Aktor Tampan Pujaan Hati

Aktor Tampan Pujaan Hati
Bertemu Papa Rudi


__ADS_3

Matahari sudah mulai menampakkan dirinya. Sinarnya memasuki kamar Nathan dan Alyssa melalui celah jendela. Alyssa terbangun dari tidurnya. Ia melihat kesamping, suaminya masih tertidur seraya memeluk dirinya. Alyssa tersenyum melihat tangan suaminya yang melingkar di pinggangnya, memeluk erat dirinya. Alyssa membalikkan sedikit tubuhnya tanpa lepas dari pelukan Nathan. Ia meraih ponselnya yang terletak di atas nakas. Dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi.


Perlahan-lahan Alyssa melepaskan diri dari pelukan suaminya. Setelah berhasil lepas ia segera menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Ketika keluar dari kamar mandi, Nathan masih belum bangun juga. Alyssa membiarkannya tidur sedikit lebih lama selagi ia membuat sarapan untuk mereka.


“Sayang, bangun. Ayo kita sarapan” Alyssa membangunkan suaminya setelah selesai memasak.


“Heem..” Nathan menggeliat dalam tidurnya.


“Sayang, cepat bangun!” Alyssa menggoyangkan tubuh suaminya.


“Ini belum pagi sayang! Kita tidur lagi, sini aku peluk” Nathan mengangkat tangannya seolah ingin memeluk Alyssa namun matanya tetap terpejam.


“Ini sudah jam delapan! Ayo cepat bangun!” Alyssa menarik lengan Nathan yang akhirnya dengan terpaksa ia bangun menuruti perintah istrinya.


Mereka berdua akhirnya sarapan bersama. Nathan begitu menikmati masakan istrinya. Tidak ada sesuatu yang aneh terjadi pagi itu sampai akhirnya Sarah mengirim pesan ke ponsel Nathan. Ia membaca pesan yang dikirim oleh Sarah. Ia sedikit mengernyitkan alisnya ketika membaca pesan itu.


“Sayang, hari ini aku harus keluar sebentar. Ada urusan penting dengan orang agensiku” Nathan berbohong. Ia berusaha untuk mencari alasan yang masuk akal agar Alyssa tidak curiga padanya.


“Apa akan lama?”


“Sebelum jam makan siang aku pasti sudah kembali!”


“Emm.. baiklah!”


“Nanti nggak usah masak untuk makan siang kita ya. Kamu istirahat aja, nanti aku pesan makanan di luar untuk kita”.


“Iya!”


Alyssa sebenarnya bukannya tidak tahu jika Nathan sedang berbohong. Ia sangat tahu pasti kalau hari ini Nathan akan bertemu dengan Sarah. Ini adalah rencananya yang sudah ia katakan pada Alvin dan Sarah tadi malam. Mereka bertiga sepakat untuk membuat Nathan keluar dari apartemen agar Alyssa bisa pergi ke kantor untuk menemui papa Rudi.

__ADS_1


“Apakah Alyssa benar mengatakan itu padamu?” tanya Nathan yang kini sudah bertemu dengan Sarah. Mereka sedang berada di mobil yang dikendarai oleh Nathan, melaju dengan kecepatan sedang di jalanan yang tidak macet.


“Iya, tadi malam saat kamu masuk kamar dia bilang begitu” jawab Sarah.


“Tapi dia nggak ada bilang apa-apa ke aku”.


“Kan aku udah bilang Nat, Alyssa ngerasa nggak enak karena terlalu ngerepotin kamu, makanya dia bilang gitu ke aku sama Alvin”.


“Tapi aku kan suaminya. Padahal aku udah bilang ke dia kalau mau makan apa pun pasti bakalan aku cariin sampai dapat!” keluh Nathan.


“Ya udah sih, kita juga sekarang kan mau ke rumahnya chef Daniel jadi kamu tinggal belajar masak aja sama dia. Nanti aku videoin kamu masak biar Alyssa percaya kalau makanan yang dia makan itu hasil masakanmu dengan resep dari chef Daniel”.


“Oke!”


Alyssa memang meminta tolong pada Sarah dan Alvin untuk membuat Nathan keluar dari apartemen. Tapi ia benar-benar tidak menyangka jika Sarah akan memanfaatkan kehamilannya untuk itu. Ya, ide ini datang dari Sarah. Dia mengatakan pada Nathan jika Alyssa ingin makan masakan yang dibuat oleh suaminya tapi dengan resep dari chef Daniel.


Chef Daniel saat ini memang tengah naik daun. Ia adalah seorang chef muda yang sangat tampan dan sering wara-wiri di TV akhir-akhir ini karena keahlian memasak dan juga wajah tampannya. Kebetulan Sarah mengenalnya jadilah ia memanfaatkan hal itu. Sarah sudah membuat janji untuk bertemu dengan chef Daniel hari itu dan sekarang dirinya serta Nathan sedang menuju rumah chef Daniel.


“Alvin kemana sih, kenapa telponnya nggak diangkat?”


Alyssa berpikir sejenak untuk masuk ke kantor itu. Dan akhirnya ia memutuskan untuk langsung masuk saja ke dalam.


Alyssa masuk dengan sedikit bingung. Ini untuk pertama kalinya ia datang kesini. Alyssa mengedarkan pandangannya, ia masih berdecak kagum dengan kemewahan di dalam gedung itu.


“Eh, coba lihat perempuan itu. Sepertinya aku pernah melihatnya tapi dimana ya? Aku tidak ingat”.


“Iya, aku juga merasa pernah melihatnya”.


Tampak dua orang karyawan wanita sedang melihat ke arah Alyssa yang baru saja memasuki gedung kantor.

__ADS_1


Alyssa hendak ke meja resepsionis untuk bertanya tapi dari kejauhan ia melihat Alvin sedang berjalan menuju ke arahnya.


“Sa, kamu sudah datang rupanya” Alvin menghampiri Alyssa.


“Iya, aku udah telpon kamu berkali-kali tapi nggak dijawab”.


“Ponselku ketinggalan di mobil, ini baru mau aku ambil eh malah ketemu kamu disini. Kamu tunggu dulu ya, aku mau ambil ponsel. Kamu duduk disitu dulu” Alvin menunjuk sebuah sofa dan Alyssa segera kesana.


“Ah iya, aku ingat sekarang. Dia wanita yang dilamar Nathan di acara TV itu!” ucap salah seorang karyawan.


“Pantas saja aku seperti pernah melihatnya, ternyata dia pernah muncul di TV. Tapi untuk apa dia kemari? Bukannya seharusnya dia sekarang bulan madu ya? Nathan juga kan nggak datang ke kantor”.


“Apa sebaiknya kita cari tahu saja?”


Tak berapa lama kemudian Alvin telah kembali dan segera mengajak Alyssa untuk menemui mertuanya. Alyssa sendiri sudah mengirim pesan kepada papa Rudi bahwa ia ingin bertemu dan papa Rudi sengaja memundurkan jadwal rapatnya karena tahu menantunya akan datang.


“Ada apa nak? Tumben sekali kamu kesini” Alyssa sudah berada di ruangan papa Rudi.


“Maaf pa, sudah mengganggu waktu papa”.


“Tidak, kamu tidak mengganggu sama sekali. Pasti ada hal penting kan yang mau kamu bicarakan?”


“Iya pa”.


Papa Rudi melirik ke arah Ben seolah memberi isyarat kalau dirinya hanya ingin bicara berdua saja dengan menantunya. Ben mengerti dan ia segera keluar ruangan. Saat Ben hendak meraih gagang pintu ia baru sadar jika Alvin masih berdiri di belakang Alyssa. Dengan cepat Ben menarik tangan Alvin dan meninggalkan Alyssa dan papa Rudi berdua di ruangan itu.


“Apa yang ingin kamu bicarakan nak?”


“Ini soal Nathan pa!” Alyssa menjawab dengan penuh keyakinan.

__ADS_1


Meski Alyssa tidak yakin jika papa Rudi akan mengabulkan permintaannya tapi tidak ada salahnya ia berusaha. Bagaimana pun ini adalah salahnya sampai Nathan tidak lagi bisa melakukan hal yang ia sukai. Jika saja dirinya tidak pergi meninggalkan Nathan mungkin saat ini Nathan masih sibuk dengan syutingnya.


__ADS_2