
Alvin masih menatap Sarah dengan sangat lekat membuat Sarah semakin salah tingkat.
“Apa kamu merindukanku?” tanya Alvin setelah beberapa saat menatap Sarah.
“Hei, itu kan pertanyaanku yang belum kamu jawab” Sarah tak tahu harus menjawab apa. Ia sangat malu untuk menjawab dengan jujur kalau ia begitu merindukan Alvin.
“Apa kamu kesini untuk menemuiku?” tanya Alvin lagi.
“Aku mencari Nathan!” bohong Sarah. Jelas-jelas ia sengaja ke lokasi syuting Nathan untuk bertemu dengan Alvin. Tapi mengapa begitu sulit baginya untuk berkata jujur? Ingin sekali rasanya Sarah meralat jawabannya tadi, tapi ia tak mampu untuk melakukannya.
“Apa kamu menyukaiku?” Alvin masih melanjutkan pertanyaannya pada Sarah. Ia tak peduli dengan wajah gadis itu yang kini sudah berubah merah karena malu.
“Hahaha.. kamu itu percaya diri sekali menanyakan hal itu padaku” Sarah tertawa kaku berusaha untuk menutupi kegugupannya. Dan lagi-lagi kalimat yang sebenarnya tak diinginkannya malah keluar dari mulutnya.
“Jadi kamu tidak menyukaiku?” lanjut Alvin masih dengan menatap Sarah.
“Aku.. emm..” Sarah tak melanjutkan jawabannya padahal ia ingin sekali mengatakan kalau dirinya menyukai Alvin. Sarah hanya bisa menunduk karena ia merasa begitu bodoh tak berani mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya pada laki-laki yang ia suka.
“Jadi kamu memang tidak menyukaiku!” kata Alvin kemudian yang langsung beranjak dari duduknya.
Sarah yang tadinya menunduk langsung menatap Alvin yang sudah berdiri di depannya dengan membelakanginya. Ia bisa melihat punggung laki-laki yang ia sukai itu.
“Maaf selama ini aku telah mengganggu dan membuang waktumu! Mulai hari ini aku tidak akan melakukannya lagi!” lanjut Alvin. “Kamu tunggulah disini, aku akan memanggil Nathan!”
Sarah melihat Alvin berjalan hendak keluar ruangan. Ingin sekali ia mencegahnya tapi kata-katanya seperti tertahan di tenggorokannya tak mau keluar.
“Kenapa kamu memanggil Nathan?” kata-kata itulah yang keluar dari mulut Sarah untuk menghentikan langkah kaki Alvin.
Alvin menoleh ke belakang melihat Sarah yang masih terduduk di kursinya tadi.
“Katanya kamu kemari ingin bertemu Nathan!”.
Sarah semakin merutuki dirinya sendiri. Bukan hal semacam ini yang ia inginkan dengan datang kemari. Alvin sudah berjalan lagi dan hampir sampai di pintu.
“Aku menyukaimu!” Sarah sudah berdiri dari duduknya dan mengatakan kalimat itu dengan cukup keras. Perasaan lega langsung menderanya begitu ia mengucapkan kalimat itu. Tapi sedetik kemudian perasaan lega tadi berubah menjadi rasa malu yang menyelimuti dirinya kembali.
__ADS_1
Alvin menghentikan langkahnya begitu mendengar apa yang ingin ia dengar langsung dari mulut Sarah. Ia tersenyum sebelum berbalik menghadap Sarah.
“Akhirnya kamu mengatakannya juga, meski pun harus berbelit-belit!” batin Alvin senang.
Alvin membalikkan badannya dan melihat Sarah sudah berdiri dengan canggung sambil menatap ke arahnya. Ia berjalan mendekati Sarah tanpa melepaskan pandangannya dari gadis itu.
“Coba ulangi apa yang kamu katakan tadi” pinta Alvin.
“Aku menyukaimu” jawab Sarah pelan yang langsung menunduk saking malunya.
Alvin tersenyum lalu menyentil kening Sarah.
“Aww! Sakit tahu Vin! pekik Sarah sambil mengusap-usap keningnya yang terasa sedikit sakit.
“Kenapa begitu sulit sih buat kamu mengakui kalau kamu itu memang menyukaiku?” goda Alvin sambil tersenyum.
“Seharusnya kan kamu sebagai laki-laki yang mengakui duluan!”
“Hello, Sarah Anastasia! Menurut kamu selama ini aku kurang mengakui apa coba? Aku selalu memberikanmu perhatian, selalu menelponmu dan mengirim pesan untukmu. Aku mengantarkanmu kesana kemari dan mendengar semua ceritamu, apa itu belum cukup untuk menunjukkan padamu kalau aku benar-benar menyukaimu?”
“Bagaimana aku bisa merasakan kamu menyukaiku, kalau kamu sendiri tidak pernah menelpon atau sekedar mengirim pesan terlebih dulu kepadaku. Menanyakan apa yang sedang aku lakukan sekarang atau sedikit memberikanku perhatian tidak pernah kamu lakukan. Itu semakin membuatku ragu kalau kamu juga menyukaiku. Aku juga ingin diberikan perhatian olehmu Sarah!” jelas Alvin panjang lebar mengeluarkan semua unek-uneknya selama ini.
Sarah yang mendengar semua yang dikatakan Alvin mulai merenungkan sikapnya pada Alvin selama ini. Ia memang tidak pernah memberikan perhatian pada Alvin padahal laki-laki itu selalu memberikannya perhatian. Sarah sangat malu kalau harus menanyakan Alvin sedang apa, lagi dimana atau dengan siapa. Ia takut Alvin akan berpikir dirinya terlalu posesif padahal belum berpacaran.
“Aku minta maaf Vin!” ucap Sarah.
“Sudah lah, kamu nggak perlu minta maaf. Yang penting kan sekarang kamu sudah bilang kalau kamu juga menyukaiku”.
Alvin semakin mendekati Sarah. Ia memegang kedua tangan Sarah dan menatap Sarah dengan lekat. Ia bisa melihat ketulusan gadis itu dari matanya.
“Sarah, terus sekarang gimana?”
“Gimana apanya?” tanya Sarah bingung.
“Hubungan kita! Apa kita bisa pacaran?”
__ADS_1
Sarah mengangguk untuk mengiyakan kalau mereka sekarang resmi berpacaran dan Alvin langsung memeluknya dengan erat. Senyum bahagia terpancar dari wajah kedua pasangan yang saling berpelukan itu.
Cuit cuit
Nathan bersiul menggoda kedua orang yang baru saja resmi berpacaran. Sementara Alyssa bertepuk tangan di sampingnya dengan senyum sumringah. Mereka berdua berjalan menghampiri Alvin dan Sarah yang kini sudah melepaskan pelukan mereka.
“Akhirnya, kalian pacaran juga! Kita harus merayakan ini!” seru Alyssa bersemangat.
“Kalian dari tadi mengintip kita?” tanya Alvin tak percaya.
“Nggak!” jawab Nathan singkat.
“Bohong, kalian pasti mengintip!” Alvin tetap tak percaya karena melihat senyum mencurigakan dari Nathan dan Alyssa.
Nathan dan Alyssa hanya tersenyum menanggapi Alvin. Memang sedari tadi mereka mengintip kedua orang itu di luar. Alvin terlihat sedikit kesal pada Nathan dan Alyssa, ia lalu mengajak Sarah untuk keluar berjalan-jalan di sekitar lokasi syuting untuk menghindari ledekan dari dua sahabatnya itu.
“Hei, kalian mau kemana?” teriak Alyssa ketika Alvin sudah menggandeng tangan Sarah untuk keluar. Tapi Alvin tidak menjawab, ia terus melangkahkan kakinya meninggalkan Alyssa dan Nathan berdua.
“Biarkan mereka berdua! Kamu itu seperti orang yang nggak pernah kasmaran saja!” ujar Nathan.
“Ayo!” seru Nathan.
“Ayo kemana?” tanya Alyssa tak mengerti.
“Kamu harus melihatku berakting!”
“Tapi nggak ada adegan mesra dengan Nadia lagi kan?” tanya Alyssa dengan nada yang bercanda.
“Nggak!”
“Baiklah! Ayo!” Alyssa menggandeng tangan Nathan keluar membuat Nathan menjadi berpikir apakah Alyssa akan memberitahu semua orang tentang hubungan mereka?
Tapi ketika mereka sampai di dekat pintu Alyssa langsung melepaskan gandengan tangannya dan mendorong tubuh Nathan agar berjalan lebih dulu dari pada dirinya.
“Aku pikir dia sudah siap kalau orang lain tahu tentang hubunganku dengannya” gumam Nathan dalam hatinya.
__ADS_1
***