
Di showroom milik Angga, nampak pemilik showroom dan istri nya masih berkutat dengan kertas-kertas yang berserak di meja. Sepasang suami istri itu nampak kompak mengerjakan pekerjaan bersama, sambil duduk bersisian di sofa yang empuk.
"Capek Di?" Tanya Angga melirik mesra kekasih halal nya.
"Enggak kak, biasa aja," jawab Diandra seraya merapikan berkas yang sudah selesai dia cek ulang.
"Tidak apa-apa kah kalau kita pulang terlambat?" Tanya Angga memastikan sambil melihat jam tangan mahal nya yang sudah menunjukkan pukul enam sore, seperti nya dia sangat khawatir jika istri belia nya itu kecapekan. "Mungkin sebentar lagi barang nya datang," lanjut nya sedikit gelisah, karena mobil mewah pesanan nya yang harus nya tiba setengah jam yang lalu, sampai saat ini belum juga datang.
"Kenapa emang nya kak? Enggak ada yang bakalan marah kan,, karena kak Angga bawa pulang anak gadis malam-malam?" Balas Diandra menggoda dengan pertanyaan.
Reflek Angga mengacak lembut puncak kepala istri nya, "kamu benar sayang, sekarang memang masih gadis.. tapi sebentar lagi pasti akan ku ambil kegadisan mu," ucap Angga sambil mengedipkan sebelah mata nya.
Diandra tersenyum manis, "dan Didi sudah tidak sabar saat itu tiba kak," ucap Diandra penuh harap, menatap hangat netra hazel milik sang suami.
Angga memeluk pinggang sang istri dan mengangkat dagu istri nya, dia kemudian mendekatkan wajah nya dan mencium lembut bibir sang istri. Untuk sesaat, waktu seakan berhenti berputar dan ikut larut dalam kemesraan pasangan yang sedang dilanda asmara itu.
Kedua nya saling ******* dan menyesap, menikmati hangat dan lembut nya cinta sejati dalam ikatan yang suci. Cukup lama mereka berdua memadu kasih, bahkan posisi Diandra kini sudah ada di pangkuan sang suami. Hingga suara pintu yang terbuka mengagetkan kedua nya, "sorry bro.. gue enggak tahu kalau kalian sedang.." ucapan Aditya terpotong.
Diandra langsung turun dari pangkuan sang suami, dan membetulkan kancing baju nya bagian atas yang sempat dibuka oleh suami nya. Istri Angga itu nampak salah tingkah dan tersipu malu tak berani menatap sahabat suami nya.
"Sialan lu Dit, enggak pakai ketok pintu dulu!" Angga menggerutu.
"Bisa lanjut nanti bro,, lagian salah lu juga, lagi main sama bini pintu enggak di kunci," protes Aditya yang tak mau disalahkan.
"Ada apa lu kemari?" Tanya Angga ketus, seperti nya dia masih jengkel karena kesenangan nya terganggu.
"Gue mau nawarin kopi,," balas Aditya sambil meletakkan tiga cup kopi di meja dan satu piring camilan.
__ADS_1
"Kok tiga?" Tanya Angga mengernyit, "jangan bilang lu mau numpang ngumpet disini?" Tebak Angga yang tahu kebiasaan sahabat nya itu.
Aditya hanya mengangkat kedua alis nya, dan kemudian ikut duduk di sofa bersama Angga dan Diandra.
Angga langsung menyeruput kopi kesukaan nya yang dibawakan oleh sahabat terbaik sekaligus saudara angkat nya itu.
Aditya dan Diandra pun meminum kopi nya masing-masing.
"Kenapa sih, lu menghindar terus dari Chef Marina?" Tanya Angga pada sahabat nya, sambil makan camilan kentang goreng hangat hasil olahan chef Marina.
"Lu kayak gak tahu aja dia gimana? Males gue sama wanita yang ambisius kayak dia!" Balas Aditya dengan malas, sambil ikut menyomot kentang goreng di piring yang dia bawa.
"Jangan terlalu pilih-pilih Dit, ingat umur?!" Angga dengan sok bijak mengingatkan.
"Lah,, tumben lu ngomong nya bener, sudah waras lu sekarang?" Aditya balik bertanya sambil mengolok.
Angga tersenyum kecut, mengingat diri nya yang selalu marah jika disinggung tentang pernikahan. Bahkan di awal pernikahan, dia terus saja bersikap dingin dan ketus sama istri nya.
Angga pun tersenyum, dan mengaminkan nya dalam hati.
"Jadi, Chef Marina bukan pacar nya bang Ditya?" Tanya Diandra yang sedari tadi diam mendengarkan obrolan sang suami dan sahabat nya, sambil ngemil.
Aditya menggeleng seraya mencebik.
"Mau enggak bang, sama temen nya Didi.. itu yang tadi siang?" Diandra mulai mempromosikan salah seorang sahabat nya.
"Boleh,, boleh,, Airin kan?" Tanya Aditya antusias.
__ADS_1
"Bukan bang,, yang satu nya, itu si Rieke," jawab Diandra menjelaskan.
"Hah,,, si cewek terompet?! Alamak,,, bisa terjun bebas reputasi gue sebagai pria idaman," ucap Aditya merasa menjadi cowok yang paling sempurna dan diidamkan oleh setiap wanita.
"Hahahaha,,," Angga tertawa lepas, "lu kalau sama si Rieke cocok bro, sama-sama rame," timpal Angga menggoda sahabat nya.
"Lu Ga,, paling seneng kalau liat temen sengsara," balas Aditya tak bersemangat, dan kemudian berdiri. "Gue balik dulu, silahkan dilanjut kegiatan panas yang tadi," ucap nya sambil berlalu meninggal kan ruang kerja Angga.
Tak berapa lama, barang yang di tunggu Angga pun tiba. Setelah di cek dan semua kelengkapan surat-surat nya beres,,, Angga dan Diandra pun segera pulang ke apartemen, dengan membawa bekal makan malam dari cafe & resto Aditya. Angga tidak mau sang istri kecapekan jika harus masak terlebih dahulu untuk makan malam, sedangkan mereka sudah sangat terlambat sampai di rumah.
°°°°°
Mereka berdua baru selesai makan malam, Angga membantu sang istri membereskan gelas dan piring yang kotor. Setelah semua bersih, pasangan suami istri itu memilih duduk di balkon sambil menikmati pemandangan ibukota di malam hari.
Meskipun hari sudah malam, namun jalanan di ibukota masih saja ramai dengan lalu lalang kendaraan.
Gedung-gedung yang menjulang tinggi, dengan berbagai macam lampu yang menerangi nya membuat Jakarta tetap hidup dan seakan tak pernah tidur.
Angga menyandarkan kepala istri nya di bahu nya, dan tangan nya mengelus lembut rambut panjang nan halus milik sang istri. Sungguh, dalam hati dia sangat bersyukur.. karena Sang Maha Membolak-balikkan hati, telah berbaik hati pada nya dengan ditumbuhkan nya rasa cinta di hati Angga untuk sang istri.
"Di,, bobok dalam yuk," ajak nya dengan lembut.
Beberapa saat menunggu, namun istri cantik nya tak memberi respon. Angga kemudian melirik istri nya, sambil menyibakkan rambut yang menutupi sebagian wajah sang istri.. dan ternyata, istri belia nya itu sudah tertidur dengan bersandar di bahu nya.
Angga tersenyum, dia mengelus lembut pipi istri nya, "aku mencintaimu Di, dan aku berjanji.. aku tidak akan membuat mu kecewa dan menangis lagi sayang," lirih nya dengan penuh perasaan.
Dengan perlahan, Angga membawa istri nya masuk ke dalam kamar mereka dan kemudian menidurkan nya di atas ranjang berukuran king size yang berada di tengah ruangan.
__ADS_1
Angga menutup pintu kamar, mengganti lampu kamar nya dengan lampu tidur dan kemudian ikut merebahkan tubuh lelah nya di samping sang istri.
Dia tidur menghadap istri nya, dan menyembunyikan wajah nya di ceruk sang istri. Bagi Angga, aroma tubuh istri nya bagai candu untuk nya.. yang membuat diri nya begitu tenang, dan tak berapa lama pria dewasa itupun segera terlelap.