Akhir Sebuah Penantian

Akhir Sebuah Penantian
Pernikahan Keysha


__ADS_3

Tak terasa pernikahan anak kepala sekolah yang melibatkan


Kiki dan rekan kerjanya akan segera berlangsung. Kiki dan rombongan telah tiba


di kediaman Ibu Imah yang merupakan ibu Kiki. Mereka sengaja berangkat pagi


buta untuk menghindari macet dan sampai rumah Kiki pukul 10.00 WIB. Kepulangan putrinya


disambut dengan suka cita.


“Assalamualaikum Bu.”Kiki menyalami ibunya lalu memeluknya


dengan erat.


“Walaikumsalam nak”sambut ibu hangat melepas rindu dengan


anaknya.


Arief menyadarkan keberadaannya dan rombongan dengan


berdehem.


“Ehemm”


“Eh iya Bu kenalkan ini rekan kerja Kiki, ada kak Arief, kak Santi dan Iin.”


Kiki melepaskan pelukannya dan mengenalkan mereka pada ibunya.


“Selamat datang di gubuk kami, maaf tempatnya berantakan ya


nak” ucap ibu merendah.


“Perkenalkan bu saya Arief” ucap Arief menyalami ibu Kiki.


“Saya Santi bu” kak Santi berdiri disamping Arief maju dan menyalami


ibu.


“Halo bu saya Iin" sapa Iin ramah pada ibu Kiki juga menyalaminya.


“Mari silahkan masuk anggap saja rumah sendiri.” Ibu Imah


mempersilahkan mereka masuk dan menempati kamar masing-masing. Rumah dengan


desain minimalis yang tidak terlalu besar namun nyaman itu punya beberapa


kamar. Di depan rumah terdapat pohon mangga dan beberapa tanaman bunga menambah


rindangnya suasana rumah tersebut.


Kiki sengaja membawa mereka kerumah untuk mengenalkannya pada


sang ibu sekaligus untuk membalas kebaikan mereka selama ini yang telah


membantunya di perantauan.


Tidak terasa sudah memasuki jam makan siang, setelah menata


barang mereka di kamar masing-masing. Mereka berkumpul di ruang tengah untuk


makan secara lesehan. Di ruang tengah sudah tersaji sayur sop, sebakul nasi ayam


kremes dan juga sambal. Semua telah berkumpul untuk menyantap makan siang.


“Mari silahkan di makan nak.. maaf ya hanya seadanya” bu Imah


mempersilahkan.


“Ini sudah lebih dari cukup bu.. terimakasih malah jadi


merepotkan” ucap kak Santi mewakili.


Arief dan Iin hanya tersenyum canggung.


“Tidak repot kak, kalau mau nambah silahkan jangan sungkan


hehe” Kiki juga mempersilahkan.


Mereka menyantap dengan lahapnya di selingi dengan obrolan


ringan basa-basi seputar pekerjaan dan latar belakang masing-masing.


Selesai makan siang Kiki dan rombongan menuju gedung tempat anak


kepala sekolah melangsungkan pesta pernikahan untuk mengatur set dan lain-lain.


Karena pernikahan dilaksanakan esok hari.


“Bu kami pamit dulu mau ke gedung untuk persiapan pernikahan


besok ”pamit Kiki pada ibunya di ikuti oleh teman yang lain.


“Hati-hati ya nak”


“Iya bu.. Assalamualaikum” salam Kiki.


‘’Walaikumsalam” Ibu Kiki.


Kiki dan rombongan melajukan mobilnya menuju gedung yang


berjarak 1 jam dari rumahnya. Setelah menyelesaikan persiapan tak terasa sudah


hampir petang. Kiki dan rombongan keluar dari gedung. Kiki mengajak rombongan


untuk jalan-jalan sejenak di alun-alun dekat rumahnya. Setengah jam berkeliling


akhirnya mereka kembali ke rumah Kiki. Dirumah Ibu sudah menyiapkan makan malam


untuk menjamu teman-teman Kiki itu. Sebelum makan Kiki memperkenalkan Isa yang


ikut bergabung untuk makan malam.


“Oh iya.. perkenalkan ini adik Marwa namanya Adeisa.. Isa ayo


perkenalkan dirimu pada teman-teman kakak” pinta Kiki pada adiknya. Walaupun


jarak umur mereka amat jauh namun sangat akur dan saling menyayangi.


“Halo semuanya perkenalkan saya Isa” ucapnya singkat, karena


memang Isa adalah anak yang memiliki sifat tertutup dan sedikit cuek. Tidak


mudah baginya untuk dapat akrab pada orang-orang baru. Namun ketika sudah akrab


maka sejujurnya ia merupakan pribadi yang hangat. Walau kadang moodnya yang


berubah-ubah maklum remaja labil.


“Ini kak Santi, kak Iin dan kak Arief” Kiki


memperkenalkan rekan kerjanya satu persatu.


“Hay kak Santi, kak Iin dan kak Arief” balas Isa lagi-lagi


singkat dengan senyum canggung dan menundukkan kepala hormat.


“Halo gadis manis” sahut kak Santi tersenyum.


“Hay anak baik mirip sekali dengan mba Marwa cuma ini versi imutnya hehe” sapa Iin.


Arief hanya tersenyum. Dari perkenalan singkat itu, Isa hanya


nyaman dengan Iin sedangkan dengan Arief ia merasa tidak suka, karena baginya


lelaki dengan perawakan agak gondrong dengan sedikit brewok itu sedikit


menyeramkan. Sedangkan pada kak Santi ia masih sungkan.


Setelah perkenalan singkat itu, mereka menyantap makan malam


dengan tenang namun diselingi obrolan ringan.


 


***


Di rumah Yovi.


Setelah makan malam Yovi bergegas ke kamarnya, berbaring pada


sofa yang berada dekat jendela. Pikirannya kembali menerawang, memikirkan Kiki.


Ditengah lamunannya ponselnya tiba-tiba berdenting tanda ada pesan masuk..


Ting..ting..ting..


“Hay pak.. sudah tidur


kah. Ini saya Vika maaf malam-malam mengganggu..”


“Sekedar mengingatkan besok ada kondangan anak pak kepala sekolah..”


“Bapak datangkan?”


 


­Arief membaca pesan beruntun itu dengan seksama ia menatap lekat


benda pipih persegi itu, lalu ia menautkan alisanya tidak biasanya Vika


mengirim pesan pribadi seperti ini. Memang Vika sering mengiriminya pesan


tetapi itu berkaitan dengan urusan sekolah.

__ADS_1


Yovi ragu apakah harus membalas pesan yang menurutnya tidak


penting itu, namun akhirnya ia memutuskan untuk membalas dan berterimakasih


karena sudah diingatkan akan agenda itu. Sejujurnya Yovi hampir lupa akan


undangan itu karena aktivitasnya yang cukup padat.


“Terimakasih bu vika


telah mengingatkan, iya jika tidak


berhalangan saya akan datang” balas Yovi singkat.


Tidak berapa lama ponsel berdenting lagi..


“Bapak datang bersama


siapa?”


“Jika tidak keberatan


boleh saya jadi teman kondangan bapak,”


“Kebetulan gedung


acaranya searah dengan rumah saya”


Sejenak ia berpikir haruskah ia datang bersama Vika, namun


jika menolak alasan apa yang akan ia katakan. Lama ia berpikir lalu teringat


akan perkataan Alwi yang mengejeknya jika datang sendiri layaknya jomblo


sangat menyedihkan.


“Iya besok akan saya


jemput” balas Yovi singkat.


Ia lalu berpindah ke tempat tidurnya merebahkan diri dan bersiap untuk tidur.


Di rumah Kiki.


Selesai makan malam, mereka berkumpul di ruang tamu untuk


berbincang santai setelah itu karena jam sudah menunjukkan pukul 22.00 WIB bu


Imah mengajak semuanya untuk istirahat. Ibu Imah, mengajak Kiki dan Isa tidur


di kamarnya sedangkan kak Santi dan Iin menempati kamar Isa. Lalu Arief tidur


sendiri di kamar tamu. Sudah tengah malam namun Arief belum dapat memejamkan


matanya. Mungkin karena berada ditempat baru. Ia lalu menuju dapur mengambil


minum untuk menenangkan pikirannya.


Saat sudah mengambil air tidak sengaja pandangannya tertuju


pada sebuah kardus di dekat rak piring. Cukup lama ia memandangi bingkai foto


itu. Saat ia sudah di kamar pikirannya kembali pada benda yang ia lihat di


dapur itu. Bukankah itu foto SMA Kiki tapi siapa lelaki yang disampingnya, apa


mungkin saudaranya atau mantan pacarnya. Terus saja ia memikirkan hingga lambat


laun kantuk mengalahkannya dan berhasil membawanya ke alam mimpi.


Pagi hari saat matahari belum menampakkan sinarnya bu Imah


sudah terbangun dan bergegas untuk sholat subuh setelah itu menuju dapur untuk


menyiapkan sarapan. Tak Iama Isa menyusul ia duduk di kursi, di meja makan


bundar yang hanya diisi empat kursi. Karena hari ini hari minggu ia sedikit


nyantai.


“Sudah bangun sa” Ibu melirik ke Isa.


“Hemmm.. mau Isa bantu bu?” tawar Isa pada ibu berniat untuk


membantu.


“Kamu potong segitiga nih roti bakarnya lalu taruh di piring


ya” pinta ibu, lalu ibu mulai menyiapkan jus mangga dan jeruk untuk penyegar


saat sarapan.


“Oke” jawab Isa singkat.


kaos merah marun pendek dengan celana training panjang hitam tengah jogging karena


minggu beberapa orang pun melakukan hal yang sama. Ada yang naik sepeda, ada


yang sekedar jalan-jalan untuk menikmati udara pagi yang sangat menyegarkan.


Saat tengah berlari tidak sengaja ia bersinggungan dengan seorang laki-laki


yang sama-sama sedang jogging.


“Maaf mas..” ucap lelaki yang memakai hoddie dan training


panjang hitam yang hanya melihat sekilas ke arah Arief dengan mengatupkan kedua


tangannya di depan dada.


“Oh iya tidak apa-apa mas” Arief menatap lekat laki-laki yang


memiliki postur tidak jauh dengannya yang sama-sama tinggi dengan perawakan


tegap.


Mereka lalu berpisah, namun Arief merasa tidak asing dengan


sosok lelaki itu. Seperti pernah bertemu atau melihat sebelumnya. Terus saja ia


larut dalam pikirannya hingga akhirnya ia telah sampai di tempat parkir. Arief


jogging di area Alun-alun yang semalam ia kunjungi dengan Kiki dan rombongan.


Arief menghela nafasnya perlahan mendudukan dirinya di bangku


dan meluruskan kakinya untuk mencegah ketegangan pada otot. Dilirik jam tangan


nya yang menunjukkan pukul 07.00 WIB ia memutuskan pulang dengan mengendarai


mobilnya kembali kerumah Kiki.


Semua tengah berkumpul di dapur membantu menyiapkan sarapan,


Kiki dan Kak Santi menyajikan nasi goreng dan telur ceplok. Iin dan Isa menata


makanan di tengah ruangan yang sudah digelar karpet. Sedangkan bu Imah berada


di belakang rumah tengah menjemur pakaian. Sejak Kiki bangun ia mengambil alih


dapur dan meminta bu Imah untuk bersantai. Namun bu Imah malah beralih ke


aktivitas lainnya yang tengah menunggu.


Arief masuk dengan pancaran wajah lelah karena belum mandi


sebelum ia masuk ke kamar ia menyapa semua wanita yang tengah sibuk di dapur.


“Wah lagi pada sibuk nih” tegur Arief.


 “Eh iya kak.. kakak


darimana kok terlihat lelah” Hanya Kiki yang menanggapi Arief. Iin dan Isa


kompak menatap sekilas lalu kembali


bercanda tawa.


“Habis jogging.. ya sudah aku mandi dulu, gerah nih ” Arief


berlalu menuju kamar tamu untung saja didalamnya terdapat kamar mandi jadi


tidak terlalu repot.


Tepat jam 8.00 WIB semuanya tengah berkumpul lalu menikmati


sarapan dengan tenang. Bu Imah dan Isa menikmati nasi goreng karena sudah rindu


dengan masakan anaknya. Kiki dan Arief menikmati roti bakar dan jus mangga. Iin


dan Kak Santi menikmati nasi goreng dan juga jus jeruk.


Setelah bersantai sejenak Kiki dan rombongan bersiap menuju


gedung pernikahan tempat anak kepala sekolah di gelar. Acara di mulai pukul


14.00-17.00 WIB.


Pukul 09.00 WIB mereka berangkat untuk melakukan persiapan.


Tibalah mereka di gedung tempat acara berlangsung. Didalam sudah ditunggu oleh


pengantin. Dengan cekatan kak Santi merias wajah sang mempelai wanita. Kiki

__ADS_1


juga tak kalah sibuknya ikut merias anggota keluarga yang lain. Sementara Arief


dan Iin mengecek ulang dekorasi dan photoboth yang telah dibuat kemarin.


Dari kejauhan keduanya memberi isyarat ‘Ok’ satu sama lain menandakan semua tampak


sesuai dengan konsep. Iin lalu memasuki ruang dimana Kiki dan Kak Santi berada,


untuk membantu pekerjaan mereka. Setelah dua jam akhirnya selesai sudah semua


kerabat wanita dan mempelai wanita sudah cantik dengan tampilan riasan yang


glamor namun tetap elegan, terbiasa kerja cepat namun dengan hasil yang tetap


memuaskan. Jam menunjukkan pukul 13.45 WIB. 15 Menit tersisa menuju acara


resepsi anak kepala sekolah dimulai.


Di rumah Yovi


Setelah pagi hari jogging dan dilanjut dengan gym ringan, Yovi


bersiap untuk ke resepsi anak kepala sekolah. Yovi mengenakan setelan celana


kain hitam dan atasan batik hitam dengan corak emas. Lalu ia bercermin menata


rambutnya sedemikian rupa, dan menyemprotkan parfum beraroma maskulin itu


menambah kesan gagah.


Jam baru menunjukkan pukul 13.30 WIB Yovi melajukan


mobilnya untuk menjemput Vika. Vika sudah bersiap dan menunggu Yovi di ruang


tamu. Saat ada mobil berhenti di depan rumahnya ia segera bangkit dan


berpamitan untuk pergi.


“Ma, Vika berangkat kondangan dulu ya” pamit Vika pada


mamanya.


“Iya sayang hati-hati ya” Mama Vika melepas kepergian putrinya


dengan senyum sumringah.


Mama Vika sedikit banyak tahu soal Yovi karena Vika beberapa


kali menceritakan tentangya. Walaupun status hubungan yang belum jelas mama


Vika berharap suatu hari nanti Yovi dapat menjadi pendamping anak tunggalnya


itu dan menjadi menantu kebanggaan keluarga.


Vika tengah berada didalam mobil,, dengan menggunakan setelan


kebaya hitam polos dan rok lilit berwarna hitam serta bercorak emas dan hijab


berwarna krem membingkai wajahnya yang cukup tirus itu. Tidak ada janjian


sebelumnya namun siapa sangka keduanya mengenakan warna setelan yang hampir


senada. Orang akan mengira bahwa mereka adalah pasangan yang sesungguhnya.


Jam menunjukkan pukul 14.00 WIB mereka sampai di gedung. Yovi


sengaja berangkat lebih awal untuk menghindari macet karena akhir pekan.


Yovi menurunkan Vika di depan gedung dan menyuruhnya untuk


menunggu didalam. Karena Yovi akan memarkirkan kendaraannya. Saat akan memasuki


gedung pandangannya tertuju pada papan bunga dan seorang wanita yang berdiri di


dekat pintu masuk. Yovi lalu menghampiri dan menerima sesuatu dari wanita itu.


Setelah itu ia bergegas masuk dalam gedung. Saat didalam gedung ia mengedarkan


pandangannya mencari seseorang. Tidak peduli lagi pada keberadaan Vika. Vika


beberapa kali menegur Yovi tapi tetap tak dihiraukan.


Vika yang kesal berlalu menuju tempat duduk di depan


pelaminan. Yovi merasa bersalah mengapa ia tak menghiraukan Vika, akhirnya


menyusul duduk disamping Vika.


“Maaf bu Vika bukan maksud saya untuk mengabaikan Ibu ” sesal


Yovi yang telah merusak suasana hati Vika.


“Bu jangan cemberut begitu nanti cantiknya hilang lo, sayang


kan sudah dandan tapi tidak terlihat.. senyum dong” bujuk Yovi berbisik ke


telinga Vika.


Mendengar itu membuat pipi Vika jadi merona malu, ia pun


kembali tersenyum. Saat tengah menggoda Vika mata Yovi menangkap sosok yang


dicarinya. Menatap tajam pada wanita yang selama hampir sewindu menyiksanya


dengan sebuah penantian. Wanita yang yang telah berhasil memporak porandakan


hati dan perasaannya.


Lama Yovi menatap hingga Vika menggoyang-goyangkan lengannya.


“Pak..pak.. pakkk“ pekik Vika menyadarkan Yovi.


“Ehh” Yovi tersentak dan menoleh ke Vika.


“Ayo pak kita kesana memberi selamat pada kedua


mempelai” ajak Vika, karena beberapa tamu sudah mulai berdatangan.


“Eh.. iya bu” Arief pasrah mengikuti Vika, namun sosok


yang dicarinya telah menghilang. Apa ia bermimpi tapi terasa nyata ia melihat


Kiki berdiri di samping pelaminan, berdiri di sebelah tukang foto sambil


berbincang seru sesekali melihat ke arah kamera.


“Selamat ya Keysha atas pernikahan mu.. semoga kamu dan


suami bahagia selalu dan lekas diberi momongan” ucap Vika tulus dan terselip


do’a didalamnya. Diikuti dengan Yovi.


“Terimakasih bu Vika.. semoga cepat menyusul


juga” balasnya sambil melirik Yovi dan menunjuk dengan alisnya. Vika hanya


tersenyum malu mendengar kata-kata Keysha. Sedangkan Yovi tersenyum canggung menjadi salah tingkah.


“Selamat ya pak kepsek akhirnya terwujud untuk punya


mantu” kini Yovi yang menegur pak kepala sekolah. Saat di sekolah pak kepala


akan tegas dan berwibawa namun ketika di luar akan sangat ramah layaknya berbicara


dengan teman. “Semoga lekas menimang cucu hihi” tambah Yovi.


“Kamu juga segera, kasihan anak orang jangan digantung


lama-lama keburu diambil orang ” ejek kepala sekolah yang berharap Yovi juga


segera menikah. Lagi-lagi Vika yang mendengar hanya tersipu malu.


Mereka kembali ke tempat duduk. Vika mengajak Yovi


untuk menikmati hidangan yang dari tadi telah menggoda lidahnya untuk segera


mencicipi. Hidangan ala pesta kebun yang menyediakan masakan mulai dari asin


hingga manis. Vika memutuskan untuk mengambil steak yang disajikan dalam piring


kecil dan juga jus jeruk. Yovi memutuskan untuk mengambil salad buah dan jus


semangka.


Yovi telah selesai dengan makanannya lagi-lagi ia


menangkap sosok yang ia yakini adalah Kiki. Tanpa pikir panjang ia menghampiri


sosok yang sangat ia rindukan itu.


“KIKI...” sebuah suara yang rasanya tidak asing memanggilnya


serta tangan kekar yang menahannya membuatnya mematung.. tampak raut wajah Kiki


yang pias entah harus menunjukkan ekspresi apa di tengah kegundahan yang melandanya.


***


Selamat membaca...


Mohon dukungannya kakak-kakak semua..


Jangan lupa tinggalkan jejak like dan komennya..

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2