
Vera adalah sepupu Seno, sudah sangat lama mereka tidak saling bertemu.. terakhir kali mereka bertemu, saat Seno duduk di bangku kelas tiga SMP dan itu artinya lebih dari enam tahun yang lalu.
Dan kini, wanita licik itu tengah menghasut Seno yang tak tahu menahu tentang masa lalu Vera dan Angga, juga tentang Vera yang sudah pernah menikah. Karena memang Vera dan Raka menikah tanpa restu dari kedua belah pihak orang tua.
Vera mengatakan, bahwa sebenar nya Angga masih mencintai diri nya.. namun terpaksa harus menikahi Diandra karena dijodohkan oleh mama nya, sehingga pernikahan mereka tanpa cinta dan Angga tidak bahagia bersama Diandra.
Dan Seno pun merasa kasihan sama Diandra, dan bermaksud menyelamatkan Diandra dari pernikahan yang tak diinginkan suami Diandra itu. Hingga Seno menyetujui rencana Vera untuk memisahkan Angga dan Diandra, dan Seno bertekad akan membuat wanita yang dicintai nya itu bahagia bersama diri nya.
Tengah asyik Vera dan Seno menyusun rencana, tiba-tiba mata Vera menangkap sosok Diandra yang berjalan menuju mobil suami nya.
Mobil Seno tempat mereka berdua bersembunyi yang tidak jauh jarak nya dari mobil Angga yang terparkir, membuat pandangan Vera dapat melihat dengan jelas sosok Diandra yang semakin mendekat kearah mobil Angga. Dan Vera membulatkan mata nya, tatkala menyadari bahwa perut Diandra terlihat sedikit membuncit. "Sial, apa wanita itu hamil?!" Gumam Vera dengan mengepalkan tangan nya.
Seno yang masih bisa mendengar gumaman kakak sepupu nya itu pun mengiyakan, pasal nya berita kehamilan Diandra dan kecelakaan Angga hingga menyebabkan Angga koma selama dua bulan itu.. menyebar dengan cepat di kampus mereka, karena Diandra adalah salah satu sosok idola di kampus. "Ya, benar mbak.. Didi hamil." Balas Seno lirih.
"Ini tidak bisa dibiarkan, aku tidak mau wanita itu mengandung anak Angga." Seru Vera dengan geram, "jika aku tak bisa mendapatkan kembali cinta Angga, maka tak ada satu pun wanita yang boleh bahagia bersama dia," bisik Vera dalam hati.
"Dik, kita rubah strategi," ucap Vera melirik Seno.
"Apa kak?" Seno mengernyit..
Sementara itu, Diandra yang kembali menghampiri sang suami sudah berada di dalam mobil. "Kak, nanti pulang kuliah Didi dan yang lain nya mau besuk Andrew.. boleh ya?" Pinta nya pada sang suami.
"Andrew sakit?" Tanya Angga mengernyit, "sakit apa? Bukan nya kemarin masih baik-baik saja?"
"Didi juga belum tahu kak, tapi Thomas bilang,, Andrew enggak tahan kena angin laut kelamaan, dan kemarin saat di Bali kan dia main di pantai sampai matahari terbenam?" Balas Didi menirukan apa yang dikatakan Thomas tadi.
"Aku akan ikut besuk, nanti aku jemput kamu disini." Ucap Angga, "kamu selesai kuliah seperti biasa kan?" Tanya Angga memastikan.
Diandra mengangguk,, "ya udah, Didi turun ya,, bentar lagi masuk," pinta Didi mengambil tangan sang suami hendak pamit.
"Bentar lagi yang,, masih ada waktu sepuluh menit kan?" Tolak Angga, sambil menggenggam erat tangan istri nya. Angga seolah takut kehilangan istri cantik nya itu.
"Tapi sahabat-sahabat Didi sudah mau masuk kelas kak," Diandra merajuk.
__ADS_1
Angga mengusap lembut pipi sang istri, "nanti aku antar sampai depan kelas," kekeuh Angga, tak mau melepaskan istri nya.
"Kak Angga kenapa sih? Enggak biasa nya kakak seperti ini?!" Protes Diandra, melihat sikap sang suami yang tiba-tiba over protektif pada diri nya.
Angga hanya membalas nya dengan senyuman, "aku sendiri juga enggak tahu Di, rasa nya aku khawatir membiarkan mu turun dan menjauh dari sisiku," gumam Angga dalam hati, "tapi aku juga belum bisa membuktikan, apakah kekhawatiran ku ini beralasan atau tidak? Aku sudah mencoba melihat keadaan sekitar, namun aku tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan," lanjut nya masih dalam hati.
Dari kejauhan, Diandra melihat sahabat-sahabat nya itu melambaikan tangan kearah nya dan mengajak Diandra untuk segera masuk kelas.
"Kak, mereka udah manggil Didi tuh,," ucap Diandra, sambil menunjuk sahabat-sahabat nya.
"Kamu telpon Airin gih, bilang aja nanti kamu nyusul mereka ke kelas," balas Angga memberikan solusi, suami dari Diandra itu benar-benar tak mengijinkan istri nya untuk turun.
"Tapi kak,," Diandra merengek,,, dia seperti anak kecil, yang minta di belikan mainan oleh orang tua nya.
"Please Di,, kali ini aja, kamu dengerin apa kata suami kamu," bujuk Angga dengan nada serius.
Diandra pun mengalah.. meski dengan wajah yang di tekuk.
Dan Diandra pun akhir nya tersenyum,,
"Nah, gitu kan cantik... bumil ku emang selalu cantik" goda Angga seraya mencubit gemas dagu lancip istri nya.
Sementara sahabat-sahabat Diandra nampak tidak sabar, karena Diandra tak kunjung turun dari mobil suami nya, "ngapain aja sih mereka di dalam? Belum puas apa, baby moon sepuluh hari ke tempat yang romantis?" Rieke protes seraya menatap Airin dan Thomas bergantian.
Thomas hanya mengedikkan bahu nya, sedangkan Airin menggeleng pelan.
"Gue samperin aja kali ya?" Rieke minta persetujuan pada kedua sahabat nya.
Thomas dan Airin mengangguk, mengiyakan ide Rieke.
Rieke pun melangkah menuju mobil Angga, untuk menjemput Diandra.
Mengetahui Rieke mendatangi nya, Diandra membuka kaca jendela mobil nya, "sorry ya Rie, kamu harus repot-repot nyamperin kesini," ucap Diandra tak enak hati.
__ADS_1
"Masih ngobrolin apa sih, bang Angga? Lama benar? Tadi Didi bilang, kalau cuma mau pamit?" Tanya Rieke dengan nada protes.
Angga membalas nya hanya dengan senyuman, suami dari Diandra itu tak mungkin juga menjelaskan kekhawatiran nya pada Rieke. Toh, dia juga belum menemukan bukti.
"Gimana kak? Didi masuk kelas sekarang ya? Tinggal lima menit lagi nih.." kembali Diandra merajuk.
"Baiklah," Angga akhir nya mengalah.
Diandra tersenyum, "nah gitu dong," ucap Diandra, sambil mencium punggung tangan sang suami dengan takdzim.
"Jaga diri mu baik-baik sayang," bisik Angga seraya mencium kening istri nya dengan cukup lama.
Rieke yang masih berada di sana, melengos.. dia tak ingin mengotori mata nya dengan melihat kemesraan pasangan tersebut. "Ada orang disini!" Protes nya dengan ketus.
Angga segera menjauhkan wajah nya dari wajah sang istri, dan kemudian tersenyum sambil membalas ucapan Rieke. "Aku pikir orang-orangan sawah.." Angga terkekeh pelan.
Diandra pun ikut tertawa, sedangkan Rieke menghentakkan kaki nya dengan kesal. "Mana ada coba, orang-orangan sawah secantik gue?!" Ketus Rieke dengan penuh percaya diri.
Angga semakin tergelak,, begitupun dengan Diandra, "udah ah,, ayo Rie kita ke kelas," Diandra segera turun dari Mobil, dan menggandeng sahabat nya itu untuk menuju ke kelas. Diandra berjalan sambil melambaikan tangan nya pada Angga, yang juga telah melajukan dengan pelan mobil sport milik nya meninggalkan area parkir kampus.
Melihat Rieke dan Diandra berjalan kearah mereka, Airin dan Thomas pun segera melangkah meninggalkan bangku panjang di taman parkiran tersebut.
"Thomas, Airin,, tunggu kami dong, Ah,, kalian enggak asyik," seru Rieke sambil terus melangkah bersama Diandra.
Dan di dalam mobil Seno, perdebatan sengit pun terjadi antara Seno dan kakak sepupu nya Vera.
Vera yang melihat mobil Angga telah menjauh, memaksa untuk turun. Sedangkan Seno menolak nya dengan keras, "mbak, ini bukan Plan A atau plan B seperti yang telah kita sepakati?!" Seru Seno menatap tajam Vera, yang hendak merebut central lock dan membuka pintu mobil yang masih terkunci.
Vera dikuasai rasa cemburu dan amarah, hingga tenaga nya begitu kuat dan Seno tidak berhasil mencegah Vera agar tidak turun dari dalam mobil nya.
Melihat Vera yang berlari kearah Diandra, Seno pun mengejar kakak sepupu nya yang tengah kesetanan itu. Dan saat jarak Vera sudah sangat dekat dengan Diandra, Seno berteriak, "Di,, awas!"
Diandra pun menoleh, dan sedetik kemudian menjerit, "Aa...!" Darah segar mengalir dan mengotori kedua tangan Seno.
__ADS_1