Aktor Tampan Pujaan Hati

Aktor Tampan Pujaan Hati
Tamu Tak Terduga


__ADS_3

Syuting dilanjutkan sampai sore hari menjelang malam dan Rangga tetap fokus pada pekerjaannya walau dirinya saat ini sedang patah hati. Saat akan melajukan mobilnya menuju rumah, Rangga melihat mobil yang dinaiki oleh Alvin, Nathan dan Alyssa sudah melaju lebih dulu di depannya. Rangga memutuskan untuk mengikuti mobil mereka hanya sekedar ingin tahu dimana rumah Alyssa. Meski sudah dibuat patah hati oleh Alyssa tapi Rangga masih saja tetap penasaran dengan gadis itu. Terlebih lagi ia masih belum tahu pasti siapa laki-laki yang dicintai oleh Alyssa, membuat rasa penasarannya menjadi berkali-kali lipat.


Rangga mengikuti dengan jarak yang cukup jauh namun mobil yang diikutinya masih terpantau oleh pandangannya. Ia sengaja melakukannya agar Nathan dan yang lainnya tidak curiga kalau mereka sedang diikuti secara diam-diam.


Beberapa menit kemudian mobil yang diikutinya berhenti tepat di sebuah rumah minimalis berlantai dua. Ia segera menepikan mobilnya agak jauh agar tidak terlalu kelihatan. Alvin, Nathan dan Alyssa turun dari mobil sambil terlihat berbincang dan tertawa kecil. Mereka bertiga masuk ke dalam rumah dan Rangga masih tetap mengawasi dari dalam mobilnya.


“Apa ini rumah Alyssa?” Rangga menebak dalam hatinya.


Tiga puluh menit kemudian ketiga orang itu keluar lagi dari rumah dan Alvin berjalan lebih dulu ke arah mobil. Nathan dan Alyssa berjalan santai di belakang sambil tangan Alyssa merangkul lengan Nathan. Sebelum masuk ke mobil Nathan membalikkan tubuhnya menghadap Alyssa dan langsung memeluk gadis itu. Alyssa menerima pelukan Nathan dengan melingkarkan tangannya di pinggang Nathan sambil tersenyum bahagia.


“Hei, kalian itu harus ingat ada aku disini!” teriak Alvin dari dalam mobil yang sudah jenuh melihat kedua sejoli itu selalu bermesraan di depannya.


Nathan dan Alyssa kompak memandang Alvin yang sekarang sudah terlihat cemberut menunggu Nathan masuk ke dalam mobil.


“Sayang aku balik dulu ya. Kasihan si jones, mukanya udah ditekuk begitu” ucap Nathan yang dibalas dengan anggukan oleh Alyssa.


Nathan lalu mengecup kening Alyssa dan setelah itu ia berjalan menuju mobil dan melambaikan tangannya pada Alyssa.


Alyssa masih memandangi mobil Nathan dan Alvin melaju sampai sudah tidak terlihat lagi dan ia pun kembali masuk ke dalam rumah. Rangga yang sejak tadi masih mengawasi dari kejauhan langsung melajukan mobilnya pelan ketika dilihatnya mobil Alvin dan Nathan sudah menghilang dari pandangannya.


Di dalam rumah Alyssa yang baru saja masuk ke kamarnya dan bersiap untuk mandi mendengar bel pintu rumah berbunyi. Dengan langkah cepat ia segera menuju pintu untuk melihat siapa yang datang.


“Pasti Nathan balik lagi karena masih kangen sama aku” pikir Alyssa percaya diri karena memang hanya Nathan dan Alvin yang selalu datang ke rumah itu. Ia tidak pernah berpikir orang lain akan bertamu kesana karena memang ia tidak mempunyai begitu banyak teman di kota ini walau sudah tinggal cukup lama disana. Selama ini ia hanya berada di sekitar Nathan sehingga ia tidak sempat bergaul dengan orang lain bahkan tetangganya sendiri.


Alyssa membuka pintu dengan bersemangat sambil berkata “pasti kamu masih kangen kan...” Alyssa tidak melanjutkan kata-katanya begitu melihat yang ada di depannya bukan Nathan melainkan Rangga.


Dengan sedikit menganga Alyssa tidak percaya dan tidak menduga saat ini Rangga berada di depannya.


“Bagaimana kamu bisa kesini?” tanya Alyssa masih menatap Rangga.


“Aku naik mobil kesini” jawab Rangga sambil tersenyum. “Kamu tidak menyuruhku masuk? Aku ini kan tamu” lanjutnya.


“Ah, maaf! Silakan masuk” Alyssa mempersilakan Rangga masuk dan menyuruhnya untuk duduk di ruang tamu lalu ia sendiri bergegas ke dapur membuatkan minum untuk Rangga.


Selang lima menit kemudian Alyssa kembali ke ruang tamu dengan membawa minuman untuk Rangga.


“Silakan diminum”.

__ADS_1


“Terima kasih!” Rangga langsung meminum minumannya sampai habis dan meletakkan gelasnya di atas meja.


“Rangga, kenapa kamu bisa tahu aku tinggal disini?” tanya Alyssa kemudian setelah melihat Rangga menghabiskan minumannya.


“Aku mengikutimu!” jawab Rangga datar.


“Kenapa mengikutiku?” Tiba-tiba Alyssa menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Ia menyadari jika Rangga mengikutinya itu berarti dia melihat Nathan mencium keningnya tadi.


“Kamu kenapa?” tanya Rangga sedikit bingung dengan tingkah Alyssa.


“Apa tadi kamu melihat...”


“Ya, aku melihat semuanya” Rangga memotong kata-kata Alyssa.


Alyssa menunduk memandang lututnya. Saat ini ia sangat malu untuk menatap Rangga karena ia sudah berbohong tentang orang yang dicintainya dengan mengatakan orang itu adalah temannya di kampung.


“Kenapa kamu tidak mengatakan yang sebenarnya kalau orang itu adalah Nathan?” bagi Alyssa pertanyaan dari Rangga itu sangat sulit untuk dia jawab.


“Alyssa?” kata Rangga lagi karena tidak mendapat jawaban dari gadis yang duduk di depannya.


“Aku mohon padamu jangan memberitahu siapa pun tentang hubunganku dan Nathan” ucap Alyssa kemudian yang kini sudah menatap Rangga lagi.


“Aku tidak ingin orang lain tahu. Aku belum siap!”


“Baiklah, aku tidak akan memberitahu siapa pun”.


“Terima kasih. Kamu memang baik Ngga, aku senang bisa mengenalmu” Alyssa tersenyum pada Rangga.


“Aku juga senang bisa berteman denganmu” balas Rangga.


“Seandainya aku yang lebih dulu bertemu denganmu daripada Nathan” gumam Rangga pelan.


“Kau bicara apa?” tanya Alyssa yang memang tidak mendengar dengan jelas apa yang dikatakan oleh Rangga.


“Ahh, bukan apa-apa. Kalau begitu aku pamit dulu ya Sa. Kelihatannya kamu sangat lelah, aku tidak mau mengganggu waktu istirahatmu lebih lama lagi”.


Rangga sudah berdiri dan berjalan ke arah pintu keluar yang diikuti oleh Alyssa.

__ADS_1


“Hati-hati di jalan ya” ucap Alyssa.


“Pasti! Sampai ketemu besok di lokasi syuting ya. Bye!” Rangga melambaikan tangannya dan langsung masuk ke dalam mobil.


Hari ini benar-benar merupakan hari yang berat bagi Rangga. Pertama ia harus merasakan sakit hati karena cintanya pada Alyssa bertepuk sebelah tangan. Dan kedua ia harus menerima kenyataan bahwa laki-laki yang dicintai Alyssa adalah Nathan. Meski selama ini ia sudah curiga dengan Nathan tapi tetap saja hatinya begitu sakit saat mengetahui bahwa kecurigaannya selama ini ternyata benar.


Rangga melajukan mobilnya dengan kencang dan dalam keadaan yang tidak fokus karena sakit hatinya. Tanpa ia sadari hampir saja ia menabrak seseorang yang sedang menyeberang jalan jika dirinya tidak mengerem mobilnya dengan cepat. Rangga turun dari mobil untuk melihat seseorang yang hampir ditabraknya.


“Ada yang terluka?” tanya Rangga kemudian sambil membantu gadis yang kini tengah berjongkok ketakutan di depan mobilnya. Ia memapah gadis itu untuk ke pinggir lalu menepikan mobilnya.


Rangga kembali melihat keadaan gadis belia yang hampir ditabraknya tadi. Terlihat gadis itu masih gemetar ketakutan dengan nafas yang cepat tak beraturan.


“Aku minta maaf karena hampir menabrakmu” ucap Rangga.


Setelah gadis itu bisa mengatur nafasnya ia kemudian menatap ke arah Rangga. Selama beberapa detik ia terpana melihat laki-laki yang hampir menabraknya itu ternyata sangatlah tampan.


“Kamu nggak terluka kan?” tanya Rangga lagi yang sekarang melihat ke sekujur tubuh gadis yang ada di depannya untuk melihat apakah gadis itu terluka.


“Nggak ada yang luka kok kak. Aku cuma kaget aja tadi” jawab gadis itu polos.


“Aku antar kamu pulang ya?”


“Nggak usah kak, aku bisa pulang sendiri”.


“Tapi aku mau bertanggung jawab. Kamu pasti masih merasa takut dengan kejadian tadi”.


“Aku udah nggak apa-apa kok kak. Lagian rumah aku juga di deket sini kok”.


“Kamu yakin?”


“Yakin kak!”


“Ya sudah kalau begitu. Kamu hati-hati ya. Dan sekali lagi aku minta maaf!”


“Iya kak! Terima kasih”


“Terima kasih untuk apa?” tanya Rangga bingung.

__ADS_1


“Terima kasih karena kakak sudah khawatir padaku!” setelah mengucapkan kalimatnya, gadis itu berlari kecil meninggalkan Rangga yang merasa sedikit bingung dengan gadis belia itu.


***


__ADS_2