
Ibu Ratna sudah berada di kamar anaknya, ia ingin bicara berdua dan meminta penjelasan dari Alyssa tentang hubungannya dulu dengan Dimas. Awalnya Alyssa enggan untuk menceritakan hal itu pada ibunya, tapi akhirnya ia cerita juga setelah Bu Ratna membujuknya tanpa henti.
Sementara di ruang tamu Nathan meminta Alvin untuk menceritakan tentang Alyssa dan Dimas. Alvin pun menceritakan secara singkat apa saja yang ia ketahui.
“Terus sekarang Dimas mau balikan lagi sama Alyssa?” tanya Nathan setelah Alvin selesai bercerita.
“Nggak tau. Dia langsung pergi gitu aja tadi” jawab Alvin.
“Hubungannya sama si Novi gimana?”
“Udah putus lama mereka, sekarang Novi udah nikah sama temen satu gengnya si Dimas. Itu karma buat laki-laki brengs*k yang udah nyelingkuhin pacarnya. Dia ditikung sama temen satu gengnya sendiri”.
Nathan seperti bisa merasakan apa yang Alyssa rasakan karena ia juga pernah diselingkuhi oleh Nadia.
Alyssa dan Bu Ratna keluar dari kamar dan menemui Alvin dan Nathan di ruang tamu. Mereka berbincang sebentar membicarakan hal lain yang tidak ada hubungannya sedikit pun dengan Dimas. Seolah tidak ingin membuat Alyssa teringat tentang kenangan pahitnya itu.
“Nak Alvin sekarang hebat ya bisa punya pacar artis terkenal” kata Bu Ratna dan yang dimaksud adalah Sarah.
Alvin terbatuk mendengar kata-kata Bu Ratna, ia hanya tersenyum menanggapinya. Alvin tidak ingin membantah perkataan Bu Ratna, kalau sampai ketahuan ia hanya pura-pura jadi pacar Sarah bakal lain lagi urusannya.
Setelah tiga puluh menit mengobrol, Bu Ratna ijin ke dapur menyiapkan makan malam untuk mereka semua. Tadinya Alyssa ingin membantu ibunya, tapi Nathan meminta Alyssa untuk menemaninya mengobrol sebentar lagi. Sementara Alvin pamit pulang ke rumahnya untuk bertemu kedua orangtuanya. Ia sengaja tidak mengajak ataupun menawarkan Nathan untuk menginap di rumahnya karena itu semua atas perintah Nathan. Sudah direncanakan sebelumnya oleh Nathan agar Alvin meninggalkannya di rumah Alyssa untuk membuatnya lebih dekat dengan gadis itu. Setelah Alvin pulang ke rumahnya, tinggalah Alyssa dan Nathan berdua di ruang tamu.
“Sa, maaf ya tadi aku tanya-tanya ke Alvin soal hubungan kamu dan Dimas” kata Nathan.
“Iya nggak apa-apa kok”.
“Emm.. aku boleh tanya sesuatu?” kata Nathan lagi.
“Apa?”
“Kamu masih ada perasaan sama Dimas?”
“Ya nggak lah. Dia udah nyakitin aku”.
“Terus, kalau ke aku ada perasaan nggak kamu Sa?”
Alyssa terdiam mendapat pertanyaan itu dari Nathan. Memang selama ini ia terus memikirkan Nathan. Tapi ia masih bingung dengan perasaannya sendiri. Apa ia memang benar-benar menyukai Nathan atau hanya sekedar kagum saja, entahlah.
“Kenapa nggak dijawab?” Nathan bertanya lagi masih menunggu jawaban dari Alyssa.
“Emm.. aku.. emm..”
__ADS_1
Belum sempat Alyssa menjawab tiba-tiba Pak Herman muncul dari pintu. Dan sama seperti istrinya, Pak Herman tidak menyangka ternyata ada artis yang berkunjung ke rumahnya.
“Pak, kenalin ini Nathan, bosnya Alyssa” kata Alyssa memperkenalkan Nathan.
“Bapak sudah tau Sa, kan tiap hari ada di TV”.
“Salam kenal Pak” kata Nathan sambil tersenyum pada Pak Herman.
“Salam kenal juga nak. Ternyata lebih ganteng aslinya ya daripada dilihat di TV” Pak Herman memuji ketampanan Nathan yang membuat Nathan sedikit tersipu.
“Makasi Pak” kata Nathan.
“Ya sudah kalian lanjut ngobrolnya, Bapak mau mandi dulu” Pak Herman meninggalkan Alyssa dan Nathan berdua di ruang tamu.
Setelah Pak Herman hilang dari pandangan Nathan ingin meminta Alyssa untuk menjawab pertanyaannya tadi tapi lagi-lagi gagal karena giliran Bu Ratna yang menghampiri mereka.
“Nak Nathan sebaiknya mandi dulu setelah itu kita makan malam bersama. Makanannya sebentar lagi siap” kata Bu Ratna.
“Eh.. iya Bu. Kebetulan sekali saya sudah kegerahan ini Bu. Emm.. saya permisi mau ambil baju di mobil dulu Bu” jawab Nathan sopan.
“Ehhhh... biar diambilin sama Alyssa aja ya. Bisa ribet urusannya kalau nak Nathan keluar terus dilihatin sama tetangga. Sa, cepet ambil bajunya nak Nathan di mobil” perintah Ibu Ratna.
“Nak Nathan sebaiknya bawa kopernya ke kamar Alyssa ya. Di kamar Alyssa ada kamar mandinya kok nak, emm.. kamar mandi satunya masih dipakai Bapak soalnya”.
“Iya Bu” jawab Nathan senang.
“Tapi Bu...” Alyssa mencoba untuk protes tapi Bu Ratna sudah menyuruhnya diam dengan jari telunjuk menempel di bibirnya.
“Bu, saya boleh menginap disini? Sepertinya Alvin sengaja meninggalkan saya disini supaya dia bisa berkumpul bersama keluarganya. Dia tidak mau saya mengganggunya” Nathan mulai melakukan aksinya.
“Nggak bisa Nat! Disini kamarnya cuma ada dua, nggak ada kamar tamu buat kamu” jawab Alyssa sebelum didahului oleh ibunya.
“Kamu ini nggak boleh gitu Sa! Biarin dia menginap disini. Dia bisa tidur di kamarmu”.
“Terus aku tidur dimana dong Bu?!”
“Kamu kan bisa tidur sama Ibu dan Bapak. Sekarang kamu antar Nathan ke kamar ya, biarin dia mandi dulu. Kasian kan dia udah kegerahan daritadi”.
Alyssa menuruti kata-kata ibunya untuk mengantar Nathan ke kamarnya. Nathan tersenyum puas karena rencananya untuk menginap di rumah Alyssa sudah berhasil.
“Ini kamarku! Maaf sedikit berantakan dan kecil, nggak seperti kamar kamu yang besar”.
__ADS_1
Nathan melihat sekeliling kamar dengan nuansa pink itu. Benar-benar terlihat seperti kamar perempuan, tapi ia merasa nyaman berada disana walaupun kamar itu sangat jauh lebih kecil daripada kamarnya.
“Kamu cepetan mandinya, habis itu kita makan malam sama-sama” kata Alyssa lagi sambil membuka lemarinya dan mengambil bajunya sendiri.
“Kamu mau kemana?” tanya Nathan setelah melihat Alyssa berjalan keluar.
“Ya mau mandi lah”
“Kenapa nggak mandi disini aja? Kan ini kamar kamu” Nathan bertanya dengan wajah sok polosnya.
“Kalau kamu bukan bosku, udah aku tendang kamu ke genteng” jawab Alyssa lalu pergi meninggalkan Nathan yang tersenyum senang.
Ibu Ratna sudah membuat beberapa masakan terbaiknya untuk menyambut sang artis idola. Mereka makan malam bersama dan Nathan terlihat menyukai masakan Ibu Ratna.
“Rasanya hampir sama seperti masakannya Alyssa” Nathan berkata sambil melahap makanannya.
Seusai makan malam Nathan menghampiri Alyssa yang tengah menonton TV bersama kedua orangtuanya.
“Pak, Bu, maaf ya udah ngerepotin kalian” Nathan berkata pada orangtua Alyssa.
“Kita nggak ngerasa direpotin kok nak” jawab Pak Herman.
“Iya nak Nathan, anggap aja ini rumah kamu sendiri. Malahan kita mau berterima kasih sama nak Nathan karena mau menerima Alyssa bekerja sebagai asistennya nak Nathan” sahut Bu Ratna menimpali.
“Iya sama-sama. Emm... sebenernya saya datang kesini sekalian mau jemput Alyssa. Besok saya akan mengajak Alyssa balik ke kota”.
Alyssa dan kedua orangtuanya sedikit terkejut dengan ucapan Nathan.
“Kenapa cepat sekali?” tanya Pak Herman.
“Iya Pak, saya masih ada kerjaan di kota dan membutuhkan bantuan Alyssa”.
“Iya nggak apa-apa kok nak. Memang sudah seharusnya Alyssa ikut sama bosnya” Ibu Ratna tersenyum pada Nathan.
“Kamu nggak masalah kan Sa, kita balik ke kota besok siang?”
“Nggak kok Nat. Kalau gitu aku mau beres-beresin bajuku dulu ya” Alyssa beranjak dari duduknya.
Sebenarnya ia masih merasa sangat berat untuk balik ke kota besok. Ia masih ingin bersama kedua orangtuanya karena masih merindukan mereka. Tapi apa boleh buat, ia harus menuruti kata-kata Nathan karena sudah menjadi tugasnya sebagai asisten Nathan.
***
__ADS_1