Akhir Sebuah Penantian

Akhir Sebuah Penantian
Kembali


__ADS_3

Disela-sela kesibukannya selalu ia sempatkan untuk bertukar


kabar kepada keluarganya. Terutama ibunya yang selalu menanyakan


kepulangannya... Seperti saat ini Kiki yang sedang menelpon ibunya..


“Assalamualaikum bu, bagaimana kabarnya?” ucap Kiki lembut..


“Waalaikusalam.. eh anak Ibu telfon. Kabar Ibu baik nak.. Oh


iya kamu kapan pulang, ibu dan adikmu kangen ini lho?” suara ibu diseberang


sana.


“Emm.. belum tau bu.. kalau jadwal ku longgar aku usahakan


buat pulang.” Jawab Kiki pelan.


Banyak perbincangan yang mereka bahas mulai dari sekolah


adik Kiki, perkembangan usahanya dan juga kuliah Kiki sendiri setelah itu


telfon pun berakhir..


“Sudah dulu ya Bu, Kiki mau lanjut ke tempat kerja,, biar


cepat kaya hehe” candanya seraya terkekeh..


“Ya sudah... kamu hati-hati disana jaga kesehatan jangan


lupa ibadahnya dan perbanyak do’a supaya di dekatkan jodohnya” balas ibu.. yang


mengharapkan putri tercintanya segera menemukan tambatan hati..


“Huaaaa... Ibu selalu seperti itu setiap telfon.. Ibu juga


jaga kesehatan.. Kiki sayang Ibu.. sampaikan pada Isa untuk sekolah yang benar


dan jangan bandel.. ya sudah ya Assalamualaikum muaacchhhh” ucap Kiki diakhiri dengan mencium ponselnya...


“Waalaikumsalam nak..” jawab Ibu singkat.


Setelah panggilan berakhir.. Kiki bergegas ke tempat


usahanya dengan mengendarai motor kesayangannya yang ia beli dari hasil


usahanya dengan menabung sedikit demi sedikit.. Kebetulan hari ini tidak ada


jadwal kuliah.


Walaupun sibuk Kiki juga menyempatkan untuk mengenyam


pendidikan di perguruan tinggi walaupun hanya jalur Universitas Terbuka atau UT


dengan jurusan manajemen bisnis. Dengan begitu ia dengan leluasa mengatur


waktunya karena waktu kuliah sangat fleksibel sehingga tidak menghambat


bisnisnya. Setelah lulus SMA Kiki tidak langsung kuliah karena keterbatasan


biaya. Baru setelah bisnisnya dirasa stabil dia memutuskan untuk kuliah. Semua


itu tidak lepas dari dukungan Santi dan Arief. Selain itu juga untuk menunjang


pengetahuannya dalam mengelola bisnisnya agar ilmu yang didapat tidak sia-sia


begitu saja.


Pukul 10.00 WIB Kiki sampai ditempat usahanya yang tidak


terlalu besar itu dengan luas kira-kira 10x20 meter persegi dengan garasi depan


yang cukup untuk memuat 5 motor dan satu mobil serta berkanopi.. didalamnya


terdapat 3 ruangan yang berukuran 3x3 yang masing-masing untuk ruangan make up


dibagian depan, ruangan wardrobe dibagian tengah, dan ruangan editing dibagian


paling belakang.


Saat memasuki pintu kaca depan, terdapat rak yang


difungsikan untuk menaruh helm dan barang kecil lainnya helm sengaja dibawa


masuk untuk meminimalisir adanya kehilangan seperti yang sudah-sudah.. serta di


sampingnya terdapat sofa panjang yang lumayan empuk tentu saja untuk para


pengunjung yang menunggu antrean atau sekadar mengantar.. seperti yang dilakukan


Kiki saat ini ia masuk dan meletakkan helm di rak yang disediakan.. Kiki


menghela nafas sesekali mengamati keadaan tempat usahanya itu dan duduk di sofa


panjang sebelah rak yang memang didesain untuk ruang tunggu..


Agak masuk bagian dalam ruangan terdapat meja resepsionis


tempat asisten berjaga.. untuk menyambut pengunjung yang memerlukan


pelayanan.. dibagian kiri terdapat rak kecil di atas meja panjang yang isi


dengan air gelas yang disediakan gratis untuk pengunjung.. disamping rak


terdapat kotak kecil yang berisi kartu nama KeY Florist dan Shine MUA n’


Photography, yang dapat diambil secara cuma-cuma...  di seberang meja bagian dalam sebelah kanan


depan kursi asisten yang empuk yang bisa berputar terdapat satu telefon rumah


berwarna hitam lalu di sampingnya terdapat komputer dengan layar datar.. tempat


yang cukup nyaman untuk bekerja. Waktu pelayanan  dimulai pukul 9.00-18.00 WIB namun


pemesanan Online masih dilayani hingga pukul 22.00 WIB.


Ruangannya kini diisi Asisten yang belum lama bekerja itu,


namanya Inayah biasa dipanggil Iin gadis manis yang sangat ramah namun sedikit


tomboy dengan rambut sebahu yang berwarna coklat pirang..ia adalah orang


kesekian yang yang menempati posisi itu.. entah apa yang terjadi pada asisten-asisten


sebelumnya,  yang ia dengar belum


memasuki bulan ketiga sudah tidak kuat dan lebih memilih mengundurkan diri..


padahal tempatnya cukup nyaman dengan beban kerja yang tidak terlalu berat dan


tentunya gaji yang lumayan ditengah tingginya pengangguran dan sempitnya


lapangan kerja.


Beruntung ia masih menemukan tempat kerja senyaman ini..tidak


buruk bekerja sebagai asisten di sebuah tempat yang berada di pinggiran kota


metropolitan, dengan berbekal ilmu komputer yang di kuasainya dan kemampuan komunikasinya yang sangat baik membuatnya lolos seleksi dan diterima ditempatnya bekerja sekarang.. ada


sumpah tak terucap yang dipikirkannya,,, ya benar.. apapun yang terjadi ia


harus bertahan berada ditempat ini, tidak peduli pada aral yang menghadang dia


bertekad untuk tetap maju.. Aku harus


menaklukkan tempat ini.Tekadnya yakin.


Diliriknya asisten Iin yang sedang menerima panggilan dari


salah satu pelanggan KeY Florist dan Shine MUA n’ Photography, keduanya adalah


usaha yang didirikan Kiki dan dua pemilik lainnya.. yang kini sudah cukup berkembang


hingga sering keluar kota, hal ini di dukung oleh gencarnya publikasi baik

__ADS_1


secara mulut ke mulut maupun di sosial media..


Sayup-sayup terdengar suara Iin yang berbincang ramah dengan


konsumen walaupun hanya di telfon.. diperhatikannya dengan serius.


“Halo... selamat pagi dengan KeY Florist dan Shine MUA. Ada


yang bisa dibantu” jawab Iin ramah


“Kak saya mau booking untuk acara pernikahan saya untuk sebulan


lagi.. berlokasi di kota B apakah bisa?” suara pelanggan diseberang sana.


“Bisa kak, maaf dengan kakak siapa?” lanjutnya..


“Saya Keysha.” Ucap pelanggan singkat


“Kebetulan nih kak, kami baru ada promo untuk paket wedding


diskon 10%” Iin menjawab lagi sambil tersenyum


“Oke kak boleh, saya ambil semua kecuali baju pernikahannya


karena sudah ada tersendiri” ujar key menimpali


“Kalau begitu, kakak silahkan DP melalui transfer di rek


56987xxxxx  Bank X sebagai tanda jadi ya”


ucap Iin meyakinkan konsumen


“Baik kak..” Ucap Key cepat..


“Baik, setelah transfer mohon kirim resinya agar segera di


buatkan invoice ya kak. Terimakasih” ujar Iin ramah


“Ok kak..” jawab Key singkat


Setelah melayani telfon Iin segera memasukkan data agar tidak


lupa..


Saat Iin sedang berbincang di telfon, Kiki berusaha


menangkap apa yang dibicarakan namun tetap saja tidak mendengar apapun.. karena


ruang Iin agak sedikit menjorok kedalam.. setelah panggilan berakhir barulah ia


menghampiri Iin.. Kiki menghampiri Iin dengan langkah semangat..


“Kenapa kamu senyum-senyum sendiri” tanyanya penasaran


karena melihat Iin yang sedari tadi senyum sumringah..


“Ehh.. mba Marwa, biasa ada bookingan buat merrid”  jawabnya ceria. Setelah merantau Kiki


memutuskan untuk mengganti nama panggilannya menjadi Marwa.. yang diambil dari


nama belakangnya yakni Syakila Marwa, hal ini ia lakukan agar ia tidak teringat


lagi dengan kisah kelam masa lalu ia ingin dengan nama baru dapat membuat kisah yang baru.


“Untuk kapan?” sahut Kiki


“Masih bulan depan sih mba, oh iya kayaknya mba Marwa bisa


sekalian pulang deh” seru  Iin pada Kiki..


“Maksudnya?” jawab Kiki bingung, karena tidak tau maksud Iin.


“Iyaa... karena pelanggan kita dari kota B, bukannya itu kota


mba berasal? ” tanyanya lagi mengingat-ingat di kota mana Kiki tinggal karena Iin


memang baru sebulan bergabung di tempat itu sedikit banyak tau soal seluk beluk


masing-masing bos di tempatnya bekerja.


Entah ini menjadi kabar baik atau buruk mengingat setiap


pulang ke kota asalnya Kiki merasa was-was.. karena takut akan bertemu dengan


seseorang yang pernah singgah di hatinya itu..


Tak lama setelah mereka berbincang, datang Arief


dia adalah seorang Fotografer sekaligus bos yang cukup handal.. sudah banyak pasangan yang


berhasil ia abadikan.. namun ia belum berhasil mengabadikan dirinya sendiri


karena dia masih jomblo haha...


“Halo..kak Arief, sudah datang?” sapa Kiki ceria, karena


memang Arief dua tingkat diatas Kiki, maka ia biasa memanggilnya kakak, toh


Arief tidak keberatan dengan sebutan itu.. cukup dekat Arief dengan Kiki tak jarang


mereka menghabiskan waktu bersama terlebih jika ada projek foto prewedding yang


memakan waktu seharian karena nantinya Kiki bertugas sebagai asisten dan


pengarah gaya untuk pasangan yang melakukan pemotretan agar setiap momen yang


dibidik dengan lensa profesional Arief dapat menghasilkan gambar yang memuaskan.. kadang


juga Kiki menemani Arief untuk mengedit hasil karyanya dan mencetaknya menjadi


bingkaian momen yang begitu indah..


“Iya.. Mawar.. Kamu sudah dari tadi disini ” balas Arief


menggoda Kiki... Arief sengaja memanggil Kiki dengan sebutan Mawar karena


menurutnya sesuai dengan paras Kiki yang cantik dan manis.. namun ketika sedang


marah Kiki layaknya mawar yang punya banyak duri akan sangat menyakitkan jika


berusaha menyentuhnya..


“Ih... kak Arief nama ku Marwa kak bukan Mawar..” sanggahnya


sembari mendengus kesal sudah berulang kali menyuruh Arief untuk memanggilnya


Marwa tapi tak pernah dihiraukan jua..


Arief hanya tersenyum melihat tingkah Kiki yang kalau kesal


baginya sangat imut..


“Mawar,,, temani kakak ngedit yuk.. banyak nih yang harus


di kerjakan..” pinta Arief yang mendapat sorotan tajam dari Kiki.


“Ogah..” jawab Kiki ketus, hendak berlalu kebelakang untuk


mengambil minum karena berdebat dengan manusia tinggi ini membuat


kerongkongannya terasa kering saat akan melangkah  meninggalkan Arief namun jalannya dihadang.


“Minggir” usir Kiki namun bukannya menyingkir Arief semakin


mengerjai Kiki dengan mengikuti kemana gerakan Kiki melangkah, ke kiri ikut ke


kiri dan melangkah ke kanan pun ikut ke kanan


“Kak Arief!!!” pekiknya.. yang dapat memekakkan telinga


siapapun yang ada di ruangan itu..


Iin yang menyaksikan dua anak manusia itu hanya menggeleng.


Sedikit terbiasa jika mendapati keduanya sedang bertemu maka layaknya tom dan

__ADS_1


jery yang tidak pernah akur.. sama-sama suka jahil.


Apa mungkin para


pegawai sebelumnya tidak betah karena kelakuan dua insan ini.Batin Iin..


“Ayolah.. temenin kakak.. nanti kakak traktir deh..” rayu


Arief pada Kiki


“Benar ya...” jawab Kiki imut


“Benar,,, ya sudah ayo keruangan Editing..” ajak Arief ia


berjalan duluan dan Kiki mengekor setelahnya..


Giliran makan aja


cepet lu.. dasar Mawar berduri.Gumam Arief..


***


Tidak terasa waktu berjalan dengan begitu cepat Arief pun sudah selesai dengan pekerjaannya.


“Selesai!!!”  seru


Arief.. kemudian dilihatnya Kiki mengulet karena pegal beberapa jam menatap


layar 21 incI itu membuat mata dan badannya sedikit sakit..


“Ayo makan siang” ucap Arief seraya memperlihatkan jamnya


pada Kiki yang menunjukkan pukul 11.30 WIB


“Hemmm yuk” jawab Kiki sembari berdiri


Kemudian sampailah Kiki dan Arief di ruang resepsionis..


Kiki tampak heran.. karena hanya ada Iin seorang biasanya sebelum makan siang


Santi sudah datang membawa Sherif anaknya yang baru masuk KB (Kelompok Belajar) untuk menemaninya


kerja karena dirumah tidak ada yang menjaga suaminya pun sibuk kerja di salah


satu perusahaan swasta di kota tersebut.. Kiki pun bertanya pada Iin.


“In... kak Santi mana” tanyanya sambil menghampiri Iin di


balik meja kerjanya..


“Eh...mba Marwah” serunya sambil menoleh ke Kiki karena Iin


baru sibuk Input data


“Bu Santi hari ini tidak masuk mba.. anaknya sakit” lanjut


Iin yang memberi tahu alasan Santi tidak datang ke kantor.


“Oh.. Sherif sakit.. kamu sudah makan siang belum?” tanyanya


lagi pada Iin


“Hehe belum mba..” jawab Iin nyengir


“Ya sudah ayuk bareng...” ajak Kiki


“Eh tidak usah mba.. aku nantilah gampang.. mba Marwa dan


mas Arief duluan aja makan siangnya” Iin yang tahu situasi sengaja menolak


supaya tidak jadi obat nyamuk diantara mereka..


“Benar nih tidak papa?” tanya Kiki lagi.. karena ia merasa


tidak tega meninggalkan Iin berjaga sendirian..


“Iya mba beneran.. sudah sana pergi.. keburu mas Arief nya


ngambek lho.. kelamaan nunggu haha” Goda Iin..


Kiki teringat bahwa tadi ia dan Arief akan makan siang


bersama namun karena asyik berbincang dengan Iin ia lupa sejak kapan Arief


menghilang dari sisinya..


Kapan perginya tuh


orang.Batin Kiki sambil berjalan keluar menuju tempat parkir..


Saat keluar sudah mendapat tatapan masam dari Arief.. ia


tidak mengerti mengapa jika wanita sudah bertemu seolah lupa dengan


sekelilingnya lama menunggu akhirnya ia memutuskan ke tempat parkir terlebih


dahulu..


“Sudah selesai gosipnya?” ucap Arief ketus.. Kiki yang


ditanya seolah bingung dan malah menggoda Arief


“Yee... kang ojek marah-marah mulu.. ayo jalan” goda Kiki


sambil menaiki motor.. Arief pun hanya diam saja.. bukannya takut Kiki malah


lanjut menggoda


“Sesuai aplikasi ya pak... awas jangan nyasar.. nanti aku


kasih bintang 1 lho.. haha” ucap Kiki lalu terbahak yang di hadiahi umpatan


dari Arief


“Sialan !!” ucapnya singkat


Sambil menapaki jalanan ibukota yang lumayan padat meskipun


cuaca sangat panas dua sejoli ini berusaha menikmati udara jalanan.. sesekali


manarik nafas dalam-dalam lalu dihembuskan kuat-kuat seolah ingin membuangnya


bersamaan dengan beban yang semakin hari semakin berat saja..


Ditengah perjalanan Arief memecahkan keheningan dengan


bertanya kemana tempat makan yang akan dituju.. untungnya Kiki bukan tipe


wanita yang menghambakan kata ‘Terserah’ sehingga mudah baginya untuk


memutuskan sesuatu..


“Mawar.. kita mau makan apa nih.. dari tadi diam saja”


tanyanya dengan suara agak lantang takut Kiki tidak dengar..


“Kak..bagaimana kalau makan bebek goreng dan minum es


kelapa muda sepertinya enak.. apalagi cuacanya panas begini” jawabnya sambil


membayangkan nikmatnya menyantap bebek goreng dengan nasi panas dan juga sambal


cabe hijau favoritnya apalagi meneguk es kelapa serasa segar dan dingin di


tenggorokan.. memikirkannya saja membuat liur nya hampir menetes..


“Baiklah pelanggan yang terhormat sebentar lagi kita akan sampai


ke tempat tujuan anda ” jawabnya sambil menirukan suara khas dari tukang ojek..


***


Selamat membaca..


Ikuti terus kelanjutan ceritanya...

__ADS_1


__ADS_2