Aktor Tampan Pujaan Hati

Aktor Tampan Pujaan Hati
Hari Pernikahan


__ADS_3

Keesokan harinya, seperti apa yang dikatakan oleh Nathan sebelumnya. Ia datang pagi-pagi sekali ke rumah orangtuanya. Terlihat beberapa pelayan sedang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Dan mama Maya juga sudah bangun sejak subuh untuk memastikan semua persiapan pernikahan sempurna.


“Loh nak, kenapa datang pagi-pagi sekali?” Mama Maya bertanya pada Nathan ketika melihat anaknya itu memasuki rumah.


“Iya ma, sengaja aku datang pagi-pagi” Nathan lalu mendekatkan dirinya ke arah mamanya dan membisikkan sesuatu. “Mau mastiin cucu mama udah ada di dalam perut apa belum”.


Mendengar ucapan Nathan itu otomatis membuat mama Maya tersenyum. “Sana gih, buruan kamu temuin Alyssa. Mama udah nggak sabar menunggu kabar baik dari kalian”.


Nathan langsung menuju ke kamarnya yang kini ditempati oleh Alyssa.


Tok tok tok


Nathan mengetuk pintu pelan dan tak berapa lama kemudian Alyssa membuka pintu. Alyssa masih menggunakan piyama dan terlihat kalau ia baru saja bangun tidur. Meski penampilannya masih berantakan karena baru bangun tidur tapi itu tak menghilangkan kecantikannya sedikit pun. Nathan jadi tidak sabar untuk hari berikutnya, dimana setiap pagi ia akan melihat wajah baru bangun Alyssa yang membuatnya semakin jatuh cinta.


“Gimana? Apa kamu udah siap?” tanya Nathan.


Alyssa mengangguk. Nathan mengikuti Alyssa masuk ke kamar setelah menutup pintu kamar.


“Kamu ngapain ikutin aku ke kamar mandi? Tunggu aja disitu!” Alyssa menunjuk sofa yang ada di kamar.


“Tapi kan aku pengen kita lihat hasilnya bareng-bareng!”


“Iya, tapi kan nggak mesti ikut ke kamar mandi juga kali. Kamu tunggu dulu, aku mau pipis”.


Nathan akhirnya mengalah dan duduk di sofa seraya menunggu Alyssa. Cukup lama ia menunggu tapi Alyssa tak kunjung keluar juga.


Sementara di dalam kamar mandi Alyssa sudah melihat hasil tes kehamilannya. Dan di alat tersebut sudah muncul dua garis berwarna merah meski garis yang satunya masih agak samar. Alyssa tertegun melihat testpack yang kini ada ditangannya. Ia tak tahu apakah dirinya harus senang atau tidak dengan hasil ini. Dirinya masih takut jika orangtuanya akan kecewa pada dirinya.


“Alyssa, kenapa lama sekali di dalam? Cepat buka pintunya!”


Alyssa tersadar dari lamunannya begitu mendengar suara Nathan dari balik pintu. Ia segera membukanya dan langsung menunjukkan hasilnya pada Nathan.


“Ini kamu lihat hasilnya!”


Nathan melihatnya tapi ia tak mengerti dengan arti dari dua garis merah itu.


“Kenapa kamu ngecek sendirian? Kan aku udah bilang kita lihatnya sama-sama!” protes Nathan.


Alyssa tidak menanggapi ucapan Nathan itu. Bagaimana mungkin Nathan ingin ikut melihat ia mencelupkan alat tes kehamilan itu ke dalam urinnya. Alyssa merasa sangat malu dengan hal yang seperti itu.

__ADS_1


“Ini apa artinya?” Nathan bertanya karena ia benar-benar tidak tahu.


“Entahlah, mungkin saja positif. Tapi aku tidak yakin karena garis yang satunya samar!” jawab Alyssa.


Dengan seketika Nathan memeluk Alyssa dengan erat. Rasa bahagianya hari ini bertambah. Selain bahagia karena hari ini adalah hari pernikahannya, ia juga dibuat bahagia dengan dua garis merah itu. Meski garis yang satunya masih terlihat samar tapi Nathan sangat yakin jika itu artinya Alyssa sudah positif hamil. Ia mengecup puncak kepala Alyssa berkali-kali. Merasa bersyukur karena kini Alyssa tengah mengandung anaknya.


“Makasih sayang!” Nathan mengecup kening Alyssa.


“Ini belum pasti Nat! Garis yang satu itu sangat meragukan!”


“Kita coba cek lagi. Kemarin kan alatnya ada banyak”.


“Sudah aku coba dan hasilnya sama”.


“Ya sudah, nanti kita pastikan setelah semua acara pernikahan kita selesai.


Alyssa tidak memberikan reaksi apa-apa dengan kata-kata Nathan itu. Yang ada dipikirannya saat ini adalah bagaimana jika kedua orangtuanya mengetahui ini. Dan mereka pasti akan mengetahuinya segera.


“Kamu kenapa?” Nathan menyadari jika sejak tadi Alyssa hanya diam saja. “Apa kamu masih memikirkan orangtuamu?”


Alyssa mengangguk lemah.


“Kamu tenang aja, setelah kita pastikan jika kamu benar-benar hamil aku akan bicara dengan bapak dan ibu. Kamu nggak perlu takut, semua akan baik-baik saja. Percaya deh sama aku!” Nathan berusaha menenangkan Alyssa.


***


Acara pernikahan Nathan dan Alyssa hanya dihadiri tak lebih dari tiga puluh orang saja. Tamu undangan yang hadir merupakan keluarga dan sahabat terdekat dari mempelai saja. Salah satu diantara tamu yang hadir, ada sosok Rangga yang kini tengah berbincang dengan Alvin dan Sarah. Meski ia mencintai Alyssa tapi ia tidak akan menjadi egois untuk merebut Alyssa dari Nathan. Cinta tak harus memiliki, begitulah prinsip yang ia pegang. Melihat Alyssa bisa bahagia bersama Nathan saja sudah membuatnya juga merasakan kebahagiaan itu meski hatinya sedikit sakit.


Nathan terlihat sangat tampan meski kini dirinya sedang merasa sangat gugup. Berkali-kali ia berusaha untuk menenangkan dirinya agar terlihat seperti biasa tapi raut wajahnya tampaknya tak bisa menutupi kegugupannya.


Alyssa sudah berjalan keluar dengan mengenakan gaun pengantin yang sangat indah. Mata Nathan tertuju pada wanita yang sedang berjalan menuju ke arahnya dan sebentar lagi mereka akan menjadi pasangan suami istri. Tak bisa diungkapkan dengan kata-kata bagaimana perasaan Nathan saat ini. Ia benar-benar terpana melihat Alyssa yang sangat cantik berjalan dengan anggun sambil tersenyum padanya.


Kedua orangtua Nathan dan Alyssa begitu bahagia melihat anak-anak mereka telah mengucapkan janji suci pernikahan. Air mata haru sekaligus bahagia jatuh di pipi bu Ratna dan mama Maya. Senyuman kebahagiaan juga terpancar dari raut wajah papa Rudi dan pak Herman. Kini anak-anak mereka telah sah menjadi sepasang suami istri.


Acara masih dilanjutkan. Para tamu undangan dipersilakan untuk menikmati hidangan yang sudah tersaji. Dan kemudian satu per satu dari mereka memberi selamat kepada pasangan pengantin dan tak lupa juga mereka mengabadikannya lewat foto bersama.


“Sepertinya aku harus menangis sambil memeluk Alyssa agar menjadi viral” ujar Rangga ketika kini dirinya sudah menghampiri pengantin baru tersebut.


“Sebelum kamu melakukannya aku akan mematahkan tanganmu!” jawab Nathan dengan senyuman.

__ADS_1


“Selamat ya buat kalian berdua” Rangga memberi selamat pada Nathan dan juga Alyssa.


Alvin dan Sarah juga tak ketinggalan untuk memberi selamat pada keduanya.


“Kenapa wajahmu seperti itu Nat?” tanya Alvin.


“Memangnya kenapa dengan wajahku?” Nathan tampak bingung karena ia merasa baik-baik saja dengan wajahnya.


“Di wajahmu ada tulisan!”


“Tulisan apa?” Nathan semakin bingung.


“Cepatlah pesta ini berakhir karena aku sudah tak sabar untuk malam pertama!” kata Alvin yang seolah-olah membaca tulisan di wajah Nathan.


“Sial!” kesal Nathan.


“Apa itu bisa dibilang malam pertama?” kini Sarah ikut-ikutan menggoda Nathan.


Alyssa merasa sedikit malu dengan candaan Alvin dan Sarah itu.


Seorang wanita cantik yang tidak Alyssa kenal datang menghampirinya dan Nathan. Wanita itu mencium pipi kanan dan kiri Nathan lalu memberinya selamat. Ia juga melakukan hal yang sama pada Alyssa.


“Pantas saja kamu kebelet pengen nikah, ternyata cewekmu cantik begini” kata wanita itu seraya tersenyum pada Alyssa. Alyssa balas tersenyum padanya berusaha untuk bersikap ramah meski ia tidak tahu siapa wanita itu.


“Setelah ini kamu jangan pulang dulu. Ingat apa yang aku minta tadi pagi!” ucap Nathan pada wanita itu.


“Oke!” jawabnya singkat.


Setelah semua tamu memberi ucapan selamat kini tiba waktunya untuk Alyssa melempar bunga yang dari tadi ia pegang. Sarah sudah berdiri paling depan untuk bersiap menangkap bunga yang akan dilempar oleh Alyssa.


Satu, dua, tiga!


Alyssa melempar bunga dengan kerasnya sehingga tanpa ia sadari bunga itu melewati Sarah dan malah jatuh dipangkuan Rangga yang tengah asik berbincang dengan Alvin.


“Alyssa! Kenapa lemparnya jauh sekali?” Sarah kesal dan Alyssa merasa bersalah padanya.


Rangga masih sedikit kaget dengan bunga yang tiba-tiba jatuh di pangkuannya itu. Ia mengambil bunga itu dengan raut wajah yang sulit diartikan.


“Aku tunggu undanganmu!” goda Alvin yang duduk di samping Rangga.

__ADS_1


“Aku bahkan tidak mempunyai pasangan” jawab Rangga santai lalu melempar bunga itu lagi ke arah Sarah dan kini Sarah berhasil menangkapnya.


***


__ADS_2