Akhir Sebuah Penantian

Akhir Sebuah Penantian
Pesan dari Opa Win


__ADS_3

Renny sengaja pulang cepat, agar dia bisa mencari celah untuk menjalankan rencana nya. Sesampai nya di rumah, dia tak mendapati sang mama. "Kemana mama pergi ya?" Gumam nya dalam hati, "apa mama kencan lagi sama Jeffry? Ah.. bodo amat, gue harus ketemu opa sekarang."


Renny berjalan cepat menuju kamar sang opa, dengan pelan dia mengetuk pintu kamar opa nya. "Opa,, ini Renny opa,,, apa opa lagi tidur?" Renny memanggil manggil sang opa.


"Masuklah nak," terdengar lirih suara dari dalam.


Renny kemudian membuka pintu kamar sang opa, dan masuk kedalam, "opa sudah benar-benar sehat?" Tanya Renny sambil duduk di tepi ranjang.


Opa kemudian bangun dan duduk sambil bersandar pada kepala ranjang, "opa sudah sehat nak,, tadi habis makan siang opa minum obat, dan mungkin karena pengaruh obat opa jadi ngantuk. Opa tidur lama ternyata,,, tahu-tahu sudah jam dua," balas opa Win seraya tersenyum. "Kok kamu sudah pulang?" Opa Win balik bertanya pada cucu nya.


"Iya opa, Renny khawatir sama opa." Balas Renny mencari simpati opa nya.


Opa Win tersenyum bahagia, "sini peluk opa nak," pinta opa Win sambil merentangkan kedua tangan nya.


Renny pun menghambur memeluk opa nya.


"Oh ya opa, nanti sore opa sama papa mau ketemu bang Angga ya? Jam berapa opa? Renny boleh ikut?" Tanya Renny memancing, setelah beberapa saat melepaskan pelukan nya.


"Tadi papa mu telpon, katanya bakda maghrib baru bisa menemani opa. Kamu di rumah saja ya, kasihan mama kamu sendirian," tolak opa Win dengan halus.


Renny mengangguk dan tersenyum.


"Opa mau ke kamar mandi dulu," ucap opa Win seraya beranjak.


"Renny bantuin ya opa," ucap Renny hendak memapah sang opa.


"Tidak perlu Ren,, opa sudah sehat, lihatlah opa bisa berjalan dengan tegak bukan?" Balas sang opa seraya terkekeh.


"Baiklah Renny tunggu opa di sini," ucap Renny sambil duduk di sofa minimalis di sudut kamar sang opa.


Opa Win segera berjalan menuju kamar mandi dan menutup pintu nya.


Begitu pintu kamar mandi telah tertutup, Renny langsung memulai aksi nya. Dia mengedarkan pandangan nya menyisir seisi ruangan sang opa, dia nampak mencari-cari sesuatu. Dan begitu menemukan benda yang dia cari, Renny langsung mengambil nya dan berkutat dengan benda tersebut.


Tak berapa lama, Renny segera mengembalikan benda tersebut ke tempat nya semula dan dia kembali duduk manis di sofa sambil menyalakan televisi.


Setelah beberapa lama di kamar mandi, opa Win pun keluar dan langsung ikut duduk di samping sang cucu. "Bagaimana kuliah kamu nak?" Tanya opa Win penuh perhatian.


"Lancar opa,,, opa kan tahu, otak Renny encer," balas nya dengan sombong.


Opa Win tersenyum, "meskipun kamu memiliki otak encer, kamu harus tetap belajar dan bersungguh-sungguh.. karena orang cerdas tetap akan kalah dengan orang yang rajin dan tekun," ucap opa Win menasehati sang cucu.

__ADS_1


Dan mereka pun terus melanjutkan obrolan hingga mata hari mulai condong ke ufuk barat.


°°°°°


Di kafe & resto milik Aditya, sepasang suami istri tengah menikmati senja sambil minum kopi kegemaran mereka. Aditya yang biasa nya menemani mereka berdua, kini sengaja menyibukkan diri di ruangan nya yang sederhana. Dia tak ingin mengganggu momen istimewa sahabat dan istri nya itu, yang tengah membicarakan tentang bulan madu mereka.


"Yang,, apa kamu mau tahu tempat-tempat yang akan kita kunjungi besok?" Tanya Angga seraya mengambil ponsel nya dari dalam saku, dan kemudian membuka layar ponsel nya hendak menunjukkan foto-foto tempat liburan yang akan mereka kunjungi selama seminggu ke depan.


"Opa Win ngirim pesan?" Angga mengernyit.


"Ada apa kak?" Tanya Diandra penasaran.


"Ini, sedari tadi kan aku enggak lihat ponsel.. ternyata opa Win ngirim pesan," balas Angga masih mengerutkan dahi nya.


"Buka aja kak, kali aja penting?"


"Tapi enggak biasa nya opa Win ngirim pesan, biasa nya beliau akan langsung telpon," ucap Angga masih merasa janggal.


Angga kemudian membuka pesan yang dikirim opa Win kepada nya. "Angga, opa tunggu nanti malam jam tujuh di cafe hotel XX. Ada beberapa kendaraan di kantor opa yang butuh peremajaan, dan kita harus membicarakan nya."


"Gimana menurut kamu Di,, apa aku harus ke sana? Besok kan penerbangan kita pagi-pagi sekali yang?" Tanya Angga bimbang.


"Datang aja enggak apa-apa kak, opa Win kan pelanggan setia di showroom," balas Diandra memberi ijin.


"Yuk, kita balik sekarang,, kafe nya agak jauh tempat nya, jadi aku harus datang lebih awal," ajak Angga pada istri nya seraya beranjak dari tempat duduk nya.


Mereka berdua pun pamitan dengan Aditya dan kemudian segera berlalu meninggalkan kafe & resto milik sahabat nya itu.


°°°°°


Tepat bakda maghrib, Angga telah bersiap hendak menemui opa Win di kafe seperti yang dikirim melalui pesan di ponsel nya. "Di, baju kita udah di packing semua kan?" Tanya Angga memastikan pada istri cantik nya.


"Sudah beres kak," ucap Diandra sambil membetulkan baju suami nya.


"Lingerie lingerie kamu juga udah masuk semua yang?" Tanya Angga lagi dengan tatapan penuh arti.


Diandra tersenyum, "kayak nya Didi enggak butuh bawa baju dan lingerie banyak deh kak,,, paling juga bakalan di lepas kan sama kak Angga?" Balas nya sambil tersenyum menggoda.


Angga mencubit pipi istri nya dengan gemas,,


"Aw, sakit kak," protes Diandra sambil cemberut.

__ADS_1


Angga kemudian mencium kening istri nya dengan penuh perasaan, ada rasa berat di hati meninggalkan istri nya,, tapi dia tak tahu mengapa?


Begitupun dengan Diandra, dia menikmati kecupan sang suami di kening nya,, tangan nya melingkar di leher sang suami dan seperti enggan untuk melepas nya.


"Udah kak, sana berangkat. Kasihan opa Win kalau kelamaan nunggu kakak," Diandra mendorong pelan dada sang suami.


Angga menghela nafas berat, "aku berangkat ya yang," ucap nya menatap dalam netra indah milik istri nya, Angga memberikan kecupan hangat di bibir sang istri sekilas dan kemudian segera berlalu pergi meninggalkan Diandra seorang diri yang masih termangu dengan perasaan tak menentu.


°°°°°


Di tempat lain, opa Win dan papa Chandra baru saja meluncur hendak menemui Angga. "Apa papa tahu alamat rumah nya Angga?" Tanya papa Chandra, sesaat setelah melajukan mobil nya di jalan raya.


Opa Win menggeleng, "papa hanya tahu showroom nya dan kalau jam segini pasti sudah tutup. Tapi kita tetap ke sana saja, nanti kita bisa tanya alamat Angga pada saudara nya pemilik kafe & resto yang tempat nya berdampingan dengan showroom Angga," ucap opa Win menjelaskan.


"Kenapa tidak di telpon saja pa? Biar dia share lokasi rumah nya?" Papa Chandra memberikan ide.


"Ponsel papa lowbat tadi dan lagi papa charge di kamar, eh... malah kelupaan," balas opa Win seraya tersenyum, mengingat diri nya yang mulai sering lupa.


Setelah menempuh jarak yang cukup jauh, sampailah opa Win dan papa Chandra di kafe & resto milik Aditya.


Papa Chandra memarkir mobil nya di tempat yang telah tersedia, dan kemudian kedua nya segera turun. Dengan sedikit tergesa opa Win berjalan memasuki cafe & resto yang diikuti oleh papa Chandra yang mengekor di belakang nya.


Dan disaat yang bersamaan, Aditya juga baru saja keluar hendak pulang ke apartemen. "Opa Win?" Sapa Aditya dengan ramah, "malam-malam begini dari mana opa?" Tanya Aditya sambil menyalami laki-laki tua pelanggan setia di showroom milik Angga.


"Nak Ditya,, opa sengaja mau menemui mu," balas opa Win.


Aditya mengernyit, "kalau begitu, silahkan duduk opa."


"Tidak nak, tidak perlu repot-repot.. opa hanya sebentar," tolak opa Win ketika Aditya hendak menuntun nya untuk duduk di dalam ruangan khusus di kafe & resto milik nya.


"Ada apa opa?" Tanya Aditya penasaran, menatap opa Win dan seorang laki-laki yang berdiri di samping opa Win bergantian.


"Opa pengin bertemu dengan nak Angga dan nak Didi, apa anda bisa kasih tahu alamat rumah mereka pada opa?" Pinta laki-laki tersebut penuh harap.


"Oh,,, kalau begitu ayo kita bareng aja om,, opa,, kebetulan saya juga mau pulang dan unit apartemen kami berdekatan," balas Aditya.


"Bagus lah nak Ditya, mari,," ucap opa Win dengan antusias.


Mereka bertiga pun meninggalkan tempat itu untuk menuju apartemen.


Aditya mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang, banyak tanya memenuhi benak nya.. "kenapa opa Win ingin bertemu Angga dan Istri nya malam-malam begini, dan siapakah om om yang bersama opa Win tadi?" Sesekali mata Aditya melihat ke kaca spion, apakah mobil opa Win masih tetap di belakang nya atau tidak.

__ADS_1


Sementara di mobil yang lain, opa Win dan papa Chandra nampak tidak sabar ingin segera bertemu dengan Angga dan Diandra. Opa Win ingin menanyakan, kenapa mereka berdua mencari opa Win. Sedang kan papa Chandra tidak sabar ingin melihat wajah istri dari Angga, yang menurut sang papa wajah nya sangat mirip dengan Diana, istri nya.


__ADS_2