
Sore hari, Diandra dengan dibantu mama Dewi dan bu Rahma telah mengemasi barang-barang nya. Rencana mereka akan pulang bakda maghrib nanti, karena Angga masih harus menunggu visit dari dokter untuk yang terakhir kali.
Papa Chandra dan opa Win juga telah berada di sana, untuk ikut mengantar Diandra dan Angga pulang ke apartemen.
Shinta dan sang suami, serta Raka,,, juga sudah berkumpul di sana, untuk menjemput adik bungsu nya dan mengantar nya kembali ke apartemen Angga.
Hanya Aditya yang belum kelihatan, karena dia masih harus menunggu customer Angga dari salah satu perusahaan rekan opa Win yang akan mengambil beberapa unit mobil di showroom milik Angga.
Ya, selama Angga koma, Aditya lah yang kembali menghandle showroom Angga.
Tepat menjelang maghrib, Aditya baru tiba di ruang perawatan sahabat nya itu.
Dan setelah semua melaksanakan ibadah sholat maghrib, Angga beserta sang istri dan seluruh keluarga nya meninggalkan rumah sakit Medika.. tempat Angga dirawat selama dua bulan lebih.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, sampailah mereka di apartemen Angga.
Karena hari sudah malam dan Angga pun butuh istirahat, papa Chandra dan opa Win langsung pamit pulang.
Begitupun dengan Shinta dan Rama, sang suami.. mereka berdua pun pamit pulang, dengan alasan karena si kecil di tinggal di rumah dan hanya berdua dengan pengasuh nya.
Sedangkan mama Dewi dan bu Rahma, karena tak ingin mengganggu keromantisan pasangan yang sedang melepas rindu itu, beliau berdua memutuskan untuk menginap di apartemen Aditya... sebelum esok hari, terbang dan pulang ke Bali.
Sebenar nya opa Win telah menyarankan kepada Angga dan Diandra, agar untuk sementara waktu pulang ke rumah keluarga Diandra,,, agar mama Dewi dan bu Rahma juga bisa menginap di sana, mengingat di kediaman keluarga Winata terdapat banyak kamar. Namun Angga menolak nya, tentu saja dengan alasan karena dia tak ingin di ganggu.
__ADS_1
Mengetahui mama nya menginap di apartemen Aditya, Raka pun ikut menginap di sana meski harus rela tidur di sofa ruang keluarga.. pasal nya unit apartemen Aditya hanya memiliki tiga kamar, sama persis dengan unit milik Angga.
Raka ingin membangun kembali komunikasi dengan sang mama, yang sempat putus karena ulah nya sendiri. Dan sang mama yang memang berhati lembut itu, sangat mendukung niat baik sang putra.
Shinta, sang kakak pertama yang baru saja pamit untuk pulang ke rumah nya, pun ikut senang melihat perubahan adik nya itu. Dan berharap ke depan nya, keluarga Atmaja dapat hidup rukun dan berdampingan hingga maut memisahkan.
Masa lalu Raka, cukup lah di jadi kan sebagai sebuah pelajaran yang sangat berharga,, tak perlu ada dendam, dan tak perlu pula mengulik cerita kelam tersebut. Semua nya sepakat untuk menutup kisah Raka dan Vera, dan membuka lembaran baru serta menuliskan cerita indah di sana.
Di kamar utama, Angga tengah duduk di sofa sambil nonton televisi. Tak lama kemudian Diandra datang dengan membawa teh hangat dan camilan di toples, "kak, Didi bikin teh hangat buat kakak," ucap nya seraya meletakkan teh hangat tersebut di atas meja, dia kemudian duduk di samping suami ganteng nya itu.
"Iya, makasih," balas Angga menatap mesra sang istri, dan langsung mengambil teh tersebut kemudian meminum nya. "Manis yang, seperti kamu," ucap nya mulai merayu.
Diandra tersenyum, "sejak kapan suami Didi pandai menggombal?" Tanya Diandra seraya mengerutkan kening, sedangkan tangan dan mulut nya tak berhenti bekerja dan mengunyah kacang kulit yang toples nya berada di pangkuan nya.
"Ah,, Didi masih pengin ngemil kak,," rajuk Diandra seraya mengerucutkan bibir.
"Ngemiliki aku aja ya yang,,," Angga mulai menggoda istri nya.
Karena memang karakter Diandra yang senang menggoda sang suami, di tambah dengan meningkat nya hormon estrogen karena kehamilan nya ini.. menjadi kan gairah seksual Diandra meningkat drastis, dan tanpa malu-malu Diandra langsung naik ke pangkuan sang suami dan menghujani wajah ganteng suami nya itu dengan ciuman basah.
Angga yang memang sudah menahan keinginan nya untuk dapat menyatu dengan sang istri semenjak masih berada di rumah sakit, langsung saja menyambut baik apa yang dilakukan sang istri kepada nya.
Suami dewasa Diandra itu pun menyalurkan kerinduan nya, dengan memberikan kecupan kecupan kecil di setiap inci wajah cantik nan putih bersih milik sang istri.
__ADS_1
Puas menciumi wajah istri nya, Angga menjauhkan sedikit wajah nya, "are you ready baby?" Tanya Angga dengan tatapan berkabut.
Diandra mengangguk, dan jari lentik nya mulai menjelajah kemana-mana. Meraba dada bidang sang suami yang ditumbuhi bulu-bulu halus, dan memilin-milin biji coklat milik sang suami. "Tapi kata papa harus pelan-pelan kak," bisik Diandra di telinga sang suami.
"Tentu sayang, aku mengerti.. dan aku dalam keadaan sadar sekarang. Kecuali, jika ternyata kamu telah mencampurkan sesuatu kedalam teh hangat ku tadi," balas Angga seraya tersenyum sambil menaikkan kedua alis nya.
Diandra hanya menggeleng,, dan kemudian mendekatkan wajah nya kembali, "kak, baby kangen sama ayah nya," bisik nya dengan menempelkan dahi nya ke dahi sang suami.
Angga tersenyum senang, suami Diandra itu selalu senang dengan perlakuan sang istri kepada nya. Diandra yang agresif dan selalu menggoda nya.. "kayak nya bukan cuma baby yang kangen sama ayah nya Di.. kamu juga kangen kan sama suami ganteng mu yang penuh pesona ini," balas Angga seraya melabuhkan kecupan ringan di bibir sang istri.
Kembali Angga menjauhkan sedikit wajah nya, dan menatap netra kecoklatan milik sang istri dengan penuh cinta.
Dan sejurus kemudian, Angga kembali mencium bibir sang istri dengan ciuman yang hangat dan dalam. Satu tangan nya memeluk pinggang sang istri, dan tangan nya yang lain memegang tengkuk Diandra dan menekan nya untuk memperdalam ciuman tersebut. Semakin dalam dan semakin menuntut..
Angga kemudian melepaskan ciuman nya, dengan segera membopong tubuh sang istri dan membaringkan nya ke atas tempat tidur. Angga mengganti lampu utama dengan lampu tidur, dan kemudian segera menyusul istri cantik nya itu masuk kedalam selimut yang sama.
Dan malam ini, kedua insan itu menikmati penyatuan nya sebagai sepasang suami istri secara utuh.. dan tanpa pengaruh obat apapun, seperti pada malam pertama mereka. Angga memperlakukan istri nya dengan sangat lembut, hingga Diandra dibuat terbuai dengan sentuhan suami nya itu... dan kedua nya bersama-sama terbang menuju puncak nirwana.
Setelah berhasil mencapai pelepasan nya, beberapa saat kemudian Angga menjatuhkan tubuh nya di samping sang istri dan berbisik,, "terimakasih sayang,,, terimakasih karena telah sabar menanti ku selama ini." Angga memberikan kecupan hangat di kening istri nya, dan kemudian membawa tubuh istri nya itu kedalam hangat dekapan nya.
"Makasih juga, karena kak Angga akhir nya bisa menerima dan mencintai Didi. Hingga penantian Didi tidak lah sia-sia," balas Diandra lirih dan kemudian memejamkan mata nya.
Kedua nya pun tidur dengan saling memeluk dan dibawah selimut yang sama,,,
__ADS_1