Akhir Sebuah Penantian

Akhir Sebuah Penantian
Kamulah Dokter nya Sayang,,,


__ADS_3

Angga terus berusaha untuk menggerakkan tangan nya agar dapat menggapai tangan istri nya, "kenapa susah sekali di gerakkan," bisik Angga dalam hati, sambil terus mencoba menggerakkan nya.


Dan fokus Angga tetap pada suara merdu yang dia yakini milik sang istri, "Di,, aku rindu suara manja mu sayang, aku rindu dengan sikap mu yang genit dan senang menggoda ku," lirih nya kembali seraya membuka sedikit mata nya, sambil terus mencoba menggapai tangan istri nya yang tengah khusyuk mengaji.


Namun, saat tangan Angga telah berhasil dia gerakkan.. terdengar Diandra mengakhiri tadarus nya, hingga kemudian Angga mengurungkan niat nya dan kembali terdiam dan terpejam.


Sengaja Angga tidak membuka mata nya, karena dia ingin tahu apa yang akan di lakukan sang istri kepada nya. Benar kah istri cantik nya itu akan menciumi nya seperti dalam mimpi nya selama ini?


Setelah meletakkan Al-Qur'an di atas nakas, kembali Diandra duduk di tempat nya semula. Dia pandangi wajah ganteng sang suami yang masih betah memejamkan mata nya.


Diandra menyapu wajah sang suami dengan jari lentik nya, "kak, bangun dong kak.. Didi kangen banget sama kak Angga, Didi enggak bisa tidur nyenyak jika tidak di peluk kakak." Lirih Diandra mulai merengek.


Istri dari Angga itu mulai mendekatkan wajah nya, dan mencium bibir suami nya dengan lembut...


Angga yang telah terbangun dari tidur panjang nya itu terhenyak kaget, dia dapat merasakan lembut dan manis nya bibir sang istri. Namun Angga berusaha untuk menekan perasaan nya agar tidak membalas ciuman sang istri, karena dia masih penasaran hal apalagi yang akan di lakukan oleh Diandra kepada nya.


Setelah puas mencium bibir sang suami, dan memberi kan kecupan kecupan kecil di seluruh wajah suami nya itu,, Diandra meletakkan kepala nya di dada sang suami, dan mulai berbicara seperti biasa nya sambil memejamkan mata.


"Berarti selama ini yang aku rasakan bukan mimpi, tapi nyata? Apakah istri ku setiap hari memperlakukan aku seperti ini? Oh, manis nya?" Gumam Angga seraya tersenyum dalam hati.


"Kak, sudah hampir dua bulan kakak tidur... emang nya kakak enggak capek ya? Apa kakak enggak pengin ngajak Didi jalan-jalan? Apa kakak enggak pengin nganter Didi periksa ke dokter kandungan? Dan beliin Didi rujak buah? Didi pengin banget makan rujak buah bareng kak Angga.."


"Apa, gue pingsan selama itu?! Dan tadi Didi bilang, periksa ke dokter kandungan? Ya Tuhan, apa benar istri gue hamil? Malam itu, adalah pertama kali nya buat gue berhubungan badan dengan wanita.. dan dia istri gue, tapi sungguh gue tak menyangka kalau Didi akan langsung hamil?? Ditya harus tahu berita ini, dan dia harus mengakui keperkasaan gue!" Angga tertawa senang dalam hati, dia sangat bahagia mendengar kehamilan istri nya.

__ADS_1


"Kakak tahu enggak, berat badan Didi sekarang turun.. karena Didi enggak bisa makan nasi, kalau kemasukan makanan selain buah pasti langsung muntah. Tapi kayak nya kalau makan sandwich atau nasi goreng buatan kakak, Didi pasti enggak akan memuntahkan nya karena si baby kan sayang banget sama kakak.. baby juga kangen sama ayah nya."


"Gue juga kangen sama kamu Di,," lirih Angga masih dalam hati.


"Kak, saat pertama kali Didi hamil.. Didi sempat menolak bayi ini tahu kak."


Angga terkejut, "apa? Menolak!" Geram Angga tanpa bersuara.


"Didi takut jika saat Didi melahirkan nanti, kak Angga enggak ada di samping Didi... Didi takut, kak Angga enggak bangun lagi kak?? karena Didi enggak mau seperti ibu nya Didi kak, yang harus berjuang untuk melahirkan seorang diri, tanpa ada papa yang mendampingi nya." Diandra menyeka air mata nya yang mengalir di pipinya.


Angga ikut trenyuh, hingga bulir bening nampak di sudut mata nya yang masih terpejam.


"Tapi sekarang, Didi sudah enggak takut lagi kak.. karena Didi yakin, kak Angga pasti akan bangun. Ya kan kak?"


Diandra masih terdiam dengan posisi nya yang menghadap ke wajah sang suami sambil memejamkan mata, dia seperti sedang bermimpi,, seperti ada yang mengusap kepala nya, dan merespon pembicaraan nya.


Diandra masih menikmati usapan itu hingga beberapa saat lama nya, "Di,, apa kamu tertidur di dadaku sayang..?" Tanya Angga, melihat istri nya yang sedari tadi memejamkan mata dan tidak merespon gerakan tangan di kepala nya.


Reflek Diandra mengangkat kepala nya dan menatap sang suami yang tengah tersenyum kepada nya, "kak Angga, kakak sudah bangun?!" Seru Diandra hampir tak percaya, seraya kembali menciumi wajah sang suami dengan perasaan yang sulit dilukiskan.


Angga tersenyum lebar, ikut merasakan kebahagiaan sang istri yang kini tengah mengandung buah hati nya. Angga pun membalas ciuman sang istri dengan penuh kerinduan.


Setelah puas menciumi suami nya, "kak, Didi panggil dokter jaga dulu ya,," ucap Diandra hendak menekan tombol untuk memanggil dokter.

__ADS_1


Namun Angga buru-buru mencegah nya, "jangan sekarang sayang,, aku tidak butuh dokter saat ini karena kamu lah dokter nya sayang," tolak Angga seraya menatap mesra manik coklat yang terlihat sangat indah milik sang istri.


"Tapi kak, kakak harus di periksa... hampir dua bulan kakak terbaring, dan kakak terluka parah saat kecelakaan itu?! Kakak harus di periksa ya,,?" Pinta Diandra nampak khawatir.


"Sayang,,, semenit aja, aku ingin berduaan dulu dengan mu," tolak Angga kekeuh, seraya mengusap lembut pipi putih sang istri.


"Kamu kelihatan tirus sayang, apa kamu selalu memuntahkan makanan mu? Apa baby rewel di dalam sini?" Tanya Angga seraya menurunkan tangan nya dari wajah sang istri, menuju ke perut Diandra yang masih terlihat rata.


Diandra terkejut,, "kok, kak Angga tahu kalau Didi hamil?" Tanya Diandra mengernyit.


"Karena, aku lah ayah dari si baby," balas Angga tersenyum penuh arti, sambil terus mengusap perut langsing istri nya.


Diandra mengerucutkan bibir nya, "sejak kapan kakak bangun? Apa kakak mendengar semua pembicaraan Didi barusan? Apa kakak juga tahu kalau Didi mencium kak Angga?" Cecar Diandra dengan banyak pertanyaan, wajah nya telah merona merah..


Angga menarik tangan nya dari perut Diandra, dan kemudian menyentuh bibir sang istri dan mengusap nya dengan jemari nya. "Ya, aku harus menahan diri ku tadi saat bibir nakal mu ini ******* bibir ku," balas Angga seraya terkekeh.


"Ihh.. kak Angga jahat, kakak tega ngerjain Didi. Padahal Didi beneran lagi sedih banget... kak Angga malah ngambil keuntungan?!" Protes Diandra seraya memukul pelan dada sang suami.


Diandra langsung beranjak menjauh dari tempat suami nya terbaring, dan berjalan hendak keluar dari ruangan steril dimana selama dua bulan ini Angga tertidur di dalam nya.


"Di,, mau kemana sayang?" Tanya Angga dengan sedikit berteriak, pasal nya sang istri sudah hampir mencapai pintu keluar.


"Ada yang mau Didi kenalkan sama kak Angga," balas Diandra seraya tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2