
Rombongan kendaraan yang membawa Papa Chandra beserta seluruh keluarga dan keluarga besan nya tengah melaju menuju kediaman calon mempelai wanita nya, kendaraan mereka berjalan beriringan membelah jalanan ibu kota yang senantiasa ramai dan padat seperti biasa nya.
Setelah menempuh jarak yang cukup panjang, sampailah iring-iringan itu di kawasan tempat tinggal dokter Hanna, kendaraan mereka berhenti tepat di halaman rumah megah milik dokter Hanna yang cukup luas dan dapat menampung semua kendaraan tamu nya sore ini.
Papa Chandra segera turun, yang diikuti oleh semua keluarga nya dan keluarga sang besan beserta sahabat-sahabat Diandra. Dengan langkah tegap dan penuh wibawa, papa Chandra memasuki kediaman dokter Hanna dengan di dampingi putri tercinta nya yang tengah hamil besar.
Kedatangan mereka disambut hangat oleh Thomas dan keluarga nya yang lain, "silahkan masuk pa," ucap Thomas yang menyambut papa Chandra tepat di depan pintu utama kediaman nya.
Papa Chandra tersenyum dan menepuk pundak Thomas penuh perhatian, dan kemudian melangkah masuk ke ruang tamu yang telah di persiapkan untuk acara akad nikah nanti.
"Selamat datang adik cantik ku," lirih Thomas menggoda Diandra dan mengiringi langkah bumil itu, masuk ke dalam mengikuti sang papa.
Angga yang berjalan di samping sang istri, dapat mendengar perkataan Thomas dan suami dari Diandra itu melirik tajam kearah Thomas.
Thomas menanggapi nya dengan tersenyum, "Didi kan adik gue bang,, masak iya abang cemburu sama Thomas," bisik Thomas seraya terkekeh, sahabat Diandra yang pernah menaruh hati sama istri Angga itu sekarang berani menggoda Angga, karena status diri nya dan Diandra yang sebentar lagi menjadi saudara.
"Ck,," Angga hanya berdecak dan sedikit kesal dengan ulah Thomas, meski suami Diandra itu tahu kalau sebentar lagi Thomas dan istri nya resmi menjadi saudara.. tapi tetap saja, perasaan tidak nyaman itu masih ada. Angga tidak rela, istri nya di puji oleh orang lain.
Aditya yang berjalan di belakang Angga dan Diandra bersama sang tunangan, hanya bisa geleng-geleng kepala menyaksikan sahabat sekaligus saudara angkat nya itu.
Diandra duduk di belakang sang papa, dan suami ganteng nya yang posesif duduk merapat di samping nya. Opa Win dan bu Rahma duduk di samping cucu nya.
Rombongan yang lain pun segera menempatkan diri, karena pak penghulu juga nampak telah hadir.
Setelah berbasa-basi sebentar antar dua keluarga beserta pak penghulu, dokter Hanna dengan di dampingi kedua putra nya, Thomas dan Robert terlihat keluar menuju ruang tamu.
Dokter Hanna nampak sangat cantik dan anggun, dengan balutan kebaya modern lengkap dengan hijab warna senada yang menutupi kepala nya. Dengan hiasan head piece sederhana namun cantik, semakin membuat dokter spesialis itu terlihat anggun dan mempesona.
Tak henti papa Chandra melirik kearah wanita cantik yang duduk di samping nya itu, dokter spesialis yang cerdas dan baik hati,, yang berhasil mencairkan hati nya yang sempat membeku, karena rasa sakit hati pada istri kedua papa Chandra yang perilaku nya menyimpang.
Merasa terus diperhatikan, dokter Hanna tertunduk malu.
__ADS_1
Tangan papa Chandra berkeringat, dan dada nya berdebar kencang. Meski telah menikah dua kali.. tetap saja papa Chandra merasa sedikit grogi menghadapi pernikahan nya kali ini.
Suara MC yang membuka acara membuat debaran di dada papa Chandra semakin kencang, tak henti papa Chandra menarik nafas panjang dan menghembuskan nya kuat-kuat untuk mengurai kegugupan nya.
Satu demi satu acara berlangsung dengan khidmat, hingga tiba giliran pak penghulu untuk menikah kan papa Chandra dan dokter Hanna.
Setelah pak penghulu mengucapkan ijab, tiba giliran papa Chandra mengucapkan qabul. Dengan suara tegas dan berwibawa, papa Chandra berhasil mengucapkan qabul dengan sempurna.
Kedua saksi dari dua keluarga mengesahkan, yang dibarengi dengan seluruh anggota keluarga dari papa Chandra dan dokter Hanna yang sore itu ikut menyaksikan prosesi akad nikah antara orang tua Diandra dan Thomas itu.
Senyum bahagia merekah di bibir pasangan yang baru saja mengikrarkan akad suci itu, Diandra dan kedua putra Dokter Hanna pun tak kalah bahagia menyaksikan kebahagiaan orang tua mereka.
Acara demi acara berlanjut, dan diakhiri dengan do'a yang diaminkan oleh semua yang hadir di sana.
Setelah acara jamuan makan-makan, rombongan keluarga papa Chandra pun pamit pulang ke kediaman keluarga Winata untuk mempersiapkan acara resepsi nanti malam.
Sedangkan papa Chandra masih tertinggal di kediaman istri baru nya, dan rencana akan pulang ke kediaman nya bakda maghrib nanti bersama rombongan keluarga sang istri.
Setiba nya di rumah, Diandra langsung menuju kamar nya dan merebahkan diri di atas pembaringan. Rasa lelah dan kantuk, tiba-tiba saja menyerang nya.
Diandra hanya bergumam, "emmm,," dengan mata masih terpejam.
"Mana nya yang sakit yang? Kita ke dokter ya?" Angga semakin panik.
Dengan malas, akhir nya Diandra membuka mata nya, "Didi cuma ngantuk kak," jawab nya sambil cemberut.
Angga merasa lega, dan tersenyum. "Maaf, aku pikir ada yang sakit," ucap Angga dengan lembut, seraya mengusap perut sang istri yang semakin membuncit dan kemudian mencium perut Diandra dengan penuh perasaan. "Hai baby,, jangan bikin bunda sakit ya," bisik Angga pada di baby yang bersembunyi di dalam perut Diandra, dan si baby merespon perkataan sang ayah dengan tendangan kecil nya di perut sang bunda.
"Baby,, kamu mendengar perkataan ayah?" Tanya Angga dengan binar bahagia, tatkala tangan nya merasakan tendangan kecil itu. Tawa Angga terdengar renyah, dengan hati yang membuncah bahagia.
Diandra ikut tersenyum, dan rasa kantuk yang menyerang nya menghilang seketika. Berganti dengan rasa haru, yang menyelimuti hati nya. Sebagai calon ibu, Diandra merasa sangat bahagia,,, karena perhatian-perhatian kecil, yang selalu ditunjukkan oleh sang suami kepada nya.
__ADS_1
Angga pun ikut merebahkan diri di samping sang istri, dan mereka berdua menghabiskan sore dengan obrolan ringan dan hangat ala calon ayah dan calon bunda yang sudah tak sabar menanti kehadiran si baby di keluarga kecil mereka.
Suara kumandang adzan maghrib terdengar, dari Masjid yang berada di ujung jalan.
Angga bersama sang istri segera bangkit, untuk menunaikan kewajiban nya sebagai umat Muslim untuk beribadah kepada Sang Pencipta.
Usai sholat maghrib, Angga dan Diandra segera bersiap untuk acara penyambutan keluarga mama baru nya dan dilanjutkan acara resepsi di taman belakang kediaman Winata.
Ketika Diandra dan sang suami tiba di ruang keluarga, semua nampak telah berkumpul di sana.
Tak berapa lama, terdengar iringan deru mesin kendaraan memasuki halaman kediaman keluarga Winata. Dan semua berhambur keluar untuk menyambut kedatangan papa Chandra beserta sang istri dan keluarga besar dokter Hanna.
Mereka kemudian berkumpul di ruang keluarga yang luas, yang memang sudah di persiapkan untuk menjamu keluarga dokter Hanna.
Obrolan hangat mengalir diantara dua keluarga besar, ditambah keluarga dari Angga dan sahabat-sahabat Diandra dan Thomas. Mereka ngobrol sambil menikmati makanan ringan dan minuman hangat, yang sudah di persiapkan oleh bu Rahma dengan dibantu mama Dewi.
Hingga tak terasa waktu untuk acara resepsi telah tiba, dan tamu undangan mulai berdatangan.
Semua keluarga pun ikut ke taman belakang, dimana pesta kebun malam ini di gelar.
Aneka lampu warna warni menghiasai taman belakang kediaman Winata yang luas, membuat taman tersebut terlihat sangat indah dan terasa romantis.
Tamu-tamu terus berdatangan untuk memberikan ucapan selamat kepada papa Chandra dan dokter Hanna, hingga malam semakin larut dan sebagian tamu sudah mulai berpamitan pulang ke rumah masing-masing.
Di salah satu bangku taman, Diandra tiba-tiba memejamkan mata nya.. calon ibu muda itu merasakan, seperti ada yang mengalir di pangkal paha nya.
\=\=\=\=\=
Di akhir cerita nanti akan ada give away ya.. 🥰
Yuk, berikan dukungan sebanyak-banyak nya untuk Didi dan Angga 😇
__ADS_1
kembang boleh.. 😍 kopi juga gak nolak.. 🤭
Salam hangat penuh cinta,, 🤗😘😘