Akhir Sebuah Penantian

Akhir Sebuah Penantian
Panggilan Video Mesum


__ADS_3

Sementara itu di rumah megah kediaman keluarga Winata, Renny tengah tertawa bahagia. Pasal nya dia mengira bahwa sang opa dan papa nya tidak melihat nya di cafe hotel tempat dia menjebak Angga semalam, sebab opa Win dan papa Chandra masih bersikap manis pada diri nya tadi pagi saat sarapan bersama.


Dan kini, Renny sedang melakukan panggilan video dengan Jeffry yang saat ini telah resmi menjadi teman kencan nya. Renny tak perduli dengan pekerjaan Jeffry sebagai pemuas nafsu tante-tante kesepian termasuk mama nya, karena diri nya terlanjur ketagihan dengan gaya bercinta Jeffry yang liar dan tak kenal lelah.


"Sayang,, kapan balik Jakarta? Aku kangen,," ucap Renny merajuk manja.


"Besok ya sayang,, sabar lah sebentar," bujuk Jeffry dengan tatapan mesum nya, mengamati dada Renny yang sengaja di buka setiap kali mereka melakukan panggilan video. Dan Renny akan sengaja memainkan bukit kembar nya itu, agar Jeffry penasaran dan segera mendatangi nya.


"Aku kangen sama junior milik mu,,," lagi-lagi Renny merajuk dan mesum.


"Hahaha,," Jeffry tertawa senang, dan kemudian mengarahkan kamera nya kebawah bagian tubuh nya, dan memamerkan pada wanita teman kencan nya itu junior milik nya yang selalu berdiri tegak.


Tok,, tok,, tok,, terdengar suara pintu di ketuk.


"Sayang, udah dulu ya... aku tunggu kedatangan mu besok," ucap Renny mengakhiri panggilan video mesum nya dan kemudian membetulkan bra dan baju nya. Setelah mematut diri sebentar di depan cermin, Renny buru-buru membuka pintu kamar nya.


Setelah pintu terbuka, nampak Arman berdiri dengan lemas sambil bersandar pada dinding di sebelah pintu.


"Om Arman? Ada om,, kenapa wajah om kusut seperti itu?" Tanya Renny seraya mengerutkan kening nya.


"Barusan bos besar telpon, om harus menghadap nya sore ini Ren," ucap Arman dengan wajah yang lesu.


"Ck,, berapa kali aku bilang, jangan panggil namaku... panggil aku non, karena aku cucu dari bos besar om Arman," ketus Renny pada Arman.


"Iya,, iya,, non Renny," balas Arman malas-malasan.

__ADS_1


"Lantas,, apa hubungan nya sama aku? Kan yang di panggil om Arman?!" Tanya Renny masih dengan nada yang ketus.


"Om khawatir, ini ada kaitan nya dengan manifes palsu yang om berikan pada bos besar," balas Arman merasa khawatir.


Renny terkejut dan nampak sedikit khawatir, dia kemudian tersenyum seringai,, "itu masalah om, jangan bawa-bawa namaku! Kalau pun om Arman menyangkut pautkan aku dengan masalah tersebut, opa dan papa pasti akan lebih mempercayai ku dari pada om!" Ucap nya penuh percaya diri.


"Sudahlah om,, aku mau istirahat, om sudah mengganggu kesenangan ku!" Ketus Renny sambil kembali masuk kedalam kamar, dan membanting pintu nya.


Arman tertegun di depan pintu kamar keponakan yang pernah dirawat nya sewaktu kecil itu, dan laki-laki adik sepupu dari Sarah itu hanya bisa geleng-geleng kepala.


Sedangkan di kamar utama, kamar papa Chandra dan mama nya Renny,, Sarah tengah meringis menahan sakit di area sensitif nya, ketika dia buang air kecil. Dengan tertatih wanita paruh baya itu kembali ke pembaringan dan menjatuhkan tubuh nya di sana, teringat kembali saat pagi tadi diri nya berkunjung ke dokter spesialis kandungan.


Sarah memutuskan untuk pergi ke dokter kandungan karena dua minggu terakhir dia merasakan perih dan sakit setiap buang air kecil, dan selalu mengalami pendarahan setelah berhubungan intim. Sarah juga sering merasakan gatal dan sedikit nyeri di **** ********** nya.


Dan ternyata benar kekhawatiran nya, setelah dokter memeriksa nya dengan detail,,, Sarah dinyatakan mengidap penyakit Gonore, yaitu penyakit kelamin menular akibat hubungan **** bebas.


Dia yang tak bisa memahami kesibukan suami nya yang berprofesi sebagai dokter spesialis dan juga salah satu pemilik rumah sakit besar, yang waktu nya lebih banyak dihabiskan di rumah sakit daripada di rumah bersama istri dan anak nya.


Padahal sang suami sudah menawarkan, agar Sarah sesekali ikut dengan nya ke rumah sakit. Toh di sana papa Chandra memiliki ruangan khusus untuk Sarah bisa beristirahat,, namun dengan tegas, Sarah menolak nya.


Hingga kemudian, dengan alasan untuk mengusir rasa sepi nya Sarah nekat pergi ke bar,, dan di sana lah dia bertemu dan berkenalan dengan Jeffry, seorang player yang memahami betul kondisi Sarah yang butuh belaian laki-laki.


Dan kesepakatan yang saling menguntungkan pun terjadi dan terus berlanjut hingga berjalan selama setahun, Jeffry mendapatkan imbalan sejumlah uang yang memang dia butuh kan setiap kali berhasil membuat Sarah mendesah dan basah... sedangkan Sarah mendapatkan kesenangan dan kenikmatan duniawi yang lebih dari yang didapatkan nya dari sang suami.


Kini Sarah hanya bisa menyesal,, dia akan mengatakan yang sejujur nya pada suami nya dan berharap papa Chandra bersedia untuk memaafkan perbuatan nya.

__ADS_1


Terdengar pintu dibuka oleh seseorang dari luar, nampak papa Chandra masuk kedalam kamar dengan wajah dingin nya yang selalu dia tunjukkan pada sang istri setahun belakangan.


Papa Chandra mengambil baju ganti dari almari pakaian dan tanpa berbicara sepatah kata pun, papa Chandra langsung hendak keluar lagi dari kamar utama milik nya.


"Pa, bisa kita bicara sebentar," ucap Sarah memanggil papa Chandra yang hendak membuka pintu.


"Aku tunggu di ruang keluarga," balas papa Chandra dengan dingin dan tanpa menoleh.


"Tapi pa,," kalimat Sarah menggantung di udara karena papa Chandra tidak memperdulikan nya dan langsung keluar meninggalkan nya seorang diri di dalam kamar.


Di ruang keluarga, opa Win duduk dengan penuh wibawa sambil bersedekap dan menyilang kan satu kaki nya. Di hadapan nya, duduk Arman dengan wajah menunduk ketakutan.


Papa Chandra yang baru saja tiba, segera duduk di samping opa Win. "Bi,, tolong panggilkan Renny di kamar nya," titah papa Chandra pada asisten rumah tangga yang tengah menyuguhkan kopi untuk opa Win.


"Baik tuan dokter," ucap bibi dengan patuh, dan langsung bergegas naik ke atas untuk memanggil Renny seperti titah majikan nya.


Tak berapa lama, Renny turun dengan riang nya sambil bernyanyi nyanyi kecil. Gadis yang suka berpakaian seksi itu pun segera duduk di samping sang opa, dan bergelayut manja di lengan opa Win.


Opa Win tersenyum tipis..


"Kemana Sarah? Kenapa belum bergabung juga?" Tanya opa Win menoleh kearah papa Chandra.


"Tadi sudah Chandra sampaikan, kalau dia di tunggu di ruang keluarga," jawab papa Chandra, sambil menengok kearah kamar utama milik nya.


"Ren, panggil mama kamu kemari," titah opa Win pada Renny.

__ADS_1


Baru saja selesai opa Win menyuruh Renny, Sarah terlihat berjalan menuju ruang keluarga dengan tertatih. Sesekali nampak dia meringis menahan sakit yang mendera di pangkal paha nya.


Semua orang yang menyaksikan nya mengernyit,,,


__ADS_2