
Dengan cepat Angga menepis tangan Renny, dan melanjutkan langkah nya menuju parkiran. Angga terus mencoba untuk fokus, dan hanya mengingat nama Diandra saat ini.
Sedangkan Renny masih terus mengejar nya, dan di saat yang bersamaan mobil yang dikendarai Aditya berbelok menuju ke parkiran dan berhenti tepat di samping mobil Angga.
"Itu mobil suami lu Di," ucap Aditya sambil membuka pintu untuk keluar.
Diandra tak menanggapi, karena fokus nya sedang tertuju pada sosok sang suami yang tengah berlari kecil menuju kearah parkiran mobil dan diikuti oleh seorang wanita yang sangat dikenal nya.
Diandra buru-buru turun dan langsung menghampiri suami nya, "mbak Renny ngapain ngejar-ngejar suami Didi," seru Diandra sambil memeluk tubuh suami nya yang telah terlebih dahulu memeluk nya.
"Sayang,, tolong aku, bawa aku pulang sekarang Di," pinta Angga sambil mengendus ceruk sang istri dengan nafas yang memburu, dan terus meraba-raba tubuh istri nya itu.
Aditya yang baru saja tiba pun terkejut, "Renny?! Jadi lu yang udah jebak Angga?!" Tanya Aditya tak mengerti dengan ulah cucu dari opa Win tersebut.
Sedang kan Renny terpaku di tempat nya begitu melihat kehadiran Diandra dan Aditya, "sial, mangsa gue lolos!" Renny mendengus kesal, belum selesai dengan kekesalan nya kembali Renny terkejut melihat kedatangan mobil papa nya ke tempat tersebut.. dan dia buru-buru bersembunyi.
"Bang Ditya, gimana ini?" Tanya Diandra khawatir.
"Di, malam ini kalian nginap saja di hotel ini," balas Aditya yang melihat sikap sahabat nya sudah mulai tak terkontrol.
"Tidak, bawa gue pulang.. gue mau kita pulang sayang," pinta Angga memohon, dia masih terus mencoba mempertahankan kesadaran nya.
"Ayo bang,," Diandra pun memapah sang suami menuju mobil milik Aditya.
Aditya hanya bisa pasrah dan menuruti keinginan sahabat nya itu.
Opa Win dan papa Chandra yang baru turun dari mobil langsung menghampiri mereka bertiga, "nak Angga kenapa nak Ditya?" Tanya opa Win khawatir.
__ADS_1
"Maaf opa, seperti nya Angga sengaja di jebak oleh Renny," jawab Aditya jujur.
"Renny?!" Tanya opa dan papa Chandra bersamaan.
Tapi fokus opa Win dan papa Chandra hanya tertuju pada Angga saat ini, dan papa Chandra yang mengerti bahwa saat ini Angga tengah berada dalam pengaruh obat pun berkata, "nak, kamu yakin akan membawa suami mu pulang? Apa tidak sebaik nya kalian menginap saja disini?"
"Kita pulang sekarang sayang,,, cepat lah.." Angga meracau dan merasa sudah tidak sabar.
Mendengar keinginan kekeuh dari sahabat sekaligus saudara angkat nya itu, Aditya pun langsung masuk kedalam mobil.
"Tidak om, suami ku ingin kami pulang," balas Diandra sambil membukakan pintu mobil untuk suami nya.
"Opa, om, kami permisi," ucap Aditya yang sudah berada di belakang kemudi dan membuka kaca jendela mobil nya
Diandra yang telah duduk di samping suami nya pun membuka kaca jendela nya, "om tadi menyebut nama Diana? Itu nama ibu kandung ku om..." ucap Diandra seiring mobil Aditya yang bergerak perlahan meninggalkan area parkir kafe hotel XX, meninggalkan opa Win dan papa Chandra yang terdiam di tempat nya mendengar dengan jelas perkataan Diandra.
"Dia benar putri ku pa,, kita harus ikuti mereka, aku tak ingin hal buruk terjadi pada putri ku," lirih papa Chandra sambil berjalan cepat menuju mobil.
"Kita pikirkan nanti pa, kita pura-pura tidak tahu saja dengan kejadian ini," balas papa Chandra dengan santai, sambil mulai melajukan kendaraan nya menyusul kendaraan yang membawa putri nya.
Sementara Renny yang masih bersembunyi diantara deretan mobil terlihat kebingungan, "kenapa papa dan opa juga ada disini? Apa yang mereka obrolkan tadi? Bagaimana jika sampai opa dan papa tahu, bahwa semua ini ulah ku? Ah, sial... aku tak dapat mendengar pembicaraan mereka tadi," Renny mengumpat kesal, dan sangat panik.
Sedangkan di dalam mobil Aditya, Angga terlihat sangat kepayahan. Dia sangat ingin melampiaskan hasrat nya pada sang istri, namun pikiran waras nya mencegah.. dia masih mengingat janji nya untuk melakukan malam pertama dengan romantis, penuh kesadaran dan dengan kasih sayang.
Meski jiwa nya menolak tapi tubuh Angga tak dapat mengendalikan nya dengan baik, dia terus mencumbui istri nya dengan sedikit liar... menciumi leher jenjang sang istri dan meninggalkan tanda di sana.
"Bang Ditya, gimana ini? Apa yang sebenar nya terjadi pada kak Angga?" Tanya Diandra dengan raut wajah khawatir, rangsangan yang diberikan Angga bahkan tak direspon baik oleh tubuh nya karena kalah dengan kecemasan dan kekhawatiran nya.
__ADS_1
Aditya mendesah kasar dan menambah kecepatan mobil nya, dia tahu bahwa Angga saat ini sangat tersiksa. "Dia menginginkan lu Di,, lu istri nya, layani suami lu dan biar kan dia melakukan yang dia mau. Anggap aja gue enggak ngeliat," balas Aditya yang fokus melihat ke jalan raya.
Angga masih terus mencumbui istri nya, sedangkan Diandra masih bingung harus bersikap bagaimana?
Bangunan tinggi menjulang tempat tujuan mereka untuk pulang telah terlihat dengan jelas, tak berapa lama Aditya mengarahkan laju mobil nya menuju basemen dan memarkir mobil nya di tempat biasa.
Dengan tergesa, Aditya segera turun dan membantu Diandra untuk memapah Angga naik ke unit hunian nya.
Begitu sampai di unit milik nya, Diandra membuka pintu dengan kartu akses dan Angga yang sudah tidak sabar langsung saja menerobos masuk sambil menyeret pelan lengan sang istri.
"Di, pintu kunci nya... kalau ada apa-apa segera hubungi gue," seru Aditya sebelum Angga membawa istri nya menuju kamar utama.
Aditya berdiri mematung di depan pintu unit apartemen Angga dengan pikiran tak menentu, entah apa yang akan terjadi besok saat kesadaran Angga telah pulih? Aditya tahu bahwa sahabat nya itu belum melakukan nya sama sekali dengan istri nya, dan besok adalah hari yang sangat di tunggu-tunggu oleh Angga.
Aditya mendesah kasar, "ini yang terbaik, daripada dia melakukan nya dengan wanita lain... urusan nya akan lebih runyam," gumam nya dalam hati.
"Bagaimana kondisi nak Angga?" Tanya Papa Chandra begitu mereka sampai di depan unit Angga.
"Beruntung kami datang tepat waktu om,, setidak nya saat ini Angga telah bersama dengan wanita yang tepat!" Jawab Aditya ketus dan dengan tatapan tajam, memandang papa Chandra dan opa Win bergantian.
"Jangan salah paham nak Ditya, kami sama sekali tidak tahu apa yang diperbuat oleh Renny." Ucap opa Win yang bisa memahami arti tatapan Aditya.
"Maaf opa, saya hanya terbawa emosi melihat Angga di jebak oleh cucu opa," balas Aditya dengan merendahkan suara nya.
"Ya, kami bisa mengerti nak," ucap opa Win sambil menepuk pundak Aditya, "kami pasti akan menegur Renny dan memberi nya pelajaran," lanjut nya dengan tatapan menerawang jauh ke depan.
"Sebaik nya kita segera pulang pa,, dan kita selidiki Renny dan juga Arman," ucap papa Chandra.
__ADS_1
"Iya, kamu benar Chandra."
"Nak Ditya, kami permisi dulu... dan tolong beri kami kabar jika ada apa-apa," opa Win dan papa Chandra pun pamit dan segera berlalu meninggalkan Aditya yang masih berdiri mematung di depan unit Angga.