Akhir Sebuah Penantian

Akhir Sebuah Penantian
Kejiwaan Renny Terganggu


__ADS_3

Kini Airin dan Diandra sudah berada di kampus, begitu tiba di dalam kelas,,, keduanya di sambut dengan senyum lebar oleh ketiga sahabat nya, Thomas, Andrew dan Rieke yang langsung memeluk Diandra dengan erat, "Di,, gue kangen," ucap Rieke dengan manja, dan segera melepaskan pelukan nya.


"Ih,, lebay deh kamu Rie, kemarin-kemarin kan kita ketemu," balas Diandra seraya geleng-geleng kepala.


"Tahu nih anak, kurang sajen kali dia," timpal Andrew seraya menyentil kening Rieke dengan pelan.


"Aw,," Rieke terpekik tertahan, "sakit tahu End," protes Rieke sambil mengerucutkan bibir.


"Eh, bentar,, bentar,, tadi lu manggil Andrew gimana Rie? End,,, gue enggak salah dengar kan Rie?" Ucap Airin yang suka sekali menggoda kedua sahabat nya yang seperti tom and gerry itu.


Rieke tersenyum malu, dan nampak salah tingkah.


Sedangkan Andrew pura-pura tidak tahu.


"Wah, wah, wah,,, jangan bilang kalian berdua ada main di belakang kita ya?!" Tebak Airin yang merasa ada yang disembunyikan oleh kedua sahabat nya yang selalu bikin rame itu, seraya menatap Rieke dan Andrew bergantian.


Mendapat tatapan mengintimidasi dari Airin, membuat Andrew menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal, "kenapa gue jadi kayak tersangka sih?!" Gerutu Andrew seraya tersenyum kecut.


"Ya kalau emang enggak ada apa-apa santai aja bro,, enggak perlu merasa bersalah gitu?" Ucap Thomas, "lagian kalau pun kalian jadian juga enggak apa-apa kok," lanjut nya dengan bijak.


"Iya, Thomas benar... itu hak kalian, dan sebagai sahabat kami akan mendukung yang terbaik buat kalian berdua," timpal Diandra seraya tersenyum lebar.


"Gue sih setuju banget,, tom and gerry... biasa nya kan berantem mulu, dan seru juga ya kayak nya kalau liat kalian akur? Biar gak berisik,," ucap Airin seraya terkekeh.


"Sialan lu Rin, ngatain gue berisik," protes Rieke.


"Jadi gimana nih,, ada yang mau cerita gak??" Tanya Airin pada Rieke dan Andrew, menuntut jawab.


Belum sempat Andrew membuka mulut, dari luar terdengar suara gaduh.

__ADS_1


"Sabar Ren,, enggak gini cara nya,,," ucap Santi, seraya menarik tangan Renny agar tidak masuk kedalam kelas Diandra.


Diandra dan sahabat-sahabat nya yang mendengar suara keributan, segera berhambur keluar untuk melihat apa yang terjadi.


"Mbak Renny?" Sapa Diandra mengernyit, menyaksikan penampilan Renny yang sudah acak-acakan dan tangan nya di pegang dengan kuat oleh Santi, sahabat Renny.


"Mbak Renny, kenapa mbak Santi?" Tanya Diandra penasaran.


"Ini semua gara-gara lu Di, lu udah ambil semua nya dari gue! Lu mahasiswi baru di sini, dan lu udah buat kak Seno menjauh dari gue! Gara-gara lu juga, opa membatalkan perjodohan gue sama bang Angga! Lu emang pela*** murahan Di,, lu enggak pantas ada di kampus ini!" Maki Renny dengan kasar pada Diandra.


Diandra tertegun, dia tak tahu menahu akar permasalahan nya.. tapi kenapa tiba-tiba Renny datang, dan memaki nya sedemikian rupa? Diandra mengernyit. "Ada apa sebenar nya mbak? Kenapa mbak Renny menyalah kan Didi?" Tanya Diandra bingung.


"Sudah lah Di, jangan di ladenin... emang suka bikin gara-gara dia," ucap Airin dan Thomas bersamaan.


Sedangkan sebagian teman-teman Diandra yang melihat kejadian tersebut, merasa bersimpati melihat keadaaan Renny dan mencibir Diandra,,, tanpa mencari tahu kebenaran nya.


"Serakah banget sih Di, jadi cewek... udah deket sama Thomas juga, masih godain cowok lain dan malah merebut tunangan orang!" Umpat salah seorang teman wanita Diandra.


Renny tersenyum puas, mendengar ada yang berpihak pada nya.


"Lu masih disini Ren?!" Tanya Seno yang tiba-tiba saja berada di antara kerumunan Diandra dan yang lain nya, "lu mau bikin ulah lagi? Ingat ya Ren, status lu saat ini sudah bukan lagi mahasiswi di kampus ini.. jadi kalau lu bikin keributan, aku pastikan lu bakalan berurusan dengan pihak yang berwajib!" Ancam Seno sambil menunjuk Renny dengan jari telunjuk nya, dan mata nya menatap tajam pada Renny.


"Bukan mahasiswi di kampus ini lagi?" Gumam Diandra dalam hati, "ini maksud nya apa ya mas Seno.. Didi sama sekali enggak ngerti deh?" Tanya Diandra semakin penasaran.


"Dia barusan di keluar kan dari kampus, karena video mesum nya dengan om om tersebar di group chat para dosen. Gue juga enggak tahu awal mula nya seperti apa, tapi yang jelas dia mengakui bahwa wanita yang ada dalam video tersebut adalah diri nya. Dan menurut nya semua itu Renny lakukan karena dia butuh uang," ucap Seno panjang lebar.


"Cukup Seno!" Bentak Renny dengan marah, mata nya melotot tajam pada Seno dan Diandra bergantian.


Diandra menutup mulut nya, dia tak percaya.. ternyata apa yang dikatakan papa nya benar ada nya, bahwa Renny memang telah melakukan free ****.

__ADS_1


Sahabat-sahabat Diandra pun di buat terkejut, dan sama sekali tak menyangka.. Renny yang terkenal sebagai putri orang kaya, melakukan hal yang menjijikkan dengan menjual tubuh nya demi uang.


Dan semua teman-teman Diandra yang mendengar penjelasan Seno, yang tadi nya ikut menghujat Diandra tertunduk malu.


"Sudah Ren, ayo gue antar lu pulang,," bujuk Santi kembali menarik-narik tangan Renny untuk diajak pulang.


"Tidak San, gue harus membuat perhitungan dengan gadis miskin penjual tas itu!" Seru Renny seraya mengibaskan tangan nya dengan kuat, hingga tangan nya terlepas dari genggaman Santi.


Renny langsung merangsek kearah Diandra dan menyerang nya dengan brutal, namun Thomas dan Andrew yang sedari tadi telah siaga di belakang Diandra langsung mengamankan sahabat nya itu dan menghadang Renny,, hingga pukulan Renny yang tak terarah dapat di tepis dengan mudah oleh Thomas dan Andrew.


Seno yang juga berada di sana pun tak tinggal diam, dan dalam hitungan detik Renny sudah dapat dilumpuhkan.


Kini kedua tangan Renny tengah di pegang oleh Seno dan juga Santi, "mbak Renny, sekarang Didi tanya sama mbak,,, apa mau nya mbak Renny sebenar nya? Mbak Renny dan mama nya mbak terusir dari rumah papa nya Didi, karena kesalahan kalian sendiri. Dan tentang kak Angga, tak pernah ada kata perjodohan yang opa ucap kan antara mbak Renny dan kak Angga.. lantas kenapa mbak Renny malah menyalah kan Didi?" Tanya Diandra dengan tatapan tajam kearah Renny.


Renny terdiam,,, dan tiba-tiba saja dia menangis histeris, dan tak lama kemudian Renny tertawa dengan keras. Hingga membuat salah seorang dosen yang kebetulan melintas, menghentikan langkah nya dan bertanya, "ada apa ini? Kenapa Renny masih di sini?" Tanya dosen wanita tersebut menyelidik.


Santi kemudian menjelaskan duduk persoalan nya, bahwa Renny menjual diri karena di usir dari rumah dan penyebab nya adalah Diandra... hingga Renny dendam pada Diandra. Dan bu dosen tersebut mendengar kan dengan seksama cerita Santi, seraya mengamati perubahan ekspresi Renny.


"Begitu lah bu Lena, cerita yang saya dengar menurut Renny.. tapi kalau tentang kebenaran nya, bu Lena bisa menanyakan pada om Chandra, mantan ayah tiri nya Renny," ucap Santi mengakhiri cerita nya versi Renny.


Bu Lena mengangguk mengerti, "Seno, bisa tolong bantu ibu? Kita bawa Renny ke panti rehabilitasi sekarang, seperti nya kejiwaan Renny terganggu," titah bu Lena pada Seno.


"Baik bu," jawab Seno patuh.


"Kamu kah yang nama nya Diandra?" Tanya bu Lena menatap Diandra.


"Iya bu, saya Diandra."


"Tolong partisipasinya, sampai kan pada papa kamu keadaan Renny saat ini. Kami segenap tenaga pendidik di sini memang telah mengetahui kebenaran nya dari papa kamu, bahwa Renny sudah tidak ada hubungan nya sama sekali dengan beliau. Tapi ibu yakin, sebagai seorang dokter.. papa kamu akan tergerak hati nya jika melihat kondisi Renny seperti sekarang." Pinta bu Lena sambil menepuk lembut pundak Diandra.

__ADS_1


Diandra mengangguk dan tersenyum ramah.


"Terimakasih nak, ibu permisi," pamit bu Lena seraya berlalu menuju ke tempat parkiran, yang diikuti oleh Seno dan Santi dengan menyeret pelan tangan Renny yang nampak mulai linglung.


__ADS_2