
Hari bahagia yang di nanti pasangan Aditya dan Airin sudah di depan mata, keluarga besar Airin nampak sangat sibuk mempersiapkan pesta pernikahan putri bungsu keluarga Herman tersebut.
Nampak sahabat-sahabat Airin juga berada di sana, kecuali Diandra yang tak dapat hadir karena memiliki bayi yang masih merah. Rieke, Andrew dan Thomas, sudah sejak pagi berada di kediaman keluarga Airin.
Mereka bertiga terlihat sangat kompak, dan ikut menyibukkan diri bersama keluarga besar Airin... untuk mempersiapkan pesta pernikahan Airin dan Aditya, yang rencana nya akan di gelar besok pagi di kediaman keluarga Herman, orang tua Airin
"Coba Didi dan baby EPE ada di sini ya? Pasti seru! Gue kangen pengin nyubit pipi nya," celetuk Rieke yang tiba-tiba merasa kangen dengan bayi gembul itu.
"Baby EPE,, baby EPE,, kalau bang Angga tahu, bisa marah dia Rie,,," timpal Airin.
"Ah,, biarin.. orang si Didi enggak masalah kok gue panggil anak nya baby EPE," ucap Rieke.
"Mine,, nanti kalau kita punya baby, terus baby kita di panggil dengan panggilan yang menurut kita enggak asyik.. apa kamu suka?" Bisik Andrew, di telinga sang kekasih.
Rieke menggeleng, "ya enggak lah And,, kita udah susah-susah cari nama bagus buat anak kita, enak aja orang lain manggil seenak nya," balas Rieke ikutan berbisik.
"Nah, itu kamu tahu Mine.. makanya kamu jangan manggil baby El dengan panggilan baby EPE lagi, oke Mine,," ucap Andrew sambil mengacak lembut puncak kepala Rieke yang kini sudah mulai belajar mengenakan hijab, menyusul kedua sahabat nya, Diandra dan Airin.
Andrew lupa berbisik dan mengucap kan nya dengan jelas, hingga Thomas dan Airin bisa mendengar nya. "What?? Mine...?!" Seru Thomas dan Airin bersamaan, Airin bahkan sampai membulatkan mata nya karena terkejut.
"Ya,, ya,, ya, gitu mungkin ya Rin, kalau orang lagi jatuh cinta. Dunia serasa milik berdua.. yang ada hanya milik gue, milik gue,, dan milik gue." Ucap Thomas seraya terkekeh.
"Ya emang, Rieke kan milik gue?! Suka-suka gue dong panggil dia Mine.." balas Andrew, menatap Airin dan Thomas bergantian. "Kamu suka kan Mine?" Tanya Andrew pada kekasih nya.
Rieke hanya tersenyum anggun, gadis yang biasa nya selengekan itu kini tersipu malu.
"Kita iya in ajalah.." timpal Airin menahan tawa.
__ADS_1
°°°°°
Sementara di kediaman keluarga Winata, kesibukan dari seluruh keluarga besar Diandra dan Angga juga sudah mulai terlihat. Ya, rencana nya.. Aditya besok pagi akan berangkat menuju kediaman Airin dari kediaman keluarga Winata.
Hal ini sesuai dengan permintaan opa Win dan papa Chandra yang disetujui oleh mama Dewi selaku orang tua angkat Aditya, mereka yang menginginkan agar Aditya berangkat dari kediaman keluarga Winata. Karena bagi opa Win dan papa Chandra, Aditya sudah mereka anggap sebagai bagian dari keluarga nya.
Shinta, dan keluarga kecil nya juga nampak sudah berada di sana, begitu pun dengan Raka. Hanya Thomas yang tak terlihat di sana, sebab putra sulung dokter Hanna itu diminta oleh sahabat-sahabat nya agar membantu di rumah Airin. Mengingat, persahabatan mereka yang sudah sangat dekat.. dan Aditya juda Diandra menyetujui hal itu, lagipula di kediaman keluarga Winata sudah sangat banyak keluarga yang ikut membantu persiapan untuk acara besok.
"Di,, baby El nangis tuh," panggil Shinta pada adik ipar nya yang tengah membantu mama Dewi, membungkus pernak-pernik yang akan di bawa Aditya untuk seserahan besok.
"Sana Di, urus dulu cucu mama. Biar ini mama yang selesaikan," titah mama Dewi pada menantu nya.
"Iya ma," balas Diandra, dan segera berlalu menuju kamar nya.
Sesampai nya di kamar, baby El masih menangis.. dan baby sitter terlihat baru saja selesai mengganti diapers nya yang sudah penuh.
"Biar baby sama saya aja sus, kamu bisa ikut bantu-bantu di luar," ucap Diandra seraya mengambil baby El dari tangan pengasuh nya.
Diandra kemudian menyusui baby El sambil duduk di sofa, tak henti netra nya memandangi bayi mungil nya itu. "Baby haus ya,," bisik nya lirih seraya mengusap-usap lembut kepala baby El.
"Ceklek,,"
Terdengar pintu dibuka dari luar, nampak sang suami masuk sambil membawa semangkuk sup buah. "Sayang,, apa baby tidur lagi?" Tanya Angga pelan, sambil berjalan mendekat kearah sang istri.
Diandra menggeleng, "belum, El nyusu nya kuat banget," balas Diandra, seraya melirik mangkuk yang di bawa oleh suami nya.
"Wah,, ayah kalah deh sama kamu El. Kamu udah menguasai bunda sekarang ya.." ucap Angga sambil mencium puncak kepala sang putra, sesaat setelah meletakkan mangkuk di atas meja.
__ADS_1
Angga kemudian mendudukkan diri nya di samping sang istri, "mau aku suapin yang?" Tanya Angga yang sudah mengambil kembali mangkuk sup buah yang tadi diletakkan di atas meja.
"Didi makan sendiri aja kak, ini El udah kenyang kayak nya. Udah di lepas sendiri," Diandra membetulkan posisi kepala baby El, dan mengelap mulut bayi gembul itu dengan tisu basah.
"Yang,, baby kan udah kenyang, gantian aku ya," bisik Angga dengan tatapan penuh damba.
Diandra melirik sang suami, dan merasa iba dengan suami nya itu. Selama hampir tiga bulan Angga telah berpuasa, dan selama itu pula suami nya itu tidak pernah menuntut pada Diandra untuk dibantu di puaskan.
Angga sangat pengertian dengan kondisi Diandra saat kehamilan nya bermasalah, dan setiap saat suami dewasa Diandra itu menjaga dan meladeni sang istri dengan segenap hati nya. Hingga Angga sendiri tak pernah memikirkan kebutuhan biologis nya, karena yang dia pikirkan hanyalah keselamatan istri dan bayi yang masih ada dalam kandungan Diandra kala itu.
Dan tatkala baby sudah lahir, Angga tetap siaga dua puluh empat jam menjaga istri dan buah hati nya. Suami Diandra itu juga rela begadang tengah malam untuk menenangkan baby El ketika rewel dan menggendong nya, dan menyuruh sang istri untuk beristirahat saja. Angga hanya akan membangun kan istri nya, jika baby El haus dan harus segera di susui oleh bunda nya.
"Kakak tunggu bentar disini ya, biar El aku kasih ke suster nya," ucap Diandra dan segera berlalu meninggalkan Angga seorang diri di kamar mereka.
"Di, biar aja El sama aku.. kalau kamu mau makan sup buah?" Ucap Angga menghentikan langkah sang istri.
"Didi enggak jadi makan sup buah kak, tapi Didi mau makan yang lain," Balas Diandra seraya mengedipkan mata, dan kemudian melanjutkan langkah nya kembali.
Angga mengernyit, dan sesaat kemudian tersenyum lebar,, "istri nakal ku telah kembali," gumam nya dalam hati.
Tak berapa lama, Diandra sudah kembali dengan mengulas senyuman termanis nya untuk sang suami, yang selama ini sudah membuktikan cinta nya itu melalui perhatian dan kasih sayang yang diberikan oleh Angga kepada diri nya sejak sang suami terbangun dari koma nya.
"Kamu cantik sekali yang, dan senyuman mu itu.. menggodaku yang," lirih Angga, saat sang istri telah duduk di atas pangkuan nya.
"Apa kakak suka, jika aku seperti ini?" Tanya Diandra, yang sudah melabuhkan banyak kecupan basah di wajah sang suami.
Angga terkekeh, "kalau aku bilang tidak, apa kamu akan menghentikan nya?" Tanya Angga dengan nafas memburu dan tatapan penuh gairah.
__ADS_1
Didi mengabaikan pertanyaan sang suami, dan membalas nya dengan gerakan tubuh yang semakin membangkitkan gairah suami nya.
🌷🌷🌷🌷🌷