
Sebelum jam makan siang Alyssa dan Nathan sudah tiba di villa. Terlihat Alvin sedang duduk di bangku taman sambil memainkan ponselnya.
“Hey Vin, gimana tadi jalan-jalanmu? Menyenangkan?” tanya Nathan.
“Nat, kita perlu bicara berdua!” kata Alvin tanpa menghiraukan pertanyaan Nathan.
Alyssa mengerti tanpa disuruh ia masuk ke dalam villa membiarkan kedua lelaki itu bicara berdua.
“Kenapa?” Nathan bertanya setelah memastikan Alyssa tidak terlihat lagi.
“Ini lihat!” kata Alvin sambil menunjukkan ponselnya pada Nathan.
“Itu kan postingaku, kemarin kamu kan yang nyuruh aku buat posting sesuatu. Terus sekarang aku udah posting foto malah kamu kelihatannya nggak suka. Emang ada yang aneh?” Nathan masih belum mengerti maksud dari Alvin.
“Nggak ada yang aneh dari postingan ini. Yang aneh itu kamu! Aku nyuruh kamu posting sesuatu biar fans-fans kamu itu tau kalau kamu baik-baik aja. Tapi bukan posting foto ini juga kali Nat!” Alvin sedikit kesal pada Nathan. “Kamu tau nggak sekarang orang-orang pada yakin kalau penyebab putusnya hubunganmu dengan Nadia karena kamu selingkuh. Sekarang mereka lagi cari tau siapa perempuan yang ada di foto ini. Kamu pernah mikir nggak gimana Alyssa kalau sampai orang-orang tau dia yang ada di foto kamu itu? Dia bakalan dicap sebagai orang ketiga Nat!” Alvin tidak bisa lagi menahan emosinya.
Terdiam sejenak, Nathan berpikir apa yang dikatakan Alvin ada benarnya juga. Ia tidak menyangka postingannya itu akan membawa masalah. Terlebih lagi ia tidak ingin jika Alyssa dianggap sebagai orang ketiga yang menyebabkan ia dan Nadia putus.
“Oke, kalau memang diperlukan aku bakalan bilang ke semua orang penyebab aku dan Nadia putus”.
“Nggak semudah itu Nat. Kamu pikir orang-orang bakal percaya sama omongan kamu? Emang kamu punya bukti kalau Nadia selingkuh dengan sutradaranya?”
“Tapi memang itu kenyataannya. Aku melihat sendiri mereka di hotel. Bergandengan mesra bahkan berciuman!”
“Ya itu memang kamu lihat sendiri. Tapi ada buktinya nggak? Nggak ada kan? Orang lain akab lebih percaya dengan bukti daripada omongan. Dan sekarang mereka berpikir sudah mendapatkan bukti bahwa kamulah yang selingkuh”.
“Aarrghhh... aku pusing!” Nathan mengacak-acak rambutnya menyadari betapa cerobohnya dirinya. Ingin menghapus foto itu juga sudah tidak ada gunanya lagi, orang-orang sudah melihatnya. Apa yang harus ia lakukan selanjutnya? Ia pun tidak tahu jawabannya. Ia berpikir sekarang pasti Nadia sedang tertawa melihat kecerobohannya itu.
Nathan masih memikirkan tentang kesalahannya. Bagaimana kalau Alyssa sampai tahu? Apa Alyssa akan marah padanya? Pertanyaan itu selalu muncul di pikirannya. Tapi cepat atau lambat Alyssa pasti akan tahu karena dia punya sosial media juga. Nathan merasa bersalah pada Alyssa. Ia tidak ingin wanita itu harus menanggung akibatnya, dicap sebagai orang ketiga karena kecerobohannya. Untuk saat ini dia harus mencari cara untuk melindungi Alyssa, maka ia bergegas mencari Alyssa di kamarnya.
Tok tok tok
Nathan mengetuk pintu dengan pelan. Tidak berapa lama kemudian Alyssa membuka pintu kamarnya dan melihat Nathan sudah berada di depan pintu dengan wajah gelisah.
__ADS_1
“Kenapa Nat?”
“Boleh aku masuk?”
Alyssa mempersilahkan Nathan masuk. Mereka berdua lalu duduk di sofa dekat jendela kamar. Nathan masih terdiam, tidak tahu harus darimana memulai pembicaraan dengan Alyssa. Ia masih takut kalau Alyssa akan marah padanya setelah ia memberitahu tentang postingannya yang ceroboh itu. Maka ia memutuskan untuk tidak memberitahu Alyssa tentang masalah itu untuk saat ini.
“Ada apa Nat? Kok daritadi bengong aja?” tanya Alyssa karena Nathan tak kunjung berbicara.
“Emm.. Sa, kamu kan kerja jadi asisten aku. Tugas kamu harus mengikuti kemana pun aku pergi” Nathan menjelaskan pelan-pelan pada Alyssa.
“Iya aku tahu. Memangnya kenapa?”
“Emm.. mulai besok kamu nggak usah ngikutin aku lagi ya. Kalau aku ada syuting biar Alvin aja yang nemenin aku”.
“Aku dipecat?!”
”Nggak, aku nggak mecat kamu kok. Aku cuma nggak pengen aja kamu jadi kecapekan karena ngikutin aku terus”.
“Tapi itu kan emang kerjaan aku. Aku digaji untuk jadi asisten kamu yang harus ada terus buat bantuin kamu”.
Alyssa masih belum mengerti kenapa Nathan menjadi aneh sepeti itu. Ia akhirnya setuju untuk mengikuti keinginan bosnya saja. Padahal sebenarnya ia masih penasaran kenapa Nathan tiba-tiba tidak ingin ia mengikutinya. Alyssa yakin pasti ada masalah yang sedang terjadi mengingat tadi Alvin dan Nathan ingin bicara berdua tanpa dirinya.
***
Rasa penasaran membuat Alyssa sulit untuk tidur malam itu. Ia begitu gelisah di tempat tidurnya. Dibaringkannya tubuhnya ke kanan dan ke kiri tapi tidak juga rasa kantuk menghampirinya. Ia kemudian pergi ke dapur untuk mencari makanan. Pikirnya dengan perut kenyang dia akan mudah tertidur. Ternyata hal yang sama juga terjadi pada Nathan. Pria itu tidak bisa tidur karena masalah yang ia buat sendiri. Nathan heran pada dirinya, biasanya tidurnya tidak pernah terganggu setiap kali ada masalah. Bahkan saat dia putus cinta, dia tidak merasakan gelisah seperti ini. Tapi sekarang berbeda, ia begitu takut kalau orang lain sampai tahu wanita yang ada dipostingannya itu adalah Alyssa.
Mereka berdua tidak sengaja bertemu di dapur. Nathan juga ternyata melakukan hal yang sama seperti Alyssa. Ya, Nathan mencari makanan di dapur agar membuatnya kenyang dan memudahkannya untuk tidur, begitu pikirnya.
“Sa, kamu ngapain di dapur malam-malam begini? Kamu nggak tidur? Ini sudah jam 1 malam loh”.
“Aku nggak bisa tidur” jawab Alyssa singkat sambil mengambil cemilan dari dalam kulkas dan langsung memakannya. “Kamu sendiri kenapa nggak tidur?”.
“Aku juga nggak bisa tidur. Sini bagi makanannya” Nathan mengambil cemilan dari tangan Alyssa dan berjalan menuju sofa dekat pintu masuk.
__ADS_1
Alyssa mengikuti Nathan dan ikut duduk di sofa di sebelah Nathan sambil menikmati cemilannya.
“Sa, aku boleh tanya sesuatu?”
“Tanya apa?”
“Boleh nggak aku lebih dekat dengan kamu?”
“Ini juga kan udah deket duduknya” jawab Alyssa bercanda. Ia tahu maksud Nathan ingin mendekatinya, tapi ia tidak bisa menghadapi situasi macam begini secara tiba-tiba. Jadilah karena kegugupannya ia asal bicara saja.
“Bukan itu Sa. Maksudku aku pengen kenal kamu lebih jauh lagi. Sepertinya aku ada perasaan sama kamu Sa”.
Alyssa tidak tahu harus menjawab apa. Situasi macam begini membuat jantungnya berdetak lebih cepat. Sebenarnya ia juga sudah memikirkan Nathan semenjak ciuman pertama mereka. Tapi ia berusaha menyangkal hatinya jika ia memiliki perasaan lebih pada Nathan. Ia hanyalah asistennya, tidak mungkin Nathan menyukainya. Nathan hanya merasa kesepian karena putus dengan Nadia dan dia butuh pelampiasan. Begitulah pikiran Alyssa, ia tidak ingin menjadi pelampiasan Nathan.
Sikap diam Alyssa itu membuat Nathan bingung. “Sa, kamu denger aku nggak?” tanyanya.
“Eh iya, aku denger kok” jawab Alyssa gugup.
“Terus gimana?”
“Gimana apa maksudnya?” Alyssa semakin tidak bisa menutupi kegugupannya. Jantungnya semakin berdetak tak karuan.
“Boleh kan aku deketin kamu?”.
“Emm... gimana ya? Aku...”
Nathan tahu jika Alyssa gugup, ia sudah paham betul dengan sikap wanita yang seperti itu. Ia mulai mendekatkan tubuhnya kepada Alyssa, membuat mereka tidak berjarak lagi. Dan dengan cepat mulai ******* bibir Alyssa lagi.
Detak jantung Alyssa dan Nathan semakin cepat. Kini Alyssa tanpa sadar membalas ciuman Nathan. Ia terbawa oleh suasana.
“Kamu membalas ciumanku Sa. Artinya kamu setuju aku deketin kamu” kata Nathan kemudian.
Alyssa tidak menjawab, wajahnya sudah sangat merah karena malu. Ia berjalan menuju kamar meninggalkan Nathan sendirian.
__ADS_1
“Kenapa aku begitu bodoh menerima ciumannya dengan mudah?” Alyssa semakin tidak bisa tidur dibuatnya. Ada perasaan senang, malu dan kesal pada dirinya sendiri karena kejadian tadi.
Sementara Nathan juga merasakan hal yang sama. Ia semakin tidak bisa tidur. Ada perasaan yang membuatnya ingin selalu bersama Alyssa. Ia tersenyum di kamarnya sambil mengingat kejadian tadi, saat Alyssa membalas ciumannya. Perasaan itu tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.