
Pagi hari yang cerah, Alyssa terbangun dari mimpi indahnya. Semalam ia bermimpi berjalan-jalan bersama Nathan sambil bergandengan tangan, seperi orang yang sedang berpacaran. Ia tersenyum sendiri mengingat mimpinya itu.
“Ah, kenapa aku jadi mimpiin Nathan ya?!”
Alyssa beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi. Dan setengah jam kemudian ia sudah rapi dan terlihat cantik meskipun hanya berdandan sedikit. Dilihatnya jarum jam sudah menunjukkan pukul setengah delapan pagi, ia bergegas sarapan dengan roti dan segelas susu. Usai sarapan ia mengambil tasnya dan tidak lupa memasukkan gaun pesta yang dulu pernah diberikan oleh Alvin sebagai oleh-oleh untuknya. Ia berjaga-jaga kalau nanti tidak sempat pulang ke rumah ia bisa mengganti bajunya di apartemen Nathan. Ia langsung memesan ojek online lalu berangkat menuju apartemen Nathan.
Sudah pukul sembilan pagi dan sarapan untuk Nathan sudah siap tapi orangnya belum juga bangun. Alyssa mengetuk pelan pintu kamar Nathan dan tidak ada jawaban. Ia mendorong gagang pintu sedikit dan tampak Nathan masih terlihat nyaman dengan guling dan selimutnya. Alyssa menutup kembali pintu kamar Nathan, ia membiarkan Nathan tidur sedikit lebih lama. Pikirnya mungkin semalam Nathan dan Alvin pulang sangat larut dari acara yang mereka hadiri.
Sambil menunggu Nathan terbangun, Alyssa mulai menyiapkan tempat untuk perayaan nanti malam. Ia membuat perayaan kecil-kecilan untuk film barunya Nathan yang akhirnya tayang di bioskop. Ia membersihkan ruang tengah yang akan dipakainya untuk acara itu. Ketika semua sudah bersih dan tersusun rapi, Alyssa mengambil ponselnya dan menelepon Alvin. Beberapa kali melakukan panggilan Alvin tidak menjawabnya dan pada panggilan keempat akhirnya Alvin menjawabnya.
“Halo Vin”.
“Emm..” suara Alvin masih terdengar berat yang menandakan ia baru bangun dari tidurnya.
“Vin, jangan lupa ya nanti malam kita ada perayaan buat film barunya Nathan”.
“Ya, aku inget Sa” jawab Alvin yang suaranya masih terdengar seperti orang mengantuk.
“Kamu ajakin Sarah juga ya, biar makin rame”.
“Kenapa aku yang harus ngajakin dia?” begitu mendengar nama Sarah seketika kantuknya jadi hilang.
“Ya kan kamu pacarnya Sarah! Hehe” Alyssa tertawa kecil.
“Pacar bohongan Sa!”
“Yang penting kan ada kata pacarnya. Pokoknya kamu ajakin dia ya. Aku tunggu, bye” kata Alyssa mematikan teleponnya.
Sebenarnya Alvin senang karena Alyssa menyuruhnya untuk mengajak Sarah juga. Ia jadi punya alasan untuk menemui Sarah. Selama ini dirinya ingin sekali bertemu dengan Sarah tapi ia tidak pernah punya alasan yang pas untuk menemuinya. Terakhir kali ia bertemu dengan Sarah saat dirinya mengatakan pada wartawan kalau dirinya dan Sarah berpacaran. Dan kali ini bagai mendapatkan sebongkah berlian, Alvin akhirnya punya alasan untuk bertemu dengan Sarah. Ia segera menghubungi Sarah untuk menanyakan apakah dia sibuk atau tidak.
“Halo Sarah?”
“Iya Vin, kenapa? Tumben nelpon”.
“Hari ini kamu sibuk nggak?”
__ADS_1
“Nggak juga sih. Aku cuma ada jadwal pemotretan sampai sore nanti. Emangnya kenapa?”
“Emm.. nanti malam Alyssa mau bikin acara kecil-kecilan di tempatnya Nathan buat ngerayain film barunya Nathan. Dan dia nyuruh aku buat ajakin kamu juga ikut di acara nanti malam. Kamu bisa kan?”
“Oke, nanti habis pemotretan aku langsung kesana”.
“Nggak usah! Nanti biar aku aja yang jemput. Kamu kirim aja alamat tempat pemotretanmu ya” ucap Alvin bersemangat.
“Oke, sampai ketemu nanti”.
***
Tepat pukul enam sore Sarah sudah tiba di apartemen Nathan. Ia terlihat cantik dengan gaun yang ia kenakan.
“Hai Sa, apa kabar?” sapa Sarah begitu melihat Alyssa yang membukakan pintu untuknya.
“Baik. Kamu sendirian dateng kesini? Aku kira bareng Alvin” kata Alyssa yang sedari tadi tidak melihat Alvin bersama Sarah.
“Aku dateng sama Alvin. Tapi tadi dia bilang mau beli minuman dulu buat acara nanti”.
Sarah membantu Alyssa menyiapkan kue-kue yang sudah dibuatnya lalu menatanya di atas meja ruang tengah.
“Loh, kamu kok bisa ada disini Sar?” tanya Nathan yang baru keluar dari kamarnya setelah mandi dan sudah terlihat tampan seperti biasanya.
“Aku ngundang dia kesini Nat, biar lebih rame” jawab Alyssa.
“Wahh.. bagus dong kalau kamu ikut. Tapi kamu nggak lagi sibuk kan? Takutnya malah ganggu jadwalmu lagi” tanya Nathan pada Sarah.
“Nggak kok, santai aja! Tadi sih ada pemotretan sebentar sampai jam lima. Terus mau langsung kesini tapi si Alvin malah nganter aku pulang ke rumah. Disuruh mandi sama dia katanya acaranya bakalan lama” jawab Sarah sambil sibuk menata makanan di atas meja.
“Alvin? Kamu kesini bareng dia? Terus Alvin mana?” tanya Nathan lagi.
“Masih beli minuman buat acara ntar”.
Nathan melihat Alyssa yang masih sibuk membereskan dapur setelah ia membuat kue tadi. Penampilannya masih berantakan tapi walaupun begitu ia masih terlihat cantik.
__ADS_1
“Sa, kamu bakalan ngerayain film baruku dengan penampilan seperti itu?” Nathan masih menatap Alyssa.
“Aku bawa baju ganti kok” jawab Alyssa santai.
“Ya udah kalau gitu kamu siap-siap aja sekarang. Pakai baju yang bagus biar kelihatan makin cantik” perintah Nathan.
“Iya bentar lagi, ini harus diberesin dulu” Alyssa masih sibuk membersihkan dapur.
“Udah, biarin itu diberesinnya nanti aja. Sekarang kamu cepetan mandi terus dandan yang cantik, kalau nggak mau nanti aku sendiri yang mandiin kamu” ancam Nathan ketika melihat Alyssa ingin membantahnya.
Alyssa menghentikan pekerjaannya, ia bergegas menuju kamar tamu untuk mandi. Karena percuma saja membantah perkataan Nathan, nanti yang ada malah jadi ribut gara-gara hal sepele.
Alvin sudah datang membawa beberapa minuman yang ia beli dan Sarah meletakkannya di meja. Mereka belum memulai pesta kecil-kecilan itu karena masih menunggu Alyssa yang belum selesai berdandan.
Tidak berapa lama kemudian Alyssa keluar dari kamar tamu. Ia terlihat sangat cantik dengan gaun yang diberikan Alvin dulu. Sebenarnya gaun itu sangat sederhana jika dibandingkan dengan gaun yang dikenakan oleh Sarah, tapi Alyssa terlihat sangat elegan dengan gaun itu. Nathan menatap Alyssa tanpa berkedip, ia begitu terpukau dengan penampilan Alyssa malam itu.
“Kamu cantik banget Sa” puji Nathan ketika Alyssa sudah berdiri di dekatnya, pandangannya masih tertuju pada Alyssa.
“Makasi” jawab Alyssa tersipu malu karena Nathan masih terus menatapnya.
Alvin dan Sarah yang melihat itu langsung senyum-senyum sendiri dengan sikap Nathan yang seolah tidak berkedip memandang Alyssa.
“Woy, awas ntar matamu kering karena nggak berkedip” ledek Alvin sambil menyenggol Nathan.
“Apaan sih Vin, ganggu aja” balas Nathan kesal.
“Udah Vin, biarin aja Nathan kaya gitu! Namanya juga orang lagi kasmaran. Haha..” Sarah ikut-ikutan menggoda Nathan.
“Sepertinya bentar lagi ada yang jadian nih” lanjut Alvin yang membuat Nathan semakin salah tingkah di depan Alyssa.
“Kalian berdua bisa diem nggak?! Kalau kalian ribut terus ntar pestanya nggak mulai-mulai!” ucap Nathan dengan suara sedikit keras.
Mereka berempat akhirnya memulai pesta perayaan untuk film barunya Nathan. Walaupun hanya merayakannya berempat dan sangat sederhana tapi suasananya terasa ramai dengan lelucon yang dikatakan oleh Alvin. Sambil menikmati kue dan minuman yang sudah tersedia mereka larut dalam pesta itu. Hingga tak terasa sudah jam sepuluh malam dan Sarah berpamitan untuk pulang dan ia diantar oleh Alvin. Awalnya Alyssa ingin ikut pulang juga bersama dengan Alvin dan Sarah, tapi Nathan mencegahnya. Nathan berkata pada Alyssa bahwa dirinya sendiri lah yang akan mengantar Alyssa pulang.
***
__ADS_1