
Nathan telah menyelesaikan film nya setelah dua bulan melakukan syuting yang begitu melelahkan. Bukan hanya lelah karena bekerja dari pagi sampai malam tapi ia juga lelah dengan rasa cemburunya pada Alyssa. Meski pun Rangga telah menjauh dari Alyssa tapi beberapa kali Nathan pernah melihatnya masih memperhatikan Alyssa secara diam-diam. Karena itulah ia sempat cemburu karena merasa jika Rangga masih sangat mencintai Alyssa.
Belum lagi ia juga lelah karena setiap hari harus melihat Nadia di lokasi syuting. Nadia dengan sikap manisnya yang Nathan tahu itu hanya kepura-puraannya saja. Dan baru kali ini Nathan merasa tidak menikmati setiap kegiatannya selama pembuatan film itu. Padahal sebelumnya Nathan selalu terlihat senang dan bersemangat jika melakukan syuting karena ia memang menyukai pekerjaannya itu.
Serangkaian kegiatan usai syuting film telah Nathan lakukan. Ia juga melakukan promosi film ke beberapa tempat bersama Nadia dan pemain film yang lainnya. Dan untuk promosi film kali ini selain mengajak Alvin, Nathan juga mengajak Alyssa untuk ikut bersamanya.
Masyarakat sangat antusias menunggu penayangan film baru Nathan dan Nadia. Tidak cuma para remaja, tapi ibu-ibu berdaster pun terlihat sangat antusias dengan film ini. Mereka ingin menyaksikan sepasang mantan kekasih tersebut berakting bersama dalam satu judul film. Banyak yang berharap jika Nathan dan Nadia bisa kembali bersama karena memang keduanya terlihat sangat serasi sebagai pasangan.
“Aku benar-benar sudah tidak sabar untuk menyaksikan film ini”.
“Aku berharap setelah film ini mereka berdua akan balikan lagi”.
“Mereka sangat serasi tapi sayang sekali hubungan mereka sudah berakhir”.
“Nathan cocoknya cuma sama Nadia aja. Aku nggak bisa bayangin kalau seandainya mereka punya pacar lain”.
“Aku akan sangat mendukung jika mereka bisa kembali bersama dalam kehidupan nyata”.
“Semoga Nathan dan Nadia berjodoh di kehidupan nyata”.
Begitulah komentar orang-orang di luar sana yang hampir semuanya mengharapkan Nathan dan Nadia merajut cinta mereka kembali.
“Kamu nggak usah baca komentar orang-orang di sosial media!” kata Nathan yang saat ini melihat Alyssa tengah sibuk membaca satu per satu komentar dari para netizen.
Sudah beberapa hari ini Alyssa selalu membuka sosial medianya hanya untuk membaca komentar dari netizen tentang Nathan dan Nadia. Dan setelah dirinya membaca komentar tersebut ia akan mulai kesal dan Nathan akan mendapat tatapan sinis dari Alyssa. Tapi jika Alyssa membaca komentar yang tidak berharap Nathan dan Nadia balikan maka dirinya akan tersenyum puas dan bersikap sangat manis pada Nathan.
“Aku suka komentar yang ini, Nadia memang tidak cocok untukmu!” kata Alyssa.
Nathan lalu menghampiri Alyssa dan duduk di sebelahnya sambil menyodorkan pipi kanannya.
“Kalau kamu suka komentar itu cium aku sekarang!”
Cup
Alyssa mencium sekilas pipi kanan Nathan lalu melanjutkan lagi kegiatannya membaca komentar para netizen.
“Yang ini aku juga suka. Dia bilang kalau Nadia itu seperti silumam ular dan tidak cocok untukmu yang seperti pangeran!”
__ADS_1
Nathan menyodorkan kembali pipi kirinya sambil tersenyum jahil agar dicium oleh Alyssa.
Cup
Alyssa mencium pipi kiri Nathan. Ia tidak tahu jika komentar itu dibuat oleh Nathan menggunakan akun palsu. Nathan sengaja melakukannya untuk meminimalkan tatapan sinis dari Alyssa yang ia dapatkan saat Alyssa merasa kesal dengan komentar netizen yang lebih mendukung Nathan dan Nadia untuk balikan lagi.
“Sayang, udah dong baca komentarnya. Kalau kamu baca itu satu-satu kapan selesainya?” keluh Nathan sambil merampas ponsel Alyssa.
“Balikin ponsel aku Nat!” Alyssa berusaha mengambil ponselnya dari Nathan yang kini sudah berdiri sambil mengangkat satu tangannya yang memegang ponsel ke atas.
Alyssa melompat untuk meraih ponselnya namun tak berhasil. Tubuh Nathan terlalu tinggi untuknya. Alyssa menyilangkan kedua tangannya di depan dada dengan kesal. Melihat wajah Alyssa yang kesal membuat Nathan mencubit pipi kekasihnya itu dengan gemas.
“Aku sita ponselmu sampai kamu mau berjanji padaku tidak akan membaca komentar di sosial media lagi!” Nathan masuk ke kamarnya meninggalkan Alyssa yang terlihat makin kesal.
Di dalam kamar Nathan melihat-lihat ponsel Alyssa sambil merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Itu pertama kali baginya untuk membuka ponsel Alyssa. Ia melihat galeri foto Alyssa dan tersenyum sendiri. Ternyata di galari itu banyak ada fotonya yang Alyssa ambil secara diam-diam saat menemani Nathan syuting. Ada juga beberapa foto Nathan yang Alyssa unduh dari internet.
“Hahaha.. kenapa dia tidak minta fotoku secara langsung dan malah mengambilnya secara diam-diam? Apa dia malu?”
Nathan lalu mengambil banyak foto dirinya dengan menggunakan ponsel Alyssa. Sekarang di galeri Alyssa telah banyak ada foto Nathan dengan berbagai macam gaya mulai dari tampang Nathan yang imut sampai yang keren.
“Aku tahu tidak seharusnya aku melakukan ini. Tapi aku penasaran dengan siapa saja Alyssa berkomunikasi” ujar Nathan.
Nathan membuka aplikasi pesan milik Alyssa dan namanya berada di paling atas. Ia mulai melihat yang lainnya, ada nama kedua orang tuanya, Alvin dan tante Maya
“Rupanya dia sering bertukar pesan dengan mama. Aku saja yang anak kandung mama jarang sekali mengirim pesan padanya” ucap Nathan dengan senyuman bahagia karena Alyssa bisa sangat akrab dengan mamanya.
Tapi senyuman di wajah Nathan tiba-tiba hilang dan berubah menjadi ekspresi kesal ketika melihat ada nama Rangga, Dimas, David dan beberapa pesan dari nomor yang tak disimpan Alyssa di kontaknya.
Alyssa memang belum menghapus semua pesan yang ada di ponselnya. Bahkan pesan dari temannya hampir enam bulan yang lalu masih ada disana.
“Ternyata dulu dia dan Rangga sering bertukar pesan di belakangku. Terus ini apalagi, kenapa Dimas mengirim begitu banyak pesan padanya? Sudah jelas-jelas Alyssa tidak pernah membalasnya. Dasar laki-laki tak tahu malu!” keluh Nathan.
“Ini siapa lagi? David? Siapa David? Aku tidak pernah mendengar Alyssa menyebut nama David. Aku harus menanyakannya pada Alvin. Siapa tahu dia kenal dengan David ini. Dan ini, kenapa banyak sekali nomor tak dikenal yang mengirim pesan padanya? Apa dia menyebarkan nomor ponselnya ke semua orang?”
Nathan semakin kesal karena pesan dari beberapa nomor tak dikenal itu mengajak Alyssa untuk berkenalan. Meski pun Alyssa sama sekali tak pernah membalas satu pun pesan dari mereka tetap saja Nathan jadi cemburu karena banyak laki-laki yang ternyata menyukai Alyssa.
Nathan keluar kamar dan langsung mencari Alyssa yang tengah asik menonton TV.
__ADS_1
“Nih, ponselmu aku kembalikan!” Nathan menyerahkan ponsel Alyssa dengan wajah yang cemberut.
“Kenapa wajahmu begitu? Kamu lagi marah?” tanya Alyssa.
“Aku nggak marah!”
“Terus kenapa?”
“Aku mau kamu ganti nomor ponselmu!”
“Loh, emangnya kenapa? Kok aku disuruh ganti nomor?”
“Ya kalau aku bilang ganti kamu harus ganti!”
“Nggak mau!” tolak Alyssa.
“Kenapa nggak mau? Apa kamu senang mendapat pesan dari banyak laki-laki yang mengajakmu berkenalan?”
“Jadi kamu melihat-lihat ponselku?”
Kini giliran Alyssa yang marah pada Nathan. Sebelum Alyssa memukul Nathan, ia telah lari terlebih dahulu masuk ke dalam kamar.
“Hampir aja aku kena pukul!” ucap Nathan dari dalam kamarnya yang sudah ia kunci agar Alyssa tidak bisa masuk.
“Nathan! Buka pintunya!” Alyssa berteriak sambil menggedor pintu kamar Nathan dengan kasar.
“Nggak mau!”
“Buka pintunya cepat!”
“Ogah! Pokoknya kamu harus ganti nomor ponselmu!”
Foto selfie Nathan
***
__ADS_1