Aktor Tampan Pujaan Hati

Aktor Tampan Pujaan Hati
Konferensi Pers


__ADS_3

Nathan telah meminta ijin pada papanya untuk tidak ke kantor karena hari ini ia akan mengadakan konferensi pers. Alvin sudah menyiapkan semuanya dan papa Rudi sudah mengijinkan Alvin dan Nathan untuk memakai salah satu hotelnya sebagai tempat untuk konferensi pers.


“Sayang, tidak usah membaca berita-berita bohong seperti itu ya” ujar Nathan pagi itu seusai sarapan yang tahu jika Alyssa masih saja membaca berita yang menjelekkan dirinya.


“Kenapa? Itu jadi hiburan buatku” jawab Alyssa dengan jujur.


“Bagaimana bisa jadi hiburan? Beritanya saja makin hari makin keterlaluan!”


“Itulah hiburannya. Mereka memberitakan aku seolah-olah seperti mereka mengenalku. Haha..” Alyssa memang menganggap berita itu sebagai hiburan belaka karena baginya tidak ada yang bisa merusak kebahagiaannya saat ini.


Tidak bisa dipungkiri sampai detik ini berita tentang pernikahan Nathan masih menjadi topik hangat. Apalagi ditambah dengan Nadia yang ikut-ikutan memperkeruh suasana dengan komentarnya saat ditanya oleh wartawan. Komentarnya berhasil membuat orang-orang percaya bahwa Alyssa telah merebut Nathan darinya. Hal itu semakin membuat Alyssa dibenci banyak orang.


“Bagaimana tanggapan anda tentang rencana pernikahan Nathan?”


“Aku tidak bisa berkomentar banyak tentang itu. Aku mengenal mereka berdua dengan baik dan aku merasa dikhianati sekarang” kata Nadia saat ditanya oleh sejumlah wartawan.


Dan perkataan Nadia itu sukses membuat nama Alyssa semakin jelek dan kini Alyssa bahkan disebut sebagai orang ketiga yang membuat hubungan Nathan dan Nadia berakhir. Memang itulah yang diinginkan Nadia, membuat Alyssa dibenci banyak orang karena ia masih tidak rela jika Nathan lebih memilih Alyssa dari pada dirinya.


“Alyssa, jangan hiraukan apa yang dikatakan wanita ular itu. Dia hanya iri padamu karena Nathan sangat mencintaimu!” kata Sarah seraya mematikan TV setelah melihat acara gosip yang menampilkan Nadia.


Hari itu Sarah sengaja datang ke rumah Nathan untuk bertemu dengan Alyssa. Ia pikir Alyssa pasti sangat terbebani dengan pemberitaan jelek tentang dirinya dan Sarah bermaksud untuk menghiburnya.


“Kamu tenang saja, aku tidak akan terlalu memikirkan komentar Nadia maupun orang-orang yang membenciku” balas Alyssa.


“Tante, apa tante akan ikut ke hotel?” tanya Sarah pada tante Maya yang duduk di samping Alyssa.

__ADS_1


“Tidak, tante akan menyaksikannya dari TV saja. Tante ingin menemani calon mantu tante ini”.


Alyssa tersenyum mendengar perkataan calon mertuanya. Sarah pun sama, ia juga tersenyum dan melihat jika tante Maya sangat menyayangi Alyssa.


“Ma, aku sama Alvin berangkat sekarang ya!” Nathan sudah terlihat rapi dan sangat tampan seperti biasanya.


“Iya, kalian hati-hati di jalan ya”.


Nathan dan Alvin berpamitan pada pasangan mereka masing-masing. Tak lupa sebelum pergi Nathan mengecup kening Alyssa yang membuat Alvin bertingkah seolah-olah ingin muntah menyaksikan keromantisan dua sejoli itu.


“Kalau aku sudah menikah akan aku buat kamu muntah sungguhan!” seru Nathan pada Alvin.


Mereka berdua sudah di jalan menuju hotel tempat konferensi pers akan diadakan. Hanya butuh waktu sekitar dua puluh menit untuk sampai disana. Dan ketika mereka sudah sampai, terlihat ballroom hotel sudah dipenuhi oleh banyak wartawan dari berbagai media.


Nathan sudah duduk di kursi yang sudah disiapkan untuknya dan Alvin duduk disampingnya.


“Apakah benar anda akan menikah minggu ini dengan asisten anda?” seorang wartawan mulai bertanya.


“Iya benar. Tapi pernikahan kami akan dilangsungkan secara sederhana tanpa mengundang awak media” jawab Nathan masih dengan tenangnya.


“Kenapa anda terlihat sangat buru-buru sekali dengan pernikahan ini?”


“Sebenarnya ini tidak buru-buru karena saya sudah menyiapakannya jauh-jauh hari sebelumnya” Nathan sedikit berbohong.


“Apa anda tidak takut jika karir anda akan meredup setelah menikah?”

__ADS_1


“Tidak! Roda itu berputar, tidak selamanya kita akan berada di atas. Jadi saat saya sedang berada di bawah, saya akan berusaha untuk bangkit lagi!”


“Bagaimana dengan pendapat anda mengenai komentar Nadia yang mengaku merasa dikhianati?”


“Apakah calon istri anda telah merebut anda dari Nadia?”


“Ini yang ingin saya luruskan! Saya akan mengatakan yang sebenarnya. Jadi saya harap apa yang saya katakan ini tidak akan kalian edit!” Nathan menghela nafas panjang sebelum melanjutkan kata-katanya.


“Saya bertemu dengan calon istri saya setelah hubungan saya dan Nadia berakhir. Waktu itu asisten saya yang sebelumnya sudah tidak bekerja dengan saya lagi dan kebetulan Alvin, manajer saya ini merekomendasikan sahabatnya untuk menjadi asisten pribadi saya. Saya akui saat hubungan saya dan Nadia berakhir saya merasa sangat terpuruk dan begitu bertemu dengan calon istri saya entah mengapa rasa sakit hati saya sedikit demi sedikit menghilang. Awalnya saya berpikir perasaan saya ini hanya sebagai pelampiasan rasa sakit hati saya saja, tapi makan lama perasaan saya makin dalam dan akhirnya saya mantap untuk menjadikan hubungan ini lebih dari sekadar artis dan asistennya saja”.


“Dia sangat tulus mencintai saya, bahkan saat saya bermain dalam film yang sama dengan Nadia, dia sangat mendukung. Saya tahu dia cemburu tapi dia berusaha untuk tidak menunjukkannya karena dia tahu memang itulah pekerjaan saya”.


“Sekarang kalian sudah tahu cerita yang sebenarnya. Saya harap kalian tidak akan membuat berita yang menyudutkan tentang calon istri saya lagi. Dan satu lagi, calon istri saya tidak pernah merebut saya dari siapa pun!”


***


Tidak berlangsung lama setelah konferensi pers itu berakhir, media seperti berlomba-lomba untuk menayangkannya. Kini semua orang tahu cerita yang sebenarnya. Banyak dari mereka yang akhirnya mendukung hubungan antara Nathan dan Alyssa meski tak sedikit pula yang masih tetap saja membenci Alyssa. Dan kebanyakan dari mereka yang membenci Alyssa adalah fans dari Nadia.


Di kantor papa Rudi sudah menyaksikan konferensi pers anaknya. Ada perasaan bangga pada dirinya saat anaknya berusaha menjaga nama baik calon istrinya. Semua karyawan juga sudah melihat dan mereka semakin mengagumi sosok Nathan terlebih karyawan perempuan yang kini semakin mengidolakan Nathan. Bagi mereka Nathan terlihat sangat keren dengan apa yang dilakukannya. Dan mereka juga berharap bisa mendapatkan laki-laki yang seperti Nathan.


Sementara di rumah, Alyssa sangat senang dengan apa yang dilihatnya di TV barusan. Ia begitu bersyukur Nathan benar-benar tulus mencintainya.


Begitu pun dengan orangtua Alyssa di kampung yang saat ini juga merasa senang. Beberapa hari terakhir mereka sempat dicibir oleh para tetangga karena gosip yang beredar Alyssa sudah merebut Nathan dari Nadia. Tapi sekarang mereka sudah bisa bernafas lega karena Nathan telah berkata kebenarannya pada semua orang.


***

__ADS_1


__ADS_2