Aktor Tampan Pujaan Hati

Aktor Tampan Pujaan Hati
Rangga Sang Sutradara


__ADS_3

Di sebuah rumah yang cukup mewah tampak beberapa orang tengah berbincang serius. Rangga nama pria tampan, tinggi dan sangat mudah bergaul dengan siapa saja adalah pemilik dari rumah itu. Ia adalah seorang sutradara terkenal yang sudah menghasilkan banyak film box office. Namun sayang tiga film terakhirnya dikatakan gagal karena hasil penjualan tiket di bioskop tidak dapat menutup biaya produksi filmnya alias merugi.


“Aku akan mempertaruhkan karirku di film ini. Jika filmku kali ini gagal lagi, aku akan berhenti menjadi sutradara” kata Rangga kepada tiga orang yang sedang berada di rumahnya itu.


“Kali ini kamu harus benar-benar fokus. Lupakan Bella!” kata Reno, sahabat sekaligus asisten surtradaranya.


“Ya, kamu benar Ren! Aku tidak mau gagal lagi kali ini gara-gara wanita itu” Rangga bertekad. “Oh ya Sin, sudah kamu buatkan aku cerita yang bagus untuk filmku nanti?” tanya Rangga pada Sinta yang ia percayakan menulis cerita untuk filmnya karena ia tahu Sinta selalu membuat cerita-cerita yang bagus dan sudah beberapa kali mereka bekerja sama dan film mereka selalu sukses.


“Kamu tenang aja, aku sudah buat naskah cerita seperti yang kamu inginkan” jawab Sinta.


“Makasi Sin, aku selalu mengandalkanmu. Aku percaya ceritamu selalu jadi yang terbaik”.


“Kamu terlalu berlebihan Ngga” kata Sinta yang sedikit tersipu saat dipuji oleh Rangga.


“Dit, pokoknya aku percayakan pemainnya padamu. Kamu pilihlah aktor dan aktris yang benar-benar cocok untuk karakter di filmku nanti” Rangga berkata pada Adit.


“Rangga, emm.. kalau boleh aku beri saran padamu sebaiknya filmmu kali ini tokoh utamanya harus diperankan oleh aktor yang terkenal dan banyak fansnya” kata Adit ragu-ragu dengan sarannya apakah akan diterima oleh Rangga atau ditolak.


“Iya kamu benar juga Dit! Kita harus cari aktor yang sudah terkenal untuk mendukung film ini. Tapi siapa?” Rangga berpikir keras siapa yang akan diajaknya untuk bermain dalam filmnya. Pasalnya setelah tiga kali filmnya gagal banyak aktor dan aktris terkenal yang menolak tawaran untuk bermain dalam filmnya. Mereka tidak mau membuat nama mereka jelek karena bekerja sama dengan Rangga yang belakangan ini karirnya sedang di bawah.


“Emm.. bagaimana kalau Nathan?” saran Adit lagi.

__ADS_1


“Nathan Alexander?“ kata Reno dan Sinta berbarengan.


“Iya!” jawab Adit mantap.


Rangga mulai berpikir tentang Nathan. Untuk saat ini sangat mustahil sekali Nathan mau menerima tawaran filmnya. Apalagi Nathan merupakan aktor dengan bayaran termahal dan pastinya ia akan selektif dalam memilih peran dan memilih orang-orang yang akan diajaknya bekerja sama. Jadi sangat tidak mungkin Nathan akan mau bekerjasama dengannya yang saat ini memiliki reputasi buruk.


“Sepertinya itu ide yang bagus. Nathan punya pengaruh besar terhadap sebuah film. Walaupun filmnya biasa saja tapi kalau Nathan yang main di film itu pasti akan laku. Aku setuju dengan ide Adit!” kata Reno mendukung saran Adit.


“Aku juga setuju. Nanti aku akan rubah sedikit karakter tokoh utamanya agar pas untuk Nathan” Sinta juga mendukung ide Adit.


“Tapi nggak gampang untuk meyakinkan Nathan agar mau menerima film ini” kata Rangga putus asa.


“Kamu kenapa jadi pesimis kaya gini sih?!” Sinta kesal dengan sikap pesimis Rangga.


“Tapi gimana cara aku ngebujuk dia supaya mau nerima film ini?”.


“Ya kamu pasang aja wajah memelas dan putus asa di depan dia” kata Reno lagi.


“Kamu gila apa nyuruh aku pasang wajah memelas di depan dia, kaya aku nggak punya harga diri aja” tolak Rangga.


“Tapi cuma itu satu-satunya cara agar karirmu nggak hancur” sahut Reno.

__ADS_1


Rangga berpikir sejenak. Apa yang dikatakan Reno ada benarnya juag. Ia hanya harus memasang wajah memelas di depan Nathan, tidak usah mempedulikan tentang harga diri dalam keadaan yang seperti ini. Lagipula Nathan adalah teman lamanya. Dan dulu mereka sama-sama saling menguntungkan. Beberapa tahun yang lalu Nathan bermain dalam film yang disutradarai oleh Rangga. Dan siapa yang menyangka ternyata film itu sangat sukses dan membuat nama Nathan menjadi bersinar dan karir sutradara Rangga mulai diperhitungkan di dunia perfilman.


“Baiklah, aku akan mencoba untuk membujuk Nathan” kata Rangga setelah berpikir cukup lama.


“Nah gitu dong! Itu baru namanya Rangga” Sinta tersenyum senang dengan keputusan Rangga.


“Terus pemain untuk pemeran utama yang cewek siapa?” tanya Reno.


“Ah itu masalah gampang, pokoknya kita harus dapetin Nathan dulu. Nanti dengan sendirinya artis-artis lain bakalan datang ke kita minta peran utama wanitanya buat mereka” jawab Adit penuh percaya diri.


“Tapi inget Ngga, kamu harus serius dengan film ini. Karirmu dipertaruhkan disini” Sinta mengingatkan Rangga.


“Ya, aku akan serius kali ini. Kalian tenang aja, aku sudah mulai bisa melupakan Bella. Aku sudah menganggapnya mati”.


Bella adalah mantan kekasih Rangga yang sudah dipacarinya selama lebih dari empat tahun. Selama ini Bella lah yang selalu memberikan semangat kepada Rangga sehingga Rangga bisa menghasilkan film-film yang bagus. Sebenarnya mereka akan bertunangan dan persiapannya sudah hampir seratus persen. Tapi tiba-tiba dua hari menjelang hari pertunangannya Bella malah pergi darinya tanpa penjelasan apapun. Rangga tentu saja menjadi bingung dan sakit hati, ia merasa selama ini hubungannya tidak pernah ada masalah dengan Bella. Rangga mencari Bella dengan putus asa tapi tetap tidak menemukannya. Keluarganya pun seperti menyembunyikan Bella darinya.


Gadis itu bak hilang ditelan bumi. Lebih dari setahun Rangga masih terus mencari kekasihnya itu hingga membuat ia tidak fokus dalam mengerjakan filmnya. Dan jadilah tiga filmnya gagal total dan membuat karirnya anjlok. Rangga begitu terpuruk dalam kondisinya yang kehilangan kekasih hatinya dan filmnya yang gagal. Ia berusaha untuk bangkit lagi dan melupakan Bella. Meskipun sulit tapi perlahan ia mulai terbiasa tanpa kehadiran Bella. Ia tidak ingin terus-terusan terpuruk dengan kesedihannya.


Rangga mulai menghentikan pencariannya terhadap Bella. Walaupun ia tidak tahu alasan Bella pergi meninggalkannya tapi ia meyakini kalau Bella selama ini telah berselingkuh darinya. Dan mungkin saja ia sudah menikah dengan selingkuhannya itu.


Berusaha untuk move on dari Bella, beberapa kali Rangga mencoba dekat dengan perempuan lain. Ia mendekati artis, model, presenter bahkan guru privat adiknya yang masih SMA, tapi tetap saja ia masih merasa tidak bisa mencintai mereka dengan tulus. Dan karena sudah pasrah akhirnya ia memutuskan untuk jomblo sementara sampai benar-benar menemukan wanita yang pas untuk menggantikan Bella di hatinya.

__ADS_1


***


__ADS_2