Akhir Sebuah Penantian

Akhir Sebuah Penantian
Aku Suami Yang Jahat Kan?


__ADS_3

Entah berapa kali Angga mengalami pelepasan, kini dia terkulai lemas di samping sang istri dan Angga pun tertidur menyusul Diandra yang telah terlebih dahulu memejamkan mata.


Hanya beberapa jam mereka berdua tidur, Diandra terbangun di pagi hari dengan merasakan sakit di sekujur tubuh nya. Dan saat dia menggeser tubuh nya hendak beranjak, dia menjerit kecil hingga membangunkan sang suami yang tidur sambil memeluk nya dengan posesif.


"Ada apa Di?" Angga bertanya dan mencoba mengingat-ingat kejadian semalam.


"Enggak apa-apa kak, hanya sedikit nyeri," ucap Diandra sambil meringis menahan sakit dan mencoba untuk duduk dengan benar.


"Jangan bergerak sayang, tetap lah berbaring,, biar aku yang akan membersihkan tubuh mu," titah Angga sambil beranjak dari tempat tidur nya.


"Didi mau pipis kak, mau mandi juga,, rasa nya tak enak, badan Didi lengket semua," balas Diandra kekeuh ingin bangun sendiri.


"Aku yang akan membopongmu ke kamar mandi," ucap Angga yang masih polos, mendekat kearah istri nya dari sisi ranjang yang lain.


Angga segera menyingkap selimut yang masih membalut tubuh istri nya, dan betapa terkejut nya dia tatkala mendapati sekujur tubuh sang istri penuh tanda merah yang di buat nya semalam.


Bukan hanya itu, noda darah yang sangat banyak di sprei juga membuktikan betapa liar nya permainan dia.


"Kak, Didi malu," ucap Diandra sambil berusaha menutupi area sensitif nya.


"Yang, apa aku udah menyakitimu semalam? Pasti sakit kan Di,,, buka Di, biar kan aku melihat nya," pinta Angga dengan panik, dan perlahan Angga membuka kedua paha istri nya untuk meneliti milik istri nya.


Dan benar saja, milik istri nya itu sedikit bengkak dan berwarna kemerahan. "Apakah sakit sekali yang,,, maaf, aku telah menyakitimu. Maaf kan aku sayang,,, maaf," berkali-kali Angga mengulang kata maaf, dan terlihat sangat menyesal.


Dia peluk erat tubuh sang istri dan mendekap nya di dada, "harus nya nanti malam adalah malam pertama kita sayang, dan harus nya aku melakukan nya dengan lembut.. tidak dengan cara memaksa dan menyakitimu seperti ini," Angga menangis menyesali perbuatan nya.


Diandra mencoba melepas kan pelukan suami nya, dan mendongakkan wajah nya menatap sang suami. Dia hapus bulir bening yang membasahi pipi sang suami yang mulai ditumbuhi bulu-bulu kasar, "kakak tidak menyakiti Didi tapi kakak memberikan hak Didi sebagai istri. Didi menikmati nya,,, menikmati setiap sentuhan kakak, kata-kata cinta yang manis dari kakak. Dan Didi benar-benar merasa dicintai oleh kakak," balas Diandra seraya tersenyum manis, mencoba menenangkan suami nya agar tidak menyesali kejadian semalam.


Angga berjongkok,,, "kamu bohong sayang, kamu pasti berbohong. Kamu hanya ingin membuat agar aku tidak menyesal kan? Iya kan sayang,,, karena nyata nya aku telah memperkosa mu Di, aku suami yang jahat kan Di?!" Angga masih menangis, sambil mengusap lembut milik istri nya.

__ADS_1


"Kak, jangan di sentuh," wajah Diandra merona merah, "Didi kebelet pipis kak," ucap nya mengulang keinginan nya tadi.


Angga kemudian membopong tubuh polos istri nya dan membawa nya ke kamar mandi, dengan penuh kelembutan Angga memandikan istri nya.


Tak berapa lama, kembali Angga membopong tubuh istri nya yang telah terbungkus handuk keluar dari kamar mandi dan mendudukkan nya di sofa. "Tunggu disini yang, biar aku ambilkan baju untuk mu," titah nya pada sang istri.


Angga segera berganti pakaian, kemudian menyiapkan pakaian untuk istri nya dan dengan telaten Angga memakai kan nya.


"Harus nya kakak enggak perlu seperti ini, Didi kan enggak lagi sakit.. Didi bisa sendiri kak," protes Diandra pada sang suami yang kini tengah mengeringkan rambut nya dengan handuk kecil, dan kemudian menyisir rambut nya.


Angga tak menanggapi nya, pikiran nya masih mengingat kejadian semalam dan itu membuat Angga sangat kecewa pada diri nya sendiri. Dia tidak bisa menjadi suami yang baik, suami yang mendatangi istri nya dengan penuh kasih dan bukan karena nafsu birahi.


Angga benar-benar menyesal, dan dalam hati dia sangat marah pada orang yang telah merusak rencana manis nya. Ya, Angga saat ini sangat marah pada Renny.


"Tunggu di sini yang, aku ambilkan sesuatu," ucap Angga sambil berlalu meninggalkan istri nya seorang diri di dalam kamar.


Diandra memaksakan diri untuk dapat berdiri dengan benar, "rasa nya perih sekali,," lirih nya sambil meringis, dan dengan tertatih mencoba berjalan untuk keluar dari kamar nya.


Tapi baru membuka pintu, Angga telah berada di sana dan bersiap untuk masuk. "Kamu mau kemana Di? Aku bawakan susu dan roti untuk mu,,," Angga segera meletakkan susu dan roti untuk istri nya di atas meja, dan segera kembali menghampiri sang istri dan membopong nya ke tempat semula.


"Kalau belum bisa jalan jangan di paksain yang, nanti tambah sakit," ucap nya dengan khawatir.


"Didi cuma mau nyusul kakak,, cuma sakit dikit kok, kalau sering dipakai untuk jalan juga pasti akan terbiasa," balas Diandra menyembunyikan rasa sakit nya agar suami nya tidak khawatir.


"Makan lah Di,, dan habiskan susu nya," titah Angga seraya berlalu hendak keluar dari kamar.


"Kakak mau kemana?" Tanya Diandra.


"Ini semua gara-gara wanita penggoda itu! Aku harus membuat perhitungan dengan nya,," ucap Angga dengan geram, tangan nya mengepal dan wajah nya terlihat sangat marah.

__ADS_1


"Kamu tetap lah di sini sayang, dan jangan kemana-mana sebelum aku pulang," titah nya sambil berjalan kembali kearah istri nya, dan mencium kening Diandra sekilas.


"Kakak jangan pergi,,," Diandra merajuk, dan memegang erat tangan suami nya.


"Hanya sebentar sayang, aku pasti kembali. Aku mencintaimu Di,, sangat mencintaimu. Dan ingat lah itu, apapun yang terjadi,, aku tetap mencintaimu sayang," ucap Angga memeluk tubuh istri nya dan mencium lembut bibir sang istri.


Kemudian dia segera berlalu meninggalkan kamar nya, tanpa dapat di cegah lagi oleh Diandra.


"Bang Ditya,, aku harus minta tolong sama bang Ditya." Diandra berjalan tertatih mencari ponsel nya, dan setelah ketemu dia segera melakukan panggilan ke nomor Aditya.


"Halo bang Ditya, tolong Didi bang,,"


"Ada apa Di? Aku ke sana sekarang,," ucap Aditya memotong pembicaraan Diandra yang belum selesai.


Diandra segera berjalan untuk keluar dari kamar dengan langkah sedikit di percepat, rasa ngilu dan perih di **** ********** nya dia abaikan.


"Di, kamu di mana?" Terdengar suara Aditya yang telah menerobos masuk, tepat di ruang keluarga mereka bertemu.


"Bang, kak Angga pergi bang dan dia dalam keadaan marah.. susul dia bang, Didi takut terjadi sesuatu pada kak Angga," ucap Diandra dengan panik.


"Dia marah? Marah sama siapa Di?" Tanya Aditya ikut panik.


"Mbak Renny bang,, kak Angga mau buat perhitungan sama mbak Renny, cepat bang Ditya susul kak Angga sekarang!" Titah Diandra dengan tidak sabar.


"Oke Di," ucap Aditya segera berlari keluar dari unit Angga.


Aditya kembali ke unit nya untuk mengambil kunci mobil dengan tergesa-gesa, dan kembali dia berlari menuju mobil nya yang terparkir di basemen. "Ah sial,,, mobil sport Angga masih di tempat semalam, pasti Angga pakai mobil yang satu nya dan rem mobil itu belum sempat dibenerin." Aditya semakin panik dan segera melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi.


Aditya menyetir sambil mencoba menghubungi nomor Angga, tapi panggilan nya tidak di angkat... dan tepat di perempatan lampu merah di depan, Aditya melihat ada kemacetan padahal traffic light sedang menyala hijau.

__ADS_1


__ADS_2