Aktor Tampan Pujaan Hati

Aktor Tampan Pujaan Hati
Kesepakatan


__ADS_3

“Mau kemana kamu?” Reno bertanya pada Rangga yang terlihat sudah rapi dengan kemeja lengan panjangnya yang digulung hingga ke siku dan kacamata hitamnya yang membuat penampilannya semakin keren.


“Mencari cinta” jawab Rangga dengan tersenyum.


“Maksudmu Bella?” tanya sahabatnya itu bingung.


“Please deh Ren, kamu pikir aku masih cinta sama Bella!”.


“Ooh.. berarti udah ada gebetan baru nih”.


“Nah, tu pinter!. Ya udah aku pergi dulu ya” kata Rangga sambil meraih kunci mobilnya.


“Jangan lupa nanti malam kamu harus ketemu sama Nadia”.


Rangga berhenti di depan pintu, ia berbalik menoleh ke arah Reno.


“Nadia Felicia?”


Reno hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan Rangga.


“Bukankah dia mantan pacar Nathan? Untuk apa dia mau bertemu denganku? Apa dia berniat ingin bermain di film baruku?”


“Mungkin” jawab Reno.


“Tapi kenapa? Apa dia tidak tau kalau aku memilih Nathan sebagai pemeran utamanya? Padahal aku sudah membuat pernyataan kalau Nathan akan bermain di filmku. Atau jangan-jangan dia memang sengaja agar bisa dekat dengan Nathan?” Rangga bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


“Semua pertanyaanmu akan terjawab nanti malam saat bertemu dengannya” ucap Reno.


“Baiklah, aku pergi dulu!”


Ketika hampir jam makan siang Rangga sudah tiba di restoran. Seperti pada hari sebelumnya, semua pelayan perempuan dan beberapa pengunjung restoran menatap Rangga dengan pandangan terpesona. Rangga duduk di meja dekat jendela, ia membuka kacamata hitamnya dan memanggil seorang pelayan.


Seorang pelayan perempuan datang menghampirinya dan memberikan menu padanya. Ia memilih menu yang sama seperti yang kemarin ia pesan. Dan beberapa saat kemudian pesanannya sudah datang.


“Apa Lisa hari ini masuk kerja?” tanya Rangga pada pelayan yang sedang menghidangkan makanan di mejanya.


“Iya tuan”.


“Bisa panggilkan dia kesini sebentar?”


“Baik tuan, tunggu sebentar. Akan saya panggilkan” pelayan itu segera memanggil Lisa teman kerjanya.


Rangga tersenyum senang walaupun dirinya agak sedikit gugup. Akhirnya hari ini ia akan bertemu dengan Alyssa, begitu pikirnya. Senyum sumringah masih terlihat jelas di wajahnya sampai akhirnya senyuman itu menghilang ketika seorang pelayan wanita berambut pendek datang menghampirinya.

__ADS_1


“Maaf tuan, apakah tuan mencari saya?” tanya pelayan itu.


“Kamu siapa?” Rangga bingung karena yang datang bukanlah Alyssa yang dia maksud.


“Saya Lisa tuan. Kata teman saya, tuan mencari saya”.


“Maaf, sepertinya saya salah orang. Yang saya maksud bukan anda, tapi Alyssa”.


“Maaf tuan, disini tidak ada yang bernama Alyssa”.


“Kamu serius? Coba diingat-ingat lagi. Dia bekerja disini, bantu-bantuin koki masak” kata Rangga agak sedikit emosi.


“Maaf tuan, tapi memang benar disini tidak ada yang bernama Alyssa”.


“Baiklah, terima kasih. Kamu boleh pergi”.


Rangga tampak begitu kesal, ia telah dibohongi oleh Alyssa. Tanpa memakan pesanannya Rangga segera ke kasir untuk membayar dan berlalu pergi dari restoran itu dengan tampang marahnya.


“Kenapa dia pergi begitu saja tanpa memakan makanannya?”


“Hey Lisa, apa yang kalian bicarakan tadi? Kenapa dia pergi dengan wajah seperti itu?”


“Sepertinya dia mencari seseorang yang bernama Alyssa. Dan perempuan yang bernama Alyssa itu pasti telah membohonginya dengan mengatakan kalau dia bekerja disini”.


“Aku jadi penasaran dengan rupa gadis yang telah membohonginya itu. Seberapa cantik sih gadis itu sampai berani mencampakan pria setampan itu”.


Di dalam mobilnya Rangga masih terlihat kesal. Ia merasa menjadi orang yang paling bodoh karena berhasil dibohongi oleh seorang gadis. Ia melajukan mobilnya dengan cepat menuju rumahnya.


“Kalau ketemu lagi aku nggak akan biarin kamu lepas gitu aja Alyssa” batinnya.


***


Malam harinya Nadia dan Rere sudah tiba di rumah Rangga. Mereka menunggu beberapa menit di ruang tamu sampai akhirnya Rangga datang menghampiri mereka.


“Kamu datang kesini pasti ingin ikut bermain dalam film baruku kan?” tanya Rangga sambil meminum kopinya.


“Kenapa kamu begitu blak-blakan? Tidak ada basa basinya sama sekali” jawab Nadia sambil tersenyum manis.


“Ya aku tau pasti tujuanmu kemari untuk itu kan?”


Nadia masih tersenyum. Sementara Rere hanya menjadi penonton mereka saja. Ia tidak mau terlalu banyak bicara seperti yang diminta oleh Nadia.


“Cepat katakan! Kenapa kamu ingin bermain dalam filmku?” tanya Rangga lagi.

__ADS_1


“Menurutmu kenapa?” Nadia balik bertanya.


“Kamu masih menyukai Nathan kan?”.


“Hahaha..” Nadia tertawa sesaat. “Kamu memang pintar Rangga, bisa menebak dengan tepat kalau aku masih menyukai Nathan”.


“Oke, kalau itu alasannya, maaf kamu aku tolak!”


“Kenapa buru-buru menolakku?” tanya Nadia masih dengan senyum manisnya.


“Kalau aku menerimamu Nathan akan mundur dari film ini. Lebih baik aku menolakmu daripada harus kehilangan Nathan”.


“Mari kita buat kesepakatan!” kata Nadia.


“Maksudmu?”


“Kamu terima aku jadi lawan main Nathan di film barumu, tapi Nathan nggak boleh tau sampai dia tandatangan kontrak. Sebagai imbalannya aku rela nggak dibayar untuk bermain dalam film ini”.


“Itu nggak mungkin!” tolak Rangga.


“Kamu pikirkan dulu. Aku dan Nathan pernah berpacaran cukup lama dan kami memiliki banyak penggemar yang masih ingin kami bisa bersama kembali. Jika aku bisa bermain dalam film barumu, kamu bayangkan saja seberapa antusias orang-orang dengan filmmu nantinya. Mereka pasti ingin melihat aku dan Nathan berperan dalam satu judul film. Dan itu akan sangat menguntungkanmu. Aku berani jamin tiket penjualan filmmu di bioskop akan melebihi daripada yang kamu bayangkan selama ini”.


“Jangan terlalu gegabah untuk menolakku. Kamu pikirkan saja dulu baik-baik tentang kesepakatan ini. Aku akan sabar menunggu jawaban darimu” Nadia meminum minumannya sedikit lalu beranjak dari duduknya dan diikuti oleh Rere.


“Aku permisi mau pulang dulu” Nadia membungkuk kepada Rangga. “Aku tunggu jawabanmu!” Nadia berjalan pergi meninggalkan rumah Rangga sambil tersenyum puas.


“Apa kira-kira dia akan menerimamu?” tanya Rere begitu mereka sudah berada di dalam mobil.


“Entahlah, tapi paling tidak sekarang dia akan berpikir dua kali untuk menolakku” jawab Nadia tenang.


Sementara itu Rangga yang masih duduk di sofa ruang tamunya terlihat sedang berpikir. Ia berpikir tentang kesepakatan yang diberikan oleh Nadia. Sebenarnya Nadia benar dalam hal ini, pasti filmnya akan banyak penonton jika berhasil mengajak Nathan dan Nadia bermain dalam film barunya nanti. Itu berarti karirnya sebagai sutradara tidak akan berhenti sampai disini.


Tapi jika ia menerima Nadia, itu artinya dia menghianati hubungan pertemanannya dengan Nathan. Pasti Nathan akan sangat kecewa dengan dirinya.


Rangga benar-benar pusing dengan semua ini. Di satu sisi ia tidak ingin merusak hubungan pertemanannya dengan Nathan, tapi di sisi lain apa yang ditawarkan oleh Nadia akan sangat menguntungkannya.


“Aarrgghh.. aku benci hari ini!” teriak Rangga pada dirinya sendiri.


“Alyssa! Nadia! Kalian membuatku kesal!”


Rangga mengacak-acak rambutnya, ia membenamkan wajahnya di telapak tangannya. Ia merasa kalau hari ini adalah hari sial bagi dirinya. Dengan perasaan yang masih kesal ia masuk ke kamarnya dan memutuskan untuk tidur lebih awal. Siapa tau dengan bangun lebih pagi keesokan harinya bisa membuat suasana hatinya lebih tenang.


***

__ADS_1


__ADS_2