kejarlah Mimpi mu Vera


__ADS_3

Raka sudah melihat sendiri tadi, showroom besar yang berada tepat di samping cafe & resto yang ternyata juga milik Aditya.


Di showroom yang kata nya milik Angga tersebut, berjajar mobil mewah dan keluaran terbaru yang pasti nya harga nya fantastis. Raka tersenyum kecut, tiba-tiba mood nya untuk ngopi hilang seketika.


"Mari bang Edi,, bang,, saya permisi dulu," pamit Aditya pada Edi dan juga kawan-kawan nya itu, dan langsung pergi meninggalkan meja dimana Raka masih sibuk dengan pikiran nya sendiri.


Untuk sejenak, hening menyapa tempat tersebut.


"Sorry semua, gue harus buru-buru pulang.. kita jumpa lagi lain waktu," ucap Raka memecah keheningan seraya beranjak dari tempat duduk nya, dan langsung berlalu meninggalkan tempat itu tanpa menghiraukan kawan-kawan nya yang protes.


Raka tidak langsung keluar, namun mengikuti Aditya yang dilihat nya masuk kedalam sebuah ruangan.


Raka langsung menerobos masuk kedalam ruangan pribadi Aditya yang pintu nya tidak tertutup sempurna itu, "Dit, dimana mama tinggal sekarang?" Tanya Raka to the point.


Aditya yang sudah mengira bahwa Raka pasti akan menanyakan hal tersebut, langsung tersenyum,, "bang Raka kan yang putra kandung mama Dewi? Kenapa malah bertanya pada Ditya??!" Balas Aditya dengan sinis.


Raka terdiam,, dia tidak menyalahkan Aditya jika bersikap demikian pada nya.


"Gue akui Dit, gue salah.. dan gue berniat untuk meminta maaf sama mama," ucap Aditya merasa menyesal.


Aditya menatap Raka, mencoba mencari tahu kesungguhan dari ucapan putra kedua mama Dewi itu.


"Gue sungguh-sungguh Dit,, gue baru sadar sekarang, apa yang sudah gue lakukan di masa lalu pasti nya menorehkan luka yang mendalam buat mama," lanjut Aditya dengan menahan sesak di dada, bayangan sang mama yang begitu menyayangi anak-anak nya melintas begitu saja di benak Raka.


"Hanya sama mama Dewi?" Tanya Aditya menyelidik.


Raka mengernyit,, "maksud lu?"


"Bukan hanya mama Dewi yang terluka bang, abang tentu tahu siapa orang nya!" Balas Aditya dengan menatap tajam Raka.


Raka mendesah kasar, dan membuang pandangan nya.. dia tak mau bertemu pandang dengan Aditya. Dan jelas, Raka tahu betul siapa orang yang di maksud Aditya. Namun untuk mengakui dan meminta maaf pada Angga, Raka masih terlalu gengsi untuk melakukan nya.

__ADS_1


Sejenak kedua nya terdiam,,,


Mama Dewi saat ini di rumah sakit Medika, di ruang ICU VVIP, Angga koma hampir dua bulan ini. Datanglah bang Raka ke sana, dan Ditya berharap... kedatangan bang Ditya dapat menghibur mama Dewi." ucap Aditya memberitahukan pada Raka.


Tanpa berbicara apa-apa, Raka langsung keluar dari ruangan Aditya.


°°°°°


Di apartemen Raka, dia yang baru saja pulang langsung di sambut dengan senyum masam sang istri. Seperti itulah kehidupan rumah tangga Raka akhir-akhir ini, tak ada ketenangan apalagi romantisme seperti kebanyakan pasangan suami istri lain nya.


"Tanpa menghiraukan keberadaan sang istri, yang seperti biasa.. bermalas-malasan seraya memainkan ponsel nya, Raka langsung menuju kamar nya untuk membersihkan diri.


Tak berapa lama berselang, Raka sudah keluar dengan pakaian rapi hendak keluar.


"Mas, kamu mau kemana?!" Tanya Vera ketus.


"Menemui mama," jawab Raka singkat, dan terus melanjutkan langkah nya tanpa menoleh kearah sang istri.


"Enggak usah!" Tolak Raka ketus, sambil menghentikan langkah nya tepat di ambang pintu yang telah terbuka. "Kamu kan enggak mau minta maaf sama mama, buat apa kamu ikut?!" Tanya Raka menatap tajam istri pemalas nya itu.


"Kita kan enggak ada salah sama mama mas, tapi sama Angga,,," elak Vera tak mau mengalah, "kalau pun harus minta maaf, ya sama Angga kan mas dan bukan sama mama?" Protes Vera tak mengerti jalan pikiran suami nya itu.


"Kita kawin lari, dan tak menghiraukan perasaan mama yang kecewa karena kita telah mengkhianati Angga.. dan kamu masih berpikir bahwa kita tak punya salah sama mama?!" Bentak Raka dengan emosi.


"Kenapa mas Raka malah jadi marah sama Vera? Dan kenapa enggak sejak dulu-dulu, mas Raka menyadari kesalahan kita pada mama?!" Tanya Vera mengernyit.


"Karena aku juga baru menyadari sifat asli wanita yang aku bela-belain untuk aku nikahi!" Ketus Raka menatap sinis pada istri nya.


"Bukan hanya mas Raka yang menyesal, aku juga sangat menyesal telah mengkhianati Angga.. untuk laki-laki macam kamu mas. Kalian beda! Bagai bumi dan langit!" Ucap Vera tak kalah ketus.


Raka menarik nafas dalam, dan membuang nya kasar,, kesabaran nya seakan telah habis, menghadapi wanita yang selalu saja pandai membantah ucapan nya. "Lantas apa mau mu sekarang Vera? Setelah tahu, bahwa aku tak seperti Angga?!" Tanya Raka memelankan suara nya.

__ADS_1


"Kita pisah!" Jawab Vera dengan tegas, "aku yakin Angga pasti masih menunggu ku, mengingat.. bagaimana terpukul nya dia, saat aku tinggal kan," ucap Vera percaya diri.


"Fine,, kejarlah mimpi mu Vera, dan besok aku akan segera urus perceraian kita," balas Raka dengan datar, tak ada penyesalan sedikit pun terdengar dari ucapan nya. Dia sudah benar-benar merasa jengah dengan hubungan pernikahan diri nya dan Vera.


Sedangkan Vera menyunggingkan senyuman bahagia, membayangkan diri nya akan dapat bersanding kembali dengan Angga.. laki-laki yang dulu sangat tergila-gila pada nya.


"Jadi ikut ke rumah sakit atau tidak? Yang sakit Angga.. kamu bisa merayu dia kembali dengan pesona mu, bukan?!" Tanya sekaligus cibir Raka pada Vera.


Namun yang di cibir nampak tak menghiraukan, Vera mengangguk,, "aku ikut," balas nya antusias, dan berharap Angga akan menyambut nya dengan penuh cinta.


Dan kedua nya, langsung keluar dari unit apartemen nya dan berjalan tergesa untuk menuju ke rumah sakit.


°°°°°


Di ruangan steril tempat Angga di rawat, seperti biasa nya Diandra akan menghabiskan malam-malam nya di sana.


Diandra baru saja menyelesaikan sholat maghrib, dia melaksanakan sholat di ruangan sang suami. Setelah membaca wirid dan berdo'a, memohon kesembuhan untuk suami tercinta.. Diandra kemudian melepaskan mukena dan memakai hijab nya kembali.


Istri dari Angga itu mengambil mushaf Al-Qur'an dan duduk di samping sang suami. Diandra membuka kitab suci itu, dan dengan suara pelan mulai membaca nya.


Angga yang tertidur panjang hampir dua bulan lama nya, sayup-sayup mendengar suara orang mengaji.


Angga merasakan tubuh nya terasa kaku semua, kaki dan tangan nya sangat sulit untuk digerakkan.. bahkan mata nya pun sulit untuk dia buka, dan dengan susah payah Angga akhir nya berhasil membuka sedikit mata nya.


Pandangan nya yang masih agak samar, dapat menangkap seorang gadis cantik dengan memakai hijab tengah melantunkan ayat suci Al-Qur'an dengan suara nya yang merdu.


Angga memejamkan mata nya kembali yang masih terasa berat dan dia teringat, pagi itu.. dengan sangat emosi dia melajukan kendaraan nya dengan kecepatan tinggi hendak membuat perhitungan dengan Renny.


Namun naas,,, ketika di perempatan, Angga baru menyadari bahwa rem mobil nya bermasalah sehingga dia menerabas lampu merah dan menabrak sebuah truk yang memuat alat berat. Dan setelah itu, Angga sudah tak ingat apa-apa lagi.


"Jangan-jangan aku sudah mati,, dan gadis cantik berhijab itu adalah bidadari syurga, yang diutus Tuhan untuk mendampingi ku," bisik nya dalam hati, sambil terus mendengar kan suara bidadari yang sedang mengaji itu.

__ADS_1


"Tapi suara itu,, aku tak asing dengan suara itu.. ya, itu suara istri ku," Angga berusaha menggerakkan tangan nya, hendak menyentuh gadis cantik yang disangkanya adalah bidadari itu. Dan memastikan apakah diri nya masih hidup, atau benar-benar telah berada di syurga bersama sang bidadari.


__ADS_2