Aktor Tampan Pujaan Hati

Aktor Tampan Pujaan Hati
Positif


__ADS_3

Alyssa terbangun dari tidurnya karena merasakan ada sesuatu yang menindih perutnya. Ia melihat tangan Nathan masih memeluknya dan betapa malunya ia karena kini dirinya sadar kalau mereka berdua tertidur tanpa mengenakan pakaian. Alyssa melihat wajah Nathan yang tampak begitu polos saat sedang tertidur. Tanpa disadari Alyssa tersenyum memandangi wajah Nathan, mengingat kejadian semalam yang tentu saja sebenarnya membuat dirinya malu namun ia sangat menikmatinya.


“Kenapa senyum-senyum?” Nathan bertanya dengan suara seraknya.


Alyssa sedikit kaget saat Nathan bertanya padanya. Nathan masih memejamkan matanya, tapi kenapa Nathan bisa melihatnya tersenyum? Begitulah pikir Alyssa.


“Kamu sudah bangun?” tanya Alyssa pelan.


“Emm..” Nathan mengeratkan pelukannya dan masih dengan mata tertutup. “Apa yang kamu pikirkan sampai senyum-senyum begitu?” lanjut Nathan.


“Eh.. nggak kok! Nggak ada yang aku pikirin!” Alyssa berbohong.


“Jangan bohong! Pasti kamu kepikiran yang semalam kan? Mau lagi?” kali ini Nathan sudah membuka matanya dan menatap Alyssa dengan pandangan menggoda.


“Bagaimana dia bisa tahu?” Alyssa jadi merasa malu sendiri dan ia tidak menjawab pertanyaan Nathan.


Alyssa melepaskan pelukan Nathan dan ingin beranjak dari tempat tidur. Tapi tangan Nathan lebih cepat menarik tubuh Alyssa lagi sehingga membuat Alyssa kembali dalam pelukan Nathan.


Kejadian semalam terulang lagi. Meski awalnya malu-malu tapi Alyssa akhirnya mengikuti permainan Nathan. Dan kegiatan panas mereka pun di mulai. Cukup lama mereka melakukannya sampai akhirnya mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan.


Nathan menggendong Alyssa yang tampak kelelahan menuju kamar mandi. Ia membantu istrinya itu untuk membersihkan diri. Tapi kalian jangan berpikiran jelek dulu tentang Nathan. Ia benar-benar hanya membantu Alyssa membersihkan dirinya di kamar mandi dan tidak lebih dari itu. Nathan tidak mau membuat Alyssa semakin kelelahan dengan ulahnya meski ia melakukannya dengan sangat lembut.


Di meja makan kedua orangtua Nathan dan Alyssa ditambah dengan bi Lilis sudah berkumpul untuk memulai sarapan mereka. Ya, bi Lilis memang sudah datang kemarin saat acara pernikahan Nathan dan Alyssa. Dan rencananya bi Lilis akan menginap sampai tiga hari ke depan disana.


“Pengantin barunya nggak ikut sarapan nih?” tanya bi Lilis.


“Mereka pasti kelelahan karena semalam membuatkan cucu untuk kami!” jawab bu Ratna dengan senyum penuh arti.


Uhuk uhuk!


Papa Rudi dan mama Maya terbatuk dengan kompaknya saat mendengar jawaban bu Ratna. Mereka berdua lalu meminum air di gelas mereka masing-masing.


“Wah, kalian ini batuk aja pakai barengan. Hehe” ujar bu Ratna. Pak Herman segera memberi isyarat pada istrinya untuk diam agar tidak berbicara yang aneh-aneh lagi.


“Kita lanjutkan makannya!” kata mama Maya.


Mereka berlima kemudian melanjutkan sarapan dengan tenang. Seusai sarapan mereka semua berkumpul di ruang keluarga. Papa Rudi memutuskan untuk libur sehari lagi agar bisa berkumpul lebih lama dengan besannya. Sementara Nathan diijinkan libur sampai seminggu ke depan tapi tidak dengan Alvin. Hari ini ia tetap ke kantor untuk melakukan pekerjaannya dan tentu saja dengan pengawasan dari Ben.

__ADS_1


Clarisa datang ke rumah utama keluarga Aditama, membuat papa Rudi dan mama Maya bertanya-tanya ada apa gerangan keponakannya itu datang pagi-pagi sekali.


“Pagi semuanya!” sapa Clarisa dengan ramah. Ia lalu duduk di samping bi Lilis.


“Pagi sayang! Ada apa pagi-pagi sudah kemari?”


“Nathan menyuruhku kemari tante!” jawab Clarisa.


“Bibi buatin minum dulu ya” bi Lilis akan beranjak dari duduknya namun tangannya ditahan oleh Clarisa.


“Nggak usah bi, aku cuma sebentar!”


“Cla, kenapa Nathan menyuruhmu kemari pagi-pagi sedangkan dia sendiri masih belum bangun”.


“Aku sudah bangun ma!” suara Nathan yang menjawab membuat mereka semua menoleh ke arahnya.


Nathan dan Alyssa telah bergabung di ruang keluarga bersama dengan yang lainnya. Tiga puluh menit yang lalu Clarisa telah memberitahu hasil tes darah milik Alyssa. Dan Nathan langsung saja menyuruhnya datang ke rumah pagi-pagi sekali sebelum ia berangkat kerja.


Alyssa mengambil tempat duduk di samping ibunya, sementara Nathan duduk di samping Clarisa.


“Aku mau mengatakan sesuatu kepada kalian semua!” Nathan memulai pembicaraan.


“Apa yang mau kamu bicarakan sayang?” tanya mama Maya.


“Sesuatu yang penting ma! Tapi sebelumnya aku mau minta maaf sama bapak dan ibu!”


“Kenapa minta maaf pada kami nak?” tanya pak Herman.


Nathan menarik nafas dalam sebelum menyampaikan apa yang ingin dikatakannya. “Pak, bu, apapun yang akan aku sampaikan nanti ini semua adalah kesalahanku. Dan aku mohon bapak dan ibu jangan menyalahkan Alyssa”.


Papa Rudi dan mama Maya sepertinya sudah tahu apa yang ingin disampaikan oleh Nathan. Sementara pak Herman, bu Ratna dan bi Lilis tampak bingung.


“Memangnya kamu mau bicara apa nak?” kini Bu Ratna yang bertanya.


“Alyssa sudah hamil!” jawab Nathan dengan tenang.


Clarisa kemudian mengeluarkan hasil tes milik Alyssa yang disana menyatakan bahwa ia positif hamil.

__ADS_1


“Wah, kenapa cepat sekali hamilnya? Padahal baru semalam kan kalian membuatnya?” ujar bu Ratna polos.


Tapi pak Herman langsung mengerti dengan keadaannya. Sesaat ia terdiam memandangi Nathan yang tampak tenang.


“Apa kamu menikahi Alyssa dengan terpaksa karena dia hamil?” tanya pak Herman.


“Aku tidak terpaksa menikahinya. Aku memang mencintai Alyssa. Tapi karena suatu kesalahan aku sudah membuatnya hamil. Tapi sungguh pak, bu, ini murni kesalahanku. Alyssa tidak salah sama sekali!”


Bu Ratna memandangi anaknya yang kini menunduk dan sudah terlihat menitikkan air mata. Ia mengelus lembut punggung anaknya. Bu Ratna sudah mengerti dengan situasinya saat ini setelah mendengar penjelasan Nathan tadi.


“Maafkan Alyssa! Alyssa sudah membuat bapak dan ibu kecewa!” kata Alyssa dengan suara yang pelan namun masih bisa di dengar oleh semuanya.


“Tidak Sa, aku yang salah disini!” balas Nathan cepat. Ia tidak mau jika kedua mertuanya akan menyalahkan Alyssa.


“Sudah nak, kamu jangan menangis!” bu Ratna menghapus air mata yang sudah membasahi pipi anaknya itu.


“Alyssa, bapak tidak kecewa padamu. Malahan bapak senang karena bisa mempunyai menantu yang baik dan bertanggung jawab seperti Nathan!” ucap pak Herman dengan senyuman yang menenangkan bagi Alyssa. “Bapak sudah tahu semuanya nak!” lanjutnya.


Nathan sedikit bingung dengan ucapan mertuanya itu.


“Maksud bapak tahu semuanya itu...”


“Papa sudah memberitahu semuanya pada pak Herman dari saat ia datang kemari!” Papa Rudi menjawab semua kebingungan Nathan.


Nathan melihat papanya dan mertuanya secara bergantian. Pak Herman mengangguk pelan pada menantunya itu.


“Apa disini hanya ibu saja yang tidak tahu ceritanya?” bu Ratna memang tidak diberitahu oleh suaminya.


“Saya juga tidak tahu ceritanya!” balas bi Lilis yang kini sama-sama tertawa bersama bu Ratna karena hanya mereka berdua yang tidak tahu apa-apa.


“Tapi ibu juga senang punya menantu seperti Nathan. Diantara semua ibu-ibu yang ada di kampung, menantuku ini yang paling ganteng!” ujar bu Ratna yang membanggakan Nathan.


“Ya dong bu, aku memang yang paling ganteng!” ucap Nathan penuh percaya diri.


Alyssa tertawa kecil melihat kepedean suaminya itu. Sementara Clarisa menghela nafas panjang karena ia sudah tahu Nathan memang senang dipuji.


Nathan dan Alyssa sudah merasa lega karena akhirnya mereka sudah mengatakan yang sebenarnya kepada kedua orangtuanya. Mereka kini sudah tidak terbebani lagi, terlebih Alyssa yang sangat bersyukur karena orangtuanya bisa menanggapi masalahnya dengan bijak.

__ADS_1


Rencananya Nathan dan Alyssa akan berkunjung ke tempat praktek Clarisa untuk memeriksakan kehamilan Alyssa. Dan tentu saja Nathan meminta Clarisa untuk memberitahunya jika semua pasiennya sudah selesai barulah ia akan kesana dengan Alyssa. Nathan tidak mau kalau sampai ada orang yang melihatnya ke dokter kandungan bersama Alyssa karena pasti akan ada berita yang aneh-aneh lagi tentang mereka.


***


__ADS_2