Aktor Tampan Pujaan Hati

Aktor Tampan Pujaan Hati
Tangan Nakal


__ADS_3

Alyssa sudah berada di kamar untuk membersihkan make up nya. Sementara Nathan tak terlihat batang hidungnya sejak acara selesai. Alyssa berpikir mungkin ia masih berbincang dengan sanak saudaranya yang sudah lama tak bertemu karena saat acara tadi mereka tidak dapat mengobrol lama.


Sehabis mandi Alyssa masih tak menjumpai Nathan di kamar. Karena ia merasa sudah sangat lelah maka ia memutuskan untuk tidur saja dari pada mencari Nathan. Toh juga kalau dia sudah selesai dengan keluarganya dia bisa balik sendiri ke kamar, begitu pikir Alyssa.


Saat hendak merebahkan tubuhnya di tempat tidur tiba-tiba saja ada yang membuka pintu kamar dan ternyata itu Nathan. Tapi Alyssa juga melihat seseorang yang mengikuti Nathan di belakang. Orang itu adalah wanita yang tadi di acara pernikahan sempat memberikan selamat kepadanya dan Nathan. Tapi Alyssa sendiri tidak tahu siapa wanita itu dan kenapa sekarang ia diajak Nathan ke kamar mereka.


Seperti sudah bisa menebak isi kepala Alyssa, Nathan langsung memperkenalkan wanita itu pada istrinya.


“Sayang, kenalin ini Clarisa! Dia sepupuku dan kebetulan dia juga seorang dokter spesialis kandungan!”


Alyssa mendekat dan berjabat tangan dengan Clarisa.


“Hai Clarisa, senang berkenalan denganmu!”


“Senang berkenalan denganmu juga. Nathan sudah banyak cerita tentangmu dan saat bercerita dia terlihat sangat antusias. Aku jadi penasaran dengan wanita yang bisa membuatnya begitu bersemangat dan ternyata kamu sangat cantik!” jelas Clarisa yang membuat Alyssa jadi tersipu malu.


“Terima kasih, kamu juga cantik”.


“Oh ya, apa bisa dimulai sekarang?” tanya Nathan pada Clarisa.


“Kamu ini kenapa buru-buru sekali? Pasti udah nggak sabaran pengen berduaan kan?” goda Clarisa seraya menyenggol lengan Nathan.


“Namanya juga pengantin baru” balas Nathan.


“Oke, kita mulai sekarang!” seru Clarisa.


Alyssa tampak bingung karena Nathan tidak menjelaskan apapun padanya sebelumnya.


“Maaf, apa yang dimulai ya?” tanya Alyssa bingung.


“Ah ya, aku lupa memberitahumu sayang. Clarisa akan mengambil sedikit darahmu untuk memastikan kamu hamil atau tidak!” jelas Nathan dan Alyssa mengangguk.


“Sudah aku beritahu kan kalau Alyssa masih ragu dengan garis samar itu, padahal aku yakin kalau itu artinya positif!” lanjut Nathan yang memperhatikan Clarisa membuka tas yang ia bawa.


Alyssa bisa melihat Clarisa mengeluarkan sebuah spuit dan tabung kecil dari dalam tasnya.


“Memang kebanyakan orang ragu kalau hasil garisnya samar. Tapi kita bisa memastikannya dengan tes darah” jelas Clarisa.


“Memangnya kenapa bisa hasil garisnya samar?” tanya Alyssa.


“Ada banyak penyebabnya sih dan salah satunya positif hamil tapi karena kadar hormon kehamilan masih tergolong rendah sehingga garis yang muncul jadi samar!”

__ADS_1


Alyssa mengangguk tanda ia mengerti dengan penjelasan yang diberikan. Setelah Alyssa dan Nathan memahami apa yang dikatakannya, Clarisa segera mengambil sampel darah Alyssa.


Alyssa memejamkan matanya saat Clarisa mengambil darahnya dengan menggunakan jarum suntik untuk menahan sedikit rasa sakit yang ditimbulkan dari suntikan itu.


“Sudah selesai, besok aku akan memberitahu kalian hasilnya!” ucap Clarisa.


“Kenapa besok? Apakah butuh waktu sampai besok pagi untuk mengetahui hasilnya?” tanya Nathan.


“Tentu saja tidak! Tapi apa kamu mau diganggu malam ini?” Clarisa tersenyum jahil pada Nathan.


“Sudahlah, aku tunggu besok pagi!”


Clarisa segera pamit pada Alyssa dan Nathan. Dan kini hanya tinggal mereka berdua yang ada di kamar. Alyssa merasa canggung berada di kamar berdua saja dengan Nathan. Padahal sebelum ini Nathan sering menghampirinya di kamar tapi ia masih biasa saja.


“Sebaiknya kamu mandi dulu!” ujar Alyssa. Ia berusaha untuk terlihat biasa saja di depan Nathan.


“Oke, kamu tunggu ya!”


Nathan sudah berada di kamar mandi. Sementara Alyssa tengah memikirkan sesuatu.


“Kenapa aku jadi gugup begini? Apa yang harus aku lakukan? Apa Nathan akan meminta haknya malam ini? Tapi aku belum siap! Ya, lebih baik aku pura-pura tidur saja!”


Nathan keluar dengan handuk yang melilit di pinggangnya. Ia langsung menuju lemari pakaian untuk mengambil baju tidurnya. Nathan menghampiri Alyssa dan melihatnya sudah tidur. Tapi ia tahu jika Alyssa hanya pura-pura tidur karena Nathan pikir akting Alyssa sangat buruk. Nathan tersenyum melihatnya. Ia lalu naik ke atas tempat tidur dan membaringkan tubuhnya menghadap ke Alyssa.


“Bangunlah! Aku tahu kamu pura-pura tidur!” ujar Nathan.


Alyssa masih melanjutkan aktingnya. Ia tidak mau kalau sampai ketahuan hanya pura-pura tidur saja karena dirinya akan sangat malu jika Nathan mengetahuinya.


Karena tidak mendapat respon dari Alyssa membuat Nathan mempunyai ide untuk menjahili istrinya itu. Perlahan ia membelai lembut wajah Alyssa sambil menahan tawanya. Alyssa tetap tidak merespon.


“Baiklah kalau kamu masih mau bermain-main denganku” gumam Nathan dalam hati.


Ia melanjutkan aksinya menjahili Alyssa. Kini tangannya mengelus lembut perut rata istrinya. Masih dengan menahan tawa, Nathan tahu jika kini Alyssa tengah berusaha sekuat tenaga untuk tidak merespon tindakannya itu.


“Oke, sekarang adalah bonusnya karena kamu begitu gigih dengan usahamu untuk pura-pura tidur!”


Nathan memasukkan tangannya ke dalam baju tidur Alyssa dan memegang gunung kembarnya.


“Nathan!” teriak Alyssa yang langsung menepis tangan nakal suaminya itu.


Alyssa bangun dan duduk di tempat tidur dengan menatap tajam ke arah Nathan yang saat ini tengah tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


“Kamu sengaja mengerjaiku ya?” Alyssa mulai kesal. Ia memukul lengan Nathan agar berhenti tertawa.


“Siapa suruh kamu pura-pura tidur”.


“Aku tidur beneran!”


“Jangan bohong! Aktingmu itu buruk sekali, melihat sekilas saja aku tahu kamu cuma pura-pura tidur!”


Alyssa merasa sangat malu karena Nathan sudah tahu sejak awal dirinya hanya berpura-pura tidur saja. Dengan wajah yang masih kesal Alyssa kembali merebahkan tubuhnya ke tempat tidur dan kali ini ia tidur dengan membelakangi Nathan karena tidak mau melihat wajah suaminya itu.


“Kenapa membelakangiku?”


Alyssa tidak menjawab pertanyaan Nathan.


“Ya sudah kalau nggak mau jawab. Aku sudah tahu jawabannya!” ujar Nathan. Ia lalu memeluk tubuh Alyssa dari belakang. Nathan melingkarkan tangannya di perut Alyssa. “Aku tahu kamu pasti mau seperti ini kan?” Nathan berbisik di dekat telinga Alyssa yang membuat Alyssa merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya. Nathan yang menyadari reaksi Alyssa itu tersenyum di belakangnya.


Tangan Nathan mulai nakal lagi. Ia meraba setiap inchi tubuh istrinya sambil menciumi leher jenjang Alyssa dari belakang. Alyssa sempat berontak berusaha melepaskan diri dari pelukan Nathan.


“Nathan, jangan begini. Aku...”


“Kenapa sayang? Apa kamu tidak menyukainya?” Nathan berbicara dengan suaranya yang seksi dan masih sambil mencium leher Alyssa. Dan jangan ditanya tangannya yang sudah mulai kemana-mana.


Sungguh hatinya ingin berontak tapi tubuhnya malah menginginkan hal yang lain. Alyssa merasakan sensasi yang berbeda saat dulu ia diperkosa oleh Nathan dengan situasi yang ia alami saat ini. Sekarang ia seolah bisa menerima apa yang dilakukan tangan nakal Nathan yang kini sudah merem*as pelan gunung kembarnya dengan posisi ia masih membelakangi Nathan.


Alyssa mulai terhanyut dengan apa yang dilakukan Nathan pada dirinya. Perlahan ia mulai menikmati sentuhan lembut dari suaminya itu. Tanpa ia sadari, dirinya mengeluarkan suara aneh yang sebenarnya tidak ingin ia keluarkan. Nathan semakin bersemangat ketika mendengar lenguhan Alyssa. Nathan lalu membalikkan tubuh Alyssa dan mulai mencium lembut bibirnya. Alyssa yang memang sudah terbawa suasana membalas ciuman Nathan. Ciuman yang awalnya lembut perlahan berubah menjadi panas dan penuh gairah.


Nathan tahu tubuh Alyssa sudah menerimanya sehingga tanpa ragu lagi ia segera melancarkan aksinya.


“Nathan, pelan-pelan!”


“Iya sayang! Aku akan menyuntikmu dengan sangat pelan!”


Malam itu mereka berdua melewati malam yang penuh gairah. Nathan melakukannya dengan lembut, berbeda sekali saat ia memaksa Alyssa untuk melakukannya. Kali ini Alyssa bisa menikmati permainan Nathan itu. Ia baru mendapatkan kenikmatan yang dulu tidak ia rasakan saat Nathan memperkosanya.


Mereka berdua mengatur nafas setelah mendapatkan pelepasan bersama. Nathan mengecup kening Alyssa.


“Terima kasih sayang!”


Mereka berdua lantas tidur saling berpelukan tanpa mengenakan pakaian mereka yang sudah berserakan di lantai kamar. Tubuh mereka hanya dilindungi oleh selimut saja. Dan karena memang sudah merasa lelah akhirnya membuat mereka berdua tertidur dengan sangat pulas.


***

__ADS_1


__ADS_2