Aktor Tampan Pujaan Hati

Aktor Tampan Pujaan Hati
Makan Siang


__ADS_3

Sudah seminggu sejak ulang tahun Nathan berlalu dan ia masih belum berbicara dengan Alyssa. Alvin sudah berusaha untuk membujuk Nathan agar mau mendengarkan penjelasan Alyssa meskipun ia sendiri tidak tahu alasan Nathan marah pada Alyssa.


Hari ini seusai menyiapkan sarapan yang Alyssa tahu tidak akan dimakan oleh Nathan melainkan dimakan oleh Alvin, ia menyiapkan semua keperluan syuting untuk Nathan. Besok adalah hari pertama Nathan syuting untuk film barunya. Dan sampai sekarang Alyssa belum tahu jika Nathan akan beradu akting dengan mantan kekasihnya yaitu Nadia.


Alvin sebenarnya sudah tahu jika Nathan akan berpasangan dengan Nadia di film terbarunya. Tapi ia tidak memberitahu Alyssa soal itu. Ia berpikir masalah ini harus Nathan sendiri yang memberitahu pacarnya. Dan sampai hari ini ternyata Nathan masih belum mau berbicara apapun dengan Alyssa.


“Nak, bagaimana hubunganmu dengan Nathan? Apa kalian sudah baikan?” Tante Maya berbicara di telepon dengan Alyssa.


“Belum tante”.


“Astaga, kenapa anak itu begitu keras kepala? Kasihan kamu nak, gara-gara rencana tante hubunganmu dengan Nathan jadi kacau. Tante minta maaf”.


“Ini bukan salah tante kok. Alyssa tahu niat tante itu baik ingin membuat Nathan dan papanya berdamai lagi. Tapi memang Nathan aja yang keras kepala”.


“Kamu baik sekali nak, tante janji akan berusaha menemui Nathan lagi dan menjelaskan semuanya pada anak itu. Kamu yang sabar ya”.


“Iya, makasi tante. Alyssa masih sabar kok menghadapi jurus diamnya Nathan. Hehe.. nanti juga kalau dia capek diam terus, dia bakalan ngomong lagi sama Alyssa tante”.


“Iya tante doain semoga kalian cepet baikan ya. Oh ya Sa, tante tutup dulu teleponnya ya, ada tamu yang datang”.


“Iya tante”.


“Ehm!” Nathan berdeham di belakang Alyssa.


Alyssa meletakkan ponselnya dan menoleh ke arah Nathan.


“Kamu perlu sesuatu?” tanya Alyssa pada Nathan dengan senyum manisnya.


“Nggak! Sebaiknya cepat kamu selesaikan kerjaanmu itu. Jangan sampai ada yang kelupaan gara-gara kamu keasikan telpon-telponan!” seru Nathan lalu ia pergi meninggalkan Alyssa yang masih menyiapkan keperluan syuting untuk Nathan besok.


Alyssa tersenyum walau pun Nathan masih terlihat cuek padanya. Setidaknya hari ini Nathan sudah mulai berbicara dengannya. Ini adalah awal yang baik untuk memperbaiki hubungannya dengan Nathan.


Alyssa sudah selesai menyiapkan keperluan Nathan untuk syuting besok ketika dilihatnya Nathan dan Alvin keluar apartemen. Entah kemana mereka pergi Alyssa tidak tahu.


Saat Alyssa hendak pulang ia mendapatkan pesan dari Rangga yang mengajaknya untuk makan siang. Alyssa menerima ajakan dari Rangga karena ia merasa tidak enak jika menolaknya terus-terusan. Memang sudah beberapa kali Rangga selalu mengajak Alyssa bertemu hanya untuk sekedar makan siang atau makan malam tapi selalu ditolaknya. Tidak ada salahnya kali ini ia menerima ajakan Rangga, lagi pula Rangga adalah orang yang baik dan ini hanya makan siang biasa. Dan kebetulan juga memang ia belum makan siang.


Rangga sudah menunggu Alyssa di restoran yang dulu pernah Alyssa jadikan sebagai tempat kerja bohongannya untuk mengelabui Rangga. Ia sengaja memilih restoran itu karena dekat dengan tempat tinggal Alyssa meski pun ia tidak tahu pasti Alyssa tinggal dimana. Lima menit kemudian Alyssa datang dan langsung menuju meja tempat Rangga berada.


“Maaf aku telat” kata Alyssa sambil duduk di kursi yang berada di hadapan Rangga.


“Haa? Kamu telat? Berapa bulan?” canda Rangga.


“Ngelucu nih ceritanya?”

__ADS_1


“Hehe.. nggak lucu ya?”


“Dikit. Oh ya, kamu udah pesen makanan?”


“Belum, aku nungguin kamu” Rangga memanggil seorang pelayan perempuan yang mengaguminya. Ia memesan beberapa menu andalan di restoran itu.


“Kenapa kamu pesan banyak sekali?” tanya Alyssa setelah pelayan restoran itu meninggalkan mereka.


“Aku pengen coba semua menu yang enak disini. Lagian aku yakin kamu pasti makannya banyak”.


“Darimana kamu tahu?”


“Asal nebak aja! Oh ya Sa, mungkin mulai besok aku akan jarang menghubungimu”.


“Kenapa dia bicara begitu? Apa dia berpikir aku selalu menunggu pesan darinya?” batin Alyssa.


“Besok aku harus mulai kerja lagi dan akan sangat sibuk. Nanti kamu jangan kangen sama aku ya” ucap Rangga percaya diri.


“Astaga, pede banget sih nih orang”.


“Memangnya kamu kerja apa?” tanya Alyssa kemudian.


“Nanti juga kamu bakalan tau”.


“Makasi ya Sa, udah mau nemenin aku makan siang”.


“Sama-sama. Emm.. Rangga, aku boleh tanya sesuatu?”


“Tanya aja! Gratis!”


“Kamu udah punya pacar?”


Rangga hampir tersedak mendengar pertanyaan Alyssa. Kenapa Alyssa menanyakan hal itu? Apa ia telah jatuh cinta dengan Rangga? Itulah pikiran Rangga saat ini setelah mendapat pertanyaan yang tak terduga dari Alyssa.


“Kenapa emangnya? Kamu takut kalau kita makan berdua nanti dilihat sama pacarku?”


“Ehh.. nggak, maksud aku..”


“Tenang aja Sa, aku belum punya pacar” jawab Rangga tersenyum.


“Kalau gitu masih ada harapan dong”.


“Harapan apa?”

__ADS_1


“Harapan buat pelayan restoran disini” ucapan Alyssa itu lagi-lagi membuat Rangga hampir tersedak. Ia lalu meminum airnya.


“Memangnya kenapa dengan pelayan restoran disini?” tanya Rangga setelah meneguk setengah minumannya.


“Kelihatannya mereka naksir sama kamu”.


“Ngawur aja kamu Sa!”


“Ih, beneran Ngga! Aku bisa lihat tadi semua pelayan restoran senyum-senyum ngelihatin kamu. Sampai mbak kasir yang ada di ujung itu selalu merhatiin kamu terus loh”.


Rangga menoleh ke arah kasir yang dimaksud Alyssa. Dan benar saja, ketika Rangga melihatnya, perempuan yang ada di kasir itu terlihat salah tingkah karena ketahuan curi-curi pandang pada Rangga.


“Mereka cantik, tapi bukan tipeku” kata Rangga santai.


“Memang tipemu yang seperti apa?”


“Kamu nggak tahu tipe cewek idamanku?”


“Nggak!”


“Kamu mau tahu?”


“Nggak juga sih. Nggak penting juga buat aku”.


“Jadi aku nggak penting buat kamu Sa?”


“Ehh.. bukan gitu maksudku Ngga..” Alyssa merasa tidak enak dengan Rangga karena asal menjawab.


“Aku suka cewek yang sepertimu Sa!”


Alyssa mendadak terdiam setelah Rangga mengatakan itu. Ia tidak tahu harus menjawab apa.


“Haha.. aku cuma bercanda Sa! Kenapa wajahmu tegang begitu?”


“Kamu ini bikin aku kaget aja” Alyssa merasa lega karena Rangga hanya bercanda mengatakan itu. Sebenarnya ia merasa nyaman menjadi teman Rangga dan tidak lebih. Dan yang pasti sayang dan cintanya sudah ia berikan untuk Nathan.


“Kenapa kaget? Emang kalau beneran gimana?” tanya Rangga lagi.


“Udah ah.. nggak usah bercanda lagi” Alyssa melanjutkan makannya tanpa meladeni candaan Rangga lagi.


Rangga tahu saat ini Alyssa hanya menganggapnya sebagai seorang teman saja. Dan ia tidak mau merusak hubungan pertemanannya dengan Alyssa. Ia akan pelan-pelan membuat Alyssa jatuh cinta padanya. Ia takut kalau sekarang dia jujur akan perasaannya, Alyssa akan menjauhinya karena merasa tidak nyaman. Untuk itu ia akan bersabar sampai Alyssa merasakan hal yang sama padanya.


***

__ADS_1


__ADS_2