
Disela-sela kesibukannya selalu ia sempatkan untuk bertukar
kabar kepada keluarganya. Terutama ibunya yang selalu menanyakan
kepulangannya... Seperti saat ini Kiki yang sedang menelpon ibunya..
“Assalamualaikum bu, bagaimana kabarnya?” ucap Kiki lembut..
“Waalaikusalam.. eh anak Ibu telfon. Kabar Ibu baik nak.. Oh
iya kamu kapan pulang, ibu dan adikmu kangen ini lho?” suara ibu diseberang
sana.
“Emm.. belum tau bu.. kalau jadwal ku longgar aku usahakan
buat pulang.” Jawab Kiki pelan.
Banyak perbincangan yang mereka bahas mulai dari sekolah
adik Kiki, perkembangan usahanya dan juga kuliah Kiki sendiri setelah itu
telfon pun berakhir..
“Sudah dulu ya Bu, Kiki mau lanjut ke tempat kerja,, biar
cepat kaya hehe” candanya seraya terkekeh..
“Ya sudah... kamu hati-hati disana jaga kesehatan jangan
lupa ibadahnya dan perbanyak do’a supaya di dekatkan jodohnya” balas ibu.. yang
mengharapkan putri tercintanya segera menemukan tambatan hati..
“Huaaaa... Ibu selalu seperti itu setiap telfon.. Ibu juga
jaga kesehatan.. Kiki sayang Ibu.. sampaikan pada Isa untuk sekolah yang benar
dan jangan bandel.. ya sudah ya Assalamualaikum muaacchhhh” ucap Kiki diakhiri dengan mencium ponselnya...
“Waalaikumsalam nak..” jawab Ibu singkat.
Setelah panggilan berakhir.. Kiki bergegas ke tempat
usahanya dengan mengendarai motor kesayangannya yang ia beli dari hasil
usahanya dengan menabung sedikit demi sedikit.. Kebetulan hari ini tidak ada
jadwal kuliah.
Walaupun sibuk Kiki juga menyempatkan untuk mengenyam
pendidikan di perguruan tinggi walaupun hanya jalur Universitas Terbuka atau UT
dengan jurusan manajemen bisnis. Dengan begitu ia dengan leluasa mengatur
waktunya karena waktu kuliah sangat fleksibel sehingga tidak menghambat
bisnisnya. Setelah lulus SMA Kiki tidak langsung kuliah karena keterbatasan
biaya. Baru setelah bisnisnya dirasa stabil dia memutuskan untuk kuliah. Semua
itu tidak lepas dari dukungan Santi dan Arief. Selain itu juga untuk menunjang
pengetahuannya dalam mengelola bisnisnya agar ilmu yang didapat tidak sia-sia
begitu saja.
Pukul 10.00 WIB Kiki sampai ditempat usahanya yang tidak
terlalu besar itu dengan luas kira-kira 10x20 meter persegi dengan garasi depan
yang cukup untuk memuat 5 motor dan satu mobil serta berkanopi.. didalamnya
terdapat 3 ruangan yang berukuran 3x3 yang masing-masing untuk ruangan make up
dibagian depan, ruangan wardrobe dibagian tengah, dan ruangan editing dibagian
paling belakang.
Saat memasuki pintu kaca depan, terdapat rak yang
difungsikan untuk menaruh helm dan barang kecil lainnya helm sengaja dibawa
masuk untuk meminimalisir adanya kehilangan seperti yang sudah-sudah.. serta di
sampingnya terdapat sofa panjang yang lumayan empuk tentu saja untuk para
pengunjung yang menunggu antrean atau sekadar mengantar.. seperti yang dilakukan
Kiki saat ini ia masuk dan meletakkan helm di rak yang disediakan.. Kiki
menghela nafas sesekali mengamati keadaan tempat usahanya itu dan duduk di sofa
panjang sebelah rak yang memang didesain untuk ruang tunggu..
Agak masuk bagian dalam ruangan terdapat meja resepsionis
tempat asisten berjaga.. untuk menyambut pengunjung yang memerlukan
pelayanan.. dibagian kiri terdapat rak kecil di atas meja panjang yang isi
dengan air gelas yang disediakan gratis untuk pengunjung.. disamping rak
terdapat kotak kecil yang berisi kartu nama KeY Florist dan Shine MUA n’
Photography, yang dapat diambil secara cuma-cuma... di seberang meja bagian dalam sebelah kanan
depan kursi asisten yang empuk yang bisa berputar terdapat satu telefon rumah
berwarna hitam lalu di sampingnya terdapat komputer dengan layar datar.. tempat
yang cukup nyaman untuk bekerja. Waktu pelayanan dimulai pukul 9.00-18.00 WIB namun
pemesanan Online masih dilayani hingga pukul 22.00 WIB.
Ruangannya kini diisi Asisten yang belum lama bekerja itu,
namanya Inayah biasa dipanggil Iin gadis manis yang sangat ramah namun sedikit
tomboy dengan rambut sebahu yang berwarna coklat pirang..ia adalah orang
kesekian yang yang menempati posisi itu.. entah apa yang terjadi pada asisten-asisten
sebelumnya, yang ia dengar belum
memasuki bulan ketiga sudah tidak kuat dan lebih memilih mengundurkan diri..
padahal tempatnya cukup nyaman dengan beban kerja yang tidak terlalu berat dan
tentunya gaji yang lumayan ditengah tingginya pengangguran dan sempitnya
lapangan kerja.
Beruntung ia masih menemukan tempat kerja senyaman ini..tidak
buruk bekerja sebagai asisten di sebuah tempat yang berada di pinggiran kota
metropolitan, dengan berbekal ilmu komputer yang di kuasainya dan kemampuan komunikasinya yang sangat baik membuatnya lolos seleksi dan diterima ditempatnya bekerja sekarang.. ada
sumpah tak terucap yang dipikirkannya,,, ya benar.. apapun yang terjadi ia
harus bertahan berada ditempat ini, tidak peduli pada aral yang menghadang dia
bertekad untuk tetap maju.. Aku harus
menaklukkan tempat ini.Tekadnya yakin.
Diliriknya asisten Iin yang sedang menerima panggilan dari
salah satu pelanggan KeY Florist dan Shine MUA n’ Photography, keduanya adalah
usaha yang didirikan Kiki dan dua pemilik lainnya.. yang kini sudah cukup berkembang
hingga sering keluar kota, hal ini di dukung oleh gencarnya publikasi baik
__ADS_1
secara mulut ke mulut maupun di sosial media..
Sayup-sayup terdengar suara Iin yang berbincang ramah dengan
konsumen walaupun hanya di telfon.. diperhatikannya dengan serius.
“Halo... selamat pagi dengan KeY Florist dan Shine MUA. Ada
yang bisa dibantu” jawab Iin ramah
“Kak saya mau booking untuk acara pernikahan saya untuk sebulan
lagi.. berlokasi di kota B apakah bisa?” suara pelanggan diseberang sana.
“Bisa kak, maaf dengan kakak siapa?” lanjutnya..
“Saya Keysha.” Ucap pelanggan singkat
“Kebetulan nih kak, kami baru ada promo untuk paket wedding
diskon 10%” Iin menjawab lagi sambil tersenyum
“Oke kak boleh, saya ambil semua kecuali baju pernikahannya
karena sudah ada tersendiri” ujar key menimpali
“Kalau begitu, kakak silahkan DP melalui transfer di rek
56987xxxxx Bank X sebagai tanda jadi ya”
ucap Iin meyakinkan konsumen
“Baik kak..” Ucap Key cepat..
“Baik, setelah transfer mohon kirim resinya agar segera di
buatkan invoice ya kak. Terimakasih” ujar Iin ramah
“Ok kak..” jawab Key singkat
Setelah melayani telfon Iin segera memasukkan data agar tidak
lupa..
Saat Iin sedang berbincang di telfon, Kiki berusaha
menangkap apa yang dibicarakan namun tetap saja tidak mendengar apapun.. karena
ruang Iin agak sedikit menjorok kedalam.. setelah panggilan berakhir barulah ia
menghampiri Iin.. Kiki menghampiri Iin dengan langkah semangat..
“Kenapa kamu senyum-senyum sendiri” tanyanya penasaran
karena melihat Iin yang sedari tadi senyum sumringah..
“Ehh.. mba Marwa, biasa ada bookingan buat merrid” jawabnya ceria. Setelah merantau Kiki
memutuskan untuk mengganti nama panggilannya menjadi Marwa.. yang diambil dari
nama belakangnya yakni Syakila Marwa, hal ini ia lakukan agar ia tidak teringat
lagi dengan kisah kelam masa lalu ia ingin dengan nama baru dapat membuat kisah yang baru.
“Untuk kapan?” sahut Kiki
“Masih bulan depan sih mba, oh iya kayaknya mba Marwa bisa
sekalian pulang deh” seru Iin pada Kiki..
“Maksudnya?” jawab Kiki bingung, karena tidak tau maksud Iin.
“Iyaa... karena pelanggan kita dari kota B, bukannya itu kota
mba berasal? ” tanyanya lagi mengingat-ingat di kota mana Kiki tinggal karena Iin
memang baru sebulan bergabung di tempat itu sedikit banyak tau soal seluk beluk
masing-masing bos di tempatnya bekerja.
Entah ini menjadi kabar baik atau buruk mengingat setiap
pulang ke kota asalnya Kiki merasa was-was.. karena takut akan bertemu dengan
seseorang yang pernah singgah di hatinya itu..
Tak lama setelah mereka berbincang, datang Arief
dia adalah seorang Fotografer sekaligus bos yang cukup handal.. sudah banyak pasangan yang
berhasil ia abadikan.. namun ia belum berhasil mengabadikan dirinya sendiri
karena dia masih jomblo haha...
“Halo..kak Arief, sudah datang?” sapa Kiki ceria, karena
memang Arief dua tingkat diatas Kiki, maka ia biasa memanggilnya kakak, toh
Arief tidak keberatan dengan sebutan itu.. cukup dekat Arief dengan Kiki tak jarang
mereka menghabiskan waktu bersama terlebih jika ada projek foto prewedding yang
memakan waktu seharian karena nantinya Kiki bertugas sebagai asisten dan
pengarah gaya untuk pasangan yang melakukan pemotretan agar setiap momen yang
dibidik dengan lensa profesional Arief dapat menghasilkan gambar yang memuaskan.. kadang
juga Kiki menemani Arief untuk mengedit hasil karyanya dan mencetaknya menjadi
bingkaian momen yang begitu indah..
“Iya.. Mawar.. Kamu sudah dari tadi disini ” balas Arief
menggoda Kiki... Arief sengaja memanggil Kiki dengan sebutan Mawar karena
menurutnya sesuai dengan paras Kiki yang cantik dan manis.. namun ketika sedang
marah Kiki layaknya mawar yang punya banyak duri akan sangat menyakitkan jika
berusaha menyentuhnya..
“Ih... kak Arief nama ku Marwa kak bukan Mawar..” sanggahnya
sembari mendengus kesal sudah berulang kali menyuruh Arief untuk memanggilnya
Marwa tapi tak pernah dihiraukan jua..
Arief hanya tersenyum melihat tingkah Kiki yang kalau kesal
baginya sangat imut..
“Mawar,,, temani kakak ngedit yuk.. banyak nih yang harus
di kerjakan..” pinta Arief yang mendapat sorotan tajam dari Kiki.
“Ogah..” jawab Kiki ketus, hendak berlalu kebelakang untuk
mengambil minum karena berdebat dengan manusia tinggi ini membuat
kerongkongannya terasa kering saat akan melangkah meninggalkan Arief namun jalannya dihadang.
“Minggir” usir Kiki namun bukannya menyingkir Arief semakin
mengerjai Kiki dengan mengikuti kemana gerakan Kiki melangkah, ke kiri ikut ke
kiri dan melangkah ke kanan pun ikut ke kanan
“Kak Arief!!!” pekiknya.. yang dapat memekakkan telinga
siapapun yang ada di ruangan itu..
Iin yang menyaksikan dua anak manusia itu hanya menggeleng.
Sedikit terbiasa jika mendapati keduanya sedang bertemu maka layaknya tom dan
__ADS_1
jery yang tidak pernah akur.. sama-sama suka jahil.
Apa mungkin para
pegawai sebelumnya tidak betah karena kelakuan dua insan ini.Batin Iin..
“Ayolah.. temenin kakak.. nanti kakak traktir deh..” rayu
Arief pada Kiki
“Benar ya...” jawab Kiki imut
“Benar,,, ya sudah ayo keruangan Editing..” ajak Arief ia
berjalan duluan dan Kiki mengekor setelahnya..
Giliran makan aja
cepet lu.. dasar Mawar berduri.Gumam Arief..
***
Tidak terasa waktu berjalan dengan begitu cepat Arief pun sudah selesai dengan pekerjaannya.
“Selesai!!!” seru
Arief.. kemudian dilihatnya Kiki mengulet karena pegal beberapa jam menatap
layar 21 incI itu membuat mata dan badannya sedikit sakit..
“Ayo makan siang” ucap Arief seraya memperlihatkan jamnya
pada Kiki yang menunjukkan pukul 11.30 WIB
“Hemmm yuk” jawab Kiki sembari berdiri
Kemudian sampailah Kiki dan Arief di ruang resepsionis..
Kiki tampak heran.. karena hanya ada Iin seorang biasanya sebelum makan siang
Santi sudah datang membawa Sherif anaknya yang baru masuk KB (Kelompok Belajar) untuk menemaninya
kerja karena dirumah tidak ada yang menjaga suaminya pun sibuk kerja di salah
satu perusahaan swasta di kota tersebut.. Kiki pun bertanya pada Iin.
“In... kak Santi mana” tanyanya sambil menghampiri Iin di
balik meja kerjanya..
“Eh...mba Marwah” serunya sambil menoleh ke Kiki karena Iin
baru sibuk Input data
“Bu Santi hari ini tidak masuk mba.. anaknya sakit” lanjut
Iin yang memberi tahu alasan Santi tidak datang ke kantor.
“Oh.. Sherif sakit.. kamu sudah makan siang belum?” tanyanya
lagi pada Iin
“Hehe belum mba..” jawab Iin nyengir
“Ya sudah ayuk bareng...” ajak Kiki
“Eh tidak usah mba.. aku nantilah gampang.. mba Marwa dan
mas Arief duluan aja makan siangnya” Iin yang tahu situasi sengaja menolak
supaya tidak jadi obat nyamuk diantara mereka..
“Benar nih tidak papa?” tanya Kiki lagi.. karena ia merasa
tidak tega meninggalkan Iin berjaga sendirian..
“Iya mba beneran.. sudah sana pergi.. keburu mas Arief nya
ngambek lho.. kelamaan nunggu haha” Goda Iin..
Kiki teringat bahwa tadi ia dan Arief akan makan siang
bersama namun karena asyik berbincang dengan Iin ia lupa sejak kapan Arief
menghilang dari sisinya..
Kapan perginya tuh
orang.Batin Kiki sambil berjalan keluar menuju tempat parkir..
Saat keluar sudah mendapat tatapan masam dari Arief.. ia
tidak mengerti mengapa jika wanita sudah bertemu seolah lupa dengan
sekelilingnya lama menunggu akhirnya ia memutuskan ke tempat parkir terlebih
dahulu..
“Sudah selesai gosipnya?” ucap Arief ketus.. Kiki yang
ditanya seolah bingung dan malah menggoda Arief
“Yee... kang ojek marah-marah mulu.. ayo jalan” goda Kiki
sambil menaiki motor.. Arief pun hanya diam saja.. bukannya takut Kiki malah
lanjut menggoda
“Sesuai aplikasi ya pak... awas jangan nyasar.. nanti aku
kasih bintang 1 lho.. haha” ucap Kiki lalu terbahak yang di hadiahi umpatan
dari Arief
“Sialan !!” ucapnya singkat
Sambil menapaki jalanan ibukota yang lumayan padat meskipun
cuaca sangat panas dua sejoli ini berusaha menikmati udara jalanan.. sesekali
manarik nafas dalam-dalam lalu dihembuskan kuat-kuat seolah ingin membuangnya
bersamaan dengan beban yang semakin hari semakin berat saja..
Ditengah perjalanan Arief memecahkan keheningan dengan
bertanya kemana tempat makan yang akan dituju.. untungnya Kiki bukan tipe
wanita yang menghambakan kata ‘Terserah’ sehingga mudah baginya untuk
memutuskan sesuatu..
“Mawar.. kita mau makan apa nih.. dari tadi diam saja”
tanyanya dengan suara agak lantang takut Kiki tidak dengar..
“Kak..bagaimana kalau makan bebek goreng dan minum es
kelapa muda sepertinya enak.. apalagi cuacanya panas begini” jawabnya sambil
membayangkan nikmatnya menyantap bebek goreng dengan nasi panas dan juga sambal
cabe hijau favoritnya apalagi meneguk es kelapa serasa segar dan dingin di
tenggorokan.. memikirkannya saja membuat liur nya hampir menetes..
“Baiklah pelanggan yang terhormat sebentar lagi kita akan sampai
ke tempat tujuan anda ” jawabnya sambil menirukan suara khas dari tukang ojek..
***
Selamat membaca..
Ikuti terus kelanjutan ceritanya...
__ADS_1