Akhir Sebuah Penantian

Akhir Sebuah Penantian
Kisah Kita Beda Kak..


__ADS_3

Siang dan malam datang dan pergi silih berganti, dan hari yang di nanti Airin segera tiba. Karena liburan semester sudah di mulai, setelah sebelum nya calon tunangan Aditya dan sahabat-sahabat nya itu menerima hasil ujian semester mereka.


Kelima sahabat tersebut tersenyum lega, karena mendapatkan nilai yang cukup memuaskan. Sehingga tak perlu ikut ujian susulan, seperti sebagian teman-teman nya.


Saat ini, Diandra dan yang lain nya sedang berada di rumah Airin.. untuk membantu persiapan pertunangan Airin dan Aditya esok hari. Namun Diandra hanya bisa sebentar di sana, sebab dia dan suami nya harus membantu Aditya untuk belanja keperluan acara lamaran besok.


"Guys, aku cabut dulu ya, kak Angga dan bang Ditya udah jemput tuh di depan," pamit Diandra pada sahabat-sahabat nya, saat mereka semua tengah membuat dekorasi di ruang keluarga.


"Nak Didi,, suami nya diajak masuk dulu saja," pinta mama Airin, yang juga dosen di kampus tempat Diandra kuliah, yang tiba-tiba muncul dari arah dapur.


"Maaf tante, lain kali saja ya,,, bang Ditya udah nyuruh buru-buru, kayak nya bang Ditya sudah enggak sabar deh tan menunggu hari esok," balas Diandra seraya mencium punggung tangan mama nya Airin untuk pamitan.


"Oh,, ya sudah, nak Didi hati-hati ya. Jangan sampai kecapekan," pesan mama Airin pada sahabat putri nya itu.


"Siap tante,, assalamu'alaikum," pamit Diandra mengucap salam, seraya melambaikan tangan nya kepada sahabat-sahabat nya.


Diandra keluar dari rumah Airin dengan berjalan santai, istri dari Angga itu langsung menuju mobil dimana suami nya telah menunggu dan membukakan pintu untuk nya. "Makasih kak Angga sayang..," ucap Diandra setelah masuk kedalam mobil, yang diikuti oleh sang suami sambil tersenyum mesra. Mereka berdua duduk di belakang, sedangkan Aditya duduk di depan memegang setir.


Aditya langsung melajukan mobil nya membelah jalanan ibukota, menuju pusat perbelanjaan terbesar di daerah itu.


Di sepanjang perjalanan nampak Angga memperlakukan istri nya dengan sangat romantis, hingga membuat Aditya yang melihat kemesraan sahabat nya, yang dulu super dingin sama istri nya itu hanya bisa geleng-geleng kepala. "Kalau mau mesra mesraan lihat sikon dong?!" Protes nya seraya melirik sahabat nya itu dari pantulan kaca spion.


Angga pura-pura tak mendengar, dan terus asyik membelai pipi sang istri dan sesekali berbisik mesra pada Diandra yang bersandar di bahu nya seraya memejamkan mata.


Aditya hanya bisa mendesah kasar, "punya sahabat satu, tapi kelakuan nya enggak jelas!" Gerutu Aditya, dan kembali fokus dengan kemudi nya.


"Berisik aja lu Dit dari tadi.. gue sumpahin, lu akan lebih parah dari gue," ucap Angga seraya tersenyum seringai.

__ADS_1


"Enggak akan!" Elak Aditya.


"Lu bilang seperti itu, karena lu belum ngerasain Dit.. kalau lu dah ngerasain, gue jamin lu bakal ketagihan," ucap Angga penuh penekanan.


Aditya tak menanggapi perkataan sahabat nya lagi, karena mobil nya telah memasuki kawasan pusat perbelanjaan.


Setelah memarkir kendaraan nya di tempat yang telah tersedia, ketiga nya segera turun. Aditya berjalan mendahului Angga dan istri nya masuk kedalam pusat perbelanjaan, karena tak ingin mengotori mata dan otak nya dengan melihat kemesraan Angga pada sang istri.


Yang pertama dituju Aditya adalah toko perhiasan, yang berada di lantai empat pusat perbelanjaan tersebut. Aditya hendak membeli cincin untuk pertunangan nya dengan Airin, meskipun saat diri nya menembak Airin Aditya sudah memberikan cincin pada kekasih nya itu.. namun pada momen spesial besok, Aditya akan memberikan cincin yang lebih spesial.


Aditya langsung memilih cincin seperti yang diinginkan Airin, saat mereka berdua bertemu beberapa waktu yang lalu. Aditya tidak mengalami kesulitan dalam memilih ukuran cincin untuk calon tunangan nya, sebab cincin yang dia berikan kala itu pas di jari manis Airin.


Sambil menunggu Aditya membeli cincin, Angga pun tak mau kalah. Dia memilih kan sebuah cincin dengan batu permata cantik untuk sang istri, "mbak, coba lihat cincin yang itu," pinta Angga pada pegawai toko perhiasan tersebut.


Petugas langsung mengambil kan cincin yang di tunjuk dan memberikan nya kepada Angga, "yang coba deh kamu pakai," pinta Angga pada sang istri yang tengah duduk di salah satu kursi.


"Suka enggak?" Tanya Angga memperlihatkan cincin tersebut.


"Cantik banget kak," balas Diandra jujur.


Angga kemudian memakaikan nya di jari manis sang istri yang sebelah kanan, pasal nya jari manis kiri Diandra sudah memakai cincin kawin. "Kamu suka enggak yang?" Tanya Angga, begitu cincin dengan permata cantik itu terpasang pas di jari manis sang istri.


Diandra mengangguk, dan menatap sang suami dengan mengernyit.


"Kalau kamu suka, itu buat kamu. Atau.. kamu mau yang model lain?" Angga mempersilahkan pada sang istri untuk memilih.


"Beneran ini buat Didi kak?" Tanya Diandra masih tak percaya.

__ADS_1


"Tentu saja yang,, anggap ini cincin pertunangan kita, karena aku belum pernah memberikan cincin untuk mu." Balas Angga meyakinkan, "maaf, jika dulu aku tidak memperlakukan mu dengan romantis seperti Aditya pada kekasih nya," ucap Angga penuh penyesalan.


Tanpa malu-malu, Diandra langsung memeluk suami nya. "Kisah kita beda kak, jangan samakan cinta kita dengan yang lain. Didi mencintai kak Angga apa ada nya diri kakak,, Didi bersabar menanti cinta kakak dan ketika cinta kita telah menyatu, tidak ada yang bisa menandingi keindahan dan keromatisan cinta kita berdua bukan?" Lirih Diandra di telinga sang suami.


"Ya, kamu benar yang.." balas Angga seraya melerai pelukan sang istri, dan kemudian mencium kening istri nya itu dengan lembut.


"Ehm.." Aditya berdeham, "benar-benar enggak ingat tempat!" Ketus Aditya melirik sahabat yang bucin.


"Yaelah,, calon pengantin enggak boleh marah-marah melulu, nanti lu cepat tua!" Balas Angga tak kalah ketus.


"Bang Ditya kan emang udah tua kak,," timpal Diandra seraya terkekeh pelan.


"Sialan lu Di,, ikut-ikutan iseng kayak suami lu sekarang," protes Aditya, "suami lu kan juga tua!" Balas Aditya seraya cemberut.


"Iya sih, bang Ditya benar. Tapi suami Didi kan emang sebentar lagi mau jadi orang tua bang,, nah, kalau bang Ditya kan masih belum jelas kapan?!" Bela Diandra pada sang suami.


"Iya,, iya,, yang waras ngalah. Jadi, gue ngalah aja!" Ucap Aditya akhir nya seraya tersenyum seringai, "buruan, gue udah selesai nih. Kita kan juga harus jemput mama Dewi di bandara," lanjut Aditya mengingatkan pada Angga.


"Oke," balas Angga dan kemudian segera membayar tagihan cincin sang istri.


Mereka bertiga kembali berjalan menyusuri pusat perbelanjaan tersebut, untuk membeli barang yang diinginkan Aditya.


Setelah mendapatkan yang dicari Aditya, mereka bertiga kemudian meninggalkan pusat perbelanjaan untuk menuju bandara menjemput mama Dewi.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Maaf yah, telat up dan cuma atu...

__ADS_1


Si bocil lagi pengin di manjah sama emak nya 😊🙏🙏


__ADS_2