Aktor Tampan Pujaan Hati

Aktor Tampan Pujaan Hati
Pengakuan Alyssa


__ADS_3

Semua yang ada di lokasi pemotretan sekarang melihat ke arah Nathan, Alyssa dan Alvin berada. Perkataan Alvin yang cukup keras itu berhasil membuat semua orang yang ada disana mengalihkan perhatiannya kepada mereka.


Untuk beberapa saat Alvin tidak menyadari dengan apa yang sudah ia lakukan sehingga membuat semua orang begitu penasaran dengan Alyssa dan Nathan. Ketika akhirnya dia tersadar dengan apa yang telah ia lakukan, Alvin mulai bingung. Berusaha untuk menyembunyikan kesalahannya Alvin berpura-pura sedang melakukan panggilan telepon.


“Ah iya sayang, kenapa kamu juga memanggil anjingmu dengan sebutan sayang? Panggilan itu hanya boleh untukku” Alvin seolah-olah berbicara di telepon dengan Sarah.


“Ya sudah sampai nanti sayang, bye..” kata Alvin lagi berpura-pura menyudahi panggilan teleponnya.


Alvin memandang ke sekelilingnya, dilihatnya orang-orang masih menatapnya dengan ekspresi keheranan.


“Hahaha..” tawa Alvin kaku. “Kalian semua pasti sudah tau kan kalau aku itu pacarnya Sarah Anastasia, super model yang terkenal itu. Tadi aku berbicara di telepon dengannya. Masa dia memanggil anjingnya dengan sebutan sayang, kan lucu.. hahaha...” Alvin berusaha meyakinkan semua orang bahwa dia memang sedang menelepon Sarah tadi.


Dan ketika semua orang sudah memalingkan wajah dan sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing, Alvin mengajak Nathan dan Alyssa untuk ke tempat yang agak jauh. Alvin ingin meminta penjelasan dari dua orang yang sudah membuatnya berakting di depan orang banyak.


“Alyssa! Kenapa kamu memanggil Nathan dengan sebutan sayang?” tanya Alvin ketika mereka sudah berada cukup jauh dari orang-orang.


“Emang kenapa? Kamu cemburu nggak pernah dipanggil sayang sama Alyssa?” goda Nathan.


“Aku nggak tanya sama kamu!” jawab Alvin ketus.


“Sa, kamu pacaran sama Nathan?” tanya Alvin lagi. Alyssa hanya terdiam, ia belum menjawab pertanyaan Alvin.


“Kalau iya kenapa?” Nathan menjawab pertanyaan Alvin karena melihat Alyssa hanya diam saja.


“Ya nggak kenapa-kenapa. Aku malah senang kalau kalian pacaran. Aku tau Alyssa orangnya kaya gimana dan aku juga tau kamu itu sebenarnya baik Nat, walaupun agak nyebelin”.


“Iya Vin, aku udah pacaran sama Nathan” jawab Alyssa kemudian. “Tapi aku nggak mau ada yang tau kalau aku pacaran sama Nathan. Kamu jangan bilang siapa-siapa ya Vin” pinta Alyssa.


Alvin tidak begitu terkejut dengan pengakuan Alyssa. Selama ini dia memang sudah mengetahui kalau Alyssa mempunyai perasaan terhadap Nathan meskipun Alyssa tidak pernah memberitahunya secara langsung. Alvin sangat menyayangi Alyssa sebagai sahabatnya sejak kecil, ia tidak ingin Alyssa merasakan sakit hati untuk yang kedua kalinya. Makanya selama ini Alvin selalu menjaga Alyssa dari laki-laki brengs*k yang ingin menyakitinya. Kalau Alyssa merasa nyaman bisa bersama dengan Nathan maka dirinya akan merasa bahagia juga untuk sahabatnya itu. Lagi pula Alvin sudah lama mengenal Nathan dan menurutnya walaupun Nathan selama ini dikenal sering gonta ganti pacar, tapi sebenarnya dia adalah tipe laki-laki yang setia dengan pasangannya.


Nathan yang mempunyai wajah sangat tampan selama ini dikenal sebagai palyboy oleh orang-orang. Padahal sebenarnya tidak seperti itu. Ia bahkan hanya pernah pacaran dua kali saja sebelum berpacaran dengan Alyssa. Tapi publik sudah terlanjur mengira kalau dia adalah seorang playboy karena sering terlihat dengan beberapa wanita yang berbeda-beda, padahal memang Nathan mempunyai banyak teman wanita. Dan hubungan mereka tidak lebih dari sekedar teman. Tapi Nathan membiarkan orang-orang menganggapnya sebagai playboy, ia tidak terlalu peduli dengan penilaian orang-orang terhadapnya.

__ADS_1


“Kamu tenang aja Sa! Aku nggak bakalan bilang ke orang-orang kalau kamu pacaran sama Nathan” kata Alvin kemudian setelah terdiam sejenak mendengar pengakuan sahabatnya itu.


“Ya udah kalau gitu semua udah beres!” ucap Nathan.


“Eits! Tunggu dulu Nat!” Alvin memegang pundak Nathan, menahannya yang terlihat mau pergi.


“Apa lagi?”


“Kamu jangan sampai bikin Alyssa sakit hati. Kamu harus bisa bikin dia bahagia”.


“Tenang Vin, tanpa kamu suruh aku pasti bakalan bikin dia jadi wanita yang paling bahagia di dunia ini”.


Alyssa tersenyum mendengar kata-kata Nathan itu. Dan memang benar seperti apa yang dikatakan Nathan. Semenjak Alyssa berpacaran dengannya, ia merasa menjadi wanita paling bahagia di dunia.


***


Di lain tempat Nadia terlihat sangat gelisah karena Rangga belum juga menghubunginya. Padahal dari awal ia sudah sangat percaya diri kalau Rangga akan menerimanya karena ia menawarkan kesepakatan yang sangat menguntungkan bagi Rangga jika laki-laki itu mau menerimanya untuk bermain dalam film barunya.


“Apa Rangga ada menghubungimu?” tanya Nadia pada Rere begitu melihat Rere tiba di rumahnya.


“Kenapa dia tidak menghubungiku sama sekali? Apa dia tidak tertarik dengan tawaranku kemarin?” gerutu Nadia.


“Laki-laki itu biasanya akan lebih mengutamakan hubungan persahabatan mereka daripada hal lainnya”.


“Persahabatan apa?! Selama aku berpacaran dengan Nathan, aku tidak pernah tau kalau mereka itu bersahabat. Yang aku tau mereka hanya sekedar teman kerja saja”.


“Kamu kan nggak terlalu mengenal Rangga, ya mungkin saja dia memang tipe orang yang setia dengan orang lain”.


“Kenapa kamu jadi terkesan lebih memihak Rangga daripada aku sih Re?” tanya Nadia kesal.


“Aku nggak memihak Rangga, aku cuma mengungkapkan pikiranku. Itu saja!”.

__ADS_1


“Aarrrgghh! Aku benar-benar kesal! Dia pikir aku bakalan mau main di film barunya apa kalau nggak ada Nathan! Awas aja nanti, kalau aku udah balikan lagi dengan Nathan, aku nggak bakalan ijinin Nathan buat main di filmnya lagi”.


Rere menarik nafas panjang melihat Nadia yang seperti itu. “Udah lah Nad, mending kamu fokus aja sama karirmu sekarang. Ada beberapa tawaran film bagus untukmu. Kamu terima saja salah satunya, daripada harus menunggu jawaban dari Rangga yang belum tentu dia akan menerimamu”.


“Nggak bisa Re! Kamu tau kan aku tuh masih sayang banget sama Nathan. Aku pengen bisa sama dia lagi”.


“Tapi Nathan udah benci sama kamu Nad! Kamu harus terima kenyataan itu. Kesalahanmu terlalu fatal dan nggak bisa dimaafin”.


“Rere!” Nadia berteriak pada manajernya itu.


“Apa?” jawab Rere kalem.


“Tadi kamu memihak Rangga, terus sekarang kamu malah memihak Nathan! Sebenarnya kamu ini manajer aku atau bukan sih? Kenapa kamu nggak ngedukung aku?” Nadia semakin kesal pada Rere yang seolah tidak berpihak padanya.


“Kan tadi udah aku bilang, aku nggak memihak siapa-siapa. Aku cuma ngomong kenyataan aja biar kamu sadar dan nggak bertindak terlalu jauh yang nantinya bisa ngerugiin diri kamu sendiri” ucap Rere.


“Udah lah, aku lagi kesel sama kamu. Mending sekarang kamu pulang aja Re! Aku mau istirahat” ucap Nadia.


“Loh, pulang gimana maksud kamu? Justru aku kesini mau ngingetin kamu. Sejam lagi kamu harus ke panti asuhan buat menghibur anak-anak disana”.


“Aishh.. kenapa harus ke panti asuhan lagi sih? Aku bosan harus kesana terus!” keluh Nadia.


“Ini bukan waktunya untuk mengeluh. Udah cepet sana kamu siap-siap!” perintah Rere.


Nadia berjalan malas ke kamarnya untuk bersiap-siap. Sebenarnya ia sangat malas untuk ke panti asuhan hari itu. Tapi demi citra dirinya di depan publik ia terpaksa harus melakukannya.


“Jangan lupa, kamu pakai baju yang biasa aja! Bakalan ada banyak wartawan nantinya disana!” ucap Rere agak sedikit berteriak pada Nadia.


“Cerewet banget sih kamu Re!” kesal Nadia.


Akhirnya hari itu Nadia berkunjung ke panti asuhan. Dan benar saja seperti yang dikatakan Rere, sudah ada banyak wartawan yang datang kesana untuk meliput kegiatan Nadia di panti asuhan itu.

__ADS_1


Selama ini Nadia dikenal sebagai artis yang sangat peduli dengan sesama. Ia sering berbagi kepada orang-orang yang membutuhkan atau membuat acara amal untuk menolong orang-orang yang sedang kesusahan. Tapi tak ada yang tau kecuali Rere kalau semua yang dilakukannya itu hanya untuk pencitraan saja. Bagi Nadia, dirinya harus menjadi artis yang dikenal publik dengan citra yang baik. Dengan begitu dia akan mempunyai penggemar yang banyak dan tentu saja itu akan sangat berpengaruh untuk karir keartisannya.


***


__ADS_2