Akhir Sebuah Penantian

Akhir Sebuah Penantian
Rencana Bulan Madu


__ADS_3

"Cukup sayang," ucap Angga menghentikan aksi nya dan menjatuhkan pelan tubuh sang istri kesamping, nafas kedua nya terdengar tak beraturan.


"Kak Angga belum siap untuk melakukan nya? Apa kakak belum bisa mencintai Didi?" Tanya Diandra nampak kecewa.


"Bu,, bukan begitu Di, aku sayang sama kamu," balas Angga memiringkan tubuh nya dan menatap dalam manik kecoklatan sang istri yang terlihat indah, "aku hanya tak ingin melakukan nya sekarang dan di sini, bulan depan kita akan pergi berlibur ke suatu tempat. Aku ingin membuat kenangan indah di malam pertama kita, malam pertama yang tertunda," ucap Angga menjelaskan keinginan nya.


"Kakak mau ngajak Didi bulan madu, begitu kah?" Tanya Diandra antusias.


"Iya, dan rencana nya bulan depan kita akan pergi... apa kamu tidak keberatan?" Angga balik bertanya pada sang istri.


Diandra tersenyum bahagia, "tentu tidak kak, istri mana sih yang nolak di ajak bulan madu? Tapi,, benarkah kak Angga sudah mencintai Didi?" Tanya Diandra menuntut jawab, menatap penuh cinta netra hazel sang suami.


Angga mengangguk pasti, "ya sayang,, aku mencintai mu," ucap Angga penuh perasaan, dan kemudian mencium lembut kening sang istri.


Netra Diandra berkaca-kaca, dia tak dapat menyembunyikan rasa haru yang menyeruak di dada. Penantian panjang nya selama beberapa bulan menjalani pernikahan dengan suami dingin nya, sungguh berakhir indah.


"Hai cantik,, kenapa menangis?" Tanya Angga lembut, sambil mengusap air mata sang istri yang menetes di pipi mulus nya.


"Didi bahagia kak,," balas Diandra singkat, sambil memeluk tubuh sang suami.


"Benarkah? Seorang gadis remaja yang cantik seperti mu, mencintai om om seperti ku?" Goda Angga yang mengingatkan kembali Diandra akan panggilan terhadap diri nya dahulu.


Diandra melepaskan pelukan nya, "habis nya, dulu kakak tuh ngeselin.. jutek dan gak bisa senyum!" Ucap Diandra dengan mengerucutkan bibir.


"Hahahaha,, kalau sekarang? Apa manusia robot ini menggemaskan?" Lagi-lagi Angga menggoda Diandra, dan mengingatkan sang istri yang mengatai diri nya dengan julukan manusia robot.

__ADS_1


"Ih,, kakak... ngeselin deh,, kenapa di ungkit sih?!" Protes Diandra merajuk. "Kakak juga, sering ngatai Didi gadis ingusan kan? Nah,, sekarang kakak kena tula! Jatuh cinta kan sama gadis ingusan?" Diandra balik mengolok suami nya.


"Gadis ingusan nya beda sama yang lain Di,, gadis ingusan istri kakak ini, cantik dan seksi," balas Angga menatap penuh damba pada sang istri.


Angga mendekat kan wajah nya kembali, dan sekilas mencium dengan hangat bibir sang istri.


"Ayo kita mandi, bentar lagi maghrib," ajak Angga seraya beranjak dari atas tempat tidur.


"Mandi barengan?" Tanya Diandra menggoda.


"Enggak mau, nanti aku khilaf," balas Angga sambil tersenyum dan segera berlalu keluar dari kamar kerja Diandra.


°°°°°


Keesokan hari nya, Angga mengantar sang istri pergi ke kampus seperti ucapan nya kemarin.. yang akan mengantar jemput istri cantik nya itu.


Setelah beberapa lama mobil yang dikendarai Angga menyusuri jalanan ibukota, sampailah mereka di kampus Diandra. Angga mengarahkan laju mobil nya memasuki area kampus, dan berhenti di tempat parkir yang telah tersedia.


"Harus nya tadi kakak turunin Didi di gerbang aja, gak perlu sampai masuk kemari," ucap Diandra saat hendak turun.


"Kenapa? Kamu malu,, jika sampai teman-teman mu tahu kalau kamu sudah menikah sama om om?" Tanya Angga menatap sang istri.


Diandra tersenyum,, "kalau iya, kenapa om?" Diandra balik bertanya dengan tatapan menggoda.


"Istri nakal ya,, manggil suami nya om," ucap Angga dan langsung menyambar bibir lembut sang istri dan ******* nya dengan rakus.

__ADS_1


Diandra mendorong pelan tubuh suami nya, "kak Angga, ih... ini di kampus, kalau ada yang lihat Didi bisa di skors dari kampus," protes Diandra seraya mengerucutkan bibir nya, "tuh kan, lipstick nya abis," lanjut nya masih cemberut.


"Hahaha,, wajah nya jangan di tekuk gitu neng, kayak kanebo kering tahu,," ucap Angga mengolok Didi yang sering mengatai diri nya mirip kanebo kering.


"Kak Angga,,!" Didi berteriak tertahan, "enggak lucu... itu kan julukan buat kakak, bukan buat Didi? Gak kreatif banget sih,," gerutu nya menahan senyum dan membuang pandangan nya ke luar jendela.


"Seneng ya, pagi-pagi di kasih kiss.. sampai senyum-senyum gitu?" Goda Angga yang sempat melihat senyum istri nya.


"Biasa aja.." balas Diandra datar, "mau nya yang lebih dari sekedar kiss," ucap nya sambil mendekat ke telinga sang suami, dan meniup nya perlahan.


Jantung Angga berdesir,, "jangan menggoda ku, nanti bisa-bisa kamu aku culik dan kubawa ke hotel," ucap Angga dengan menahan sesuatu.


Diandra tertawa senang, karena berhasil menggoda suami ganteng nya. "Udah ah, Didi mau masuk dulu. Jam pertama, dosen nya ganjen.. Didi malas kalau sampai terlambat, nanti Didi di hukum dan disuruh duduk di dekat nya lagi. Ih,, males banget!" Ucap nya sambil mencium punggung tangan sang suami.


Angga membalas dengan mencium kening istri nya, "apa dosen nya masih muda dan tampan?" Tanya Angga merasa tidak nyaman.


"Udah tua kakak,,, duda tiga anak," balas Diandra tersenyum, "santai aja kak, Didi enggak bakal kecantol sama laki-laki lain. You are the one and only.. in my heart," ucap Diandra sambil mencium pipi suami nya, dan kemudian bergegas turun sambil melambaikan tangan. Diandra langsung berlari kecil menuju ke kelas nya.


Di dalam mobil, Angga masih senyum-senyum seorang diri. "Dasar ABG... Me, the one and only?" Lirih Angga bergumam sambil menggeleng-gelengkan kepala, "kamu juga satu-satu nya di hati ku sayang,," bisik nya dalam hati. Angga segera melajukan mobil nya meninggalkan area kampus, menuju showroom milik nya.


Tanpa mereka berdua sadari, sepasang mata memperhatikan gerak-gerik kedua nya sedari tadi di dalam mobil sport yang tak jauh dari mobil Angga terparkir tadi. "Sialan, gadis penjual tas itu sudah menang banyak dari gue. Sejak kehadiran nya sebulan yang lalu di kampus ini, perhatian mas Seno dan beberapa cowok keren di kampus beralih pada nya. Gue jadi semakin kesulitan untuk mencari perhatian mas Seno!"


"Dan keberuntungan dia selanjut nya, ternyata dia adalah istri bang Angga. Laki-laki mapan dan tampan, yang juga jadi incaran gue selama ini? Pakai susuk apa dia, hingga bang Angga yang sangat dingin dan anti sama wanita itu bisa bertekuk lutut di hadapan si penjual tas?!"


"Yang lebih membuat gue benci,, jika benar apa yang dibicarakan opa dan papa semalam, maka kehidupan mewah dan nyaman gue bakalan segera berakhir?! Tidak,,, gue tidak akan membiarkan hal itu terjadi pada diri gue. Gue akan cegah orang kepercayaan opa untuk memberi kan informasi asli, gue harus segera menemui orang tersebut sebelum dia terbang ke Bali.

__ADS_1


Mobil sport berwarna merah itu pun meninggalkan area kampus, dan melaju di jalan raya dengan kecepatan tinggi.


__ADS_2