Aktor Tampan Pujaan Hati

Aktor Tampan Pujaan Hati
Berteman


__ADS_3

Hari ini Alyssa terbangun pukul sembilan pagi. Ia sengaja bermalas-malasan karena hari ini Nathan memberikannya libur dan menyuruhnya pergi ke salon untuk perawatan karena nanti malam Nathan akan mengajak Alyssa untuk makan malam berdua.


Saat hendak melanjutkan tidurnya kembali, ponsel Alyssa berdering dan panggilan itu dari Nathan.


“Emm.. iya sayang, ada apa?” jawab Alyssa dengan suara serak khas bangun tidur.


“Kamu baru bangun tidur jam segini?”


“Kan hari ini aku libur, jadi nggak apa dong sekali-sekali bangun siang”.


“Ya terserah kamu aja. Oh ya, jangan lupa nanti malam ya sayang”.


“Iya aku inget kok”.


“Terus jam berapa kamu mau ke salon?”


“Palingan habis makan siang aku ke salon. Kamu udah sarapan?” tanya Alyssa.


“Udah sayang”.


“Siapa yang masakin?” tanya Alyssa lagi pada Nathan. Memang selama ini yang ia tau bahwa kekasihnya itu hanya bisa makan makanan yang dibuat oleh Alyssa sendiri, koki profesional dan tante Maya saja.


“Kamu lupa ya kalau aku juga bisa masak?”.


Alyssa mengingat kalau dulu Nathan pernah membuatkannya sarapan dan rasanya memang sangat enak.


“Bagus lah. Ya udah Nat, aku mau mandi aja kalau gitu. Bye..”


Setelah mandi Alyssa segera sarapan dengan nasi goreng yang ia buat secara kilat. Hari ini sebelum ke salon Alyssa berencana untuk membeli baju baru yang akan dikenakannya untuk makan malam bersama Nathan.


Dengan ojek online yang sudah di pesannya tadi Alyssa segera menuju butik. Ternyata sangat susah untuk mencari baju yang harganya murah namun terlihat mewah. Jika ia mau, ia bisa saja menggunakan uang gajinya untuk membeli satu gaun mahal, karena ia rasa gajinya dari Nathan sangat cukup untuk membeli gaun itu. Tapi ia berpikir dua kali untuk membelinya. Ia merasa hanya akan buang-buang uang saja kalau membeli satu gaun mahal yang hanya akan ia pakai sekali. Akhirnya ia memutuskan untuk mencari baju dengan harga yang murah saja.


Sudah beberapa butik ia datangi, namun ia belum juga menemukan baju yang pas untuk dikenakannya saat makan malam bersama Nathan nanti.


“Oke, ini sudah hampir jam makan siang dan ini adalah butik terkahir yang akan aku datangi. Jika di butik ini juga tidak ada baju yang cocok untukku, terpaksa aku akan mengenakan dress pemberian Alvin lagi” batin Alyssa ketika dirinya sudah berada di depan sebuah butik yang menjadi harapan terakhirnya.


Alyssa memasuki butik itu dan berharap bisa mendapatkan apa yang ia inginkan. Setengah jam berlalu dan hasilnya pun nihil. Alyssa berjalan lesu keluar dari butik. Saat akan memesan ojek online lagi tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundaknya dari belakang. Alyssa menoleh ke belakang untuk mencari tau siapa yang menepuk pundaknya itu.


“Astaga.. kenapa dia lagi sih?” gumam Alyssa dalam hati.

__ADS_1


Ternyata orang yang sudah menepuk pundaknya itu adalah Rangga, lelaki yang pernah menolongnya tapi juga ia hindari.


“Rangga, kenapa kamu bisa ada disini?” tanya Alyssa berusaha untuk terlihat ramah.


“Aku baru aja ketemuan sama temanku tadi di sekitar sini. Kamu sendiri ngapain disini?”.


“Tadinya mau beli baju, tapi nggak ada yang aku pas” jawab Alyssa.


“Terus sekarang kamu mau kemana?”


“Mau cari ma.. Eh, nggak! Maksudku, aku mau pulang sekarang” Alyssa berbohong, padahal sebenarnya ia mau mencari tempat makan yang dekat dari sana.


“Aku antar kamu pulang ya. Tapi sebelum itu kita makan siang dulu. Aku tau kamu belum makan siang kan?” kata Rangga.


“Tapi...”


“Nggak ada tapi-tapian! Kamu nggak boleh nolak! Anggap aja ini sebagai permintaan maafmu ke aku karena kemarin kamu udah bohongin aku”.


“Bohongin kamu?”


“Iya, kamu udah bohongin aku dengan bilang ke aku kalau kamu kerja di restoran XX, padahal sebenarnya kamu nggak kerja disana”.


“Kamu mau makan dimana?” tanya Rangga sambil mengemudikan mobilnya.


“Terserah kamu aja” jawab Alyssa datar.


“Oke!”.


Beberapa menit kemudian mereka berdua telah sampai di restoran XX. Tempat ini adalah restoran yang Alyssa bilang pada Rangga sebagai tempat kerjanya.


“Mampus aku! Pasti dia mau balas dendam nih, makanya ngajakin aku makan disini” Alyssa mulai gelisah dengan Rangga. Ia takut kalau laki-laki itu akan balas dendam padanya karena telah membohonginya.


“Ayo masuk! Kenapa diem aja?” ucap Rangga yang melihat Alyssa hanya terpaku di depan restoran tersebut.


Dengan perasaan gelisah Alyssa memasuki restoran itu mengikuti Rangga di belakangnya. Rangga mencari tempat duduk yang kosong dan setelah mendapatkannya ia menarik kursi dan mempersilakan Alyssa untuk duduk.


Beberapa pelayan restoran yang melihat kedatangan Rangga dengan seorang gadis mulai bergosip di belakang.


“Siapa yang diajak tuan tampan kita kemari?”

__ADS_1


“Apakah dia gadis yang dicarinya selama ini?”


“Tapi gadis itu terlalu biasa untuk bersanding dengan tuan tampan kita”.


“Apa sih istimewanya gadis itu sampai-sampai tuan tampan seperti tidak berkedip memandangnya?”


“Terima kasih” kata Rangga sambil tersenyum kepada seorang pelayan wanita yang baru saja membawakan pesanannya dan Alyssa. “Silakan dimakan Sa”.


“Iya, terima kasih” Alyssa mendekatkan makanan yang sudah dipesannya. Ia mulai menyantap makanannya itu sambil terus berpikir apa sebenarnya yang diinginkan Rangga padanya.


“Beberapa hari yang lalu aku sempat kesini untuk mencari kamu Sa. Tapi ternyata aku kena tipu” kata Rangga memulai obrolan.


“Maaf!” cuma itu kata yang terlintas di pikiran Alyssa.


“Udah aku maafin! Oh ya, aku mau tau alasan kamu waktu itu kenapa kamu bohongin aku”.


“Emm.. itu.. aku cuma.. nggak terbiasa dengan orang asing” jawab Alyssa lalu ia menunduk karena jawaban memalukannya itu.


“Baiklah, dulu mungkin kita memang orang asing, tapi sekarang nggak lagi kan? Aku mau berteman denganmu, boleh?” tanya Rangga.


“”Eh.. iya boleh”.


“Oke, karena sekarang kita udah temenan, aku harap kamu nggak bohongin aku lagi Sa”.


Alyssa mengangguk. Sepertinya selama ini ia terlalu menghindari Rangga tanpa alasan yang jelas. Ia tidak tau kalau sebenarnya Rangga adalah orang yang hangat. Mereka berbincang berdua selama makan siang itu, Alyssa merasa nyaman mengobrol dengan Rangga karena pria itu ternyata orang yang asik. Dan Rangga sendiri semakin tertarik dengan Alyssa yang bisa membuatnya semakin bersemangat.


Rangga meminta nomor telepon Alyssa, kali ini ia tidak akan melepaskan gadis itu lagi.


“Buat apa kamu minta nomor teleponku?”


“Buat aku kasih ke satpam komplek”.


“Kenapa dikasih ke satpam komplek?”


“Ya habisnya pertanyaanmu aneh banget. Aku minta nomor teleponmu karena sekarang kita ini kan sudah jadi teman. Siapa tau besok aku butuh bantuan kamu atau sebaliknya kan?”


Alyssa tersenyum lalu memberikan nomor teleponnya kepada Rangga. Setelah itu ia pamit untuk pergi lebih dulu karena harus ke salon untuk perawatan. Awalnya Rangga ingin mengantar Alyssa ke salon, tapi Alyssa menolaknya dengan tegas. Karena tidak ingin membuat Alyssa merasa tidak nyaman dengannya, akhirnya Rangga membiarkan Alyssa ke salon sendirian. Setidaknya sekarang ia sudah mempunyai nomor telepon Alyssa. Dengan begitu akan lebih mudah baginya untuk mendekati wanita pujaannya itu.


***

__ADS_1


__ADS_2