
Meskipun baru tidur pukul dua dini hari, tapi hari ini Alyssa bangun pukul setengah tujuh pagi. Suara ponselnya membuatnya terbangun.
“Siapa yang nelpon pagi-pagi begini ya?”.
Alyssa meraih ponselnya dari nakas dan melihat panggilan masuk yang ternyata dari nomor tak dikenal. Diletakkannya kembali ponselnya di atas nakas tapi panggilan telepon itu berbunyi lagi dari nomor yang sama. Alyssa pun dengan malas menerima panggilan telepon itu.
“Iya halo?”.
“Apa ini Alyssa?” suara wanita yang terasa tidak asing bagi Alyssa berbicara di seberang telepon.
“Iya.. ini siapa ya?”
“Ini tante Maya”.
“Oh, tante!” Alyssa menegakkan tubuhnya di tempat tidur. “Kenapa tante bisa tau nomor teleponku?”.
“Tante minta pada Alvin. Oh ya Sa, tante mau minta tolong sama kamu”.
“Minta tolong apa?”
“Begini, hari ini kan ulang tahun Nathan. Nah, tante ingin membuat acara kecil-kecilan untuk merayakannya. Tante mau nanti kamu bujuk Nathan untuk datang ke villa tante yang ada di puncak. Tapi kamu jangan bilang tante yang nyuruh ya. Tante mau bikin kejutan buat Nathan”.
“Kenapa nggak tante sendiri yang minta Nathan datang langsung? Pasti dia mau kalau tante yang suruh”.
“Justru kalau tante yang suruh dia pasti bakalan nolak karena dia pikir tante bakalan datang dengan papanya. Nathan sedikit tidak akur dengan papanya. Jadi tante mohon kamu mau bantu tante ya”.
“Oh.. iya tante. Coba nanti saya ajak Nathan kesana”.
“Terima kasih ya nak, tante tunggu malam nanti ya”.
“Iya tante”.
Alyssa meletakkan lagi ponselnya di atas nakas. Ia beranjak dari tempat tidurnya hendak ke kamar mandi. Tapi lagi-lagi ponselnya berbunyi dan kali ini Rangga yang menelepon.
“Halo?”
“Akhirnya kamu jawab juga Sa”.
“Maksudnya apa?”
“Dari kemarin aku meneleponmu terus tapi nggak kamu angkat”.
“Oh itu” Alyssa kini tau alasan kenapa ponselnya dinonaktifkan oleh Nathan. Pasti Nathan merasa terganggu dengan panggilan telepon dari Rangga. “Maaf, kemarin aku sibuk. Jadi nggak sempat angkat teleponmu. Memang kenapa kamu meneleponku?”
“Eh.. emm.. itu.. aku cuma pengen denger suara kamu aja Sa. Hehe.. Siang ini kamu sibuk nggak?”
“Iya, aku ada acara hari ini”.
“Yahh.. gagal deh”.
__ADS_1
“Gagal apanya Ngga?”
“Gagal ngajak kamu makan siang. Hehe..”
“Ohh.. maaf ya Ngga. Aku benar-benar nggak bisa. Ada acara penting seharian ini. Maaf ya..”
“Iya nggak apa-apa kok Sa. Kan masih bisa lain kali”.
“Sekali lagi maaf ya”.
Usai menerima telepon dari Rangga, Alyssa bergegas untuk mandi. Hari ini ia berencana akan membuat kue ulang tahun untuk Nathan setelah menyiapkan sarapan.
Alyssa sudah selesai mandi ketika dia teringat tidak mempunyai baju ganti. Alyssa keluar dari kamar mandi dengan jubah mandinya dan menuju kamar Nathan. Ia mengetuk pintu beberapa kali dan tidak ada jawaban yang berarti Nathan masih tertidur. Dibukanya pintu kamar dan ia masuk membangunkan Nathan.
“Nathan cepet bangun!” katanya sambil menggoyang-goyangkan tubuh Nathan agar terbangun.
“Emm.. Ada apa sayang?” jawab Nathan dengan suara beratnya.
“Nathan, aku perlu baju ganti”.
“Ahh.. iya iya. Aku hampir lupa. Kamu tunggu sebentar” Nathan bangun dari tidurnya dengan mata yang masih sedikit terpejam. Ia masuk ke kamar mandi dan tak berapa lama kemudian keluar dengan wajah yang sudah tampak lebih segar dari sebelumnya.
Alyssa tengah memasak sarapan di dapur ketika dilihatnya Nathan akan keluar.
“Kamu mau kemana?”
“Katanya kamu mau baju untuk ganti, jadi kamu tunggu aja disini” Nathan mengambil kunci mobilnya dan berjalan keluar.
“Sayang, kamu kelihatan seksi pakai jubah mandi begitu. Aku suka! Hehe..” usai mengucapkan kalimatnya itu ia langsung pergi lagi.
“Dasar cowok aneh! Untung aku sayang” Alyssa melanjutkan memasaknya.
Tidak sampai satu jam, Nathan sudah datang dengan membawa baju ganti untuk Alyssa.
“Nih bajumu! Cepetan ganti, mumpung aku masih bisa mengontrolnya” kata Nathan sambil menyerahkan paper bag yang ia bawa.
Alyssa mengambilnya dan langsung masuk ke kamar untuk mengganti bajunya.
“Ini semua kan bajuku” Alyssa mengeluarkan baju yang ada dalam paper bag itu. “Jadi tadi dia ke rumah buat ngambil ini semua? Astaga.. apa ini? Dia mengambil bra dan celana dalamku juga! Aarrgghh.. benar-benar cowok mesum!”.
Nathan sudah duduk di depan meja makan dan menunggu Alyssa untuk sarapan bersama. Sepuluh menit kemudian Alyssa keluar dari kamar dan langsung melotot ke arah Nathan.
“Heh! Kamu! Kenapa kamu bisa mengambil bajuku di rumah?”.
“Ya bisa lah. Aku punya kunci rumah Alvin. Dia bisa masuk kesini, aku juga bisa masuk ke rumahnya”.
“Tapi kamu masuk ke kamarku tanpa ijin dan mengambil... ehm.. itu..”
“Bra dan ****** *****. Itu maksudmu?”
__ADS_1
“Iya! Aku nggak suka kamu ngambil barang pribadiku”.
“Gimana ya Sa, aku mau beliin kamu baju tapi toko belum ada yang buka pagi-pagi begini. Ya udah aku ambilin aja bajumu di rumah. Tadinya aku sempat bingung mau ngambilin kamu yang hitam atau yang pink. Tapi aku pilih hitam aja, pasti kelihatan lebih seksi kalau kamu pakai yang hitam. Tapi sayang sekali aku nggak bisa lihat” jawab Nathan santai. “Aarrgghhh.. sakit Sa!”
Alyssa sudah memukul lengan Nathan. “Makanya jangan mesum!”
Alyssa duduk berhadapan dengan Nathan dan memulai sarapan mereka. Wajah Alyssa masih terlihat kesal dan ia tidak banyak bicara.
“Sayang, ngomong dong” pinta Nathan.
“Males ngomong sama kamu”.
“Hari ini ulang tahunku, tapi kamu malah marah sama aku. Oke aku minta maaf, tapi seharusnya kamu bilang makasi ke aku karena udah ngambilin bajumu”.
“Makasi” jawab Alyssa singkat.
“Baiklah, aku ngaku salah dan aku janji nggak akan kaya gitu lagi. Maafin aku ya..”
“Dengan satu syarat!”
“Apa?”
“Ayo hari ini kita ke puncak!”
“Ngapain ke puncak?”
“Karena ini hari spesial, aku pengen ke puncak sama kamu Nat! Aku mau menghabiskan waktu disana berdua sama kamu. Uangmu kan banyak, kamu bisa sewa villa disana”.
“Ke puncak? Berdua? Hmm.. aku takut kamu macam-macam ke aku Sa”.
“Yee... siapa juga yang mau macam-macam sama kamu”.
“Hahaha.. aku bercanda! Oke kita ke puncak hari ini. Kebetulan mama punya villa disana, kita bisa pinjam sebentar untuk berduaan. Tapi berangkatnya pulang aku dari kantor agensi ya”.
“Tumben kamu kesana”.
“Iya, hari ini aku ada tanda tangan kontrak untuk film baru. Nggak lama kok, sebelum jam makan siang aku udah balik. Habis dari kantor baru kita ke puncak”.
“Siap bos!” Alyssa tersenyum senang karena ia berhasil mengajak Nathan untuk ke puncak. Ternyata tidak sesulit yang Alyssa bayangkan untuk mengajaknya kesana.
Usai sarapan Nathan membersihkan diri dan bersiap-siap untuk ke kantor agensinya. Sementara Alyssa sudah mempunyai rencana membuat kue ulang tahun untuk pacarnya.
Alvin sudah datang menjemput Nathan, ia memberikan Nathan sebuah kado kecil sebagai hadiah ulang tahunnya. Nathan tidak langsung membukanya, ia meletakkan hadiah dari Alvin di kamarnya.
“Aku akan lihat hadiahmu nanti Vin! Awas aja kalau isinya kaus kaki lagi seperti sebelum-sebelumnya”.
Alvin hanya nyengir mendengar kata-kata Nathan. Setelah berpamitan pada Alyssa
mereka berdua langsung berangkat ke kantor.
__ADS_1
Dan Alyssa memulai aksinya membuat kue ulang tahun untuk sang pujaan hatinya.
***