Aktor Tampan Pujaan Hati

Aktor Tampan Pujaan Hati
Mampir


__ADS_3

Alyssa menoleh ketika mendengar ada suara laki-laki yang mendekat ke arah sungai. Dia melihat ada Agus yang datang bersama dengan dua orang laki-laki yang tak dikenalnya.


“Hai, kalian sedang membuat video?” kata Agus pada Alyssa dan Mia.


“Iya kak, buat tugas sekolahku!” jawab Mia.


“Kamu ngapain kesini Gus? Terus siapa mereka?” Alyssa menunjuk dua orang laki-laki yang ada di belakang Agus dan tengah sibuk menyiapkan kamera mereka.


“Oh, mereka Alan dan Jason. Aku mengantar mereka kesini karena mereka mau syuting di tempat ini. Dan coba kalian tebak, siapa artisnya?”


“Siapa?” tanya Mia bersemangat.


“Nathan! Nathan Alexander!” seru Agus.


Alyssa terkejut mendengar nama Nathan disebut oleh Agus. Sementara Mia meloncat kegirangan karena ia bisa melihat Nathan melakukan syuting di tempatnya sekarang. Alyssa mengedarkan pandangannya untuk mencari sosok Nathan dan ia melihat dari kejauhan Alvin dan Nathan sedang berjalan menuju ke tempatnya.


“Itu kak Nathan!” pekik Mia sambil menunjuk ke arah Nathan.


“Mia, ayo kita pulang” ajak Alyssa.


“Tapi kak, aku mau lihat mereka syuting”.


“Kalau gitu kakak pulang duluan ya!”


“Kakak nggak mau lihat mereka?” tanya Mia.


“Nggak, kakak mau bantuin bi Lilis jualan” jawab Alyssa cepat lalu segera berjalan meninggalkan Mia dan Agus yang heran melihat Alyssa tak heboh ada artis yang datang.


Alyssa berjalan cepat sambil menunduk, melewati Nathan dan Alvin begitu saja.


“Alyssa!” panggil Alvin.


Alyssa tak menghiraukan panggilan dari Alvin, ia terus berjalan menjauhi sungai. Alvin ingin berbalik untuk mengejar Alyssa tapi Nathan menahannya.


“Biarkan dia! Nanti aku akan bicara padanya!” ucap Nathan pelan.


“Kalau dia kabur lagi bagaimana?”


Nathan berpikir sejenak, apa yang dikatakan Alvin memang benar. Alyssa bisa saja pergi lagi begitu melihatnya ada di desa ini.

__ADS_1


“Kamu awasi dia dari jauh. Segera beritahu aku kalau dia mau pergi!”


Alvin akhirnya mengikuti apa kata Nathan. Ia berbalik dan mengikuti Alyssa dari jarak jauh. Sementara Nathan mau tidak mau harus melakukan syuting bohongannya karena ada Agus dan Mia disana yang sudah mengetahui kalau dia mau syuting disana.


Alyssa berjalan kaki sampai di rumah bi Lilis. Wajahnya yang terlihat kesal membuat bi Lilis ingin bertanya apa penyebabnya, namun karena warung lagi ramai akhirnya ia mengurungkan niatnya. Bi Lilis membiarkan Alyssa masuk ke dalam rumah.


“Kenapa dia bisa ada disini? Apa om Rudi yang memberitahunya? Tapi sepertinya tidak mungkin, hubungannya dengan om Rudi kan sedang tidak baik. Lalu aku harus bagaimana? Apa aku pergi saja dari tempat ini? Tapi pergi kemana? Aku nggak punya tempat tujuan. Tapi sepertinya Nathan tidak peduli denganku. Dia terlihat cuek saja tadi. Dia bahkan masih bisa melakukan syuting tanpa merasa bersalah padaku!”


Selang dua jam kemudian terlihat rombongan warga berjalan menuju warung makan bi Lilis. Mereka mengikuti tiga pria tampan yang baru saja memarkirkan mobilnya tidak jauh dari warung bi Lilis. Entah siapa yang memberitahu tapi kedatangan Nathan ke desa tersebut sudah diketahui oleh warga sekitar. Nathan berjalan cepat untuk menghindari kerumunan orang-orang yang ingin melihatnya. Sementara Alan dan Jason menjadi bodyguard dadakan untuk Nathan.


Bi Lilis melihat dari kejauhan seorang laki-laki yang sangat dikenalnya berjalan mendekat ke arahnya. Setelah yakin jika laki-laki itu adalah Nathan, ia tersenyum lalu dengan cepat berjalan menghampiri Nathan dan mengajaknya masuk ke dalam rumah untuk menghindari kerumunan orang-orang.


“Tuan Nathan, ayo masuk ke dalam!”


Nathan langsung mengangguk dan mengikuti bi Lilis. Alan dan Jason mengekor di belakang dan tiba-tiba entah darimana datangnya Alvin juga ikut masuk ke dalam rumah bi Lilis.


“Kalian tunggulah disini. Bibi mau keluar dulu!” ucap bi Lilis lalu menutup pintu rumahnya.


“Bi Lilis, kenapa pintunya di tutup? Kami kan mau lihat Nathan!”


“Iya, kenapa bi Lilis mengajak Nathan masuk ke dalam rumah? Apa bi Lilis mengenalnya?”


“Biarkan kami melihat Nathan bi!”


“Iya saya mengenal tuan Nathan. Dia anak mantan majikan saya di kota dulu. Dan sekarang saya mohon biarkan dia istirahat dulu, pasti dia kelelahan”.


“Tapi kita cuma mau minta foto aja bi!”


“Nanti bibi sampaikan ya. Lebih baik sekarang kalian semua pulang dulu!”


“Janji ya bi!”


Bi Lilis mengangguk sambil tersenyum dengan ramah pada para tetangganya. Setelah memastikan mereka pergi bi Lilis masuk kembali ke dalam rumah.


Di dalam rumah, Nathan dan Alvin saling berbisik sementara Alan dan Jason menyandarkan tubuh mereka pada kursi kayu. Mereka berdua sangat lelah karena tadi harus melindungi Nathan dari serbuan warga yang mengakibatkan mereka didorong-dorong oleh para warga.


“Vin, kemana Alyssa? Kenapa dia tidak ada?Apa kamu sudah mengawasinya tadi?” kata Nathan pelan mendekatkan dirinya pada Alvin.


“Aku sudah mengawasinya! Dia masuk ke rumah ini dan aku tidak melihatnya keluar lagi” jawab Alvin jujur.

__ADS_1


“Tuan Nathan, senang sekali akhirnya bibi bisa melihat tuan Nathan lagi” Bi Lilis masuk ke dalam rumah. “Bagaimana tuan Nathan bisa sampai kesini?”


“Bi, jangan panggil aku tuan lagi. Bibi kan sudah tidak bekerja untuk keluargaku, jadi panggil aku Nathan saja bi!”


“Baiklah! Tapi kenapa kamu bisa disini nak?” tanya bi Lilis dengan suara lembutnya.


“Aku syuting disini bi! Dan aku ingat kalau rumah bibi di sekitar sini, jadi selesai syuting aku mampir kemari” jawab Nathan meyakinkan.


“Oh, jadi karena syuting. Bibi pikir kamu kemari mau menjemput pacar kamu!” kata bi Lilis sambil tersenyum.


“Bibi tahu pacaraku?” Nathan tak menyangka jika bi Lilis tahu hubungannya dengan Alyssa. Ia yakin pasti papanya yang sudah memberitahu sewaktu menitipkan Alyssa disini bersama bi Lilis.


“Ya tahu lah! Alyssa itu cocok untukmu nak, dia wanita yang baik”.


“Sekarang Alyssa dimana bi? Aku mau bertemu dengannya!”


“Tunggu sebentar! Mungkin dia di kamarnya” bi Lilis berjalan menuju kamar Alyssa. Mengetuk pintu sebentar lalu membukanya dan ia melihat Alyssa sedang tidur. Bi Lilis segera membangunkan Alyssa.


“Nak, bangun!” sambil menggoyangkan pelan tubuh Alyssa.


Alyssa membuka matanya perlahan dan melihat bi Lilis duduk di tempat tidurnya.


“Kenapa bi?” Alyssa bangun dan menyandarkan tubuhnya pada tempat tidur.


“Di luar ada Nathan! Dia ingin menemuimu!”


“Kenapa dia bisa tahu aku ada di rumah bibi? Apa om Rudi yang memberitahunya?”


“Sepertinya dia tidak tahu kalau kamu ada disini sebelum bibi bilang padanya”.


“Bibi bilang aku disini?”


“Iya! Tadinya bibi pikir dia kesini mau menjemputmu tapi ternyata dia kesini untuk mampir. Dia habis syuting di desa ini. Dan sekarang dia ingin bertemu denganmu nak. Kamu temui dia di luar ya!”


“Aku lagi males bi!”


“Alyssa, kasihan Nathan. Bibi tahu pasti kalian lagi bertengkar, tapi tolong temui dia sebentar saja ya. Bibi mohon!” bi Lilis menakupkan kedua tangannya memohon agar Alyssa mau menemui Nathan. Alyssa merasa tidak enak melihat bi Lilis sampai memohon seperti itu.


“Bibi jangan memohon seperti itu. Baiklah, aku akan menemuinya sebentar!” kata Alyssa.

__ADS_1


Bi Lilis tersenyum mendengar jawaban Alyssa. “Bibi tunggu di luar ya!” Bi Lilis segera keluar dari kamar Alyssa dan menyampaikan pada Nathan bahwa Alyssa mau menemuinya.


***


__ADS_2