Aktor Tampan Pujaan Hati

Aktor Tampan Pujaan Hati
Alvin dan Sarah


__ADS_3

Alvin tiba di rumah Sarah beberapa menit kemudian. Setelah memencet bel, tidak berapa lama kemudian seorang wanita paruh baya membukakan pintu dan mempersilakannya masuk. Alvin duduk di sofa ruang tamu sambil menunggu wanita paruh baya tadi memanggil majikannya, Sarah.


Sarah berjalan dengan sedikit lemas menghampiri Alvin. Wajahnya terlihat sedikit pucat dan rambutnya agak berantakan, tapi ia masih terlihat cantik walau penampilannya seperti itu.


“Kamu kelihatan pucat. Kamu sakit?” tanya Alvin.


“Cuma sedikit nggak enak badan”.


“Aku antar ke dokter ya?”


“Nggak usah Vin, istirahat sebentar juga pasti udah baikan” tolak Sarah.


Wanita paruh baya tadi datang membawa dua gelas minuman untuk Alvin dan Sarah. Setelah meletakkan minuman di atas meja ia lalu pergi ke dapur lagi meninggalkan kedua orang itu.


“Silakan diminum” kata Sarah pelan.


Alvin meminum minumannya dengan cepat. Entah mengapa untuk pertama kalinya Alvin merasa begitu gugup bertamu ke rumah orang lain.


“Aku nggak nyangka kamu beneran dateng kesini Vin. Aku kira kamu becanda tadi”.


“Emm.. aku kesini mau meluruskan sesuatu” kata Alvin setelah bisa menguasai kegugupannya.


“Sesuatu tentang apa?” tanya Sarah pura-pura tidak mengerti padahal ia yakin tujuan Alvin menemuinya untuk membicarakan kejadian di villa malam itu.


“Tentang di villa itu.. yang waktu kamu mabuk! Di kamar.. aku...” Alvin tidak melanjutkan kata-katanya.


“Maaf, waktu itu aku mabuk, nggak sadar apa yang aku lakuin”.


“Aku yang harusnya minta maaf. Aku udah berani cium kamu waktu itu”.


“Udah Vin, kita lupain aja. Anggap itu nggak pernah terjadi”.


“Awalnya aku pengen ngelupain kejadian itu. Tapi nggak bisa, tiap hari aku kepikiran terus. Kita dari dulu musuhan tapi aku nggak tau kenapa waktu itu aku berani cium kamu” kata Alvin jujur.

__ADS_1


Sarah tersenyum mendengar kata-kata Alvin. “Kalau dipikir-pikir sebenernya lucu juga ya. Kita saling benci satu sama lain tapi ngelakuin hal konyol itu”.


Cukup lama mereka mengobrol diselingi dengan tawa kecil keduanya. Rasa benci yang mereka rasakan dulu perlahan-lahan mulai hilang. Mereka berdua merasakan kenyamanan satu sama lain saat mengobrol seperti saat ini.


“Ternyata kamu orangnya asik ya Vin”.


“Jadi, kita udah nggak musuhan lagi nih?” tanya Alvin dengan senyum menggoda.


“Udah, lupain yang dulu. Sekarang kita temenan” jawab Sarah.


Sejak kedatangannya pertama kali ke rumah Sarah waktu itu, sudah tiga hari berturut-turut Alvin selalu mengunjungi Sarah hanya sekedar untuk bertemu dan membicarakan hal-hal yang tidak begitu penting. Walau begitu keduanya tampak nyaman dan mereka kini sudah terlihat begitu akrab.


Ketika Alvin berkunjung ke rumah Sarah, ia tidak menyadari kalau ternyata ada beberapa wartawan yang selalu mengintai rumah Sarah secara diam-diam. Dari hari pertama sampai hari ketiga Alvin ke rumah Sarah, para wartawan sebenarnya sudah memiliki banyak foto. Tapi mereka menunggu saat yang tepat untuk membuat berita. Awalnya mereka pikir kedatangan Alvin kesana karena disuruh oleh Nathan. Tapi lama kelamaan mereka mulai curiga karena semakin hari Alvin dan Sarah terlihat sangat akrab dan bahkan Nathan sendiri tidak pernah datang ke rumah Sarah. Padahal gosip yang beredar keduanya tengah menjalin hubungan.


Hari itu ketika Alvin akan pulang dari rumah Sarah beberapa wartawan sudah siap untuk meminta klarifikasi dari keduanya. Sarah mengantar Alvin sampai pintu depan dan ketika Alvin akan masuk ke mobilnya tiba-tiba para wartawan sudah masuk ke halaman rumah Sarah dan langsung menyerbu mereka berdua.


Tentu saja Sarah dan Alvin sangat terkejut dibuatnya. Mereka seperti maling yang sedang tertangkap basah, tidak tahu apa yang harus dilakukan. Para wartawan sudah mengambil gambar mereka dan mengajukan berbagai macam pertanyaan untuk keduanya.


“Bukankah anda Alvin manajernya Nathan?”


“Apa kalian berdua memiliki hubungan khusus dibelakang Nathan?”


“Apakah anda sudah selingkuh dari Nathan?”


“Tolong beri kami jawaban”


Sarah tidak tahu harus menjawab apa. Situasi semacam ini tidak pernah ia bayangkan. Ia memilih untuk tidak menjawab pertanyaan dari wartawan-wartawan itu.


“Tolong kalian semua tenang!” kata Alvin berteriak dan seketika itu juga para wartawan berhenti mengajukan pertanyaan. Mereka menunggu jawaban dari Alvin.


Alvin mengatur nafasnya untuk membuat dirinya lebih tenang menghadapi situasi macam ini.


“Baiklah, aku akan memberitahu kalian semua agar tidak ada lagi gosip-gosip aneh tentang Sarah maupun Nathan” menarik nafas panjang, Alvin lalu melanjutkan kata-katanya.

__ADS_1


“Sarah dan Nathan sebenarnya tidak ada hubungan apa-apa. Mereka sudah bersahabat sejak kecil dan tidak lebih. Sarah tidak ada hubungannya dengan putusnya Nathan dan Nadia seperti yang kalian beritakan selama ini”.


“Lalu kenapa Nathan memposting foto Sarah jika mereka tidak ada hubungan apa-apa?”


“Mereka sahabat sejak kecil bahkan orangtua mereka juga berteman jadi apa salahnya jika Nathan memposting foto sahabatnya? Lagipula saat di villa itu mereka tidak liburan berdua saja, aku juga ikut berlibur bersama mereka”.


“Kalau mereka tidak ada hubungan apa-apa, lantas bagaimana dengan anda? Apakah anda dan Sarah mempunyai hubungan khusus? Anda selalu datang ke rumah Sarah dan terlihat sangat akrab”.


“Iya! Aku dan Sarah sudah berpacaran!” jawab Alvin dengan mantap.


Sarah sangat terkejut mendengar ucapan Alvin. Ia tidak menyangka Alvin akan mengatakan itu. Tapi ia hanya diam saja, tidak mau menyangkal perkataan Alvin di depan wartawan.


“Baiklah, kalian sudah mendapat jawaban yang kalian inginkan. Aku harap kalian membuat berita ini dengan benar dan tidak ada kata-kataku yang kalian edit” kata Alvin tegas lalu mengajak Sarah kembali masuk ke dalam rumahnya.


“Alvin, apa kamu sudah gila? Kenapa kamu ngomong gitu di depan wartawan?” Sarah bertanya pada Alvin setelah menutup pintu.


“Habisnya aku nggak tau mau ngomong apa lagi. Kata-kata itu keluar gitu aja dari mulutku. Tapi paling nggak sekarang kamu nggak digosipin jadi orang ketiga lagi kan?!”


Memang benar apa yang dikatakan Alvin, setelah klarifikasinya itu tidak ada lagi kometar di media sosial yang menyebut Sarah sebagai perusak hubungan orang. Dan saat ini berita tentang Sarah dan Alvin yang menjalin kisah asmara sedang menjadi topik hangat.


***


“Wahh, kayanya ada pasangan baru nih?” goda Nathan begitu melihat Alvin sudah berada di apartemennya.


“Diem ah, aku kemarin cuma asal ngomong aja. Lagian aku sama Sarah cuma temenan aja kok” jawab Alvin sambil merebahkan dirinya di sofa.


“Temen?! Bukannya kalian itu musuh bebuyutan?!”


“Udah nggak lagi”.


“Hmm.. kayanya bentar lagi istilah dari benci jadi cinta bakalan kejadian nih” ledek Nathan.


“Kamu bisa diem nggak sih Nat? Seharusnya kamu itu bilang makasih ke aku. Sekarang wartawan nggak bakal ngikutin kamu lagi buat cari berita”.

__ADS_1


“Oke.. oke.. aku sangat sangat sangat berterima kasih yang sedalam-dalamnya dari lubuk hatiku yang paling dalam melebihi dalamnya lautan. Hahaha” Nathan tertawa begitu melihat ekspresi kesal diwajah Alvin.


***


__ADS_2