Akhir Sebuah Penantian

Akhir Sebuah Penantian
Jaga Tempo Permainan Kamu


__ADS_3

Setelah sekitar satu minggu disibukkan dengan jadwal semesteran, kini Diandra dan sahabat-sahabat nya merasa sedikit lega. Tinggal menunggu hasil dan berharap nilai nya bagus, sehingga tak perlu mengikuti remidi.


Saat ini mereka tengah berkumpul di rumah Thomas, karena ada pengajian rutin seperti biasa. Tapi ada yang beda dengan hari ini, pasal nya Aditya dan Angga juga berada di sana.. begitupun dengan papa Chandra dan opa Win, dan juga Raka.


Ternyata, papa Chandra yang mengusulkan kepada dokter Hanna agar mengundang pula seorang ustadz untuk memberikan siraman rohani kepada para pria tersebut. Dokter Hanna menyetujui nya, mengingat beliau juga memiliki dua anak laki-laki yang juga masih membutuhkan bimbingan. Dan dokter Hanna menyediakan ruang keluarga nya, untuk pengajian para pria tersebut.


Para pria itu nampak sangat antusias, dan mereka sangat berterima kasih kepada dokter Hanna selaku tuan rumah dan juga kepada papa Chandra sang pemilik ide.


Hubungan papa Chandra dan dokter Hanna, semakin dekat. Bahkan secara resmi, papa Chandra telah meminang dokter cantik yang berhijab itu. Dokter yang dengan kelembutan nya mampu membuat Diandra berubah, dan memutuskan untuk berhijab pula.


Mereka masih asyik ngobrol di ruang keluarga, hingga Ustadz dan Ustadzah yang merupakan pasangan suami istri itu tiba. Para wanita kemudian menuju ruang tamu seperti biasa, sedangkan para pria tetap berada di ruang keluarga.


Ustadz Amir, suami dari Ustadzah Azizah masuk ke ruang keluarga dengan mengucap salam. Dan kemudian Ustadz Amir duduk di tengah-tengah majlis, dan setelah berbasa-basi sebentar.. Ustadz Amir pun memulai ceramah nya.


Pertemuan pertama kali ini, Ustadz Amir membahas tentang kedudukan laki-laki sebagai imam dalam rumah tangga.


Hidup berumah tangga ibarat bahtera yang berlayar di tengah lautan, dan sebagaimana lautan pada umum nya.. dimana ombak kadang menerjang, badai pun menghantam, dan angin kencang atau cuaca yang tidak bersahabat pun kerap kali datang.


Maka, bahtera tersebut memerlukan nahkoda yang akan membawa nya berlayar dengan selamat sampai ke tujuan, yaitu ke syurga Nya. Dan nahkoda dalam rumah tangga, tentu nya adalah seorang suami.


Suami harus mampu memuliakan istrinya, menasehati sekaligus membimbing nya agar tidak keliru dalam menjalani kehidupan yang sesuai dengan syari'at Islam.

__ADS_1


Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda, “Nasehati lah para wanita dengan baik, sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk (laki-laki) sebelah kanan, dan tulang rusuk yang paling bengkok adalah bagian atasnya, maka seandainya engkau berusaha meluruskannya, niscaya dia akan patah dan kalau engkau biarkan, ia akan tetap bengkok.” (HR. Bukhari Muslim).


Mendengar ceramah tersebut, Raka menunduk dan meneteskan air mata. Sebagai seorang laki-laki, dia merasa menjadi laki-laki yang bodoh karena tak mampu menasehati dan membimbing istri nya kala itu.. hingga bahtera rumah tangga yang dia bangun selama lima tahun, harus kandas di terpa badai gelombang.


Sedangkan Angga sibuk dengan pikiran nya sendiri, bagaimana cara nya agar dia bisa menjadi imam yang baik untuk istri cantik nya yang kini telah berhijab. Calon papa muda itu bertekad, akan belajar ilmu agama lebih banyak lagi agar nanti nya dia bisa dijadikan sebagai sandaran bagi istri dan anak-anak nya.


Dia pun berjanji pada diri nya sendiri, akan lebih rajin dalam beribadah dan tak kan lagi meninggalkan perintah Allah,, untuk memberi contoh baik bagi keturunan nya nanti.


Dan Aditya yang terdiam sambil menyimak ceramah Ustadz Amir tersebut, juga memantapkan tekad nya dalam hati untuk bisa segera bersanding dengan Airin. Dan dia akan terus belajar memantaskan dirinya, untuk menjadi imam bagi Airin yang juga sudah berhijab sejak seminggu yang lalu.. menyusul sahabat nya, Diandra, yang lebih dulu memutuskan untuk berhijab.


Ustadz Amir mengakhiri ceramah nya dengan do'a, agar semua yang hadir diberikan kesehatan, keselamatan dan keberkahan dalam hidup. Dan menutup pengajian menjelang sore itu, dengan mengucap salam... yang bersamaan dengan ceramah Ustadzah Azizah yang juga telah berakhir.


Usai dengan ceramah nya, Ustadz Amir membuka sesi tanya jawab, atau pun sekedar sharing.. dan siapa saja boleh mengeluarkan uneg-uneg nya. Sambil mereka menikmati minuman kopi panas dan camilan ringan, yang di siap kan oleh dokter Hanna selaku tuan rumah.


Ustadz Amir pun segera pamit, untuk melanjutkan tugas nya bersama sang istri.


Ibu-ibu dan remaja putri peserta pengajian semua telah pulang, hanya tersisa sahabat-sahabat Thomas. Opa Win dan papa Chandra pun telah pamit, begitu pula dengan Raka yang harus segera kembali ke kantor nya.. sebab dia menunda pekerjaannya tadi, demi untuk dapat mengikuti pengajian di kediaman dokter Hanna.


Sedangkan Aditya dan Angga masih berada di rumah Thomas, Aditya ada janji dengan Airin untuk mencari cincin tunangan.. yang akan dilaksanakan beberapa hari ke depan. Dan Angga beserta sang istri, hendak berkunjung ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungan nya.. sebelum mereka berangkat baby moon, sehari setelah per tunangan Aditya dan Airin dilaksanakan.


Setelah beberapa lama melanjutkan obrolan, Angga dan sang istri mohon pamit,,, yang diikuti oleh Aditya dan Airin, serta Rieke dan Andrew.

__ADS_1


Ketiga pasangan tersebut mengendarai kendaraan sendiri-sendiri dan berjalan beriringan meninggalkan kediaman megah keluarga Thomas, dan di persimpangan jalan... mobil mereka terpisah, dan melaju sesuai dengan tujuan masing-masing.


Angga melajukan mobil sedan mewah nya dengan kecepatan sedang, dan di sepanjang perjalanan kedua nya asyik membahas ilmu agama yang baru saja mereka dapat kan.


Hingga tanpa terasa, mobil yang mereka kendarai telah berbelok menuju halaman rumah sakit Medika.. rumah sakit dimana Angga dirawat selama dua bulan lebih karena kecelakaan dan mengalami koma, sekaligus rumah sakit milik papa Chandra dan tempat papa dari Diandra itu bertugas.


Setelah memarkir mobil nya, Angga segera turun. Dan dengan berlari kecil memutari mobil nya, Angga membukakan pintu untuk istri tercinta. Dengan bergandengan mesra, kedua nya bergegas masuk kedalam rumah sakit dan langsung menuju ruang praktik papa Chandra.


Sesampai nya di ruangan papa Chandra, papa dari Diandra itu sudah menunggu di dalam sana bersama opa Win. Diandra tak perlu mengantri, pasal nya jam praktik papa Chandra memang telah usai. Calon opa itu kembali ke rumah sakit, khusus untuk memeriksa kandungan sang putri.


"Setelah mengucap salam, Angga dan Diandra segera duduk. Dan papa Chandra mulai memeriksa tensi darah putri nya, dan menanyakan berbagai hal seputar kehamilan nya.


Selesai mencatat semua nya, papa Chandra mengarahkan putri nya untuk menuju bad guna pemeriksaan lanjutan. Papa tampan dari Diandra itu menyuruh Angga, sang menantu, untuk mengoleskan gel konduktif di perut sang istri. Dan setelah nya, papa Chandra mulai menggerakkan stik transduser dengan gerakan maju mundur secara perlahan,, hingga gambar janin yang berada dalam rahim Diandra tertangkap di layar monitor.


Semua nya antusias melihat kearah layar monitor,,


"Lihatlah nak, calon cucu papa tumbuh dengan baik. Sudah seukuran buah lemon, berat badannya bagus ya, 23 gram. Dan panjang nya ideal yaitu 7,5 cm." Papa Chandra menjelaskan dengan detail.


Opa Win tersenyum bahagia, begitupun dengan pasangan calon papa dan mama muda itu.


"Kamu harus jaga pola makan nak, dan pastikan nutrisi nya cukup," nasehat papa Chandra untuk sang putri, seraya membereskan alat-alat nya.

__ADS_1


"Dan kamu Ga,, saat baby moon nanti, jaga tempo permainan kamu dan jangan sampai menyakiti calon cucu papa," papa Chandra mewanti-wanti menantu nya itu.


Angga hanya bisa tersenyum dan menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


__ADS_2