
Sore hari di tempat lain,,, di dalam kamar, Renny yang sudah mendapatkan salinan daftar manifes penumpang kecelakaan pesawat delapan belas tahun silam dengan rute penerbangan dari Bali menuju Jakarta, tertawa puas melihat keberhasilan diri nya dalam menggagalkan rencana opa dan papa nya untuk menyelidiki kemungkinan keberadaan putri kandung papa Chandra.
Salinan daftar manifes penumpang kecelakaan pesawat tersebut sudah di edit atas bantuan teman Renny yang berdomisili di Bali dan ada nama Diana di sana. Renny tak henti bersorak kegirangan karena dialah yang akan menjadi satu-satu nya pewaris keluarga Winata setelah adik nya meninggal dalam sebuah kecelakaan tunggal.
Di saat Renny tengah sibuk dengan kertas putih di tangan nya, tiba-tiba terdengar ponsel nya bergetar di atas nakas. Buru- buru Renny mengambil nya, dan terlihat nama Jeffry di layar ponsel nya.
Renny segera menggeser tombol hijau di layar ponsel nya dan mendekatkan ponsel ke telinga kiri nya.
"Haloo Renny sayang,,"" sapa Jeffry dari seberang sana.
"Hallo Jeff,, makasih ya, aku puas banget dengan hasil kerja mu," ucap Renny dengan tersenyum lebar.
"Baguslah kalau kamu suka, tapi itu tidak gratis sayang.. aku minta imbalan ku," tagih Jeffry pada Renny.
"Jangan khawatir, aku akan segera men transfer nya," ucap Renny
"Tidak sayang, imbalan yang aku mau bukan uang" tolak Jeffry dengan tegas.
Renny mengerutkan kening nya dan sejenak berpikir,, "lantas kalau bukan uang?" Tanya Renny mulai khawatir.
*Aku di Jakarta sekarang, aku tunggu malam ini di hotel XX, " jawab Jeffry penuh penekanan.
"Apa?!" Renny terkejut, "apa mau mu Jeff, kamu jangan macam-macam ya!" Seru Renny begitu terkejut.
__ADS_1
"Kenapa sayang?? Jangan sok alim Ren,, aku tahu persis pergaulan mu seperti apa?! Bahkan kamu sudah mengenal free **** sejak masih sekolah,,," balas Jeffry dengan santai.
Renny bergidik ngeri, membayangkan diri nya kencan semalam dengan seorang Gigolo berkelas seperti Jeffry. Meski dia sudah sering melakukan hubungan free **** dengan pacar- pacar nya, namun mereka semua amatiran. Lantas bagaimana dengan Jeffry, yang seorang professional?! Sanggupkah diri nya?! Begitulah yang Renny pikir kan saat ini.
"Sayang,, kenapa diam?" Tanya Jeffry dari seberang, setelah beberapa saat menunggu namun tak kunjung ada jawaban. "Jauh-jauh aku terbang dari Bali hanya untuk kamu loh Ren..." lanjut nya menegaskan.
"Jeff, kamu bisa memesan berapapun wanita malam yang kamu mau, dan aku yang akan membayar nya," tawar Renny dengan suara bergetar, karena rasa takut.
"Hei,, kamu ini bicara apa sayang... aku enggak mau membayar wanita yang sudah ku buat mendesah keenakan, justru mereka yang akan membayar ku..." tolak Jeffry tegas, "aku hanya mau kamu yang melayaniku malam ini, tiga puluh menit lagi aku sampai di hotel. Jangan sampai kamu tidak datang, kamu tahu kan apa yang bisa aku lakukan sayang?!" Ancam Jeffry seraya terkekeh.
"Kamu sudah gila Jeff!" Seru Renny yang merasa dirinya di manfaatkan.
"Kamu juga gila kan sayang? Kamu menggilai sesuatu yang bukan hak kamu,," balas Jeffry dengan santai. "Oke sayang, aku tunggu kedatangan mu," Jeffry langsung menutup telpon nya secara sepihak.
Renny bimbang, dia bingung harus menuruti keinginan Jeffry atau rahasia nya akan terbongkar.. dengan konsekwensi jika benar Diandra adalah putri kandung papa Chandra, maka dia harus rela jika nanti nya tidak akan mendapatkan warisan apapun dari keluarga Winata yang selama ini telah memfasilitasi diri nya dan juga sang mama dengan segala kemewahan.
Sepuluh menit berlalu,, Renny masih belum bisa mengambil keputusan, hingga terdengar notifikasi pesan masuk dari ponsel nya.
Dengan segera Renny membuka ponsel yang sedari tadi masih berada dalam genggaman tangan nya, "Jeffry,," lirih nya. Renny segera membaca pesan yang dikirim oleh Jeffry,, "aku tunggu dirimu, sayang,,,"
Renny melempar ponsel nya keatas tempat tidur, dengan menghentakkan kaki dia melangkah menuju kamar mandi untuk bersih-bersih. Tak berapa lama, Renny sudah keluar dari kamar mandi dan segera berganti pakaian.
Renny hanya menyisir rambut nya asal, dan mengoles bibir nya dengan pelembab bibir. Sedangkan wajah cantik nya, yang biasanya dia poles dengan berbagai alat kecantikan kini dia biarkan polos begitu saja.
__ADS_1
"Hanya ada opa di rumah, aku pamit enggak ya?" Gumam Renny sambil mematut diri di cermin, "nanti malam saja lah aku telpon," lanjut nya.
Renny mengambil ponsel nya dan memasukkan nya kedalam tas kecil, dengan bergegas dia melangkah keluar dari kamar nya dan segera menuruni anak tangga. Renny berlari kecil menuju pintu keluar, dan di saat yang bersamaan sang mama dan papa nya juga baru saja pulang.
"Mau kemana Ren?" Tanya sang mama yang melihat putri nya sudah rapi dengan tas kecil terselempang di pundak nya.
"Ma, Renny ada tugas kelompok.. dan kita Mau ngerjain nya di rumah Santi." Pamit Renny sedikit gugup, dia belum mempersiapkan alasan sebelum nya.
"Hm,," sang mama mengangguk-angguk, "jangan terlalu malam pulang nya ya?" Pinta sang mama.
"Oke ma,," Renny segera mencium pipi mama nya dan juga papa nya, dan dengan buru-buru berjalan menuju mobil nya yang terparkir di garasi.
Papa Chandra dan mama nya hanya geleng-geleng kepala, "harus nya mama sedikit lebih tegas sama Renny, dia kan perempuan ma? Enggak baik anak perempuan malam-malam masih di luar," tegur papa Chandra pada istri nya, janda dua anak yang dinikahi nya sepuluh tahun lalu.
"Papa itu kolot,, biarkan saja Renny bergaul bersama teman-teman nya pa, lagian dia kan bilang kalau mau belajar kelompok! Enggak ada yang perlu di khawatirkan pa,, oh, atau jangan-jangan karena dia hanya anak tiri mu maka nya kamu enggak sayang sama Renny pa?!" Ucap istri papa Chandra dengan emosi, dan langsung berjalan cepat masuk kedalam rumah meninggal kan papa Chandra seorang diri.
Papa Chandra mendesah kasar,, "selalu saja bicara nya seperti itu, aku hanya enggak ingin anak itu terlalu di manja dan dibebaskan pergaulan nya. Aku takut Renny akan salah jalan... apakah itu salah? Serba salah jadi ayah tiri, padahal aku sama sekali tak menganggap Renny sebagai anak tiri ku,," gumam papa Chandra sendu.
Sementara di lobi hotel XX, seorang pemuda berwajah blasteran dan terlihat macho dengan bulu-bulu halus memenuhi wajah nya serta bentuk rahang nya yang kokoh.. nampak berdiri sambil bersedekap menunggu kehadiran seseorang.
Setelah menunggu cukup lama, seorang gadis yang di tunggu nampak berjalan dengan tergesa-gesa menghampiri nya. "Kamu terlambat sayang,,," ucap nya sambil mencium pipi gadis itu sekilas.
"Hanya lima menit Jeff,, kamu tahu kan Jakarta macet nya seperti apa?!" Protes gadis itu yang ternyata adalah Renny.
__ADS_1
"Dengan lima menit aku bisa membuat mu mendesah dengan foreplay ku sayang,," lirih Jeffry di telinga Renny, sambil menyeret pelan lengan gadis yang telah di tunggu nya itu dengan tidak sabar menuju lift yang akan membawa nya menuju kamar yang telah dia pesan sebelum nya.