Akhir Sebuah Penantian

Akhir Sebuah Penantian
Ora Beach,,, Maldives nya Indonesia. 1


__ADS_3

Usai sarapan, Angga mengajak sang istri untuk turun ke lobi.. karena mobil jemputan dari pihak resort telah tiba.


Angga berjalan sambil menyeret satu koper besar milik mereka di tangan kanan nya, sedangkan tangan nya yang lain menggenggam jemari tangan sang istri.


Tiba di lobi, sopir yang menjemput sudah menanti, "Bapak dari resort yang menjemput kami?" Tanya Angga pada laki-laki yang memakai seragam bergambar ikon resort yang berada di pantai Ora.


"Dengan mas Angga?" Laki-laki itu balik bertanya, untuk memastikan bahwa diri nya tidak salah menjemput tamu resort nya.


Angga mengangguk, "ya, benar pak. Saya Angga."


"Perkenalkan saya Bastian, panggil saja pak Bas," ucap laki-laki itu memperkenalkan diri nya ramah, dengan logat khas orang Ambon. "Mari mas Angga, kita langsung ke mobil," titah nya, seraya mengambil alih koper Angga dan kemudian membawa nya menuju mobil.


Setelah Angga dan Diandra duduk dengan nyaman di jok belakang, pak Bastian pun langsung melajukan mobil nya membelah jalanan kota Ambon menuju ke Pelabuhan Hunara yang ada di Tuleho.


Tepat pukul sembilan kurang sepuluh menit WIT, mobil yang di kendarai pak Bastian, memasuki pelabuhan Hunara.


Pak Bastian segera menuntun Angga dan istri nya menuju kapal cepat, yang akan membawa kedua nya menuju Amahai, Pulau Seram.


Setelah memastikan tamu resort nya mendapatkan tempat duduk dengan nyaman di dalam kapal cepat tersebut, pak Bastian pun pamit, "Mas Angga saya mohon pamit, nanti ada teman saya yang akan menjemput mas Angga di Amahai." Ucap nya dengan sopan.


"Oh iya pak Bas, terimakasih," balas Angga dengan ramah pula.


Perjalanan yang akan mereka tempuh cukup panjang, butuh waktu dua jam lebih untuk sampai di Amahai. Sepanjang perjalanan laut itu, Diandra lebih memilih menghabiskan waktu nya untuk tidur.


Jam sebelas siang, kapal ferry yang membawa kedua nya sampai di Amahai.Setelah turun dari kapal, sudah ada sopir yang menjemput seperti yang disampaikan pak Bastian tadi.


Kali ini, mereka menempuh perjalanan darat menuju Pelabuhan Desa Saleman. Nampak pemandangan bebukitan yang indah di sepanjang perjalanan yang mereka lalui, dan setelah dua jam tiga puluh menit berada di dalam mobil, sampailah Angga dan Diandra di Pelabuhan Desa Saleman.


Sopir yang menjemput Angga dan istri nya tadi segera mengantar kedua tamu resort menuju speed boot yang akan membawa Angga dan sang istri ke Pantai Ora.


Setelah menempuh perjalanan panjang darat plus laut, lelahnya perjalanan terbayar lunas dengan keindahan pemandangan di pantai Ora. Laut nya yang jernih, alam yang indah, serta udara yang bersih meluruhkan semua rasa penat yang mendera sepasang suami istri itu.

__ADS_1


Diandra menarik nafas lega,, "cantik sekali kak,, ini sungguh luar biasa cantik nya,," seru Diandra seraya merentang kan kedua tangan nya dengan lebar.


"Apa kamu suka yang?" Tanya Angga, yang memeluk nya dari belakang.


"Suka banget kak,,," balas Diandra sambil mengusap lembut pipi sang suami, yang menjatuhkan kepala di pundak nya.


"Tapi bagiku,, tak ada yang dapat menandingi kecantikan istri ku," bisik Angga di telinga sang istri yang tertutup hijab.


"Kak Angga gombal," ucap Diandra seraya tersenyum lebar.


Ora Beach atau pantai Ora memang terkenal akan pesona nya, memiliki air laut yang berwarna biru kehijauan, kekayaan biota bawah laut serta pasir putih nya yang lembut, membuat Pantai Ora kerap disebut sebagai Maldieves nya Indonesia.


Di belakang Pantai Ora, terdapat perbukitan dari Taman Nasional Manusela. Dan pemandangan perbukitan yang hijau, akan menyegarkan dan memanjakan mata siapapun yang menoleh ke belakang.


"Kita ke resort dulu yang,," bisik Angga kemudian, "kita sudah di tunggu," lanjut nya sambil menunjuk petugas resort yang telah membawa kan koper mereka, dan tengah menunggu kedua nya di pintu masuk.


Diandra cemberut, dia masih ingin berlama-lama menatap keindahan yang di suguhkan oleh alam.


"Benarkah?" Tanya Diandra dengan mata berbinar.


Angga mengangguk pasti.


Diandra langsung menghambur memeluk suami nya, "makasih kak, makasih karena kakak telah membawa Didi ke tempat-tempat yang indah," lirih nya penuh haru, sambil menyusupkan wajah nya ke dada bidang sang suami.


"Apa kamu bahagia Di?" Tanya Angga memastikan.


Diandra melerai pelukan nya, dan tersenyum manis pada sang suami. "Sangat kak, asal bersama kak Angga,, Didi pasti bahagia." Ucap Diandra tak mau kalah dengan gombalan sang suami.


Angga terkekeh pelan, dan sedetik kemudian mencium sekilas bibir lembut sang istri.


"Yuk, kita jalan," ajak Angga kemudian, sambil menggandeng mesra tangan sang istri menuju resort yang terapung di tengah laut, mengikuti langkah petugas resort tersebut.

__ADS_1


Sesampainya di resort yang telah di sewa Angga selama seminggu ke depan via online, Diandra langsung duduk di kursi malas empuk yang tersedia di teras sambil menikmati pemandangan laut.


Angga membiarkan istri nya memuaskan keinginan nya menikmati pemandangan di pantai Ora, sedangkan dia langsung masuk kedalam kamar untuk meletakkan koper.


Angga membongkar koper dan merapikan pakaian milik nya, serta pakaian sang istri kedalam almari pakaian. Setelah beres, suami dari Diandra itu menuju kamar mandi yang berada di sudut kamar.


Tak berapa lama, Angga keluar dari kamar mandi dan sudah berganti dengan pakaian santai.


"Di,, kita makan siang dulu yuk,," ajak Angga yang baru saja keluar dari kamar, pada sang istri.


"Kakak udah berganti pakaian?" Diandra balik bertanya, tatkala menoleh kearah sang suami dan mendapati suami nya mengenakan kaos santai dipadukan dengan celana pendek. Angga terlihat lebih fresh dan lebih muda dari usia nya.


"Iya, biar lebih nyaman," balas Angga seraya memasukkan kedua tangan nya kedalam saku celana, membuat diri nya nampak semakin cool dan menggoda di mata sang istri.


"Kak,," panggil Diandra lembut. Semenjak kehamilan nya, Diandra memang mudah terpancing hasrat nya, dan selalu ingin di sentuh oleh sang suami. Bahkan tak jarang, bumil itu mengutarakan keinginan nya untuk bercinta dengan sang suami. Dan hal itu membuat Angga merasa sangat senang dan semakin menggila.


"Hmm,," balas Angga dengan gumaman.


Sejenak, netra mereka saling bertaut.. berbicara dalam diam.


"Kita makan dulu yang,,, habis makan siang, aku akan memanjakan mu, dan memberimu dessert spesial," lirih Angga dengan tatapan mendamba.


Diandra tersenyum, dan terus memandangi suami ganteng nya itu dengan tatapan sayu.


Mendapat tatapan seperti itu dari sang istri, Angga semakin terpancing hasrat nya. Tapi mengingat mereka berdua belum makan siang, dan sang istri juga tengah berbadan dua yang butuh asupan cukup.. Angga mencoba untuk menekan hasrat nya yang mulai bergejolak, suami ganteng Diandra itu segera menarik lembut tangan sang istri dan menuntun nya menuju resto.


Mereka berjalan di jembatan kayu yang menjadi penghubung dari satu bangunan ke bangunan yang lain, termasuk untuk menuju resto yang berada di antara bangunan penginapan tersebut.


Resto tersebut menghadap kearah pantai Ora, yang menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Biota bawah laut yang dapat di lihat dari permukaan air, serta angin pantai yang berhembus sepoi-sepoi.. menambah romantis suasana makan siang yang sedikit terlambat itu.


Kedua nya menyelesaikan makan siang dengan cepat, hingga tak butuh waktu lama semua makanan yang di suguhkan pihak resto telah tandas dalam waktu sekejap.

__ADS_1


Angga kemudian segera mengajak sang istri kembali ke kamar nya, untuk memenuhi janji nya memberikan dessert spesial ala Angga.


__ADS_2