
Usai acara pertunangan Aditya dan Airin, mama Dewi dan bu Rahma tak langsung pulang ke Bali. Shinta yang meminta kepada beliau berdua untuk menginap di tempat nya, pasal nya Dea, cucu mama Dewi satu-satu nya itu masih kangen sama eyang nya.
Dan kini, mereka tengah bersiap untuk pulang. "Ga,, pokok nya mama berpesan, jaga istri mu.. jangan sampai dia kelelahan." Mama Dewi mewanti-wanti sang putra.
"Siap ma,, mama jangan khawatir, Angga akan jaga istri Angga sepenuh jiwa dan raga," balas Angga seraya tersenyum.
"Hallah, sok sokan bilang sepenuh jiwa dan raga,,, enggak ingat apa, dulu aja pakai nolak!" Celetuk Aditya yang tiba-tiba muncul masuk ke unit Angga tanpa permisi.
Angga menyentil kening Aditya, "kenapa sih, di ingat-ingat terus!?" Protes Angga.
"Aduh,," Aditya mengaduh dan meringis kesakitan. "Sialan lu Ga, enggak sopan sama abang lu.. main sentil sentil aja." Gerutu Aditya, menyebut diri nya abang. Ya, mereka berdua bukan hanya bersahabat baik.. tapi juga bersaudara, dan Aditya yang sering nya mengalah pada Angga dan menganggap Angga sebagai adik.
"Udah udah, jangan berantem mulu... udah jadi calon ayah dan calon suami juga, masih pada berantem kayak masih sekolah dulu," ucap Shinta melerai perdebatan kecil kedua nya.
"Kak Shinta mau balik sekarang?" Tanya Aditya yang melihat ada koper mama Dewi dan juga koper milik bu Rahma.
"Iya,, dik Angga ma istri nya kan mau berangkat sekarang, jadi mama sama ibu biar nginap di tempat kakak dulu," balas Shinta menjelaskan.
"Lah,, kata nya berangkat besok?" Tanya Aditya, menatap Angga.
"Enggak jadi," balas Angga datar.
"Terus yang nganterin ke bandara siapa?" Aditya kembali bertanya.
"Ya elu lah bang Ditya.. emang nya siapa lagi?" Balas Angga dengan penekanan.
"Ck,," Aditya berdecak, seraya mencebik.
"Kami, pulang dulu ya dik," pamit Shinta kemudian, yang diikuti oleh yang lain.
"Jangan lupa, pulang nya langsung ke Bali ya nak Angga?" Pinta bu Rahma mengingatkan.
"Iya bu," balas Angga seraya mencium punggung tangan mertua nya itu.
Diandra kemudian memeluk ibu nya, "ibu nanti mau kado apa dari Didi?" Bisik Diandra.
"Ibu tidak mau apa-apa nak, cukup melihat mu sehat dan bahagia,, ibu sudah sangat senang," balas bu Rahma, seraya melepaskan pelukan nya. "Kado pernikahan ibu, sudah ada di dalam sini," lanjut nya seraya meraba perut Diandra yang sudah mulai nampak sedikit membuncit.
Dua minggu lagi, rencana nya opa Win akan menikahi bu Rahma. Untuk itu, Angga dan Diandra diminta untuk langsung pulang ke Bali setelah merampungkan baby moon nya.
Setelah saling berpamitan, Shinta dan yang lain nya pun segera berlalu meninggalkan unit apartemen milik Angga.
Kini tersisa Aditya dan sepasang suami istri itu, karena Raka sudah lebih dulu berpamitan karena ada acara kumpul bareng teman-teman nya.
Sedangkan opa Win dan papa Chandra, sepulang dari kediaman Airin siang tadi,, langsung kembali ke kediaman nya.
__ADS_1
"Berangkat jam berapa?" Tanya Aditya.
"Sejam lagi, pesawat nya nanti jam empat," balas Angga seraya melihat jam tangan bermerk di pergelangan tangan nya.
"Gue balik dulu, mau mandi.. gerah," ucap Aditya sambil berlalu meninggalkan sepasang suami istri yang dilanda asmara itu.
°°°°°
Angga dan sang istri telah tiba di bandara Pattimura, Ambon, setelah menempuh perjalanan cukup panjang.
"Ambon,, I'm coming,," Seru Diandra dengan riang begitu turun dari pesawat.
Ya, Angga mengajak istri nya untuk baby moon di Maluku... kepulauan yang terkenal dengan keindahan pantainya yang luar biasa romantis. Mereka akan menyaksikan keindahan kepulauan Maluku dari berbagai sisi, pantai biru, air jernih, pasir putih yang lembut, pepohonan kelapa yang rindang, hingga pemandangan bawah lautnya yang menyimpan aneka biota yang luar biasa mempesona.
Mereka berdua langsung menuju pintu keluar bandara dan menemui seorang kenalan Angga.
"Hai bro Angga, apa kabar?" Sapa seorang pria seumuran Angga, yang berwajah manis khas orang Ambon.
"Kabar baik Adrian," balas Angga seraya memeluk pria yang bernama Adrian itu.
"Kenalin, ini istri gue," Angga memperkenalkan istri nya.
"Di,,, Adrian ini teman kuliah ku di Jakarta. Sekarang sudah jadi pengusaha sukses di Ambon," ucap Angga pada istri nya.
Adrian menyalami Diandra, dan mereka berdua saling meyebut nama.
Langsung hotel aja deh bro, takut nya istri gue kelelahan," balas Angga seraya melirik sang istri, yang langsung duduk dan bersandar di bahu nya.
"Siap," balas Adrian yang duduk di depan, di samping sopir pribadi nya.
"Tapi, kita mampir di Masjid Wapauwe dulu bro,, kami mau sholat Isya' dulu, sekalian istri gue pengin lihat langsung Masjid bersejarah tersebut," pinta Angga pada teman nya.
"Oke,, kebetulan jalan nya searah," balas Adrian menyanggupi.
Masjid Wapauwe adalah Masjid legendaris seantero Maluku. Tempat ibadah yang didirikan tahun 1414 ini konon menjadi masjid tertua di wilayah Indonesia Timur dan masih kukuh berdiri hingga sekarang.
Tak hanya tua, Masjid Wapauwe ternyata juga sarat akan nilai sejarah dan religi. Dia menjadi saksi penyebaran agama Islam di Maluku pada masa itu. Arsitekturnya pun sangat unik yaitu berupa kayu dengan atap terbuat dari gaba-gaba (pelepah sagu) dan daun rumbia.
Keunikan lain bangunan ini adalah sama sekali tak menggunakan paku, melainkan kayu yang disambung dan diterapkan satu sama lain. Di sini juga terdapat mushaf Al-Quran yang ditulis oleh Imam Muhammad Arikulapessy pada 1550.
Setelah menempuh perjalanan lebih dari satu jam, mereka tiba di Masjid yang di maksud. Angga dan Diandra langsung turun dan masuk kedalam Masjid untuk melaksanakan kewajiban nya.
Tak henti Diandra mengagumi bangunan tua, yang hingga kini masih berdiri dengan kokoh tersebut.
Seusai melaksanakan sholat, Angga menggandeng tangan sang istri kembali ke mobil Adrian.
__ADS_1
"Sudah selesai bro?" Tanya Adrian yang menunggu Angga sambil tiduran di jok depan bersama sopir pribadi nya.
Setelah kedua teman nya masuk, Adrian menyuruh sopir nya untuk melanjutkan perjalanan.
Tak berapa lama, nampak sopir tersebut mengarahkan laju kendaraan nya memasuki kawasan restoran terbesar di kota Ambon.
"Kita cari makan dulu ya bro.. baru setelah nya, kalian istirahat di hotel," ucap Adrian, seraya turun dari mobil.
Angga dan Diandra langsung turun dan mengekor di belakang Adrian, memasuki restoran tersebut.
Mereka bertiga duduk di VIP room, dan Adrian langsung memanggil waiters untuk memesan makanan. Tanpa bertanya terlebih dahulu pada kedua tamu nya, Adrian memesan beberapa menu makanan khas kota Ambon.
Ambon yang juga dikenal sebagai Ambon Manise, atau kota yang dijuluki sebagai the city of music ini memiliki sederet pilihan makanan khas yang sangat sayang apabila tidak dicoba.
Setelah menunggu beberapa saat, menu yang di pesan Adrian telah di sajikan.
"Silahkan di makan bro, papeda kesukaan kamu kan?" Ucap Adrian yang ingat kesukaan Angga.
"Wus,, masih ingat aja kamu," balas Angga tersenyum sumringah.
"Mau cobain ini yang? Ini enak,,," ucap Angga sambil memilin-milin papeda pada dua stik dan menaruh nya di piring sang istri. Dan kemudian mengambilkan kuah ikan kuning, sebagai teman makan papeda.
Diandra mulai mencicipi nya, "hmm,, lezat kak," ucap nya dengan mulut yang masih penuh.
Papeda merupakan makanan pokok masyarakat Ambon, pengganti nasi yang terbuat dari sagu dan diolah menjadi bubur. Teksturnya yang kenyal menyerupai lem, menjadi daya tarik tersendiri bagi siapapun yang melihatnya.
Makanan khas Ambon ini akan terasa lebih lezat apabila disantap bersama kuah ikan kuning. Kuah ikan kuning sendiri merupakan ikan tongkol atau mubara yang disiram dengan kuah berbumbu kunyit.
Usai menikmati papeda, Adrian menyodorkan rujak pada Diandra. "Bumil biasa nya kan suka rujak?" Ucap Adrian pada Diandra, dia tahu kalau istri teman nya itu tengah mengandung karena Angga mengabari Adrian bahwa dia dan istri akan baby moon di Maluku.
Rujak Natsepa, dari namanya bisa dipastikan berasal dari Pantai Natsepa. Sama seperti rujak manis pada umumnya, rujak ini berisi buah-buahan seperti kedondong, mentimun, pepaya, mangga, nanas, jambu air, belimbing, dan sebagainya.
Bedanya, ada potongan buah pala yang dicampur dengan irisan gula merah dan kacang tanah goreng. Tapi rujak ini bisa juga di temukan di tempat-tempat lain.
Istri dari Angga itu nampak lahap menikmati rujak yang baru pertama kali di temui nya itu, "kayak nya kalau makan nya siang-siang akan semakin enak deh kak," ucap Diandra pada sang suami.
"Besok siang kita bisa cari pas di jalan," balas Angga tersenyum, seraya mengelap bibir sang istri yang ada sisa sedikit sambal dengan ibu jarinya dan kemudian mengulum jarinya sendiri.
Adrian yang melihat hanya senyum-senyum, "benar apa kata Ditya, Angga sudah berubah sekarang," gumam Adrian dalam hati.
Setelah semua makanan yang terhidang tandas, Adrian segera meminta bill dan membayar tagihan nya.
Hotel nya ada di samping resto ini," ucap Adrian sambil berjalan keluar dari restoran, yang diikuti Angga dan Diandra.
Adrian menyuruh sopir nya untuk membawakan koper tamu nya, dan mengantar Angga dan istri nya ke hotel milik nya, "Sorry bro, besok pagi saya terbang ke Surabaya.. nenek nya istri masuk rumah sakit, besok pak Roni yang akan mengantar kalian berkeliling kemanapun kalian mau." Ucap Adrian sambil menunjuk sopir pribadi nya, "selamat menikmati baby moon, have fun bro," pamit Adrian pada Angga.
__ADS_1
"Thanks,, salam buat istri," balas Angga seraya melambaikan tangan, dan kemudian berjalan mengikuti pak Roni menuju hotel milik teman nya itu.