Aktor Tampan Pujaan Hati

Aktor Tampan Pujaan Hati
Di Luar Skenario


__ADS_3

Hari ini cuaca sedikit mendung, tapi itu bukan alasan untuk membatalkan syuting hari ini. Alyssa sudah menyiapkan sarapan untuk Nathan dan Alvin, tidak lupa ia juga membawa bekal makan siang untuk mereka bertiga di lokasi syuting nanti.


“Aku senang kalian sudah akur begini” seru Alvin dengan mulut penuh makanan ketika mereka sarapan.


“Telen dulu tuh makanan, keselek baru tau rasa” balas Alyssa.


Pukul sembilan pagi mereka sudah tiba di lokasi syuting dan Alyssa mulai membantu Nathan untuk bersiap-siap di ruangannya. Alyssa dan Nathan terlihat sangat romantis, mereka saling senyum dan benar-benar mengabaikan Alvin yang juga berada di ruangan tersebut. Alvin sedikit kesal melihat tingkah dua orang yang ada di depannya itu, seperti dunia hanya milik mereka berdua saja.


“Sekarang kamu bisa romantis begini sama Nathan, tapi sebentar pas Nathan syuting adegan romantis pasti kamu jadi mewek” kata Alvin kesal pada Alyssa.


Nathan melempar Alvin yang duduk di sudut ruangan dengan sisir yang ada di atas meja. Tapi gerakan tangan Alvin yang begitu gesit bisa menangkisnya. Sementara Alyssa hanya diam saja mendengar ledekan dari Alvin itu.


Dan memang benar apa yang dikatakan oleh Alvin. Hari ini ada beberapa adegan romantis yang harus dilakukan oleh Nathan dan Nadia. Bahkan adegan ini lebih romantis daripada yang sebelumnya. Alyssa menarik nafas panjang untuk menguatkan dirinya melihat akting romantis pacarnya dan perempuan lain.


“Kalau kamu nggak suka aku bisa minta ke Rangga supaya adegannya dihilangin aja” kata Nathan yang melihat kegelisahan Alyssa.


“Tapi kan jadinya kamu nggak profesional. Aku nggak mau cuma gara-gara aku, kamu jadi bersikap tidak profesional di pekerjaan kamu ini”.


“Aku nggak peduli, yang penting kamu nggak marah sama aku nantinya”.


“Aku nggak apa-apa kok Nat. Aku tahu itu cuma akting. Kamu lakuin aja apa yang ada di skenario”.


“Yakin? Kamu nggak cemburu?”


Alyssa diam sesaat, lalu sedikit mendorong Nathan untuk bersiap-siap memulai adegannya.


“Udah sana! Aku nggak cemburu kok!”


Alyssa melihat dari jarak agak sedikit jauh bagaimana Nathan dan Nadia memulai adegan romantisnya. Dan seperti yang sudah Nadia lakukan sebelumnya, ia sengaja melakukan banyak kesalahan agar adegannya diulang terus. Dengan mata yang melirik ke arah Alyssa, Nadia tersenyum puas karena dilihatnya Alyssa sekarang sudah mulai kesal. Itulah yang diinginkan Nadia, membuat Alyssa cemburu dan akhirnya marah pada Nathan.


“Kamu bisa nggak sih jangan main-main dalam adegan ini? Aku jijik kalau harus berlama-lama denganmu” bisik Nathan pada Nadia.


“Aku nggak main-main. Aku serius melakukannya” jawab Nadia dengan tersenyum polos.


“Aku minta istirahat sebentar!” teriak Nathan pada kru film.


Rangga memberikannya ijin untuk istirahat sejenak. Sebenarnya Rangga tahu kalau Nadia memang sengaja melakukan kesalahan. Beberapa kali sudah ia menegaskan pada Nadia untuk tidak melakukan kesalahan tapi Nadia seolah tidak peduli dengan ucapannya, sehingga membuat Rangga sangat kesal.

__ADS_1


Nathan menarik tangan Nadia sedikit kasar menjauhi semua orang. Ia harus berbicara langsung dengan Nadia.


“Nathan, sakit!” Nadia melepaskan tangannya yang ditarik kasar oleh Nathan ketika mereka sudah cukup jauh dari yang lain.


“Aku mau bicara sama kamu!” kata Nathan tegas dengan tatapan dinginnya.


Nadia tersenyum menyunggingkan sudut bibirnya. Ia berjalan mendekat ke arah Nathan dengan perlahan dan berbicara dengan pelan.


“Mau membicarakan soal apa?”


“Aku tidak suka dengan caramu tadi. Bersikaplah seperti seorang profesional!”


“Tapi aku suka melakukan hal tadi. Itu bisa membuatku lebih lama denganmu”.


“Apa kamu nggak ngerti? Aku sudah muak denganmu!”


“Tapi gimana ya Nat? Sayangnya aku masih ingin bersamamu. Oke, gini aja! Aku tidak akan sengaja membuat kesalahan lagi tapi dengan satu syarat”.


Nathan memicingkan matanya menatap sinis ke arah Nadia.


Nathan langsung membuang muka setelah mendengar syarat dari Nadia.


“Cih, kamu pikir aku mau makan malam berdua denganmu? Jangan harap!”


“Ya terserah kamu saja. Kalau kamu nggak mau juga aku nggak kenapa. Tapi jangan marah kalau sebentar aku akan melakukan banyak kesalahan”.


Nathan pergi meninggalkan Nadia. Ia menghampiri Alyssa yang berada cukup jauh darinya.


“Sebaiknya kamu nggak usah lihat adegan berikutnya” kata Nathan pada Alyssa.


“Kenapa?”


“Yaa.. aku nggak mau aja kamu lihat. Nanti kamu marah kalau lihat”.


“Haha.. aku nggak akan marah. Kamu tenang aja, daritadi juga aku udah lihat tapi aku nggak marah kan sama kamu”.


“Oke, kalau gitu kamu janji dulu sama aku nggak akan marah nantinya”.

__ADS_1


“Iya aku janji” jawab Alyssa dengan yakin.


Syuting dilanjutkan, Nathan dan Nadia sudah bersiap untuk memulai akting mereka. Kali ini Nathan bertekad tidak akan memberikan Nadia kesempatan lagi untuk melakukan kesalahan.


Nathan sangat bersungguh-sungguh dengan peran yang dilakoninya. Meski pun ia sangat membenci Nadia tapi itu tidak terlihat saat dirinya berakting adegan romantis dengan Nadia.


Nadia terlihat akan melakukan kesalahannya yang disengaja lagi. Nathan sudah mengetahui hal itu. Biasanya saat sudah adegan berpelukan Nadia akan dengan sengaja melakukan berbagai hal agar adegan itu diulang lagi. Tapi sekarang ia tidak bisa berkutik. Saat dirinya akan melancarkan aksinya Nathan sudah terlebih dulu mengantisipasinya. Ia berakting semakin memeluk Nadia dan tiba-tiba saja mencium bibir wanita itu. Sontak saja hal ini membuat Nadia dan kru film lainnya yang melihat sangat terkejut.


Nathan begitu mendalami perannya sehingga sulit untuk mengetahui apakah dia benar-benar berakting atau memang masih mencintai Nadia sehingga ciumannya terlihat sangat alami seperti orang yang tengah kasmaran.


Dan Nadia, tentu saja sangat senang dengan apa yang dilakukan Nathan. Ia membalas ciuman Nathan seperti mereka masih saling mencintai dulu.


Alyssa berusaha menguatkan hatinya untuk melihat adegan ini. Alvin di sampingnya melihat dengan cemas, ia takut setelah ini Alyssa dan Nathan akan bertengkar lagi.


“Apakah itu benar hanya akting saja? Tapi kenapa terlihat sangat nyata?” batin Alyssa.


Alyssa merasakan teramat perih melihat pacarnya sendiri mencium wanita lain di depannya walau itu hanya akting semata. Sungguh ia sudah tak sanggup untuk melihatnya. Dadanya terasa sesak dan hatinya seperti mencelos ke bawah ketika melihatnya. Ia meminta kunci mobil pada Alvin dan berjalan menuju mobil, berusaha menyembunyikan dirinya disana. Alvin yang tadinya ingin mengikuti Alyssa membiarkan gadis itu menenangkan dirinya sendiri dulu.


Di dalam mobil Alyssa menangis dengan membenamkan wajahnya di kedua telapak tangannya. Rasa sakit yang ia rasakan saat ini lebih menyakitkan daripada Nathan yang tak mau bicara dengannya selama berminggu-minggu dulu.


“Kalian keren!” puji Rangga pada Nathan dan Nadia setelah mereka selesai berakting. ”Kita istirahat makan siang dulu, setelah itu kita lanjutkan syutingnya!” kata Rangga dengan suara keras agar semua orang mendengarnya.


Para kru mulai membubarkan diri mereka untuk beristirahat. Nadia sudah terlebih dahulu ke ruangannya dengan perasaan senang dan tidak sabar untuk menceritakan perasaan senangnya itu pada Rere. Sementara itu Rangga menghampiri Nathan yang terlihat sedang mencari-cari keberadaan Alyssa, karena ia sangat yakin tadi Alyssa berdiri di dekat Alvin untuk melihatnya syuting.


“Aku nggak nyangka kamu akan melakukan adegan tadi padahal itu tidak ada di skenario” ucap Rangga.


“Aku sengaja melakukannya. Aku muak jika harus mengulang terus adegan mesra dengan Nadia. Makanya aku berinisiatif melakukan adegan tadi agar Nadia tak banyak bertingkah”.


Rangga tersenyum mendengar penjelasan dari Nathan. Bagaimana pun juga ia sangat paham betul bahwa Nathan sangat bersungguh-sungguh untuk film ini. Dan ia rela mengorbankan perasaannya yang sudah benci setengah mati pada Nadia untuk membantu Rangga mengangkat karirnya lagi yang sudah jatuh.


“Sepertinya kamu sedang bingung. Apa kamu mencari seseorang?” tanya Rangga yang daritadi memperhatikan Nathan menoleh kesana kemari mengedarkan pandangannya ke seluruh tempat.


“Ya, aku sedang mencari seseorang”.


Rangga menatap lama ke arah Nathan yang sudah pergi dengan terburu-buru meninggalkannya.


***

__ADS_1


__ADS_2