
Malam itu, mama Dewi dan bu Rahma yang ternyata juga diajak serta oleh mertua Diandra itu, menginap di unit apartemen Angga dan Diandra.
Sedangkan Shinta dan keluarga kecil nya, serta Raka,,, mereka menginap di unit apartemen Aditya. Karena mereka harus mempersiapkan segala sesuatu nya untuk acara lamaran Aditya esok hari.
Tadi di pusat perbelanjaan, selain membeli cincin tunangan,, Aditya juga membeli pakaian untuk calon tunangan nya, Airin. Simbol dibalik pemberian hadiah ini adalah harapan agar nanti nya, rahasia rumah tangga pasangan dapat disimpan dengan baik dan sangat rapat.
Selain pakaian, Aditya juga membelikan sandal untuk Airin. Pemberian ini bermakna, agar kedua pihak dapat menjalani kehidupan nya bersama-sama dengan langkah mantap di jalan yang benar dan diridhoi Allah SWT.
Untuk kedua hadiah tersebut, merupakan surprise... karena Aditya tidak membahas nya dengan Airin.
Aditya minta tolong pada Diandra untuk mencarikan pernak pernik itu yang di sesuaikan dengan kesukaan Airin. Dan diandra memang paham betul, dengan model baju dan sandal apa yang di sukai oleh sahabat nya itu, berikut warna serta ukuran nya.
Dan kini Shinta dan Diandra, tengah membungkus hadiah-hadiah tersebut dan di hiasi dengan pita serta bunga- bunga yang sangat cantik.
Dan yang terakhir di bungkus dengan indah adalah cosmetics, dan Aditya membeli nya sesuai dengan request dari sang kekasih. Pemberian peralatan make up ini bermakna, agar calon mempelai wanita dapat menjaga diri dan penampilan nya di hadapan mempelai laki-laki.
Untuk bingkisan buah dan kue basah, semua sudah dipersiapkan oleh Shinta dan akan di kerjakan oleh karyawan nya. Sehingga esok, saat hendak berangkat ke rumah Airin,, parcel untuk hantaran tersebut sudah siap diantar ke apartemen Aditya.
Selesai mempersiapkan segala sesuatu yang hendak dibawa ke rumah Airin, mereka masih menyempatkan untuk ngobrol santai di ruang keluarga di unit milik Aditya.
"Ga,, lusa kalian jadi berangkat baby moon?" Tanya mama Dewi pada putra nya, seraya menatap Angga dan Diandra yang duduk bersisian, secara bergantian.
"Insyaallah ma, kemarin Didi udah cek kandungan dan semua nya sehat.. ya kan sayang," Angga menatap mesra istri nya, jemari tangan mereka saling bertaut.
__ADS_1
Diandra mengangguk, mengiyakan. "Benar ma, bu.. kalian jangan khawatir," balas nya seraya menatap mama Dewi dan bu Rahma bergantian.
"Rencana kemana dik?" Tanya Shinta yang baru saja keluar dari kamar nya, untuk menidurkan putri semata wayang nya, Dea.
"Rahasia dong kak," balas Angga seraya tersenyum.
"Ck,,, main rahasia rahasia an!" Gerutu Aditya pada sahabat nya, "TIket yang ke Paris kala itu, enggak bisa di urus lagi bro? Kali aja dapat potongan lima. puluh persen, kan lumayan?" Tanya Aditya, mengingatkan tujuan honeymoon Angga yang gagal kala itu.
"Ah, gue malas ngurus nya Dit. Biar aja lah.." balas Angga pasrah, "lagian, kami enggak jauh-jauh kok,,, di dalam negeri aja, kasihan kalau Didi sampai kecapekan,,," ucap Angga.
"Ya dik, kamu benar.. di negeri kita juga banyak kok destinasi wisata yang sangat indah," timpal Rama, suami nya Shinta.
"Tapi kan kamu tetap harus minta pendapat istri kamu dik, dia pengin nya kemana?" Saran Shinta pada adik bungsu nya.
"Didi enggak ada referensi tempat wisata favorit sih kak, bagi Didi semua tempat kayak nya sama saja deh... tergantung suasana hati kita sih sebenar nya, dan yang jelas dengan siapa kita kesana dan menghabiskan waktu bersama dengan orang yang kita cinta," balas Diandra jujur, sesuai dengan apa yang ada dalam pikiran nya.
Terlihat Raka menguap beberapa kali, namun dia masih enggan untuk istirahat terlebih dahulu.
"Bang Raka,,, kalau capek rehat dulu aja sana," titah mama Dewi pada putra kedua nya.
Raka pun akhirnya pamit untuk istirahat di kamar nya, "maaf semua, Raka masuk kamar dulu ya.. capek banget rasa nya minggu ini, kejar target penjualan," pamit nya sambil berlalu menuju kamar nya, yang berhadapan dengan kamar yang ditempati Shinta serta suami dan anak nya.
Mama Dewi pun kemudian mengajak bu Rahma, dan Diandra untuk pulang ke unit milik Angga, "nak, tidur dulu yuk.. sudah malam, gak baik bumil sering begadang," ajak mama Dewi, seraya mengingatkan.
__ADS_1
"Tuh, dengerin bro.. nasehat mama, istri lu gak boleh begadang sampai malam, apalagi sampai dini hari?!" Seru Aditya menatap Angga.
"Iya,, iya,, gue tahu, maka nya gue butuh waktu lama untuk honeymoon. Biar bisa main tiap hari, dan gak perlu lembur," balas Angga seraya terkekeh, dan langsung beranjak menyusul sang istri yang sudah kembali ke unit apartemen nya bersama sang mama.
°°°°°
Pagi menjelang, sang surya mulai merangkak naik dan sinar nya mulai hangat menerpa kulit.
Kesibukan di unit Angga dan di unit Aditya sudah terasa, sejak matahari masih malu-malu menampakkan sinar nya tadi.
Dan kini, semua keluarga Atmaja beserta bu Rahma telah bersiap untuk berkunjung ke rumah Airin. Tinggal menunggu opa Win dan papa Chandra yang sudah dalam perjalanan, dan mungkin sebentar lagi akan sampai.
Aditya terlihat gagah dan tampan, dengan kemeja batik panjang yang dipadukan dengan celana bahan berwarna gelap.
Sementara Diandra terlihat semakin cantik dan anggun, dengan balutan gamis syar'i lengkap dengan hijab panjang nya.. yang warna nya senada dengan batik yang dipakai sang suami.
Mama Dewi pun kali ini tampil beda, mengenakan kebaya modern dengan kain jarik yang sudah di jahit.. dan mama Dewi melengkapi tampilan nya dengan memakai hijab yang dililit sempurna menutupi rambut dan kepala nya. Mama Dewi terlihat sangat cantik, dan nampak lebih muda dari usia nya.
"Kalau udah siap semua, kita berangkat sekarang. Papa menunggu kita di bawah," ucap Angga menginformasikan, setelah diri nya mendapat kan pesan singkat sari papa mertua nya.
"Ayo,," balas Aditya dengan tak sabaran dan langsung mengunci unit milik nya, setelah memastikan semua anggota keluarga sudah keluar.
Dengan jalan beriringan, Aditya dan keluarga angkat nya berjalan menuju lift untuk turun ke bawah menuju baseman.
__ADS_1
Sesampai nya di baseman, nampak mobil papa Chandra sudah berada di sana. Akhirnya, mama Dewi menemani bu Rahma ikut kedalam mobil papa Chandra. Aditya satu mobil dengan Angga, dengan Angga yang bertugas menjadi sopir nya. Sedangkan Raka, memilih ikut ke dalam mobil sang kakak.
Rombongan Aditya pun segera berangkat, untuk menuju ke kediaman Airin.