
"Mama kenapa?" Seru Renny dari tempat duduk nya, tak hendak membantu sang mama yang berjalan tertatih menahan rasa sakit.
Sarah tak menjawab, dia terus berjalan mendekati sofa dimana semua orang telah menunggu diri nya. Dan begitu sampai di hadapan sang suami, Sarah langsung berlutut dibawah kaki papa Chandra sambil menangis tersedu. "Maafin mama pa, mama sudah bersalah sama papa selama ini," lirih nya memilukan di sela-sela isak tangis nya.
"Memang nya apa salah kamu?" Tanya papa Chandra pura-pura tidak tahu, "berdiri lah dan duduk di sofa dengan benar, aku tidak mau terlihat kejam dengan membiarkan mu berlutut seperti ini. Apalagi seperti nya kamu sedang menahan rasa sakit di bagian sensitif mu," sindir papa Chandra.
Dengan susah payah Sarah bangkit, namun papa Chandra sama sekali bergeming tak ingin membantu. Begitu pun dengan Renny, dia hanya menatap sinis pada sang mama.
Akhir nya Sarah berhasil duduk di samping putri nya.
"Sekarang jawab pertanyaan ku, kesalahan apa yang telah kamu perbuat?" Papa Chandra mengulang pertanyaan nya.
"Maaf pa, aku,,, aku pernah bermain dengan laki-laki lain di belakang mu pa," jawab Sarah terbata sambil menunduk kan pandangan nya.
"Berapa kali?!" Tanya papa Chandra tegas.
"Ha,, hanya,, hanya sekali pa," balas Sarah takut-takut.
Papa Chandra memicingkan mata, "kamu yakin hanya sekali?!" Papa Chandra kembali menegaskan.
"Benar pa," balas Sarah tetap tak ingin jujur, "maafkan aku, aku berjanji akan memperbaiki kesalahan ku pa dan aku janji tak akan mengulangi nya lagi," lanjut nya penuh harap.
Papa Chandra mendesah kasar,, "kamu sakit apa?" Tanya papa Chandra memancing.
Hening,,, Sarah tak bersuara.
"Apa perlu aku telpon dokter Andi, agar dia mengatakan tentang penyakit mu yang memalukan itu!" Seru papa Chandra menatap tajam Sarah.
Semua mata kini tertuju pada papa Chandra, "memang nya Sarah sakit apa Chandra?" Tanya opa Win penasaran.
__ADS_1
"Dokter Andi itu teman Chandra pa, dan tadi siang dia kasih kabar sama Chandra kalau Sarah terkena penyakit kelamin," balas papa Chandra sambil membuang kasar nafas nya.
Renny terkejut dan menutup mulut nya agar tak mengeluarkan suara, gadis seksi itu mulai merasa khawatir sebab teman main mama nya adalah orang yang sama dengan teman kencan nya.
"Maafkan aku pa,,, maaf," ucap Sarah kembali terisak, "tolong obati aku pa,,, ku mohon,," pinta nya penuh harap.
Papa Chandra terdiam,,,
Arman yang sedari tadi mendengarkan obrolan, bingung dengan apa yang telah terjadi di keluarga sepupu nya itu.
"Renny,,, apa kamu tak ingin menjalani pemeriksaan ke dokter spesialis seperti mama mu, bisa jadi kamu juga mengidap penyakit kelamin sama seperti mama mu?" Tanya opa Win memecah keheningan.
Renny tersentak dari lamunan nya, "maksud opa bagaimana?" Tanya Renny tak mengerti.
"Bukankah pacar kamu adalah orang yang sama dengan selingkuhan mama kamu?!" Balas opa Win seraya melirik Sarah.
Sarah terkejut, dan menatap putri nya. "Jeffry?? Kamu pacaran dengan Jeffry Ren?!" Tanya Sarah tak percaya.
"Apa maksud mu Ren?" Tanya Sarah.
"Renny tahu semua nya ma, setahun terakhir mama sering kencan dengan Jeffry. Dan Renny yakin, mama pasti juga main sama laki-laki lain kan?! Karena tidak mungkin Jeffry yang menularkan penyakit itu ma... karena Jeffry masih sehat-sehat aja kok."
"Sudah, hentikan perdebatan tak penting itu!" Seru opa Win dengan suara nya yang tegas, membuat orang-orang di sekitar nya yang merasa bersalah mengkerut nyali nya.
Sarah semakin menunduk,,
"Siapa diantara kalian bertiga yang mau bicara jujur terlebih dahulu?" Opa Win mengedarkan pandangan menatap ketiga nya bergantian.
"Maksud opa, apa?" Tanya Renny semakin tak mengerti, sebab dia yakin bahwa sang opa dan juga papa nya tidak melihat nya di cafe hotel itu.
__ADS_1
"Aku hanya ingin mendengar pengakuan jujur, bukan pertanyaan atau pun yang lain nya!" Opa Win mengulang ucapan nya dengan tegas.
Melihat keseriusan dan kemarahan sang opa, Renny mulai menciut nyali nya.
"Maaf pak Winata, saya mengaku bersalah," ucap Arman dengan suara tercekat, "saya melakukan nya karena,,," Arman menghentikan ucapan nya dan menatap Renny, dan Renny memberi kode agar tak melibatkan diri nya.
Arman menarik nafas dalam, dan menghembus nya perlahan. "Saya disuruh oleh Renny," ucap Arman akhir nya jujur.
Opa Win menatap tajam gadis yang selama ini dia sayangi layak nya cucu sendiri, ada rasa kecewa tergambar dengan jelas dari sorot mata nya. "Apa ada yang akan kamu sampaikan Ren?!"
Sarah hanya sekilas mengangkat wajah nya dan segera menunduk kembali, masalah nya sendiri sudah berat.. dan dia tak mau ambil pusing dengan masalah anak dan juga sepupu nya itu.
"Eh,, tidak opa," balas Renny singkat, gadis itu ketakutan mendengar suara tegas opa nya karena selama ini sang opa selalu bersikap lembut pada nya.
"Kenapa kamu gagalkan penyelidikan Arman ke Bali? Apa kamu tahu sesuatu?" Tanya opa Win masih menatap tajam Renny.
"Tidak opa, Renny tidak tahu apa-apa," jawab Renny pura-pura polos.
"Setelah kamu tahu bahwa kemungkinan Diandra adalah putra kandung Chandra,, lantas kamu mencoba untuk menjebak suami nya! Apa itu juga kamu lakukan dengan tidak sadar? Hingga sedari tadi kamu menjawab tidak tahu?!" Bentak opa Win pada Renny.
Renny gelagapan,, dia tak menyangka, sang opa akan semarah ini pada nya. Dan dia juga tak mengira, bahwa opa nya tahu semua nya... termasuk rencana nya menjebak suami Diandra. "Maaf opa, Renny mencuri dengar pembicaraan opa tentang putri kandung papa waktu itu. Dan karena Renny takut akan tersingkir dari rumah ini, maka nya Renny menyuruh om Arman untuk memalsukan data manifes yang opa minta," jawab Renny dengan jujur.
"Dan tentang kejadian di cafe,, itu semua karena Renny iri dengan kebahagiaan yang diraih Diandra opa, semua yang Renny inginkan justru sudah dia dapatkan!" Lanjut nya dengan kecewa.
"Dan karena itu, kamu ingin merusak kebahagiaan cucu kandung ku?!" Tanya opa Win dengan menekankan kata cucu kandung.
Renny menunduk,, bukan karena menyesal, tapi dia bahkan semakin cemburu dan marah dengan Diandra, "semua ini, karena gadis penjual tas itu! Bahkan opa yang tadi nya begitu menyayangiku, sekarang malah membentak ku!" Gerutu Renny dalam hati, menyimpan amarah dan dendam untuk Diandra.
Opa Win mendesah kasar,, "Chandra, apa keputusan kamu sekarang?" Tanya opa Win menoleh kearah papa Chandra.
__ADS_1
Papa Chandra mengeluarkan sebuah amplop dari dalam tas nya dan menyodorkan nya kepada Sarah, "tanda tangani surat gugatan perceraian ini, dan aku akan menanggung semua biaya pengobatan mu dan juga pendidikan putri mu hingga selesai. Namun jika kamu mempersulit nya, aku akan laporkan kamu dengan tuduhan perselingkuhan, dan kamu akan keluar dari rumah ku dengan tidak mendapatkan apa-apa!" Ucap papa Chandra pelan namun penuh penekanan, dan terdengar sangat mengintimidasi.